
Meeting selesai..perushaan milik pak Bagas berhasil mendapatkan tender,, kerjasama terjalin diantara kedua perushaaan ditandai dengan penandatangan kontrak kerjasama dari kedua belah pihak.
Tentu saja keuntungan besar akan di peroleh perusahaan.
Dalam kesempatan itu juga,,ppah mengenalkan Raihan sebagai putranya yang selama ini menghilang..
Dan mulai saat ini para rekan kerja dan karyawan bukan lagi mengenal Raihan sebagai asisten pak Bagas tapi anak kandungnya.
Setelah pak Bagas menyerahkan tugas perusahaan pada Dava,,pak Bagas dan Raihan lalu kembali ke Jakarta.
Setelah memberitahu istrinya dan Oriel hari ini akan pulang,,Oriel dan mmahnya segera bersiap ke bandara untuk menjemput mereka.
Sesampainya di bandara,,menunggu selama setengah jam disana,,ppah dan Raihan terlihat berjalan dengan menenteng kopper mereka..
Ppah yang sudah melihat tingkah Oriel yang lincah dari kejauhan nampak tersenyum bahagia.
"Ppaaaahh...Oriel berseru seraya memeluk ppahnya"
"Apa kabar mahh- Oriel??"
"Alhmdulilah kami baik pahh"
"Mahh-Oriel kenalkan ini Raihan,,yang ppah ceritakan"
"Assalamualaikum nakk Raihan,,kata mmah..
"Assalamualaikum Ka"
"Waalikum salam.."
"Nakk Raihan tak perlu canggung,,panggil ajaa mmah,,kalau nakk Raihan gak keberatan"
"Dan panggil saja aku adikk atau Oriel juga boleh"
Raihan tersenyum..melihat tingkah Oriel.
"Baiklah,, Ray dengan senang hati akan panggil mmah dan dik Oriel"
"Terimakasih mahh dik Oriel sudah bersedia menerima Ray sebagai anak mamah dan kakak buat Oriel"
"Justru kami yang berterimakasih nakk,, kamu telah menerima kami selayaknya ibu dan adik kandung"
"Sekarang kita pulang dan lanjutin ceritanya di rumah saja" kata ppah seraya menggandeng tangan mmah diiringi langkah kaki ku dan Raihan.
Sesampainya dirumah kami kembali bercerita banyak,bercanda dan tertawa bersama..sungguh potret keluarga bahagia.
Rumah benar-benar jadi rame saat kedatangan Raihan,,,Oriel merasa kakaknya itu orang yang menyenangkan dan humoris.
Di ruang tengah kami masih asik berbincang,dan ppah berencana untuk berkunjung ke tempat pak Sukma besok.,,sekaligus ingin mengatakan jika dia sudah berhasil menemukan anaknya yang mereka sembunyikan selama ini.
Semua setuju akan rencana ppah,,dan saat ini kami juga setuju pergi ke kamar masing-masing untuk beristirhat karena besok jangan sampai telat bangun demi memperlancar rencana yang telah disepakati tadi.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Di pekarangan rumah besar berlantai dua milik pengusaha kaya Bagas Suryadi Ningrat itu,,terparkir family car yang akan digunakan untuk membawa mereka menemui Pak Sukma di desa Kaliasih.
Setelah sarapan,,mereka lalu bersiap berangkat dengan menggunakan satu mobil bersama.
Bagasi mobil terlihat penuh dengan aneka makanan dan oleh-oleh yang sengaja dibeli oleh tante Maya dan Oriel..untuk pak Sukma,,Pak Kades dan Sinta juga Pak Lukman orang yang telah menolong Oriel ketika pingsan saat lari dari para penculik dulu.
2 jam perjalanan sampailah mereka di gerbang yang bertuliskan "Desa Kaliasih..
Sungguh pemandangan yang indah,,dikiri kanannya terhampar perkebunan teh milik Pak Sukma kakek Raihan.
Udaranya sangat sejuk,,dan jauh dari kata bising.
Oriel aja sampai terlelap dibuatnya.
Tak berapa lama,, sampailah mereka di sebuah rumah mewah dan megah milik pak Sukma..
Pak Sukma yang kala itu sedang melatih kakinya berjalan,,nampak terkejut saat melihat sebuah family car terparkir di halaman.
Pak Bagas dan keluarga keluar dari dalam mobil,,bertambahlah keterkejutan Pak Sukma saat melihat cucu kesayangannya keluar juga dari mobil yang sama.
"Assalamualaikum Yah",,kata pak Bagas
"Waalaikum salam nakk,,lohh Raihan koq bisa bersmaa mu Bagas"
Sebelum Pak Bagas melanjutkan kata-katanya,,pak Sukma nampak menjeda perkataan pak Bagas untuk menyuruh mereka semua masuk.
Kami berjalan pelan mengikuti langkah-langkah Pak Sukma yang sedikit tertatih meski sudah dibantu oleh tongkatnya..
Pak Sukma mempersilahkan masuk dan duduk di soffa ruang tamu,,sedangkan Raihan langsung menuju kamarnya,,mengambil beberapa barang yang diperlukan yang ada disana.
"Kamu hebat Bagas..berhasil menemukan anakmu walau ayah tak pernah memberitahu mu tentang keberadaannya..Bagaimana kamu bisa bersmaa Raihan,dimana kamu menemukannya nakk??"
"Seperti yang Bagas duga selama ini,,Raihan yang Bagas liat difoto saat mengantarkan ayah beberapa waktu lalu adalah orang yang sama dengan Raihan yang sedang bekerja di perushaan Bagas di Malaysia,,Bagas tergerak untuk menanyakan langsung padanya perihal masalah ini,,dan ternyta benar..Raihan yang selama ini menjadi asisten Bagas adalah putra Bagas yang selama ini dicari-cari."
"Sungguh beruntung sekali kalian,Tuhan mempertemukan kalian dengan jalannya yang mudah."
"Iya Yahh..alhmdulilaah,,sekarang Raihan akan Bagas ajak tinggal bersmaa Bagas,,dan Raihan akan tetap bisa mengunjungi ayah jika dia atau ayah yang kangen"
"Iya nakk,Maafkan sikap ayah selama ini yang karenanya Raihan sedikit terlambat mendapatkan kasih sayangmu sebagai ayahnya"
"Sudah lah Yahh,,Bagas mengerti koq kenapa ayah bersikap seperti itu,,karena ayah yang begitu menyayangi Raihan dan menginginkan yang terbaik untuknya,,tapi lebih baik terlambat kan yahh daripada tidak sama sekali"
'Iyaa nakk,,ohh iya ini siapa yang bersma mu Bagas??" Melihat ke arah Oriel dan mmahnya.
"Ini istri dan anak saya Yahh,,dari pernikahan kedua saya"
"Ohh begitu..senang bertemu kalian,,Saya Pak Sukma ayah mertuanya Bagas dulu"
"Njih Yahh..kami pun senang bisa bertemu ayah..kata mmah,aku hanya tersenyum dan memberi salam padanya..
"Ini putri kami.."kata mmah mengenalkan ku.
"Saya Oriel kek"
"Wahh cucu saya jadi bertambah satu kata beliau seraya tertawa bahagia.."😃😃
__ADS_1
Raihan yang menyaksikannya pun ikut tertawa..
"Oh ya Yahh,,nie ada sedikit oleh-oleh kata mmah seraya menyerahkan kue-kue"
Pak Sukma lalu memanggil asisten rumah tangganya mbok Surti..
Agar membuatkan minum untuk mereka.
Tak berapa lama datanglah Tante Nilam,,adik Pak Sukma,,
Dia nampak kaget saat bertemu dengan Bagas,namun beberapa saat kemudian suasana mulai mencair,,mereka terlihat berbincang bersama.
"Jadi bik Nilam yang sekarang menjaga ayah??" Tanya ppah.
"Iyaa Bagas,,siapa lagi coba yang bisa wong cuma bibik keluarga terdekat,,apalagi saat Raihan tak disini,,hanya bibik, dan anak2,,Lia dan Rangga yang nemenin."
"Anak-anak bibik mana,koq gak di ajak?"
"Mereka masih disekolah,,paling nanti sore main kesini".
Setelah dua jam bertukar cerita di rumah pak Sukma,,pak Bagas sekeluarga pamit pulang"
"Yahh,,Bik kami mohon undur diri dulu,,pamit pulang kata ppah"
"Koq cepat banget nakk Bagas" kata ayah mertua dan bibi
"Iya Yahh takut kemalaman nanti pulangnya,,karena harus mampir lagi ke tempat teman lama Bagas,,yang sekarang menjadi Kades di desa ini"
"Ohh jadi Kades Ratno itu teman mu Bagas?" Kata ayah mertua dan bibi
"Iya Yahh..Bi,,makanya Bagas mau bersilaturahmi dulu dengannya mumpung lagi disini".
"Iya Bagas biar sekalian,,kapan lagi coba punya waktu luang jika tidak sekarang" kata bibi
"Baiklah kami permisi dulu Yah..Bik..kata ppah diikuti oleh mmah ,,aku dan Ka Raihan berpamitan pada mereka.
Kami lalu menuju ke rumah Kades Ratno..teman masa muda ppah dan juga orang yang membantu merawatku pasca diculik dulu.
"Assalamualaikum" kata ppah
"Waalaikum salam" terdengar jawaban dari dalam,terdengar langkah kaki seseorang mendekat ke arah pintu.
Sesaat pintu terbuka,,alangkah terkjut pak Kades saat melihat siapa yang datang,,sesaat kemudian dia dan ppah tertawa saling berjabat tangan.
"Silahkan masuk Bagas,,
Bu..Sinta cepat kemari,,coba liat siapa yang datang" kata Pak Kades senang memanggil istri dan putrinya.
"Iya Yahh,,wahhh ada tamu tohh" kata Bu Kades.
Dengan tergesa Sinta memenuhi panggilan ayahnya,,tentu saja dia sangat senang saat melihat siapa yang datang..
"Oriieelll!!! Akhirnya kita bertemu lagi" kata Sinta mereka pun saling peluk.
"Ayo..ayo Sinta ajakin Oriel masuk nakk..mari bu Maya,,nakk Raihan silahkan masuk kata bu Kades."
"Silahkan duduk semua" kata bu Kades lagi
"Lohh ini kan nak Raihan cucu pak Sukma yang katanya kerja di Malaysia? Ada hubungan apa dengan mu Bagas??"
"Dia putraku dengan istri pertamaku dulu Ratno,Wulan anak pak Sukma"
"Ohh'iya ya aku benar-benar lupa jika dulu kamu menikah dengan anak pak Sukma"
Perbincangan terus berjalan,,tak terasa sudah satu jam kami di rumah pak Kades,,kami pun pamit pulang.
"Ratno kami harus pamit pulang,,takut kemalaman di jalan,,habis ini mau mampir ke tempat pak Lukman"
"Yach sayang sekali padahal masih banyak topik yang belum kita bahas" kata Pak Kades
"Mungkin lain waktu Ratno,,semoga kita bisa bersilaturhami lagi nanti,,kalian dong yang mampir lagi ke tempat kami" kata ppah
"Insha Allah,,jika ada waktu senggang kami akan berkunjung" Pak Kades berujar.
"Baiklah,,kami tunggu"
"Ohh iya bu Rita ini ada sedikit oleh-oleh untuk keluarga disini" kata mamah seraya menyerahkan sebuah box berisi aneka kue yang dibeli mamah dari toko kue sewaktu akan kemari.
"Wahh bu Maya pake repot-repot segala bawain oleh-oleh,makasih banyak lohh bu"
"Sama-sama Bu Rita,,harusnya kami yang berterimakasih karena sudah menolong putri kami waktu itu"
"Sudah sewajarnya bu kita saling bantu" kata Bu Rita
"Baiklah kami permisi dulu..kata ppah dan mmah,,disusul oleh ka Raihan dan aku yang juga berpamitan pada mereka semua,,seraya menyerahkan kado buat Sinta sebagai tanda persahabatan kami,,tentu saja Sinta sangat senang menerimanya.
"Makasih ya Riel" katanya
"Sama-sama Sinta"
Setelah berpamitan kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah pak Lukman dekat persimpangan jalan arah ke sawah.
Kami sampai dirumah pak Lukman,,kedatangan kami disambut dengan antusias oleh pak Lukman dan istrinya juga kedua anak mereka.
"Assalamualaikum" kata ppah
"Waalaikum salam" sahutnya dari dalam rumah
Pak Lukman segera keluar untuk melihat siapa yang datang bertamu.
"Wahh ada tamu agung tohh"
Ayo silahkan masuk semua,,maaf rumahnya berantakan" ucapnya lirih.
"Tak apa pak Lukman,,terimakasih telah berkenan mempersilahkan kami masuk"
"Ayo silahkan duduk,,maaf harus lesehan,,kami tak punya tempat duduk empuk"
"Bu..sini bu ada tamu agung nehh" katanya memanggil istrinya yang sedang memasak di dapur.
__ADS_1
"Iya pakk ada apa?Mereka siapa pak?"
"Ini loh bu yang bapak ceritakan kemarin ada anak wedok yang bapak temukan pingsan di pematang sawah,,ternyata anak bapak ini"
"Ohh iya pakk,,beberapa waktu lalu ada bapak bilang ke ibu."
"Yo weis bikinin minum gih bu"
"Gak usah repot-repot bu,,kami cuma sebentar"
"Ahh gak repot koq bu"..seraya tersenyum dan kembali kedapur.
"Kedatangan kami kesini cuma mau bersilaturhami,,kami mengucapkan terimakasih banyak karena pak Lukman telah menolong anak gadis kami"
"Ahh itu bukan apa-apa Pak,,sudah kewajiban kita saling tolong-menolong"
"Iya pak Lukman tapi rasanya belum afdol jika kami selaku orang tuanya tidak bertatap muka langsung untuk mengucapkan terimaksih,,waktu saya menjemput Oriel dari rumah pak Kades kita belum sempat bertemu katanya pak Lukman sudah pulang"
"Iya Pak,,kemarin sesaat setelah saya mengantarkan nakk Oriel ke rumah pak Kades saya langsung kembali ke sawah melanjutkan kerja saya menanam padi."
Pembicaraan terjeda saat istri pak Lukman membawa nampan berisi air minum dan singkong rebus.
"Silahkan diminum bu pak anak-anak..nie singkong rebusnya teman minum tehh..maaf cuma ini yang bisa kami suguhkan" katanya ramah.
"Terimakasih bu atas suguhannya,kami jadi merepotkan saja" kata Ibu
"Sama sekali gak koq bu,,malahan kami senang kedatangan tamu"
"Ohh ya pak ini kalo gak salah Raihan kan?? cucunya pak Sukma" kata Pak Lukman,
"Iya pak Lukman,,benar sekali,,dia cucunya pak Sukma sekaligus anak anak dari istri pertama saya Wulan, putri pak Sukma.
"Oalaahh..ternyata Pak Bagas mantunya pak Sukma tohh kata istri pak Lukman sedikit terkejut.
"Iya bu,,benar sekali"
"O'iya silahakn diminum pak bu anak-anak kata pak Lukman dan istrinya.
Kami pun menyantap hidangan yang ada seraya menikmati pemandagan alam dengan aroma khas pedesaan dan hawanya yang sejuk.
Setengah jam berselang kami pamit pulang,,
"Ini bu sedikit oleh-oleh dari kami kata ibu seraya memberikan sebuah kantong kresek besar berisi sembako dan kue-kue.
"Wahh terimkasih yo bu pak oleh-olehnya kata pak Lukman dan istrinya,,yang telah berada di depan rumah untuk mengantarkan kepergian kami.
Kami pamit ya kata ppah dan mmah
"Assalamualaikum".
"Waalaikum salam" kalau ada waktu mampir lagi ya kata mereka
"Insha Allah pak Bu kata ppah dan mmah.
Mobil bergerak perlahan meninggalkan tempat itu,,ppah lalu mengajak kami ziarah ke makam almarhumah bu Wulan mamahnya ka Raihan,istri pertama ppah.
Tak berapa lama tibalah kami di areal pemakaman desa,,kami duduk bersimpuh mengelilingi makam almarhumah mamah ka Raihan.
Di Nisan batunya tertulis namanya
"Wulan Sari Binti Sukma Jaya"
Terlihat wajah kesedihan pada ppah dan Raihan saat menatap makam almarhumah,,terlintas kenangan indah saat dulu pak Bagas masih bersmanya.
Sedangkan Raihan yang belum terlalu mengenal mamahnya itu nampak sedih,, dia membayangakn betapa bahagianya dia saat ini seandainya mmahnya masih hidup,,mereka akan menjadi keluarga yang utuh.
Doa kami panjatkan untuk almarhumah sebagai pengiring langkahnya menuju jannah.
Mobil bergerak pelan meninggalkan areal pemakaman,,kami pun kembali ke kota.
Dalam perjalanan menuju ke kota,, Ka Raihan menanyakan tentang penculikan ku dulu.
"Emang benar dik Oriel pernah diculik pahh??"
"Iyaa nakk" kata ppah
"Koq bisa?? Emang siapa yang nyulik??"Ka Raihan kembali bertanya.
"Teman Oriel sendiri ka yang nyulik"
Si Marsha"
"Lahh koq bisa??"
"Dia dendam sama ppah,,Oriel jadi kena imbasnya"
"Nahh lohh,,dendam apa dia sama ppah??" Tanya Raihan lagi.
"Marsha itu putrinya pak Jayusman Rai" kata ppah.
"Hemmm pantess.."
Mungkin dia dendam karena ayahnya dipenjara karena aksi korupnya kita gagalkan kali ya yahh"
"Benar nakk"
"Emangnya pak Jayusman itu korup ya pahh??"Tanya mmah
"Iya mah,,maaf ppah gak sempat cerita ke mamah kemarin,,ada kan yang ppah dapat telpon dari Raihan dulu,,yang meminta ppah untuk segera ke Malaysia ada masalah di perusahaan,,nah itu yang terjadi adanya penggelapan dana laba perusahaan oleh pak Jayusman itu."
Kasusnya sudah di tangani oleh kepolisian Diraja Malysia."
"Owhh gitu ceritanya pahh,,pantesan anaknya mengincar Oriel kata mmah lagi"
"Namun sekarang ayah dan anak itu berada di hotel frodeo mahh,"kataku
"Itu balasan yang setimpal untuk mereka" kata Raihan.
Mobil terus melaju di jalan tol luar kota..sampai akhrinya setelah dua jam kami pun tiba di rumah.
__ADS_1