"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 13


__ADS_3

    Hari ini Oriel kembali sendu,, terlihat habis menangis,, Zaki yang bisa merasakan kesedihan Oriel tak tahan untuk tak bertanya apa yang menjadi penyebabnya.


"Sayang,, Kamu koq sepertinya kaya habis nangis??" Ada masalah apa??"


"Sedikit melow ajaa,


kapan ya Oriel bisa melihat lagi??"


"Yang sabar ya,,moga pendonornya bisa segera ada"


"Jujur, Oriel pesimis saat ini,,sudah hampir 5 bulan pasca kecelakaan tak ada satu pun pendonor."


Zaki hanya diam mendengarkan,,berharap ada jalan keluar untuk kekasih hatinya itu.


   Hari ini Oriel tidak terlihat batang hidungnya di kampus,, Zaki pun terlihat tak bersemangat karena baru saja dia mendpatkan chat wa dari Abel yang memberitahukan jika Oriel hari ini tidak ke kampus karena sakit.


Zaki tau Oriel sakit karena terus kepikiran akan matanya,,dia berharap segera mendapatkan pendonor untuk kedua matanya namun hingga saat ini tak kunjung ada.


Sehingga berdampak pada kesehatannya.


Entah apa yang terjadi pada Zaki saat ini,,dia berfikir mendonorkan matanya jika masih tak ada juga yang menjadi pendonor bagi Oriel.


Sungguh ciinta mengalahkan segalanya..


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


     Pagi ini di kampus...


Zaki tergesa2 berjalan menuju ruangan farmasi,,disana dia menemui temannya Anggi,, ada masalah serius yang ingin dibicaraknnya.


Mereka berdua terlihat duduk berdekatan dan agak menjauh dari anak - anak lain yang ada dsana sehingga menimbulkan kecurigaan Rena yang kebetulan sedang lewat,, saking asiknya Zaki dan Anggi berbincang tidak melihat pergerakan Rena di sampingnya.


Rena melirik sedikit namun berhasil menciptakan kesan sinis di raut wajahnya,menambah ketidaksukaanya pada Zaki.


"Awas aja loe Zak jika coba mengkhianati Oriel,,gue orang pertama yang akan elo hadapi." Batin Rena


Rena berjalan tergesa mencari - cari Oriel tapi tak jua di temuinya sosok yang dimaksud,, dan beberapa saat baru dia menyadari jika Oriel masih sakit tak bisa masuk kuliah.


Rena memilih untuk mengatakannya langsung pada Oriel seraya menjenguknya.


Setelah bertemu Abel dan Alya mereka bertiga lalu menuju kantin untuk sarapan dulu sebelum kelas di mulai.


Dan Rena menceritakan apa yang dilihatnya barusan pada Abel dan Alya,, keduanya terlihat kesal namun  msh mencoba berfikir positif,, tak seperti Rena yang terlihat sangat marah,, karena memang dari awal Rena tak menyukai kedekatan keduanya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


     Di pojok ruangan dekat ruang farmasi terlihat Zaki dan Anggi masih asik berbincang.


"kamu yakin Zak mau ngelakuinnya"


"Yakin, tak ada salahnya kan berkorban demi yang dicinta?"


"Gak ada yang salah sih..tapi apa sebaiknya dipikirkan dulu saja"


"Aku sudah memikirkan semua konsekuensinya Gi"


"Kamu yakin gak akan menyesal nantinya??" Itu bukan hal yang mudah loh Zak"


"Aku sudah yakin Gi,, aku tak punya siapa2 lagi yang berarti dalam hidupku,, kedua orang tua dan juga kakaku sudah lama meninggal dunia karena kecelakaan itu,,hanya dia yang ku miliki saat ini,, selain paman dan bibikku di kampung"


"Zaki..Zaki..cobalah berfikir rasional,, jangan hanya terbawa perasaan kamu jadi tak bisa berpikir panjang..Zak jangan terbuai oleh cinta,, dia bukan istrimu hanya pacar saja", tolonglah Zak jangan bucin"


"Tapi aku tak ingin orang yang ku sayangi selalu bersedih,,aku merasa dia telah kehilangan citra dirinya Gi setelah kehilangan penglihatannya"


Dan itu satu - satunya cara untukku menolongnya dan membuktikan jika aku tulus mencintanya".


"Aku harap kamu pikirkan lagi Zak"

__ADS_1


"Tolong ya Gi,, pertemukan aku dengan Dokter Andi itu,,Diakan Om  kamu,, mungkin dia bisa membantu ku nanti"


"Maaf ya Zak..aku tak setuju dengan ide kamu barusan,, kamu datang aja sendiri ke RSU Rahardjo,, beliau tugas disana"


"Ya udah kalo gitu,, tapi tolong ya Gi jangan bilang sama siapapun rencanaku ini".


"Aku permisi dulu Gi,,sebentar lagi kelas di mulai"


"Okkey Zak"


"Mksih Gi.."kata Zaki seraya berlalu.


Namun Anggi kembali memanggilnya..


"Zak..Pikirin lagi ya"


Zaki menoleh dan tersenyum..Senyum yang sulit di artikan maknanya.


Anggi sesaat mematung teringat kata - kata Zaki tadi yang membuat hatinya teriris,, seorang Zaki yang pintar seperti kehilangan kemampuan berpikirnya secara wajar hanya karena cintanya yang terlalu besar.


 Di kediaman Bagas Suryadi Ningrat.


    Sore ini di kamarnya,,Oriel masih terbaring lemah di tempat tidurnya.


Bel berbunyi,,Mamah yang kebetulan berada di ruang tengah segera membukakan pintu untuk melihat siapa yang bertamu.


Dan setelah pintu terbuka,,nampak Rena disana dengan seulas senyum dbibirnya.


"Siang tante..bisa ketemu Oriel??"


"Ada nak Rena..langsung ke kamarnya aja"


"Baik tante makasih,,saya permisi ke kamarnya Oriel dulu"


"Silahkan nakk Rena.."


"Tok..Tokk..Oriel..boleh masuk?"


"masuk aja Ren,,gak dikunci"


Rena berjalan mendekat ke arah Oriel yang kini terbaring di tempat tidurnya.


"Riel,, gimana keadaan loe sekarang??"


"Udah mendingan koq Ren,,cuma msih sedikit lemes"


"Syukur dehh jika udah mendingan,,gue khawatir sama loe"


"Gak perlu cemas Ren,, gue sudah mendingan koq"


"Riel ada yang mau gue omongin sama loe,,tapi maaf sebelumnya jika gue nyampaiin hal ini disaat yang tidak tepat"


"Apa itu Ren??"


"Tadi di kampus gue liat Zaki sedang ngobrol bareng Anggi,, mereka terlihat akrab dan hanya ngobrol berdua,,entah apa yang mereka obrolin"


"Mungkin dia lagi ngebahas masalah pelajaran Ren"


"Semoga saja meski yang gue liat tadi mereka nampak sangat akrab dan terlihat sangat serius."


"Iya Ren,, mksih infonya"


"Sama2 Riel"


"Ohh ya dapat salam dari mamah..moga cepat sembuh kata beliau"


"Maksih Ren,, bilang sama tante Dita maksih doanya,, salam balik dari

__ADS_1


 Oriel"


"Okkey Riel,, nanti disampaikan ke mamah".


"Sekarang loe istrahat ya", jangan lupa diminum obatnya."


"Baik dokter Rena"


Setelah tujuannya tersampaikan Rena pun pamit pulang.


Setelah kepulangan Rena,,Oriel jadi kepikiran apa yang tadi diceritakannya tentang Zaki dengan Anggi.


Pembicaraan yang menurut Rena sangat serius sekali itu.


Panggilan telepon masuk,, dari Zaki...p


"Hai sayang,, gimana kondisi mu sekarang?"


"Sudah mendingan koq,, kalo sayang gimana?"


"Baik koq sayang"


"Gimana tadi dikampus??"Ada kabar apa??"


Sengaja aku memancing Zaki dengan pertanyaan itu berharap dia akan menceritakan pertemuannya tadi dengan Anggi"


Dan berharap Zaki menjawab sesuai dengan yang ku mau.


"Gak ada kabar apa2 sayang,,keadaan kampus masih sama seperti kmrin,, aman terkendali"


"Yakiin??"


"Yakin lah, emang kenapa sayang?"


"Gakk pa-pa nanya aja"


"Ohh kirain ada apa.."


"Sayang udah makan?"


"Udah"


"Jangan lupa minum obat sama istrihat yang cukup ya,, biar cepat sembuh"


"Iyaa bawel.."


"Nahh lohh dikatain bawel..benar2 ya..awas aja nanti kalo ketemu,,tak cubit"


"Koq dicubit sihh?? Coba dtraktir makam kan enakk"


"Makanya harus cepat sembuh kalo mau di traktir makan"


"Nanti lagi ya sayang,,mau ngerjain tugas dari dosen dulu nehh"


"Cepat sembuh sayang"


"Mksih sayang"


Miss you..


Too..


Telpon berakhir...


Pikiran Oriel bertambah,, saat Zaki tak mengatakan pertemuannya tadi dengan Anggi.


Tapi dia masih mempercayai Zaki..

__ADS_1


Dan tak mau bersuudzon karena dia mengenal Zaki sebagai cowok yang baik.


__ADS_2