"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 7


__ADS_3

   Jam 6 petang pesawat yang dinaiki ortunya Oriel telah mendarat,,setelah menempuh 2 jam antara Malaysia - Jakarta  perjalanan lewat udara.


Dari Bandara ortu Oriel bergegas menuju kediamannya,,setelah meletakkan koperr mereka langsung menuju RSU Rahardjo.


Sesampainya di RS mereka terlihat berbincang dengan perawat jaga,, perawat itu lalu mengantarkan keduanya ke ruang ICU,, dari kaca kecil di pintu masuknya mereka melihat keadaan putri kesayangannya terbaring lemah tak sadarkan diri dengan peralatan medis terpasang di tubuhnya.


Kedua ortu Oriel menangis sesenggukan..


Tak berapa lama Dokter Andi Hermawan dan kedua perawat yang biasa menemaninya terlihat akan masuk,,namun langkah mereka terhenti saat melihat kedua ortunya Oriel lalu bertanya..


"Permisi..Maaf anda siapa?? Ada hubungan apa dengan pasien??" Kata Dokter Andi.


"Kami orang tuanya Dokter.."


"Wahhh kebetulan sekali..Saya bersykur anda cepat datang karena saya harus segera meminta persetujuan untuk melakukan operasi terhadap putri anda pak"


 


"Ohh iya perkenalkan saya Dokter Andi Hermawan, Dokter yang menangani putri anda".


"Saya Bagas Suryadi Ningrat Ppahnya Oriel dan ini istri saya"


"Baik pak Bagas,, silahkan ikut keruangan saya" kata Dokter Andi


Lalu mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruang kerja dokter Andi,,sementara kedua perawat tadi masuk ke ruang ICU untuk mencek keadaan Oriel.


Setelah menandatangani surat persetujuan itu,,Dokter Andi segera melakukan persiapan di ruang Operasi.


Kembali Dokter Andi memberitahukan pada kedua orang tua Oriel jika setengah jam lagi operasi akan dilakukan.


Ppah Oriel kembali teringat pada Abel, Dia lalu menghubungi nomer Oriel,,karena saat ini ponsel Oriel ada pada Abel.


Di kamarnya Abel terlihat murung,,teringat pada Oriel.


Telpon milik Oriel berbunyi,,segera Abel meraih tas Oriel yang diletakknya di atas nakas disebelah tempat tidurnya.


Setelah melihat nama yang tertera di layar,,Abel segera menerima telpon dari ppahnya Oriel.


"Hallo nak Abel"


"Iya Hallo,,ada apa Om??"


"Nakk Abel Om mau kasih tau kalo setengah jam lagi Oriel akan di operasi"


"Ohh gitu ya Om,,baik Om Abel segera kesana"


"Baik nakk Abel,,Om cuma mau bilang itu saja"


"Iya..mksih ya Om sudah dikasih tau"


"Sama2 nak Abel"


Telpon pun berakhir...


    Segera ku hubungi kedua sahabatku,memberitahu jika Oriel sbntar lagi di operasi,, sekaligus mengajak mereka ke RS malam ini.


Abel mengganti pakaiannya lalu siap berangkat,,setelah sebelumnya pamit dulu pada ayah dan ibunya untuk menjenguk Oriel di RS.


Dia pun meraih kunci mobilnya,,juga tas milik Oriel untuk diserahkan pada ortunya,,Dia lalu memacu mobilnya kerumah Rena.


Rena yang sudah menunggu di teras depan rumahnya segera masuk ke mobil lalu mereka menjemput Alya,,bersama mereka ke RS.


20 menit kemudian mereka pun sampai di RSU Rahardjo,, ketiganya  melangakhkan kaki dengan tergesa menuju ruang ICU,,disana mereka bertemu dengan Om Bagas dan tante Maya,,lalu menyerahkan tas milik Oriel.


"Ini tante tas Oriel,, ponselnya ada di dalamnya.."kata Abel.


"Makasih ya nakk Abel, Rena dan Alya" kata Tante Maya.


"Sama2 tante"kata kami bersamaan.


"Tante sama Om yang sabar ya..semoga bisa menghadapi ujian ini dengan tegar,,dan semoga operasi Oriel berjalan lancar dan bisa segera sadar".


Aamiin kata Om dan Tante.


Tak berapa lama Dokter bersama beberapa orang perawat yang mendorong brankar terlihat memasuki ruang ICU,,mereka memindahkan Oriel ke brankar tadi lalu membawanya ke ruang Operasi.


Kami berjalan mengiringi langkah2 Dokter dan para perawat menuju ruang Operasi.


Oriel telah masuk ke dalamnya,smntara kami menunggu di luar,sesaat kemudian lampu di ruang Operasi menyala,,tanda operasi dimulai.


Kami hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kesembuhan Oriel.


Ku lirik tante Maya,,dia nampak khusyu berdoa,terlihat ketegaran di wajah cantiknya,berbeda dengan Om Bagas yang sedikit gelisah menunggu,meski mulutnya tak henti berdoa.


Setelah satu jam lampu di ruang operasi pun dpadamkan,Operasi selesai.


Dokter Andi keluar dari ruangan operasi,kami segera menyerbunya untuk mencari tau keadaan Oriel.


"Bagaimana Dok Operasinya??" Kata Om Bagas.


"Alhmdulilah operasi berjalan lancar"


Terus keadaan anak saya gimana Dokk??" Kata tante Maya.


"Anakk ibu baik - baik saja,,dia gadis yang kuat bisa bertahan sejauh ini,,sehingga dia bisa melewati masa krisisnya..setelah pengaruh bius selesai dia akan sadar."


"Alhmdulilah",,kami semua mengucap syukur karena ada secercah harapan disana.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Setengah jam kemudian Oriel mulai sadar,,,jari - jari tangan bergerak,,namun pandangan matanya tertahan karena dibalut kain kasa yang melingkari hingga bagian belakang kepalanya,, kepalanya terasa berat.


Perawat yang menungguinya masih dalam ruang operasi,,segera memberitahukan Dokter Andi.


Dokter Andi nampak sedang memeriksa kondisi terkini Oriel,,


Lalu mengajak Oriel bicara.


"Alhmdulilah Nona sudah sadar,,,nama nona siapa??"


"Oriel,, maaf anda siapa??"


"Saya Dokter Andi Hermawan,,dokter yang menangani mu selama ini"


Alhamdulilah dia tidak amnesia batin dokter Andi.


Dokter Andi sedikit khawatir selama ini,, takut kalau - kalau Oriel terkena amnesia akibat benturan keras di kepalanya sewaktu kecelakaan itu.


"Ohh gitu,,mksih ya Dok sudah merawat saya..


"Kenapa mata saya diperban??"


"Mata kamu kemasukan pecahan kaca mobil,,yang menyebabkan kamu tak sadarkan diri."

__ADS_1


"Ya sudah kamu jangan banyak gerak dulu,,sekarang tenangkan dirinya,,kembalilah beristirhat..


Saya akan memberitahukan kabar jika kamu sudah sadar pada orang tua dan teman2mu yang sudah sedari tadi menunggumu."


"Baik Dokk,,sekali lagi terimaksih"


"Sama2 nakk Oriel."


Dokter Andi pun melangkahkan kakinya keluar ruang operasi dan memberitahu pada semua yang menunggu jika Oriel sudah sadar.


Namun belum boleh di jenguk karena masih dlm pemulihan,,jika pasien benar - benar pulih akan dipindahkan ke ruang rawat,,setelah itu barulah bisa di jenguk..katanya pada kami semua.


20 menit berselang Oriel di pindahkan keruang rawat VIP.


Tangis haru menyertainya,,terlihat tante Maya dan Om Bagas bergantian memeluk putri mereka.


Ketiga sahabatnya ini hanya bisa turut menangis melihat pemandangan mengharukan itu.


"Maafin mamah sama ppah ya nakk,,kami tak bisa menjagamu sehingga kamu sperti ini" kata tante Maya disela isak tangisnya.


"Kecelakaan ini bukan karena salah mamah dan ppah,,ini sudah menjadi takdir Oriel,jadi mmah sama ppah gak perlu sedih atau menyalahkan diri."


"Oriel gakk mau jika mmah sama ppah menangis lagi"


"Iya sayang,,mmah dan ppah gak akan sedih lagi"


"Promise me??"


"Yes, i'm Promise you"✌✌ kata mmah.


"Ppah juga promise"✌✌


Kata - kata ppah tadi membuat Oriel tertawa,sedikit mengurangi kesedihan di hati kami melihat senyumannya.


"O"iya sayang disini juga ada sahabatmu Abel,Rena juga Alya"


"Benarkah itu mahh??"


Mereka bertiga mendekat ke arah Oriel.


"Riel bisa ngenalin gue gakk dengan mata loe yang tertutup itu??" Abel mencoba mengajak bercanda Oriel.


"Iyaa bisa lah..bukan Oriel namanya kalo gakk bisa"


"Hayo tebak siapa gue??"


"Itu gampang,,, siapa lagi kalo bukan  Abel" ujar Oriel dengan pasti.


" wahhh tebakan loe jitu Riel..kalo gue siapa cobaa???" Kata suara itu.


"Hemmm...siapa ya..Oriel pura - pura gak tau...Biar gue tebakk..Rena kan????"


"Oriel kamu ngintip ya???koq benar lagii..


"Kalo gue mahh udah pasti ketebak lah kan yang terakhir siapa lagi kalo bukan Alya"


Mendengar kata2 Alya barusan yang menebak dirinya sendiri membuat kami tak tahan untuk tak tertawa..


Kami bertiga bergantian memeluk Oriel.. Om Bagas dan tante Maya tersenyum bahagia melihat kedekatan kami.


Satu jam di VIP class RSU Rahardjo kami pun pamit pulang karena jam sudah menunjukan pukul10 malam.


"Kami pulang dulu ya Om,,Tante Oriel"


"Iya,,mungkin setelah kuliah baru bisa kesini" kata mereka.


"Mau Om anterin pulangnya??"


"Gak usah Om,, jarak rumah sakit ke rumah kami tak terlalu jauh koq Om"


"Baiklah klo begitu,,kalian hati - hati dijalan ya..jangan ngebut" kata Om Bagas.


"Iya Om..


Kami pamit Om tante..


Iya..sekali lagi makasih ya kata mereka.


"Sama2" Om Tante


Tak berapa lama kami pun sampai di rumah masing2.


     Hari ini di Kampus sperti ada yang berbeda dari ketiga sahabat Oriel,, Abel, Rena dan Alya mereka nampak tak bersemangat seperti hari2 kemarin,,itu tercetak dalam penglihatan seorang Zaki.


Hal yang sama juga dirasakannya,,sudah 2 hari ini dia tak bisa memandang wajah cantikk Oriel yang selalu menjadi penyemangatnya.


Dia sangat ingin mengetahui bagaimana keadaan Oriel pasca kecelakaan itu namun dia urung menanyakan hal itu pada ketiga sahabat Oriel,, siapa aku yang harus bertanya tentangnya pada sahabat - sahabatnya itu batin Zaki.


Jika aku nekad melakukannya mungkin aku hanya akan menjadi bahan tertawaan mereka,,


"kenal nggak udah nanya2,,SKSD ajaa loe.." Paling2 kata2 itu yang akan dia terima jika nekad bertanya.


Dan Zaki memutuskan untuk diam dan mencari tau dengan caranya.


Keberuntungan berpihak pada Zaki saat ini,,ketika akan menuju perpusatakaan untuk mengembalikan beberapa buku,,terdengar percakapan salah satu sahabat Oriel,,Abel pada teman2nya yang lain yang kebetulan  menanyakan tentang kondisi Oriel.


"Bel,,gimana Oriel??" Kata Jenny


"Alhmdulilah udah sadar Jen,,tadi malam dilakukan Operasi dan berjalan lancar,, sekarang Oriel udah dipindahin ke ruang perawatan di VIP class"


"Ohh sykur dehh kalo gitu,, gue belum ada waktu buat jenguk dia,,mungkin nanti jika ada waktu luang,,hbs akhir2 ini sibuk terus sama kerjaan part time gue di cafe."


"Gakk apa Jen,, doamu saja untuknya sudah cukup koq"


"Pasti Bel..doa gue selalu untuknya,,moga dia cepat sembuh bisa kuliah lagi"


"Aamiin mksih ya Jen"


"Kembali kasih Bel",, kata Jenny seraya mengedipkan sebelah


 matanya😉


"Gue permisi dulu ya Jen,, Rena sama Alya udah nungguin."


"Okkey Bel,, Bye"


"Bye Jen"


Abel melangkahkan kakinya menuju kedua sahabatnya Rena dan Alya yang sedari tadi menunggu untk ke kantin bersama.


Zaki pun kembali melangkahkan kakinya menuju perpustakaan dengan perasaan yang sedikit tenang setelah mendengar kabar tentang Oriel barusan yang tak sengaja didengarnya dari bincang - bincang antara Abel dan Jenny.


"Cepat sembuh ya Riel" doaku selalu untukmu" batin Zaki.

__ADS_1


Di ujung koridor kampus dia berbelok,, ruang buku itu menantinya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Setelah 2 jam kelas pun usai,,Abel dan Rena keluar bersamaan,, mereka duduk berdua di bangku depan ruangan,,menunggu Alya yang msih menyelesaikan kuis.


Di kantin tadi mereka berencana akan ke RS untuk jenguk Oriel sepulang kuliah.


5 menit berselang Alya keluar dari ruangan. Mobil Abel terlihat keluar dari areal parkir,,meninggalkan kampus menuju RS.


Di Rumah sakit Rahardjo saat ini...


Kondisi Oriel sudah lebih baik saat Abel,,Rena dan Alya datang, Dia baru saja selesai di periksa oleh Dokter Andi..


Oriel terlihat gembira karena perban yang menutupi matanya hari ini sudah bisa dibuka.


Dia sangat antusias dengan kabar yang baru saja di dengarnya,,bagaimana tidak dia sudah kangen ingin melihat wajah cantikk mmahnya dan papahnya yang handsome juga ketiga sahabatnya yang cantik pula.


"Gimana kondisi mu hari ini Riel??"


Tanya Abel


"Jauh lebih baik Bel"


"Sykur dehh"


"Hari ini perban mata gue akan dibuka,, mungkin setengah jam lagi setelah mmah dan papah kembali dari ambil obat di apotik"


"Alhmdulilah,,kabar baik itu Riel"


Kata Rena dan Alya.


"Gue udah gak sabar mau liat wajah kalian"


"Kangen nehh ceritanya??" Goda Abel


"Bangeettt" balas Oriel.


"Ishhh genitt" canda Rena dengan tawanya yang renyah.


"Biarin!!!! Yang penting kangen"


"Whaaatt??? Kata - kata apa itu, buat merinding aja canda Abel


Yang menimbulkan derai tawa dari ke empat makhluk cantik itu😃😃.


30 menit kemudian kedua orang tua Oriel tiba,, mereka senang saat melihat ketiga sahabat Oriel ada disana.


"Siang Om tante",,, sapa ketiganya


"Siang kalian..udah lama" kata Om Bagas dan tante Maya


"Gak juga Om Te.." kata Abel


"Hari ini perban mata Oriel dibuka,, sebentar lagi Oriel bisa lihat kalian lagi" kata tante Maya


"Iya te kabar yang sangat menggembirakan buat kita semua" kata Abel.


"Benar nakk Abel"


Ketika sedang asik berbincang,,Dokter Andi masuk untuk memberitahukan jika sekarang adalah waktu


Yang tepat untuk membuka perbannya matanya.


Oriel nampak duduk di depan kedua perawat yang tengah sibuk membuka kain kasa penutup matanya..Dokter Andi nampak memperhatikan dengan seksama,,


Perban penutup mata Oriel telah seluruhnya terbuka,,hanya menyisakan dua kapas yang masih menutupinya.


Perlahan- lahan perawat itu membuka kapas yang masih menempel di matanya..kemudian terdengar intruksi dari dokter Andi,, untuk jangan dibuka dulu matanya.


Setelah perawat membersihkan sisi2 kapas yang menempel di kelopak matanya,, kemudian kembali dokter Andi menginstruksikan Oriel untuk membuka matanya pelan - pelan.


Dengan jantung yang berdebar Oriel   dan mereka semua yang ada di ruangan itu nampak tegang menunggu hasilnya.


"Oriel silahakn buka matanya pelan2..kata Dokter Andi.


Kedua kelopak matanya terlihat bergerak,, perlahan - lahan kedua kelopak mata Oriel terbuka,, hingga terbuka sempurna keseluruhan.


"Bagaimana Oriel??" Apa kamu sudah bisa melihat kami yang ada disini??" Tanya Dokter Andi.


"Dokterr...kenapa semuanya gelap??" Apa yang terjadi pada mata saya??"


Saya tak bisa melihat apa - apa dokter??!!!"


Oriel menangis tersedu..wajah2 bahagia itu tiba- tiba lenyap,, menyisakan wajah2 penuh kecemasan.


"Apa yang terjadi dengan anak saya dokter??!!" Kata Om Bagas.


Apakah putri saya akan buta dokter??!! Tanya tante Maya sedih


Ketiga sahabat Oriel hanya bisa menyaksikan dengan harap- harap cemas.


"Kita tunggu sebentar lagi mungkin saja pengaruhnya belum terasa" dokter Andi segera memeriksa pupil mata Oriel,,menyenternya lalu menyuruh Oriel menggerak - gerakannya ke kiri kekanan,,ke atas kebawah..berharap mendpat respon yang baik dari matanya.


Namun ternyata Oriel belum bisa melihat juga.


"Bagaimana Oriel??" Apa ada bias cahaya yang terbaca pada matamu??" Kata Dokter Andi.


"Tak ada Dokter..masih sama seperti  tadi gelap keseluruhannya"


Oriel gak mau buta Dokter!!! Oriel gak mau butaa!!!!


Teriaknya histeris,,semua yang ada di ruangan itu menangis menyaksikannya.


"Tenang Oriel..tenang.." kata Om Bagas mencoba menangkannnya.


"Jangan menangis sayang,,ini mungkin hanya sementara.."kata tante Maya seraya memeluknya


"Oriel gak mau buta mmah!?? Tangis Oriel di pelukan tante Maya.


Yang sabarr ya nakk,, Oriel gak akan buta koq"


"Kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait dengan masalah penglihatan anak anda"


"Mungkin nanti malam hasilnya akan keluar" kata Dokter Andi.


"Baik Dokk,, terimakasih" kata Mereka.


"Ini mungkin di karenakan beling yang masuk tertancap terlalu dalam juga benturan keras di bagian kepalanya"


"Baiklah saya permisi dulu kata Dokter Andi seraya beranjak dari sana.


Oriel masih terisak ketiga sahabatnya pun tak kalah sedihnya setelah melihat kenyataan yang terjadi pada Oriel.

__ADS_1


Namun mereka hanya bisa mendoakan agar Oriel bisa melihat lagi.


__ADS_2