
Dia ingin diantara Zaki dan ketiga sahabatnya tak terjadi salah paham,,yang akan membuat renggang hubungan Oriel dengan salah satunya nanti.
Karena ketiga sahabatnya dan Zaki adalah orang - orang yang disayanginya dan menyayanginya.
Tak terasa 3 bulan sudah hubungan Oriel dan Zaki terjalin tanpa sepengetahuan ketiga sahabatnya.
Namun hari ini semuanya terbongkar saat Rena melihat sendiri Zaki mencium kening Oriel ketika mereka berdua duduk lesehan di tanah berumput,, di bawah pohon rindang di taman kampus.
Rena menceritakan apa yang baru saja dilihatnya pada Abel dan Alya.
Mereka terkejut mendengarnya.
"Koq Oriel gak cerita ya sama kita jika punya hubungan special sama Zaki" kata Abel
"Dilarang sama Zaki mungkin,,biar dia lebih mudah memperalat Oriel demi keuntungan pribadinya" celetuk Rena yang emang dari dulu gak suka dengan kedekatan mereka.
"Mungkin Oriel punya alasannya sehingga dia gak kasih tau kita,, coba di tanyakan dulu" kata Alya menengahi
"Nanti kita bicara sama Orie, biar kita gak menduga - duga" kata Abel
Tak berapa lama Zaki terlihat akan meninggalkan Oriel.
"Sayang,, aku ke ruangan dulu ya,, bentar lagi kelas dimulai" kata Zaki.
"Iya beibz,, di kelas jangan tidur ya"
"ya nggak lah,,ada-ada aja sayang ku ini,, seraya mencubit hidung Oriel yang mancung"
"Dahh sayang,, kita bertemu lagi setelah kelas usai"
"Okkey,, smangatt ya beibz"
"Pasti dong"
__ADS_1
Seraya berlalu dari hadapan Oriel.
Senyum bahagia di wajah Oriel seketika hilang saat menjawab sapaan ketiga sahabatnya yang datang mendekat.
" Hai Riel,, lagi ngapain loe?" Tanya Abel.
"Hai Bel,, lagi santai aja neh,, disini hawanya sejuk"
"Riel ada yang mau kita tanyain nehh smaa loe" kata Rena.
"Apa tuhh Ren?"
"Ada hubungan apa loe sebenarnya sama Zaki??" Tanya Rena to the point.
"Iya Riel,, baiknya loe jujur deh sama kita" kata Alya.
"Ada apa sehh kalian ini,, koq tiba2 nanyain hubungan gue sama Zaki"
"Sedekat apa sehh Riel elo smaa Zaki??"tanya Rena.
"Masa sihh??? Teman biasa koq pake kiss jidat segala??"
Roman muka Oriel seketika berubah sesaat setelah mendengar penuturan Rena..sedikit memerah karena malu.
Mungkin ini saatnya dia memberitahu yang sbenarnya pada mereka.
"Baiklah..gue jujur sama kalian jika gue dan Zaki emang punya hubungan special"
"Apaaa??? Koq bisa??" Kata Rena.
"Bisa aja kan Ren,, namanya juga cinta,, dia gak pernah bilang mau memilih siapa yang berhak merasakan keindahannya" kata Abel
"Iya gue tau,, tapi kenapa harus Zaki,, dia bukan orang yang baik buat loe Riel,, dia cuma mau manfaatin loe aja" kata Rena.
__ADS_1
"Ren,, Zaki gak gitu koq,, dia tulus sama gue"
"Semoga aja begitu,, jika nanti dia buat kamu menangis awas aja." Kata Rena sedikit kesel.
"Gak tau kenapa gue merasa nyaman di dekatnya"
"Sejak kapan kalian dekat??" Kata Abel
"Sudah 3 bulan ini"
"Apaaa??? 3 bulan Riel???"
Selama itu elo rahasiakn dari kami??" Dan itu artinya saat kemarin gue mengatakan mengenai ketidaksukaan gue dengannya kalian sudah jadian??"pantesan aja elo begitu membelanya" kata Rena
"Sudah lah Ren,, itu hak Oriel buat dekat sama siapa aja,,kita hanya bisa support dia dan mendoakn smoga Zaki orang yang pantas untuk dekat sama Oriel.."Kata Alya
"Riel lain kali bilang ya kalo elo mau dekat smaa seseorang, bukan apa - apa karena kita sahabat loe kata Abel.
"Iya..maafkan Oriel ya udah rahasiain semuanya dari kalian"
"Tak apa Riel,,tadinya kami sedikit kecewa ajaa kamu ngerahasian kedekatan loe smaa Zaki"
Tapi setelah mendengar penjelasan loe kami bisa mnerimanya".
Mereka kembali berpelukan..
Dan beban yang selama ini disimpan Oriel terasa lepas,, dan plong.
Oriel dan Zaki sekarang bisa terang -terangan menunjukan rasa mereka terutama dihadapan ketiga sahabtnya,, karena kedekatan itu bukan menjadi rahasia lagi.
Namun diam2 Rena masih menyimpan sesal,,dia merasa Zaki hanya memanfaatkan Oriel saja.
Beda dengan Abel dan Alya yang bisa menerima kedekatan keduanya meski dari segi penampilan Oriel dan Zaki sangat jauh berbeda,, Oriel yang modis sementara Zaki seadanya.
__ADS_1
Namun Abel dan Alya sadar jika cinta yang tulus tidak pernah menilai seseorang dari penampilan tapi dari hati.