"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 6


__ADS_3

Hari ini di kampus Oriel merasa sedikit kurang enak badan,,mungkin juga karena kelelahan hbs event kemarin.


Dan hari ini dia benar - benar merasa tak bersemangat.


Setelah kelas usai Oriel langsung pulang berharap bisa istrhat di homenya dengan tenang.


Abel yang melihat itu lalu bertanya..


"Elo kenapa Riel??sakit??"


"Sedikit gak enak body Bel,,mungkin kecapekan,,kayanya mau langsung go home ajaa dehh setelah kelas usai"


"Iya Riel,,rehat dulu aja,,takutnya tambah parah nanti"


"Yoa Bel,,nie aja body udah terasa hangat..smoga aja gak demam."


"Gue anterin ya?? Biar nanti izin sama Pak Temmy,,karena hbs ini gue ada kelasnya beliau"


"Gak usah Bel,,gue bisa pulang sendiri koq,, loe masuk kelasnya pak Temmy aja..kalo gue kan hari ini kelas cuma satu"


"Ya udah dehh,,kalo gitu nanti sore gue smaa Rena dan Alya akan kerumah loe."


"Okkey Bel,,gue duluan ya.."


"Okkey Riel,,hati2 dijalan"


"Siieppp"


Oriel pun melangkahkan kaki dkoridor kampus menuju halaman parkir tempat dimana dia menyimpan si Yellow.


Oriel terlihat tak seimbang jalannya,,dalam penglihatannya lantai di sepanjang koridor agak bertingkat2 padahal koridor lantainya lurus tak bertingkat..mungkin dikarenakan kepalanya yang agak pusing.


"What's happen with me??? Padahal tadi pagii baik - baik aja,,,koq tiba - tiba kaya gini" batin Oriel.


Daren dan Mala yang kebetulan berada di lorong,,yang sedang asiik berbincang,,nampak memperhatikannya dan terlihat Daren bertanya padanya


"Kenapa Riel?? Sakit??"


"Ahh gak koq Daren,,cuma agak pusing aja"


"Permisi ya gue duluan"


"Mau di anterin Riel" kata Mala.


"Makasih Mala,,tapi gue bisa sendiri koq,,jgn cemas ya".


"Ya udah kalo gitu,,hati-hati dijalan  Riel".


"Okkey Mala,,Daren..Oriel pergi dulu"


"Okkey" kata mereka bersamaan.


Dibelakang setir dengan kepala yang semakin bertambah pusing Oriel melajukan si Yellow menuju arah rumahnya dengan kecepatan sedang,,namun saat di tikungan pertigaan jalan saat Oriel hendak berbelok ke kanan dari arah berlawanan melaju sebuah bus,,yang seperti hilang kendali,,terlihat driver dari bus itu yang nampak panik berusaha banting setir ke kiri,,mobil Oriel yang sudah terlanjur masuk ke lintasan jalan itu akhirnya berhasil menghindar dari tabrakan dengan bus itu namun Yellow menabrak sebuah pohon yang ada di trotoar karena di saat yang bersamaan Oriel melihat pengendara motor yang sedang melaju dibelakang bus itu dan motor itu berusaha menyalip bus namun terhalang Yellow yang sudah berada di tengah,,dia berhasil banting setir kekiri untuk menghindari tabrakan dengan pengendara motor itu,,dan Yellow membentur pohon yang ada di trotoar,,kepala Oriel terbentur sandaran kursi dengan keras dan pecahan kaca depan akibat benturan pada pohon tadi sebagian mengenai matanya,,darah keluar dari kedua mata indah itu akibat terkena pecahan kaca mobilnya.

__ADS_1


Oriel tak sadarkan diri di dalam mobilnya jatuh tertelungkup pada setiran mobil dengan sifbelt msih yang menyangga tubuhnya,, sehingga menimbulkan bunyi nyaring klakson mobilnya.


Melihat terjadi kecelakaan,,orang - orang yang berada di dekat jalan itu segera menghampiri,, untuk menyelamatkannya,,karena melihat mobil telah mengeluarkan asap takut terjadi ledakan akibat benturan keras tadi,, kaca mobil dibagian depan kanan tempat setiran berhasil di pecahkan meski sedikit sulit karena kacanya terlalu tebal,,untuk membuka kunci pintunya,,setelah pintu mobilnya terbuka Oriel dikeluarkan dari dalamnya, mesin mobil di matikan bertepatan dengan datangnya beberapa orang polisi untuk olah TKP.


Oriel dilariakn ke rumah sakit bersama ambulance yang telah dihubungi salah seorang warga yang ada disana.


Polisi segera mencari sesuatu di dalam tas Oriel siapa tau ada no penting yang bisa dihubungi,,Polisi menemukan tasnya,,menggeledahnya dan menemukan ponsel di dalamnya,namun tak bisa dibuka karena dilock.


Sesaat kemudian ponsel yang msih ditangan pak polisi itu berbunyi,,panggilan masuk dari Abel.


Pak polisi segera menerima telpon itu,,terdengar suara Abel dari ujung telepon.


"Hallo Riel?? Elo dimana sekarang??"


"Hallo mbak, selamat siang" kata pak polisi


"Siang..nie loe kan Riel??"


"Bukan mbak,,kami pihak kepolisian memberitahukan jika pemilik ponsel ini barusan mengalami kecelakaan di dekat pertigaan jalan Merpati"


"Apaaaa pakk polisii ??? Kecelakaan??"


"Iya mbak"


"Terus keadaan teman saya gimana pakk??"


"Kami menemukannnya tak sadarkan diri dengan beberapa luka,,tapi korban sudah dilarikan ke RSU Rahardjo"


Kalo bisa mbak hubungi orang tua korban atau keluarganya karena ponselnya dilock,,barusan oleh mbak nelpon jd bisa sedikit kebantu"


"Baiklah kalo begitu,,terimaksih sebelumnya ya mbak"


"Terimakasih juga pak atas infonya"


Percakapan pun berakhir.


Abel,,Rena dan Alya nampak panik dan setengah berlari di koridor kampus menuju parkiran.


Sampai pak Budi dosen yang kebetulan berpapasan hampir saja ditabrak ketiganya,, pak Budi nampak terheran - heran lalu bertanya.


"Kenapa kalian berlarian seperti ini??"


"Maafkan kami pak,,kami harus segera ke Rs,,teman kami Oriel baru saja kecelakaan pakk"


"Innalilahii..terus bagaimana keadaannya??"


"Kami belum tau pasti,,nie baru mau kesana"


" ya udah kalian hati2..semoga Oriel baik - baik saja"


"Aamiin..mksih ya pakk..kami permisi dulu"


Lalu segera berlalu dari hadapan pak Budi.

__ADS_1


"Baik Dok,,saya segera memberitahu ortunya"


"Baiklah,,untuk smentara kalian hanya bisa melihatnya dari sini karena sahabt kalian msih dalam penanganan."


"Iya Dokk..terimaksih sebelumnya telah mengizinkan kami berada disini."


Dokter Andi tersenyum lalu melangkah menuju ruangannya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Abel duduk di sebuah bangku panjang,,di depan ruang ICU,,lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran dibagian belakangnya,,disampingnya duduk Rena dan Alya..


Dia mengambil ponsel milik Oriel dari dalam tasnya,,membuka locknya dengan kata sandi tahun kelahirannya..karena dulu Abel pernah meminjam ponsel Oriel saat paket datanya habis dan tak bisa menghubungi Rena waktu itu,,Oriel meminjamkan ponselnya dan memberi tau kata sandi padanya.


Abel mencari kontak ppahnya Oriel..


Lalu segera menghubunginya.


Terdengar nada sambung,,telepon di terima.


"Iya honey,,,ada apa nakk??"


"Ma-af Om ini Abel sahabat Oriel" sedikit terbata Abel berkata seraya menahan air matanya.


"Ohh Om kira Oriel...ada apa Abel?? O'iya Orielnya mana??"


"Maaf Om,,ada kabar yang kurang berkenan yang harus Abel sampaikan berkaitan dengan Oriel,,Abel harap Om dan tante tidak terkejut dan bisa sabar mendengarnya"


"Ada apa ya nakk Abel,,bicara aja terus terang,apa yang telah terjadi dengan Oriel anak Om??"


"Oriel kecelakaan Om tadi siang"


 "Sekarang sedang dirawat di ICU"


"Innalilahii..Ya Allah Oriel.." Sesaat hening,,hanya isak tangis yang terdengar di ujung telpon"


"Om..Om yang sabar ya,, kalo bisa Om segera pulang,,karena dokter memerlukan persetujuan untuk melakukan Operasi pada Oriel"


"Iya nak Abel..Om sama tante akan segera kembali ke Indonesia hari ini juga"


"Baik Om..Salam buat tante Maya"


"Makasih ya nakk Abel"


"Sama2 Om"


Udah dulu ya Om,, semoga diberi kelancaran keberangkatannya nanti"


"Aamiin..sekali lagi makasih ya nak Abel"


"Sama2 Om"


Telpon antara Abel dan Om Bagas berakhir.

__ADS_1


Kami bertiga duduk bersama dalam diam,,sibuk dengan pikiran masing - masing,, diliputi rasa sedih sahabat terbaik terbaring lemah di ranjang rumah sakit,tak sadarkan diri.😢😢


__ADS_2