"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 15


__ADS_3

  Pelayat semakin banyak berdatangan,, rumah duka terlihat penuh,,diteras dan halaman juga,, begitu banyak yang merasa kehilangan sosoknya,,doa tak henti mereka panjatkan untuknya.


Jenazah dimandikan,, dikafani lalu disholatkan..


Tiba lah prosesi terakhir, pemakaman. Ba'da Ashar jenazah dibawa ke pemakaman umum Al- Hidayah,,Peti jenazah telah diturunkan oleh beberapa orang ke dalam liang lahat,,kembali terdengar isak tangis Oriel dan sahabat - sahabatnya,,peti jenazah pun akhirnya ditutup kembali dengan tanah,,kemudian di tancapkan Kedua batu nisan dibagian kepala dan kakinya..di batu nisan itu telah tertulis nama "Ahmad Zaki Bin Muhammad Luthfi".


 Tampak ustadz Idris duduk disebuah tikar sambil memanjatkan doa2 untuk almarhum yang di aminkan para pelayat.


Tak berapa lama prosesi pemakaman selesai,, satu demi satu pelayat terlihat meninggalkan areal pemakaman,,sampai tinggal beberapa orang Oriel,,Rena, Abel,Alya juga Anggi, mereka enggan pergi dari sana,,terutama Oriel yang saat ini duduk didekat batu nisannya,,lantas memeluk nisan itu,,bulir bening dimatanya yang sudah ditahannya agar tak menetes ternyata jatuh juga dipipinya,,segera di usapnya,,begitu pun halnya dengan Anggi.


Abel terlihat menenangkan Oriel dan  membujuknya agar segara pulang karena sudah hampir magrib.


Akhirnya Oriel pun mau di ajak pulang.


Sesampainya dirumah Ppah dan mamahnya Oriel menyambut kedatangan Oriel dan sahabatnya dengan perasaan sedih,,mereka sudah mengetahui kedekatan anak mereka dengan almarhum Zaki.


"Yang sabar ya sayang,, ikhlaskan dia nakk" kata mamahnya


Seraya memeluk Oriel yang terlihat sangat sedih.


"Makasih ya kalian sudah anterin Oriel" kata papahnya.


"Sama - sama Om..kami permisi pulang dulu,, sbntar lagi udah mau magrib"kata Abel.


"Iya nakk Abel..kalian hati2 dijalan ya"


"Iya Om.."


"Om..Tante..Riel kami pulang dulu ya.."


"Sekali lagi makasih ya" kata tante Maya.


"Sama- sama tante.."kata ketiganya lalu berlalu dari sana.


Sepulang ketiga sahabatnya Oriel di antar mamahnya ke kamar,,


"Oriel sekarang mandi, trus sholat


Jangan ditangisi lagi almarhum ya nakk,,biar jalannya dilapangkan Allah."


"Oriel doakan dia selalu ya"


"Iya mahh,,, Oriel janji akan selalu mendoakannya"


"Ya udah mmah ke ppah dulu ya."


Seraya mencium jidat Oriel..


Selesai mandi,,Oriel pun bersiap sholat magrib..


Dalam sholatnya Oriel tak lupa mendoakan almarhum.


Kembali terlintas kenangan - kenangan indah dirinya bersama almarhum sewaktu di kampus


Betapa Oriel sangat bersemangat saat ada Zaki menemani,,support darinya benar - benar membuat Oriel bisa kembali tegar,namun kini dia telah pergi,,meninggalkan sepotong hati yang patah.


    Keesokan harinya Dokter Andi Hermawan menghubungi Pak Bagas..


"Hallo..selamat Pagi..dengan Pak Bagas??"


"Iya Hallo selamat Pagi..iya saya sendiri"


"Saya Dokter Andi Hermawan"


"Iya Dokter,, ada yang bisa saya bantu??"


"Saya mau memberitahukan jika pendonor mata untuk putri anda Oriel sudah ada"


"Benarkah Dokter??"


"Itu kabar yang membahagiakan"


"Benar sekali Pak Bagas,,bagaimana kapan bisa ke Rs nehh??"


"Bagaimana kalau besok Dokter?? Apa bisa??"


"Boleh,, silahkan ajak putri anda ke Rs agar kita bisa secepatnya melakukan transplantasi kornea untuk matanya" 


"Baik Dokter,, terimaksih atas infonya"


"Sama - sama pak Bagas"


Baiklah..saya hanya ingin mengabarkan hal itu saja"


"Baik Dokter,,sekali lagi terimaksih"


"Kembali..sampai ketemu besok Pak Bagas"


Telpon pun berakhir...


Pak Bagas ppah Oriel segera memberitahukan kabar gembira ini pada istrinya dan juga Oriel.


Mereka nampak bahagia mendengarnya,,terlebih Oriel dia sangat antusias,,sedikit melupakan kesedihannya atas meninggalnya Zaki.


"Oriel tidur duluan ya mahh pahh,,biar bisa bangun pagi besok buat ke Rs."


"Iyaa syang,,jangan lupa berdoa sebelum tidur"


"Iya mahh"


"Nite honey.."kata mamah dan ppah


"Nite mahh pahhh.."

__ADS_1


Oriel melangkah pelan menuju kamarnya,,sambil menggerakan tongkatnya agar mengarah ke arah yang benar.


Mmahnya yang dari tadi memperhatikan,, bergumam dalam hati.."sebentar lagi waktunya tiba nak,, mmah yakin kamu bisa melihat lagi."


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


     Pagi ini hujan turun dengan deras membasahi bumi setelah sekian lama bersama cuaca yang terik dan udara yang berdebu.


Namun rinai hujan itu menghadirkan melodi sendu untuk hatinya. Kenangan tentang Zaki berseleweran dibenakknya seperti tayangan ulang,,dia teringat Zaki..Oriel merasa sangat merindukannya,,dia kembali teringat kata-kata Zaki dulu sebelum kepergiannya yang tiba-tiba itu.


Zaki berpesan jaga diri baik- baik,,gak boleh sedih lagi.


Bagaimana bisa aku gakk sedih Zak..jika kamu meninggalkanku..gumam Oriel lirih.


Oriel kembali berairmata,,andai tak berjanji untuk tak menangis lagi mungkin air matanya sudah sederas hujan pagi ini.


Satu jam kemudian hujan reda,,Oriel bersama mmah dan ppahnya bersiap ke rumah sakit,mobil bergerak di jalan beraspal yang basah karena air hujan..


Akhirnya sampai juga mereka di RS,,


Dokter Andi menyambut mereka di ruangannya dengan senyum terkembang bersma seorang temannya yang juga seorang Dokter,Dokter Deny Pratama Dokter Specialis mata yang akan mengoperasi mata Oriel.


"Sengaja saya serahkan penanganan kasus Oriel ini pada Dokter Deny,,karena beliau lebih kompeten, dengan ditangani langsung oleh dokter Specialis mata berharap hasilnya akan lebih baik." Dokter Andi menjelaskan.


"Karena permintaan Dokter Andi,, penanganan pasien Oriel hari ini saya ambil alih".


Terimakasih sudah memberikan kepercayaannya pada saya,,semoga hasil yang akan dicapai nanti sesuai harapan kita semua" kata Dokter Deny.


Yang di aamiinkan oleh semua.


"Oriel,,saya harap kamu bisa rileks pada saat tindakan dilakukan nanti,,agar operasi bisa berjalan lancar.."Dokter Deny berujar


"Iya Dokter"


Oriel segera menandatangani berkas informed consent,tanda setuju melakukan tindakan operasi.


Kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh kepadanya.


Oriel tengah berada di ruang operasi


Dokter Deny memeriksa Kondisi mata Oriel secara keseluruhan.


Dokter Deny nampak memeriksa dengan seksama untuk mencari faktor yang dapat menimbulkan komplikasi atau efek samping pasca operasi untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan nantinya.


Dokter Deny memberikan obat tidur pada Oriel,,agar tetap rileks dan santai selama operasi.


Selanjutnya Dokter Deny memberi  obat tetes mata dan obat baal lain (anestesi lokal) pada kedua mata Oriel untuk mengurangi nyeri.


Sesaat kemudian operasi berlangsung..


Oriel nampak bersandar pada kursi khusus untuk operasi mata dan pada posisi tersangga, untuk mencegah terjadinya gerakan yang berlebihan yang dapat mengganggu proses operasi nanti.


Dan Oriel berada dalam posisi supinasi pada meja operasi dengan fasilitas mikroskop mata.


kornea mata Oriel dipotong menggunakan alat khusus, lalu diangkat dan diganti dengan kornea pendonor,, yakni korena milik almarhum Zaki.


Lalu Dokter Deny menjahit kornea yang baru dipasang itu dengan benang yang sangat tipis di bagian tepinya.


Dua jam kemudian,lampu di ruang operasi dimatikan tanda operasi transplantasi mata Oriel selesai.


Kedua orang tuanya yang menunggu di luar nampak tegang begitu pun dengan ketiga sahabatnya yang juga sudah berada disana karena telah diberi tahu oleh tante Maya saat Abel menanyakan tentang Oriel tadi.


Setelah operasi selesai,,


Dokter Andi kembali meneteskan obat tetes mata dan obat oral pada kedua matanya untuk mencegah infeksi, mencegah bengkak, dan nyeri.


Lalu memberikan perban pada kedua matanya untuk menghindari infeksi atau kerusakan yang tidak disengaja saat beraktivitas.


Setengah jam berselang Oriel keluar dari ruang operasi dengan bantuan kursi roda yang di dorong oleh Dokter Deny


Kedua orang tua dan ketiga sahabatnya menyambut Oriel dengan senyum bahagia berharap nantinya Oriel bisa melihat lagi.


Mereka lalu mengiringi langkah Dokter Deny yang memang berkeinginan mendorong kursi rodanya dan  mengantar Oriel menuju ke ruang rawatnya di VIP class.


Sesampainya di ruang rawat...


"Terimakasih Dokter,,sudah anterin Oriel"


"Sama - sama Oriel",, semoga hasilnya sesuai keinginan kita semua ya"


"Aamiin" kata semua.


"Ingat Oriel jangan di ucek atau disentuh dulu matanya"


"Baik Dokter"


"Baiklah saya permisi dulu karena ada beberapa pasien lagi yang harus ditangani"


"Sekali lagi terimaksih Dokter kata Om Bagas dan Tante Maya"


"Sama - sama Pak-Bu kata Dokter Deny seraya melangkah kan kakinya meninggalkan tempat itu.


Setibanya di ruang rawat Oriel langsung dibaringkan di tempat tidurnya,, tak berapa lama dia kembali terlelap,,karena pengaruh obat bius itu masih ada di tubuhnya.


Melihat Oriel istirhat ketiga sahabtnya pun memilih untuk pulang dulu,,takut mengganggu istrihatnya,, hanya tante Maya dan Om Bagas yang masih setia menungguinya.


Malam ini di ruang VIP class RSU Rahardjo...


Terdengar ketukan dipintu,,Dokter Deny masuk ke dalam ruang rawat Oriel setelah Ppah membukakan pintu dan memperisahkannya masuk.


"Saya akan melakukan pemeriksaan pasca operasi pada Oriel"


"Silahkan dokter" kata ppah dan mamah

__ADS_1


"Bagaimana Oriel,, apa yang kamu rasakan setelah operasi"


"Berasa mual dan pusing dokter"


"Ohh itu wajar,,pengaruh obat bius saja,,


nanti jika reaksi dari obat bius itu hilang, rasa mual dan pusing itu juga akan hilang"


"Besok sudah boleh pulang,, jika kondisi kesehatan Oriel semakin membaik"


"Tapi perban matanya belum boleh dibuka dulu sementara ini, biar obatnya bisa lebih efektif".


"Iya Dokter, termaksih kata Oriel,ppah dan juga mmahnya"


"Baik saya permisi dulu"


"Silahkan dokter kata ppah seraya mengantarnya ke pintu.


"Dengarkan nak apa yang dikatakan dokter tadi,, makanya Oriel harus sehat biar besok bisa pulang" kata mamahnya.


"Iya mahh,, Oriel juga maunya begitu,, habis udah kangen dengan suasana rumah"


"Semoga saja pada pemeriksaan besok kondisi Oriel sudah stabil,,jadi bisa pulang kata ppahnya.


"Aamiin" jawab Oriel.


Setelah meminum obat dari dokter,,Oriel pun tertidur pulas.


Dengan Om Bagas yang juga nampak terlelap di sebuah tempat tidur lain yang juga ada di ruangan itu,, sementara tante Maya memilih tetap terjaga,, nanti setelah Om bangun gantian tante Maya yang akan tidur..begitulah setiap hari keadaan disana selama Oriel dirawat.


    Keesokan harinya Oriel bangun dengan kondisi yang lebih prima,,hari ini dia merasa jauh lebih baik,,tak ada lagi rasa mual dan pusing dirasaknnya.


Jam 10 pagi Dokter Deny nampak tengah berada di ruang rawat Oriel,,dia memeriksa keadaan Oriel dengan seksama, setelah tak menemukan kendala pada kondisi kesehatan Oriel dia lalu dengan santai berucap..


"Oriel sudah boleh pulang hari ini"


"Benarkah dokter??!"


"Iyaa,, dari pemeriksaan saya tadi,, tak ada hal yang perlu dikhawatirkan terkait kesehatan mu"


"Alhamdulilah".


"Saya akan segera mengurus administrasinya dokter" kata ppahnya Oriel.


"Baik..kalo begitu saya permisi dulu", kata Dokter Deny lalu berjalan menuju ke luar ruangan.


Setelah urusan administrasi selesai,kami bersiap2 untuk check out dari rumah sakit.


Ketika sedang bersiap,, dokter Andi dan dokter Deny kembali menemui kami di ruang rawat.


"Saya mau menyampaikan kepada bapak dan ibu juga Oriel jika tidak perlu membayar mata yang telah didonorkan untuk Oriel,, Pendonornya memberikan secara gratis korneanya untuk Oriel."


Ppah,,mmah dan aku yang mendengar penuturan dokter Andi barusan nampak terkjut dan bertanya - tanya siapa gerangan pendonor itu.


"Maaf Dokter,, kalo boleh tau siapa pendonor itu, yang telah berbaik hati pada saya?" Kata Oriel


"Dia orang yang kamu kenal dekat"


"Siapa Dokter??"desak Oriel dalam rasa penasarannya.


"Almarhum Zaki"


"Apaaa...dokterr?? almarhum Zaki???"


"Benar Oriel,, beliau yang telah mendonorkan kedua matanya untukmu"


"Yaa Allah Zaki..."


Oriel kembali berairmata,,terlihat dari perban dimatanya yang sedikit basah karenanya.


"Sudah Oriel jangan menangis,, nanti berpengaruh pada matamu" kata Dokter Deny meningatkan.


Mmah dan ppah yang mendengarkan merasa sangat terharu,,begitu besar pengorbanan seorang Zaki untuk putrinya.


"Sebelum meninggal almarhum sempat datang pada saya dan mengatakan niatnya untuk mendonorkan matanya"


Karena pendonor mata pada orang yang masih hidup dilarang prosedur saya pun menolak keinginannya."


Namun beberapa hari kemudian dia kembali ke menemui saya disini,,namun dalam keadaan tak sadarkan diri karena kecelakaan itu,,


Dan saya pun berusaha melakukan tindakan untuk menyelamatkannya,,namun karena pendarahan dalam pada otaknya akibat benturan keras itu dia tak bisa diselamatkan..selain sudah takdirnya seperti itu.


Mungkin karena niat baiknya itu Tuhan masih mengizinkannya menolong orang lain disisa waktunya,,sehingga terjadi hal ini.


Itulah sedikit cerita saya tentang almarhum yang memiliki penilaian sangat baik dimata saya" kata Dokter Andi sedikit menceritakan pengalamannya bersama Zaki.


"Saya juga merasa salut dengan kebaikan hatinya" kata Dokter Deny.


"Zaki sayang terimakasih,, kamu telah menepati janjimu yang akan selalu menjadi mata untukku.."batin Oriel.


"Semoga Allah membalas semua kebaikan mu nakk Zaki kata ppah dan mmah dalam haru.


Sesaat kemudian kami berpamitan pada dokter Andi dan dokter Deny..


"Tiga hari lagi silahkan datang kembali kemari,,perban pada matanya sudah boleh dibuka" kata Dokter Deny


"Baiklah Dokter..terimakasih atas pertolongannya pada putri kami" kata mmah dan ppah


"Iya Dokter,, saya Oriel mengucapkam terimaksih banyak pada dokter Andi dan dokter Deny atas pertolongannya untuk saya"


"Sama - sama Pak-Bu..Oriel sudah kewajiban bagi kami membantu"


Setelah pamit dan bersalaman Kami pulang kembali kerumah..

__ADS_1


Dokter Andi dan Dokter Deny turut mengantar kami sampai dihalaman depan rumah sakit.


__ADS_2