"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 22


__ADS_3

ย  Di sebuah pabrik kosong dipinggiran kota...


ย ย  Para penculik itu tak henti-hentinya mendapat caci maki,,juga kemarahan dari boss mereka..Marsya,,atas kaburnya Oriel dari sekapan mereka.


"Kalian ini badan saja yang besar tapi tak punya otakk!!! Harusnya kalian lebih intens mengawasinya,,bukan malah bersantai dengan bermain kartu"


"Benar - benar tak bisa di andalkan kalian ini!!!"


Percuma ku bayar mahal jika kerja kalian tidak becus!!!"


Ketiga freeman itu hanya bisa menunduk dan meminta maaf atas kelalaian mereka.


"Maafkan kami nona Boss!"


"Maaf...maaf...apa dengan maaf kalian bisa mngembalikan rencana awal saya hahh??"


Wong orangnya saja sudah berhasil kabur".


"Kemungkinan dia masih berada disekitar hutan,,jadi rencana nona Boss masih bisa berjalan,, jika sebelum dia kembali ke rumahnya nona Boss harus segera meminta tebusan pada orang tuanya,,dan kedua teman saya tetap mencarinya siapa tau ketemu.!"


Marsya nampak berpikir keras,,kata-kata salah satu freeman itu mungkin ada benarnya..


"Baiklah tak salahnya dicoba,," pikir Marsya.


"Cepat telpon lagi si Bagas itu" kata Marsya pada salah satu freeman"


Dia lalu menelpon Bagas..


Di kediaman Bagas Suryadi Ningrat


Saat ini Oriel sedang menikmati kebersamaannya dengan kedua orang tuanya,,Pak Bagas dan Bu Maya..mereka bercanda tawa bersama setelah kecemasan yang meliputi kedua orang tua itu karena anak mereka yang di culik.


Namun setelah Oriel kembali baru lah mereka bisa bernafas lega,,begitu pun ketiga sahabatnya dan dokter Deny mereka merasa sangat bahagia karenanya.


Moment indah dari kebersamaan mereka terusik dari telpon yang masuk ke ponsel pak Bagas,,dari private number.


Pak Bagas sudah menduga jika itu telpon dari para penculik.


"Hallo??"


"Siapkan uang tunai 1M jika anak anda ingin selamat"


Kata suara yang terdengar dari ujung telpon.


Pak Bagas memberi kode jika yang menelpon adalah para penculik..dia berpikir akan mengerjai mereka agar bisa diciduk nantinya.


"Baiklah,,dimana kita bisa bertemu,,untuk menukar anak saya dengan uang 1 Milyar ini?"


"Datanglah kesebuah halte bis di pinggiran kota,,kita bertemu disna.


Ingatt!!! Anda harus datang sendiri jangan membawa polisi"


30 menit lagi kita bertemu di tempat itu!!!"


Telpon di tutup..


"Ha..ha..ha..ha" ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ


Pak Bagas tertawa terpingkal-pingkal mengingat ancaman para penculik itu,,mereka belum tau saja jika Oriel telah aman dan ada bersmaanya,,Oriel sendirilah yang membuat rencana ini untuk mengerjai mereka,dan sepertinya berhasil..para penculik itu masuk dalam perangkap yang dibuat Oriel dan ppahnya,,namun mereka tidak mnyadari jika telah balik di kerjai.


Oriel dan ppahnya mencoba mengikuti alur permainan Marsya en the gank.


Di rumah Oriel nampak beberpa orang polisi yang dipimpin oleh komandan Gilang Wardoyo tengah mengatur siasat untuk menangkap para penculik,,Oriel yang telah mengetahui dimana markas mereka segera memberitahukan pak polisi sehingga team penangkapan dibagi menjadi 2 bagian.


Satu team menuju Ke pabrik kosong sesuai dengan petunjuk dari Oriel dan satu team mengawal pak Bagas ke sebuah halte namun secara sembunyi - sembunyi mengikuti,,untuk menangkap penculik itu.


Uang sudah disiapkan beberpa lembar dan di selipkan dengan potongan kertas yang telah di gunting seukuran uang kertas Rp. 100 ribuan,,untuk mengelabui mereka,,lalu dimasukkan sebagian uang asli bersama potongan kertas itu yang membentuk segepok uang ke dalam koper kecil dan siapa diantarkan.


Setengah jam kemudian,,pak Bagas dan beberpaa polisi yang bersembunyi di sekitaran halte,,nampak siaga.


Lalu Ppah Oriel berjalan menuju tempat yang telah ditentukan,,


Tak berapa lama datanglah seorang laki - laki berbadan besar dengan wajah sangar mendekati pak Bagas..


"Serahkan terlebih dulu koper itu Bagas!!,,baru anakmu yang kami sekap di sebuah tempat kami lepaskan"


"Tidak mau!!!serahakn dulu anak saya,,baru uang 1 M ini saya berikan!!"


"Ikuti saja kata saya Bagas jika ingin selamat!!"ancamnya.


Saat penculik itu berjalan ke arah pak Bagas,,dari berbagai arah juga polisi mengepungnya,,mereka lalu menangkap


Penculik itu tanpa perlawanan,,polisi lalu melakukan penggeledahan danย  menyita barang bawaannya seperti dompet dan ponsel yang berada di saku celananya,,memborgol kedua tangannya lalu memasukkannya ke mobil patroli.


Salah satu dari polisi itu mengintruksikan kepada salah satu rekannya di team kedua,,untuk segera mengepung pabrik kosong itu,,lalu polisi-polisi itu menggrebek pabrik kosong itu dengan menerobos masuk tanpa di duga mereka yang ada disana.


Komandan Gilang Wardoyo,,nampak terkejut saat mengetahui jika Boss besar para penculik itu seorang gadis muda, seumuran dengan Oriel anak Pak Bagas yang menjadi korban penculikan.


Marsha dan begundal-begundal suruhannnya itu di bekuk oleh anak buah komandan Gilang lalu digelandang menuju kantor polisi.


Usai proses penangkapan Marsha,,Komandan Gilang lalu menemui pak Bagas dan Oriel untuk mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dengan pihak kepolisian,,pak Bagas dan Oriel pun sangat berterimakasih atas bantuan pihak kepolisian untuk membongkar kebusukan Marsha atas penculikan Oriel.


Komandan Gilang menyuruh Oriel untuk memberikan keterangan terkait laporan yang dibuat ke pihak kepolisian selaku korban penculikan itu.


Dengan diantar ppah dan mmahnya,,Oriel pun memenuhi permintaan komandan Gilang untuk memberikan keterangan tekait penculikan dirinya beberapa waktu lalu di kantor polisi.


Disana mereka juga mendapatkan informasi jika Marsha sebagai pelaku,,melalukan itu dengan motif ingin mendapatkan uang untuk membayar pengacara membela sang ayah,Pak Jayusman..selain itu juga alasan dendam pribadi karena ayah Oriel telah memenjarakan pak Jayusman,,manager keuangan di perusahaan Pak Bagas yang ketahuan korup.


Oriel meminta izin pada komandan Gilang agar bisa menemui Marsha di sel tahanan.


Komandan Gilang menyetujuinya..

__ADS_1


Sesaat kemudian Oriel bertemu dengan Marsha..


Tejadi percakapan diantara mereka disana..


"Marsha..kenapa kamu tega sekali melakukan hal itu,aku kan temanmu??"


"Aku benci kamu dan ayahmu itu"


"Apa kamu tidak menyesal,,karena ulahmu itu sekarang kamu harus mendekam di penjara??"


"Tidak!!! Aku sama sekali tidak menyesal..yang ku sesali kenapa aku tidak membunuhmu saja waktu itu!!"


"Marsha..Marshaa..tadinya aku berharap kamu menyesalinya,,aku dan ayahku akan menolongmu keluar dari jerat hukum tapi karena sikap mu ini aku mengurungkan niatku..ku pikir lagi..mungkin penjara lebih baik untukmu,,agar kamu bisa menyesali semuanya"


Oriel lalu melangkah pergi dari hadapan Marsha,,membuat Marsha semakin meradang.


"Ayo ppah kita pulang,,Marsha mungkin lebih baik berada disini agar dia bisa mendapatkn pelajaran berharga"


"Ayo nakk..kamu tak perlu sedih melihat temanmu disini,,dia dan ayahnya dua orang yang serasi dalam kejahatan,, mereka pantas mendapat pendidikan disini berharap mereka bisa belajar untuk bisa bersikap baik dengan orang lain."


"Iya Pahh...semoga saja"


Oriel bersmaa kedua orang tuanya kembali kediaman mereka dengan persaan campur aduk,,ada senang namun ada sedihnya juga.


Saat mengetahui ayah dan anak itu kini mendekam di penjara.


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


ย ย ย 


ย ย ย ย ย  Oriel bangun pagi - pagi sekali,,dia berniat akan pergi ke kampus hari ini,, ketiga sahabatnya dan teman - teman lain sudah sangat meindukannya.


Oriel terdengar bersenandung ketika menuruni anak tangga dari lantai dua dimana kamarnya berada,,saat akan menuju ruang makan,,ppah memanggilnya.


"Oriel..hari ini kamu gak boleh lagi membawa mobil sport mu itu ke kampus"


"Lohh emang kenapa pahh?!"


"Kamu akan menggunakan mobil yang ada di halaman saja."


"Yachh ppah..masa Oriel di antar supir lagi sihh..biarkan Oriel bawa mobil sendiri pahh,,Pleassee.."


Oriel sedikit memohon pada sang ayah.


"Siapa juga yang nyuruh kamu pake supir"


"Lahh teruss??!!"


"Coba kamu liat dulu sana ke depan"


Oriel segera melangkah ke arah luar rumah dimana sebuah kejutan menantinya..


Nampak Honda Jazz white terbaru terparkir disana.


"Mobil baru kamu,,nie kuncinya"


"Ciyuss pahh??"


"Pake banget malah kata ppah"


"Waahhh...makasih papah..mmaah.."


"Tapi ingat..berkendaralah yang baik,,okkey?!"


"Okkey pahh"


Oriel lalu menghampiri ppah dan mmahnya,lalu mencium dan memeluk keduanya..yang mendapat balasan yang sama dari mereka.


Dengan menaiki mobil terbarunya Oriel pergi kuliah,,disana telah menunggu ketiga sahabatnya Abel,Rena dan Alya yang nampak takjub dengan mobil baru Oriel..kali ini Oriel menamai mobilnya "WhiteLove".


"Waahh mobil baru nehh..kata ketiga sahabatnya.."


"Tau tuhh ppah,pagi-pagi udah bikin suprise ajaa"


"Enak loe Riel,,tanpa meminta udah langsung dibelikan" kata Alya


"Om Bagas emang sangat pengertian"kata Abel.


Lalu percakapan mereka beralih pada kasus Oriel Vs Marsha.


Bukan hanya ketiga sahabatnya,,teman-teman lain juga ingin tahu proses penculikan dirinya oleh Marsha kemarin.


"Wahh udah kaya celeb ajaa loe Riel,,dikejar-kejar pencari berita"


Kata Rena.


Bahkan bukan hanya rekan kuliahnya,,para dosen juga tak mau ketinggalan..mereka mendengarkan dengan antusias cerita Oriel ketika beberapa dosen melintas di koridor kampus.


Andai penculiknya bukan Marsha,,yang juga rekan Oriel di kampus mungkin beritanya takkan seviral ini.


Hal yang sama juga terjadi pada dokter Deny,,dia dengan seksama menyimak cerita Oriel tentang aksi penculikan dirinya oleh temannya sendiri.


Saat ini dia duduk berhadapan dengan Oriel di sebuah resto ketika dokter Deny break,,dan dia memanfaatkan moment ini untuk launch bersama Oriel sepulang dari kuliah.


"Aku benar - benar cemas saat tahu kamu di culik"


"Benarkah Deny?!"


"Tentu saja,,bagaimana tidak kehadiranmu selama ini sungguh berarti di hari-hariku,,dan saat kamu tak ada seperti ada yang kurang karenanya"


"Ohh yach,,aku sungguh tersanjung mendengarnya"

__ADS_1


"Makasih lohh"


"Oriel,,ada yang ingin aku tanyakan padamu,,tapi maaf jika pertanyaanku sedikit pribadi.."


"Tanyakan saja Den.."


"Tapi janji ya kamu takkan marah"


"Iya Orie janji"


"Riel..apa kamu siap membuka hatimu untuk orang lain saat ini??"


"Tumben kamu tanya kaya gitu Den"


"Pengen tau aja sedikit tentang keinginmu saat ini,,apakah yang ku tanyakan tadi salah satunya"


"Apakah harus ku jawab sekarang??"


"Kalau tidak keberatan"


"Sebenarnya melupakan seseorang yang kita sayangi itu sangat sulit,dimana kita sudah terbiasa bersama,,saling berinteraksi bukan hanya dengan fisik tapi juga hati,,namun aku tak ingin berlarut dalam kesedihan dengan terus mengingatnya,,move on lebih baik ya kan??"


"Aku senang sekali mendengar jawabanmu barusan Riel,,rasanya aku punya kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat,,boleh kan??"


"Hemmm..boleh gakk yaa??"


"Pleaseee...boleh ya????"


"Iya boleh"


"Beneran nehh boleh?? Kalo aku mau hubungan yang lebih serius boleh gak?!"


"Maksudnya??"


"Aku ingin menikahi mu Riel"


'Whaattt??!! Secepat itu???"


"Apa kamu yakin??"


"Sangat yakin"


"Tapi aku kan masih kuliah,,masih 2 tahun lagi baru lulus"


"Kan gak ada aturan yang melarang menikah dan kuliah bersamaan"


"Bener sihh,,yahh liat nanti lahh,,kita jalani aja dulu yang sekarang,,ikuti kemana alur ceritanya berjalan."


"Aku hanya ingin hubungan kita punya nama Riel,,gak kaya sekarang bikin bingung,,dibilang teman tapi rasanya lebih dari itu,,tapi dibilang pacaran juga bukan"


"Benarkah kamu ingin hubungan kita punya nama??"


"Iyaa Riel..,untuk hari ini aku ingin memastikannya,,mau kah kamu jadi kekasihku Riel??"


Jantung Oriel berdetak kencang saat mendengar pernyataan cinta dari dokter Deny,, hal yang dtunggunya sejak mulai mengenalnya beberapa waktu lalu,,hanya saja untuk dekat dengan orang lain lebih dari teman Oriel belum siap saat itu,,karena dia tak ingin menjadikan seseorang itu sebagai pelariannya saja atas perasaannya yang masih ada untuk Zaki..dia ingin punya hubungan dengan seseorang benar-benar atas dasar cinta dan kasih sayang,,bukan kepura-puraan..tapi berbeda denganย  sekarang,,dia sudah bisa move on dari Zaki,,meski kenangannya akan selalu ada,,namun kini Oriel sudah bisa membuka hatinya untuk kehadiran orang baru.


"Haruskah pertanyaan mu ku jawab sekarang Den??"


"Iya..aku sangat ingin mengetahuinya,,kalau tidak aku tak akan tenang"


"Baiklah jika dengan menjawabnya bisa buatmu tenang"


"Iya aku mau jadi kekasihmu"


"Apa Riel??Coba ulangi sekali lagi"


"Sepertinya dokter Deny sekarang budeg yaa."


"Orrrieelll..udah berani ya ngatain budeg"


"Habisnya Oriel ngomong gak di dengerin sihh"


"Baiklah sekarang aku ulangi,,maukah kamu jadi kekasihku??"


"Iya Oriel mau..sudah dengarkan??"


"Sekali lagi dong...Pleaseeee.."


"Deny ternyata benar-benar budeg ya.."๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


"Sekali lagi dong..."


"Iyaa Oriel mau..puasss???"


"Yes!!" Makasih sayang.."


"Coba ulangii sekali lagii,,Oriel gak ngehh"


"Makasih sa..yang.."


"Aku jadi orang paling bahagia malam ini,,karena hubungan kita jadi punya nama,,sttus kita juga jadi jelas karenanya..karena mulai sekarang kita punya komitmen bersama..


"Apakah kamu bahagia sayang?"


"Sangat bahagia,,terimakasih telah memilih Oriel jadi orang special di hidupnya"


"Sama-sama sayang,,semoga kita bisa selalu bersama sampai menikah" kata Dokter Deny.


"Aamiin..semoga doa kita di ijabah Allah.


Hari ini kedua insan yang sedang kasmaran ini merasa menjadi orang yang paling bahagia.

__ADS_1


ย ย ย 


__ADS_2