
Malam ini Reihan dan dua orang temannya nampak terlihat memasuki perusahaan,,ketiganya berjalan menuju ke arah lift menuju lantai tiga dimana ruangan manager keuangan dan juga beberapa staff yang ada dibagian itu.
Kemudian mereka memasang alat penyadap yang yang telah terhubung ke monitor di ruang kerja Raihan.
Dan tentunya hanya Raihan dan kedua orang kepercayaannya itu yang tahu.
Setelah kurang lebih 2 jam pemasangan dan uji coba alat itu selesai dengan hasil memuaskan.
Saat di dalam ruang manager keuangan itu Reihan berniat mencari tahu aktivitas mereka dengan mengactifkan laptop di ruang kerja itu namun tak bisa dibuka karena di lock penggunanya,,Raihan pun akhirnya gagal mencari tau dan memilih untuk mengajak kedua rekannya itu pulang.
Setelah memberi sejumlah uang sebagai bonus untuk kerja mereka.
Keeseokan harinya di ruang kerja Raihan...
Raihan sedikit sibuk dengan laptopnya,,sesekali terlihat membaca dan mempelajari file yang tak sengaja ditemukannya terselip di laporan file miliknya beberapa waktu lalu,,dari sanalah Raihan bisa mengetahui ada kegiatan tersembunyi yang sedang terjadi,,yang akan mengancam kelangsungan perusahaan..Meskipun perusahaan itu bukan miliknya tapi Pak Bagas selaku sang pemilik telah mempercayakn dirinya untk membantu mengelola perusahaan,,dan Raihan tak ingin mengecewakan pak Bagas yang telah memberikan kepercayaan itu padanya.
Raihan sesekali melirik ke arah monitor itu,,namun tak terjadi apa- apa,,tak ada gerak- gerik yang mencurigakan pada monitor,,actifitas di ruangan bagian keuangan itu masih tetap sama untuk beberapa saat lamanya,,sampai terdengar bunyi anehh pada monitor,,suara kresekk...kresekk seperti ada telpon masuk pada salah satu orang yang ada disana..
Raihan menghentikan fokusnya dari
file-file yang ada didepannya,,lalu sedikit memutar arah kursinya agak ke samping dimana terpasang monitor itu,,sehingga bisa menatap langsung ke layar monitor..
Benar saja saat ini pada layar monitor dia melihat seseorang sedang bicara namun dia tidak bisa melihat langsung wajah orang itu karena monitor hanya menangkap bagian belakang kepalanya saja.
Namun meski pun begitu Reihan sudah tau siapa orang itu,,dan kecurigaannya selama ini juga mengarah ke orang itu,,tapi Re
Aihan harus punya bukti akurat sebelum mengajukan vonis bersalah padanya.
Yahh orang itu adalah Pak Jayusman,,manager keuangan di perusahaan ini.
"Bagaimana Divo,,apakah pembangunannya ada kendala??"
"Sejauh ini lancar tuan"
Hanya saja team kami memerlukan tambahan dana dalam pengerjaannya"
Kata seseorang yang bernama Divo itu.
"Itu gampang,,nanti siang saya akan transfer uangnya ke rekening kamu,,secepatnya selesaikan pembangunannya segera karena perusahaan meinginkan laporannya."
"Baik tuan kami akan mempercepat pengerjaannya."
"Baiklah Divo,,tunggu nanti siang trnsferan dari saya"
Lama Reihan menunggu orang itu berbalik ke arah monitor namun sampai pembicaraan selesai Orang itu tak kunjung berbalik arah.
Dan sepertinya ada gangguan di alat monitor di ruangan itu,karena sesaat kemudian gambar pada layar telihat blur,,Reihan lalu mengecek kabel yang terhubung dan benar saja alat penghubung pada saklar longgar,,Reihan membenarkan posisinya sampai gambar kembali jelas,,namun orang itu tak ada lagi disana saat monitor menyorotnya.
"Sial!!! Kemana perginya orang itu" Raihan mengumpat.
Raihan lalu memutar ulang hasil rekaman tadi,,menyimak dan memahami percakapan itu.
Raihan teringat kata-kata orang itu yang sempat bilang akan mentransfer sejumlah uang..itu artinya seseorang itu sedang tak berada di kantor,,lalu Raihan mencoba mengecek sendiri ke bagian keuangan,,dan benar saja tak ada pak Jayusman disana,,Raihan segera keluar dari ruangan itu,,
saat pikiran Raihan bermain dan mencurigai pak Jayusman tiba2 orang yang dimaksud berpapasan dengannya di lorong..
"Siang pak Raihan sapanya"
"Siang pak Jay",,lohh anda dari mana??"
"Dari ruang OB pak,,mnta buatkan kopi,,biar gak ngantuk"
"Owhh begitu,,ya sudah silahkan lnjut kerjanya pak"
"Baik.. pak Reihan juga semangat kerjanya"
"Pasti pak Jay"
Mari..saya permisi dulu.."
"Silahkan pak Raihan"
Raihan segera berlalu dari sana,,untung saja anak buah pak Jayusman di ruangannya tadi tak melihat ketika Raihan mencari tau keberadaan pak Jay ,,karena mereka sedang fokus pada kerjaannya masing - masing.
"Hemmm..kurasa kecurigaanku bertambah padanya gumam Raihan saat melangkah kembali ke ruangannya.
Baru saja Raihan duduk di kursi dibalik meja kerjanya kembali monitor itu memberikan bunyi Beepp..tanda ada yang tertangkap dilayarnya..di pencetnya tombol penghubungnya..lalu terlihat seseorang dengan posisi seperti tadi ,,membelakangi arah monitor,,percakapan kembali terdengar di antara mereka..
"Apa trnsferannya sudah masuk Divo?"
"Sudah tuan,,saya baru saja mendpatkan sms Bankingnya,,terimaksih tuan"
"Sama - sama Divo",, ingat kerjakan proyek itu secepatnya"
"Baik tuan"
"Bagaimana dengan project di jalan Adiyaksa itu tuan??"
"Kalo yang itu biarkan saja dulu,,kamu dan anak buahmu hanya perlu mengerjakan project pembangunan ruko di jalan Aspari saja,,karena project yang disana terkait dengan perusahaan ini".
"Baik tuan,,sekali lagi terimakasih dana tambahannya"
Raihan masih fokus pada monitor,,dia menunggu kalau - kalau orang itu berbalik arah,,namun yang diharapkannya tak kunjung terwujud.
Sampai Pak Bagas menelponnya,,barulah dia berlalu dari monitor..dan sesaat setelah Raihan merubah posisinya,,saat itu juga sang penelpon berbalik ke layar monitor,,tampak lah wajah pak Jayusman disana..namun sayang Raihan tak melihatnya,,karena sedang sibuk dengan panggilan di ponselnya.
"Raihan,,nanti malam temui saya di apartement,ada yang ingin saya tanyakan ke kamu"
"Baik pak Bagas"
"Okkey Raihan saya cuma ingin membertahu hal itu saja."
"sampai ketemu nanti malam"
"Baik pak"
Telepon berakhir,,Raihan kembali melanjutkan kerjanya.
Namun dia teringat dengan percakapan orang yang dicurigainya tadi,, project di jalan Aspari..
Dia lalu menelpon seseorang yang menjadi mata - matanya..
__ADS_1
"Rocky,,cepat kamu selidiki pembangunan ruko yang sedang berjalan di jalan Aspari,,cari tau siapa pemiliknya tanpa menimbulkan kecurigaan"
"Okkey Boss!!"
"Saya tunggu info selanjutnya!!"
"Siaapp!!"
Telpon Raihan dengan anak buahnya yang bernama Rocky itu berakhir.
Raihan lalu segera berkutat dengan laptopnya, menyelesaiakn pekerjaannya hari ini..sebelum waktunya pulang.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Malam ini,,Raihan nampak bersiap untuk pergi ke apartemen pak Bagas..saat telah berada di garasi mobilnya dia mendapatkan telpon dari orang suruhannya Rocky.
"Iya Rocky?"ada info apa?"
"Tuan dari info yang saya dapatkan dari pekerja disana,,pembangunan gedung di jalan Aspari itu milik Pak Jayusman,dia bekerja di perusahaan yang sama dengan pak Rehan saat ini."
"Okkey,,mksih infonya Rocky"
"Tunggu bonus dari saya"
"Okkey makasih sebelumnya tuan"
Telpon berakhir....
Raihan lalu melajukan mobilnya menuju apartemen pak Bagas.
Setengah jam berlalu dia sampai di depan pintu apartemen pak Bagas,,memencet belnya dan pintu terbuka otomatis,, pak Bagas menyambutnya.
Pak Bagas mempersilahkan masuk dan perbincangan terjadi di sofa yang ada diruangan itu..
"Bagaimana Raihan,,info apa yang sudah kamu dapatkan terkait perusahaan??"
"Sejauh ini kecurigaan saya tetap sama pak Bagas,,terarah pada satu nama"
"Siapa itu Raihan??"
"Pak Jayusman,,pak.."
"Barusan saya mendapatkan info dari orang suruhan saya,, jika Pak Jayusman tengah melakukan pembangunan sebuah gedung di jalan Aspari,,dan dari percakapan yang saya dengar dari monitor,,katanya dengan salah satu orang suruhannya jika projectnya itu berkaitan dengan perusahaan,,padahal perusahaan tidak pernah punya project pembangunan dijalan itu."
Hal itu lah yang memperkuat kecurigaan saya terhadapnya."
"Cari bukti yang lebih akurat lagi Rsihan agar kita bisa segera menciduknya"
"Baik Pak,,sejauh ini saya sedang mengumpulkan bukti - bukti keterlibatannya dalam penggelapan laba perusahaan"
"Bagus Raihan terus kumpulkan bukti yang bisa memperkuat aksinya itu."
"Hal itulah yang kini saya upayakan pak"
Tak berapa lama terdengar bel berbunyi,, pak Bagas segera membukakan pintu,,nampak berdiri disana si pengantar pizza,, yang memang sengaja telah di pesan oleh pak Bagas untuk tamunya kali ini.
Mereka lalu menikmati pizza itu bersma secangkir teh manis hangat di atas meja tamu.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Dia tak langsung masuk keruang kerjanya namun keruang manager keuangan.
Beberapa lemari penyimpanan dibukanya,,tak jua ditemukan hal yang mencurigakan,sampai tangannya meraih handle rak kecil dibagian paling bawah meja kerja pak Jayusman manager keuangan itu.
Disana dia menemukan sebuah berkas tentang data keuangan perusahaan yang telah diperbarui dan juga yang file aslinya.
Dia membawa file2 itu segera keruangannya sebelum yang lain berdatangan.
Kini diruangan kerjanya,, Reihan mencoba mempelajari perbedaan dikedua file itu,, memang terdapat perbedaan yang besar disana.
Di file asli tertulis laba maksimum untuk tahun ini sebesar Rp. 2 Milyar,,dan di file yang telah diperbarui laba maksimun dalam satu tahun terakhir tertulis Rp. 1,2M,, itu artinya selisihnya sesuai dengan laba yang hilang sebesar Rp. 800 juta.
Bukti akurat telah berada dalam genggaman,,tunggu saja kehancuran mu pak Jay batin Reihan.
Raihan menyimpan berkas itu di tempat yang aman dan siap menunjukkannya jika waktunya tiba.
Kembali Raihan melanjutkan kerjanya,,ada sedikit kelegaan di hatinya..kasus ini mulai terlihat titik terangnya.
Siang ini Raihan kembali ke monitornya..saat ada bunyi beepp dari layar monitor itu,,kembali terjadi percakapan disana,,
"Pak..kami butuh dana tambahan"
"Lohh barusan kemarin saya transfer ke kamu sejumlah uang"
"Benar pak tapi hari ini ada pekerja yang mengalami kecelakaan,,tentunya ada tanggung jawab akan hal itu untuk pengobatan baginya"
"Baiklah nanti akan saya transfer ke kamu"
Rsihan kembali mengamati dengan seksama orang yang sedang duduk membelakangi kamera itu,,mungkin hari ini keberuntungan sedang berpihak padanya,,orang itu menoleh ke layar monitor nampaklah wajah pak Jayusman disna.
"Yess..berhasil!!!"
Tanpa sadar Rsihan beseru kegirangan saat melihat video itu,,dia mendapatkan bukti wajahnya".
Namun Raihan merasa kurang puas dia mencoba menjebak orang yang dianggapnya tikus itu dalam perangkapnya.
Otak encernya nampak berpikir,,tak berapa lama dia menemukan ide cemerlang😉
Kali ini dia melibatkan salah satu staff dari bagian marketing,
Dia menyuruh staff itu memberikan uang laba penjualan dalam 2 bulan ini pada pak Jayusman manager keuangan untuk membuat laporan dan memberikannya pada Raihan nantinya,, karena Reihan lah yang sekarang bertugas menyimpan file laporan perusahaan sebagai asisten pak Bagas.
Atas perintah Raihan,,staff dari bagian marketing itu segera menyiapkan sejumlah uang sesuai dengan laba yang masuk dalam 2 bulan ini.
Keuntungan maksimumnya sbesar Rp 150 juta
Uang itu segera dibawa staff marketing itu dalam sebuah tas kecil ke ruangan pak Jayusman.
"Permisi pakk"
"Iya..ada apa ya?" Kata pak Jayusman pada staff marketing itu.
__ADS_1
"Pak Raihan minta laporan keuangan dalam dua bulan ini,,dan keuntungan penjualan produk kita dalam 2 bulan sbesar 150 juta,,ini laba yang masuk pak,,seraya menyerahkan uang itu pada pak Jayusman untuk disimpan."
"Apakah pak Reihan sudah mengetahui nominal laba yang masuk??"
"Sepertinya belum pak, tadi beliau hanya meminta saya menyerahkan laba dalam 2 bulan ini."
"Baiklah nanti saya akan buatkan laporannya,, sekarang kamu boleh pergi"
"Baik pak..permisi".
Staff marketing yang bernama Erdi itu segera kembali keruangannya.
Melihat hal itu Pak Jayusman seperti mendapatkan angin segar atas apa yang dipikirkannya bagaiamana cara mendapatkan dana untuk diberikan pada pekerjanya.
Dia segera membuatkan laporan keuangan dari laba yang diperoleh perushaan..
Dalam laporannya tertulis keuntungan dalam 2 bulan April - Mei sebesar Rp. 100 juta
Lagi - lagi Pak Jayusman melakukan penggelapan dana laba sebesar Rp. 50 juta.
Dia mengira Raihan tak mengetahuinya padahal dia sendiri telah berada dalam permainan Raihan.
Laporan palsu juga uang laba Rp. 100juta dimasukkannya dalam sebuah amplop dan segera diserahkannya pada Raihan sedangkan yang 50 juta telah masuk kedalam tas pribadinya.
"Akhirnya aku kembali berhasil mendapatkan dana tambahan" batinnya yang menghasilkan senyum kemenangan dibibirnya karena dia merasa aksinya kali ini kembali sukses,,namun ternyata itu semua diluar ekspektasinya.
Dan Raihan akan memberikan supprise yang takkan pernah bisa dilupakannya seumur hidup.
Raihan menelpon pak Bagas,,memintanya segera datang ke kantor.
Tak berapa lama terdengar ketukan diruang kerja Raihan..
Raihan mempersilahkan masuk..
"Masuk" kata Raihan dari dalam
Nampak dengan senyum sumringah pak Jayusman menghampiri Raihan seraya menyerahkan laporan keuangan itu.
"Ini laporan keuangan laba dalam 2 bulan pak Raihan" seraya memberikannya pada Raihan.
Raihan tetap bersikap wajar,,seperti biasanya,meski dalam hati dia sangat marah pada pak Jayusman ini.
"Terimakasih Pak Jay,,anda begitu profesional,,dengan cepat laporan keuangan telah selesai"
"Begitulah Pak Ray,,ini merupakan dedikasi saya pada perusahaan"
Tiba-tiba pak Bagas masuk keruang kerja Raihan dimana sedang ada pak Jayusman juga disitu.
Seraya bertepuk tangan untuknya.👏
"Waoww sungguh dedikasi dan profesionalisme yang luar biasa dari anda pak Jayusman,,sampai-sampai uang perusahaan anda tilap"
"Apa maksud anda pak Bagas??"
"Sudah lah,,saya sudah tau sepak terjang anda pak Jayusman,,anda seorang koruptor kelas teri!!!"
"Pak Bagas?! Kenapa anda terus menjelek - jelekkan saya,, salah saya apa pada anda?"
"Anda mau tau kesalahan anda pak Jay,,akhirnya Raihan buka suara juga"
"Ini kesalahan anda..pak Jay"
Raihan menayangkan ulang video percakapan Pak Jay yang sudah terekam di monitor.
Melihat video dan mendengar percakapannya sendiri di sana dia nampak sangat terkejut,,tak mengira sepak terjangnya selama ini telah diketahui CEO dan asistennya itu.
Meski terbukti bersalah dia tetap mencoba mangkir dan membela diri seolah merasa tak pernah melakukan kesalahan fatal.
"Bisa saja kan saya difitnah,,dikambing hitamkan seolah-olah saya pelakunya" Pak Jayusman berusaha membela diri.
"Memang anda pelakunya..saya bisa buktikan itu"
"Ayo ikut saya!!" Kata Raihan seraya diikuti oleh pak Bagas dan Pak Jayusman,,dan beberapa staff dikantor yang dari tadi mendengar keributan yang terjadi.
Raihan berjalan tergesa ke ruangn kerjanya Pak Jayusman,,buka koper anda,saya bisa pastikan didalamnya terdapat uang sejumlah 50 juta.
Pak Jayusman menegang wajahnya, terlihat gelisah..
Jelas terlihat gurat kecemasan disana.
"Ini laporan asli dari staff dibagian marketing yang diberikan langsung pada saya,,smentara laporan yang anda buat itu palsu..lagi - lagi anda melakukan penggelapan dana laba perusahaan yang anda ambil untuk keuntungan pribadi."
Uang laba yang raib sbesar 800juta itu juga telah berpindah ke rekening anda,,saya juga telah mendapatkan bukti otentik dari bank tempat anda menyimpan uang itu,,manager bank telah memberitahukan jika anda memasukan uang sbesar 800 juta beberapa waktu lalu dan kembali anda lakukan penarikan sebesar 500 juta yang anda gunakan untk membangun ruko dua lantai dijalan Aspari itu..benaf begitu kan pak Jay??!"😏😏
"Anda benar- benar terpojok sekarang,,lebih baik mengaku saja pal Jay.."
"Tidak!! Saya tidak melakukan itu!!"
"Satu lagi kebohongan anda pak jay,,anda mengatakan jika apa yang anda lakukan sekarang atas izin perusahaan,,, padahal perusahaan tidak sedang membangun ruko satu pun,, So bagaimana bisa perusahaan mengizinkan???!"
Pak Jayusman nampak semakin gugup,, ketakuktan yang luar biasa sedang menggelyutinya.
"Cepat buka tas kecil itu,,perintah Raihan.."
"Saat akan membuka tas itu,,dia dengan spontan melemparkannya ke arah Raihan,, refleks Raihan menangkap tas itu,,
Lalu dengan memanfaatkan kesempatan itu dia berusaha kabur,,namun polisi Diraja Malyasia telah meghentikan langkahnya,,karena di saat Raihan sedang asik melakukan vonis terhadapnya,,Pak Bagas menelpon polisi-polisi itu.
Pak Jayusman tak bisa berkutik lagi,, dia menyerah kalah,,dia digelandang ke kantor polisi saat itu juga,, semua staf dan rekan kerjanya di perusahaan nampak tegang menyaksikan semua itu, sungguh mereka tak mengira sma sekali jika pak Jayusman korupsi,,namun itulah kenyataan yang terjadi kini,,hotel prodeo tengah menantikan kedatangannya.
Ruko berlantai dua itu kini telah di ambil alih oleh perusahaan kepemilikannya,, begitu juga sisa uang direkeningnya yang telah di masukkannya dibank itu,,sudah berpindah ke rekening pak Bagas.
Perusahaan bisa di selamatkan..
Pak Bagas nampak senang melihat keberhasilan seorang Raihan yang benar-benar membanggakan."
Dan dia akan segera memberikan bonus untuk totalitasnya pada perusahaan,,sebuah rumah mewah di kompleks elite menjadi miliknya.
Dan dia berpikir untuk menjodohkan Raihan dan Oriel.
Karena menurutnya Raihan lah yang pantas untuk Oriel.
__ADS_1
Ternyata konflik tak berhenti disini,, anak gadis pak Jayusman menaruh dendam pada Pak Bagas karena telah memenjarakan ayahnya,,dan hasilnya berimbas pada Oriel.
"Tunggu saja pembalasan ku padamu pak Bagas!!!" Gerutu Marsya teman sekampus Oriel,,orang yang selama ini selalu syirik dengannya.