
Mamah dan papah Oriel berencana akan mengadakan sykuran atas berhasilnya operasi Oriel sehingga dia bisa melihat lagi.
Oriel pun menyetujui rencana kedua orang tuanya.
Bagaimana kalau besok siang di adakan syukurannya..jadi mmah pesan catering malam ini buat makan2 besok.
"Kita undang tetangga dekat rumah,, teman2 Oriel, dokter Deny dan Andi juga keluarga almarhum Zaki" kata ppah.
"Iya pahh..mamah setuju"
Oriel juga..
Pahh mahh bagaimana kalo kita sekalian ziarah ke makam Almarhum
"Iya nakk nanti kita ke makam Almarhum sama - sama" kata mmah dan ppah.
Pagi - pagi sekali Oriel bangun,, dia tak ingin bermalas - malasan lagi,,karena sudah terlalu lama dia berada dalam pasungan gerak akibat disfungsi penglihatannya kemarin.
Hari ini awal cahaya baru bagi penglihatannnya dan Oriel sangat bersemangat menyambut hari barunya..seperti pagi ini,, dia yang sudah kangen sama BlackPinknya segera membuka body cover yang menutupinya..Oriel merentangkan kedua tangannya pada bagian depan kap mobilnya seolah sedang memeluknya.
Oriel nampak takjub saat melihat kembali mobil kesayangannya itu..kembali flash back pada event motorsport beberapa waktu lalu..dimana mereka bertarung bersama di circuit Mandala,,dengan kerjasama yang baik diantara keduanya,, akhirnya membawa pulang thropy kemenangan bagi Oriel dan teamnya.
BlackPink dipanaskan mesinnya oleh Oriel,, gass pun digebernya..menimbulkann suara bising akibat raungan gassnya.
Mamah dan ppah sempat terkejut dibuatnya namun sesaat kemudian biasa aja,, mungkin mereka maklum karena aku lama tak berinteraksi langsung dengan mobil kesayanganku itu.
Para rekan - rekan dari racing team yang tergabung dalam grup wa turut mengucapkan selamat buat Oriel karena operasi matanya berjalan lancar dan Oriel bisa melihat lagi.
"Kapan nehh Riel kita tanding lagi?? Kangen sama manuver - manuver loe di circuit.."kata Erik
"Baru juga gue pulih udah ngajakin perang aja nehh" balas Oriel di chat grup racernya.
"Maaf ya Riel gue gak bisa jenguk saat elo di rumah sakit,, habis gue lagi di luar kota, jenguk grandpa lagi sakit" kata Erik lagi.
"Tak apa...Oriel maklum koq"
Dan banyak lagi chat lainnya dari teman2 di grup itu.
Oriel sampai kewalahan membalas chat mereka.
Oriel kembali offline saat mamahnya memanggil untuk sarapan.
Oriel terlihat sangat menikmati sarapannya pagi ini.
Baru kali ini setelah sekian lama sarapan dengan sepotong roti dan segelas susu ini begitu nikmat dirasakannya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Mamah terlihat sangat sibuk hari menyiapkan segala sesuatunya demi kelancaran acara syukuran hari ini.
Sedang ppah sibuk mengawasi orang - orang yang tengah memasang kenopi atau tenda di halaman depan rumah, tempat dimana syukuran akan dilangsungkan nanti siang.
Para tetangga sudah di undang,,para Dosen juga sahabat dan teman - teman Oriel di kampus, tak lupa juga Dokter Andi dan Dokter Deny.
2 jam kemudian,, beberapa orang mengantarkan catering pesanan mamah,,ada sate,,ayam goreng,sup ayam,, rawon, gurame dan nila goreng lengkap dengan sambal dan lalapannya dan masakan lainnya lagi.
Juga aneka desert,,kue- kue juga puding dan sirup buah.
Mamah dan aku lalu menatanya di meja panjang untuk prasmanan..meletakkan piring juga sendok dan garpu disana,dan juga bebeapa air mineral di sbuah meja kecil disebelah meja prasmanan tadi.
Semua sudah siap,, hanya tinggal menunggu tamunya datang saja.
Jam satu siang para tamu mulai berdatangan,,terlihat para dosen dan teman2 kampus,,juga tetangga dekat rumah..
Kemudian nampak ketiga sahabat Oriel juga turut membantu kesibukan disana,,tak berapa lama datang dokter Deny dan Dokter Andi..Lagi - lagi Dokter Deny nampak takjub memandang Oriel dengan balutan hijab di acara sykuran hari ini..
Kamu benar - benar cantik Riel,, pantesan mantan mu,, almarhum Zaki rela melakukan apa pun untukmu,, batinnya.
Oriel menyambut kedatangan kedua dokter itu dengan senyuman bahagia.
Tak berapa lama kemudian datang lah Paman dan Bibinya almarhum Zaki..Oriel dan kedua orang tuanya menyambut kedatangan mereka dengan ramah,lalu mengajak mereka mereka berbincang.
"Paman- Bibi Oriel mengucapkan banyak terimakasih atas kebaikan kalian,, juga almarhum Zaki,,semoga kebaikan kalian dibalas sma Allah"
"Aamiin jawab mereka..sebenarnya kami tak pantas menerima ucapan terimakasih ini, nakk Oriel kami hanya memenuhi keinginan terakhir Zaki..yang pantas menerimanya itu almarhum"
__ADS_1
"Benar sekali Pman Bibi tapi kami merasa sangat bahagia berkat Zaki anak kami bisa melihat lagi"
Untuk itu kami mengadakan acara syukuran sekaligus acara tujuh hari meninggalnya almarhum..rencananya sehabis acara ini kami akan nyekar ke makam almarhum." Kata mamah
"Iya Bu,, kami trut senang mendengarnya" kata Bibinya Zaki.
Pembicaraan mereka terhenti saat ustadz Fikri datang untuk memimpin doa di acara ini.
Acara di mulai..
Ppah mengambil mikrofon yang ada di sana..lalu memberikan sedikit pidato singkatnya.
" Terimakasih teruntuk para tamu undangan yang telah berkenan hadir di acara syukuran ini,kami sangat tersanjung,, begitu besar perhatian semua untuk keluarga kami.
Acara ini kami adakan sebagai tanda syukur kami atas anugerah dari Allah swt. yang melalui seorang anak muda yang sangat baik,,yang telah mendonorkan matanya untuk anak kami,,anak muda yang begitu sangat dicintai penciptanya,,sehingga dia telah di ambil lebih dulu di usia mudanya.
Terimakasih yang tak terhingga kami haturkan kepada almarhum Zaki juga kepada paman dan Bibi almarhum yang telah berkenan hadir disini memenuhi undangan kami."
Kata sambutan dari ppah yang sukses membuat para dosen juga teman - teman kampus terkejut,,mereka sebelumnya tak mengira Zaki yang mendonorkan matanya untuk Oriel,,tapi itulah kenyataannya,, dan kini mereka lebih mengenal seorang Zaki dengan kebaikannya..Dari sini juga akhirnya Rena mengetahui siapa Zaki sebenarnya,, dia orang yang baik dan tulus tak seperti yang Rena duga selama ini..karena traumanya pada pengalaman pribadinya bersmaa cowoknya dulu yang mendekatinya demi sebuah keuntungan pribadi saja membuatnya berpikiran yang sama terhadap Zaki.
Dan kini Rena begitu sangat menyesal karena telah memvonis Zaki yang tidak -tidak.
Dia menangis teringat kata - katanya yang dulu menjelek-jelekkan Zaki di depan Oriel.
"Maafkan Rena Zaki..Rena banyak salah sama kamu batin Rena
Dia terisak..membuat Alya dan Abel yang berada disampingnya bertanya - tanya apa gerangan yang membuat seorang Rena berairmata.
"Gue teringat Zaki..juga perkataan gue dulu yang tidak baik padanya"
"Sudah lah Rena..namanya juga kita manusia tak luput dari salah dan khilaf" kata Alya bijak
"Sudah,,hapus airmatamu,,malu diliat yang lainnya." Kata Abel.
Sejak saat itu Rena tak pernah berhenti mendoakan Zaki di dalam sholatnya.
Begitu pun Anggi,,dia kembali teringat Zaki,,sahabatnya yang baik hati itu..
Ku yakin kamu bahagia disana Zak..melihat kebahagiaan Oriel hari ini..semoga Allah membalas kebaikan mu dengan surga..doa Anggi dalam hati.
Ustadz Fikri nampak khusyu melantunkan ayat demi ayat,juga doa-doa,dan tahlil untuk almarhum Zaki,,yang di aamiinkan oleh semua.
Setelah acara makan siang bersama,,para tamu mulai beranjak pulang..Begitu pun dengan dokter Andi dan dokter Deny..mereka pamit pada pak Bagas dan tante Maya juga Oriel.
"Besok jangan lupa ya Riel kontrol ke rumah sakit" kata Dokter Deny mengingatkan.
"Baik Dokk..besok saya kesana"
"Kami permisi dulu,, terimakasih atas" undangannya kata kedua Dokter handasome itu.
Setelah semua tamu pulang,, ketiga sahabat Oriel dan Anggi terlihat membantu tante Maya membereskan rumah,,semua perabot kotor telah dicuci bersih dengan dibantu para tetangga dekat rumah.
Sementara Papah dan bapak - bapak dilingkungan sekitar rumah nampak membantu membersihkan sampah- sampah yang berserakan.
Setelah semua kerjaan beres Oriel bersama ketiga sahabatnya juga Anggi nampak berbincang dengan duduk lesehan,,dekat danau dibawah pohon rindang ditaman belakang rumah,,sambil menikmati semilir angin.
"Riel gue punya sesuatu buat loe",,kata Anggi seraya memberikan amplop berwarna pink itu pada Oriel.
Ketiga sahabat Oriel nampak heran melihat benda yang baru saja diberikan Anggi pada Oriel.
Tanpa sadar Rena dan Alya saling tatap,, seolah saling memberi tanda jika benda itulah yang dilihat mereka dulu saat Zaki bertemu Anggi diparkiran depan kampus.
"Apa ini Gi?" Tanya Oriel.
"Surat dari Zaki,,yang sempat di serahkannya padaku beberapa jam sebelum kecelakaan itu terjadi"
Segera Oriel membuka amplop berwarna pink itu,,lalu dibacanya perlahan baris demi barisnya, mencoba meresapi setiap maknanya.
Dear Oriel"
" Apa kabar sayang??"
__ADS_1
Saat kamu menjawab pertanyaan ku ini,, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini.
Tapi kamu tak perlu khawatir,,aku akan selalu menemanimu..menjadi penglihatanmu..
Oriel sayang,, jangan sedih..jangan menangis lagii,,aku tak ingin melihatnya orang yang ku sayangi berair mata..
Jadilah Oriel yang kuat..
Aku merasa sangat beruntung bisa mengenal seseorang yang begitu berarti dihidupku,, sulit bagiku untuk mengucapkan selamat tinggal..
Aku yang selalu menyayangimu...
With Love
" Zaki "
Kembali tangis Oriel pecah,,Oriel sesenggukan,,apalagi tatkala melihat foto Zaki yang terselip disana..semakin nyesek perasaannya..ketiga sahabatnya memeluknya erat,,Anggi pun berusaha menenangkannya.
"Maafkan Anggi Riel,, baru sekarang memberikannya untukmu,,karena gue ingin elo membacanya sendiri."
"Makasih Gi" kata Oriel
"Sebenarnya waktu itu almarhum memberikan dua pucuk surat,satu untukku dan satu untukmu."
"Ini suratnya untukku,,bacalah sendiri Riel agar tak ada kesalahpahaman di antara kita,,dari kedekatan gue sama Zaki.."seraya menyerahkan amplop nerwarna putih itu pada Oriel..Oriel pun membacanya..
"Sahabatku Anggi"..
"Apa kabarmu?" Semoga baik - baik aja ya..
Anggi..aku hanya ingin pamit..jaga diri ya Gi, ingat jangan cengeng !!
Mungkin ini akan menjadi kata terakhriku untukmu..
Sudah ini waktunya Gi..Aku akan pergi jauh..Meski begitu takkan ada jarak,,tempat atau selang waktu yang dapat mengurangi persahabatan kita..
Gi aku minta tolong berikan surat ini buat Orielku,,dan jika waktunya tiba,,tolong katakan pada Om kamu,,,Dokter Andia jika mataku ini akan ku berikan pada Oriel,,agar aku bisa selalu menjadi mata baginya.
Tolong ya Gi..penuhi keinganan terakhirku ini..
Pergi dulu ya Gi..
Sahabatmu
"Zaki"
Kembali Oriel menangis..
"Kenapa ya dari kita tak ada yang menyadari firasat ini sebelumnya??"Dia juga sempat pamit dan meminta maaf padaku sebelum kepergiannya yang tiba- tiba itu" kata Oriel di sela isak tangisnya.
"Itu karena kita tak mengharapkan itu terjadi padanya Riel" kata Anggi
"Itu lah cara Tuhan bicara,,tak ada yang tau kapan dan dimana ajal akan menjemput kita",, semuanya tak pernah terduga datangnya Alya berujar.
"Alangkah baiknya kita jangan berlarut - larut dalam kesedihan,,agar almarhum disana bisa tenang dan bahagia" kata Abel.
"Benar Bel,, kita harus tegar hanya doa kita yang bisa memudahkan langkahnya menuju jannah" kata Alya.
Yang terparkir tak jauh dari sana..
Namun Oriel masih enggan untuk pergi..Dia seolah mengajak bicara Zaki..
" Zaki sayang..terimakasih atas kebaikanmu,kamu benar2 menepati janji untuk selalu menjadi mata bagiku..aku akan menjaga pemberian mu ini Zak..kamu yang tenang disana..Semoga Allah membalas kebaikanmu sayang..
"Oriel pulang dulu ya..nanti jika ada waktu Oriel akan kesini lagi.."
Assalamualaikum Zaki.."
Seraya menyeka air matanya..
__ADS_1
Oriel lalu menumpahkan air doa yang tadi dibacakan ustadz di acara syukuran.
Seraya melangkahkan kakinya menuju mobilnya.