
Minggu kedua pasca kecelakaan,,
Oriel bangun pagi - pagi sekali,, dia terlihat bersiap untuk memutuskan pergi ke kampus hari ini,, dia merasa bosan jika terus - terusan berada dirumah,,dia berpikir untuk menghadapi dunia bukan menghindarinya hanya karena saat ini dia seorang gadis buta.
Oriel berjalan perlahan menuju mobil dimana sudah menunggu Pak Rahman supir pribadinya,,sejak Oriel dinyatakan buta,, Ppahnya merekrut orang menjadi supir pribadi untukknya, dari beberapa orang yang melamar,,pak Rahman lah yang terpilih karena dia orang yang gesit dan cekatan juga banyak pengalaman dalam hal mengemudi.
Setelah pamit pada sang mamah,,Oriel kemudian berangkat ke kampus di antar pak Rahman.
Saat ini tante Maya memutuskan tetap tinggal di Indonesia untuk merawat Oriel anak semata wayang mereka,,sementara ppahnya telah kembali ke Malaysia karena urusan bisnis disana belum sepenuhnya selesai,,sedangkan mbok Ratna ART ku belum kembali dari kampung,,karena harus merawat ayahnya yang sakit keras.
Setibanya di kampus semua mata tertuju pada Oriel yang sekarang menggunakan tongkat.
Hadir pertanyaan di benak teman2nya di kampus melihat Oriel yang sekarang,,berjalan meraba2 dengan tongkatnya.
"Elo kenapa Riel koq pake tongkat,, loe baik - baik aja kan??" tanya Jenny
"Ehh I-iya gue baik2 aja koq,,"
"Yakin?? Elo kaya orang buta aja dehh jalannya,,pakai tongkat segala lagii" kata Jenny kemudian.
"Gue emang buta koq Jen,"
"OMG...Benarkah itu Riel?? Becandanya gak lucu dehh! Katanya lagi.
"Ngapain bercanda
untuk hal seperti ini?!"
"Jadi benarr Riel??" Jenny masih tak percaya..
Oriel menggangguk tanda mengiyakan
"Yang sabar ya Riel, gue tau elo kuat"
"Mksih ya Jen"
"Sama2 Riel"
"Gue permisi ke ruangan dulu ya sbntar lagi kelas dimulai"
"Okkey,, be carefull Riel"
"Iya..'" jawab Oriel seraya berlalu dari hadapan Jenny yang masih berdiri terpaku karenanya.
Dengan dibantu tongkatnya Oriel menyusuri koridor kampus menuju ruangannya.
Beberapa pasang mata menatapnya keheranan,,seakan tidak percaya jika teman mereka Oriel sekarang mengalami kebutaan.
Tapi itulah kenyataannya dan Oriel hanya bisa pasrah menerima keadaan.
Di setiap langkah yang di lewatinya Oriel mendengar berbagai macam komentar yang menyertainya..namun Oriel hanya diam,,mencoba berdamai dengan hatinya yang sebenarnya perih.
"Kasiahan ya..yang dulunya pembalap sekarang harus pake tongkat,, celetuk sinis Marsya yang emang dari dulu selalu iri dengan prestasi Oriel"
Lagi2 Oriel tak menanggapi,, dia tetap fokus dengan latihan berjalan dengan tongkatnya.
Saat Oriel sedang akan berbelok tanpa sengaja dari arah berlawanan Zaki juga sedang berjalan menuju ke arahnya..terjadilah tabrakan keduanya..tongkat yang digunakan Oriel terlepas,,membuat Oriel jatuh terduduk dilantai,,dan beberapa buku yang di pegang oleh Zaki juga jatuh berserakan di lantai kampus.
Oriel dan Zaki sama - sama terkejut,, melihat Oriel jatuh terduduk Zaki segera membantunya berdiri..meski Zaki sempat bingung kenapa Oriel memakai tongkat.
"So- Sorry ya,,gara - gara aku kamu jadi terjatuh" kata Zaki dengan sedikit gemetar karena ini pertama kalinya Zaki berhadapan langsung dengan Oriel.
"Harusnya aku yang minta maaf,,karena gak hati - hati jadi nabrak kamu"
"Kamu gakk papa?? Apa ada yang terluka??" Kata Zaki seraya memperhatikan Oriel seksama.
"Aku baik - baik aja koq..hanya bagian kaki aja sedikit sakit tadi ke selengkat sama tongkat"
__ADS_1
"Sini biar ku bantu,, kita duduk di bangku dekat sini biar lebih enak ngobrolnya"
"Okkey,, tapi aku gak bisa lama - lama ngobrolnya sbntar lagi ada kelas."
"Iya tak apa"
"Kenapa sekarang kamu pake tongkat??"
"Emang kamu gak bisa liat ada yang berbeda dari ku,, pasca kecelakaan itu aku di vonis mengalami kebutaan."
"Ohh, pantesan.."
"Makanya aku gak liat tadi jadinya nabrak kamu"
"Aku juga tadi jalan nggak fokus sambil baca buku yang baru ku pinjam dari perpus,, jadi nggak liat kamu"
"Ohh ya lain kali kita ngobrol lagi ya,,aku harus segera ke ruangan ku,, sbentar lagi Pak Abe masuk"
"Okkey,, Ohh ya hampir lupa..kenalkan aku Zaki dari jurusan Ilmu Ekonomi"
"Aku Oriel dari jurusan tekhnik informatika"
"Pergi dulu ya Zaki nanti kalau ada waktu kita ngobrol - ngobrol lagi"
"Okkey Riel..hati - hati di jalan"
Oriel pun berlalu dari sana..berjalan sedikit meraba - raba dengan tongkatnya menuju fakultas tekhnik.
Diam - diam Zaki mengikutinya dari belakang takut Oriel kenapa - kenapa.
Dalam hati Zaki sangat senang karena hari ini dia berhasil berbicara dengan Oriel gadis yang dari dulu menempati hatinya, meski ada nyesek saat tau Oriel tak lagi bisa melihat.
Zaki berhenti mengikuti langkah Oriel saat dilihatnya dari kejauhan ketiga sahabatnya menyambutnya dengan gembira,, Zaki merasa Oriel telah aman karena dikelilingi sahabat yang menyayanginya..Zaki pun berlalu menuju ruangannya.
Zaki beruntung,, sejak perkenalan yang tak disengaja itu,, tercipta kedekatan antara keduanya.
Dalam seminggu ini,, Oriel rutin turun ke kampus,, meski dengan penglihatan yang disfungsi tapi Oriel sudah terbiasa dengan keadaan disana.
Oriel tak perlu cemas lagi karena ada Zaki yang siap menjadi matanya.
Walau pun tak Oriel minta Zaki akan dengan tulus melakukannya.
Seperti hari ini kembali terlihat Zaki dan Oriel berbincang bersama di bangku taman,, saat ketiga sahabat Oriel pergi ke kantin..Oriel sengaja memilih tidak ikut karena dia tak ingin merepotkan mereka melayaninya nanti,,selain itu tante Maya mamahnya Oriel sudah membuatkannya bekal agar Oriel tidak repot harus ke kantin saat dikampus.
Semakin hari semakin dekat saja Zaki dan Oriel,, Zaki yang begitu perhatian membuat Oriel merasa nyaman di dekatnya,,sikapnya yang humoris membuat Oriel sedikit melupakan kesedihannya karena tak bisa melihat.
Selain itu juga karena sudah dari dulu Zaki menyukai Oriel meskipun secara diam - diam.
Yahh mungkin rasa suka itu yang berperan pada cara Zaki memperlakukan Oriel.
Oriel pun menerima perlakuan manis Zaki,, dalam hati Oriel merasa tersanjung dengan cara Zaki memperlakukannya,, seperti hari ini Zaki menyupi nya makan,,karena saat Oriel menyuap makananya sedikit belepotan,,Zaki yang melihatnya lalu mengambil tisyu yang ada di dekat Oriel lalu membantunya mengelap sisa makanan dibibirnya, kemudian dengan sigap Zaki mengambil bekal makanan milik Oriel lalu menyupinya.
Oriel sempat terpaku karenanya,, namun sesaat kemudian kembali melanjutkan makannya.
Ketiga sahabatnya yang melihat pemandangan itu dari kejauhan nampak memperhatikan dan urung mendekat,, takut mengganggu mereka.
"Zaki makasih ya"
"Untuk apa Riel ??"
"Untuk kebaikan kamu buatku"
"Udah gak usah dipikirin,,aku tulus koq,, bukan karena kasihan".
"Iya aku tau,, tapi kan pasti ada alasannya"
"Iya sihh..".
__ADS_1
"Kan bener...boleh tau apa itu Zak?"
"Udah lupakan aja Riel,, alasanya karena sesama makhluk Tuhan harus saling tolong menolong"
"Hemm..Zaki..Zaki itu mahh jawban yang gak meyakinkan buatku,, pasti ada alasan lain kan??"
"Jujur deh Zak.."desak Oriel
"Emang kalo jujur kamu bisa menerimanya??"
"Ya tergantung alasannya apa"
"Aku sayang kamu Riel"
Oriel terkejut mendengar pernyataan Zaki barusan,,namun dia berusaha menguasi diri,,sedang Zaki merasa ini saat yang tepat menyatakn rasanya yang terpendam selama ini.
"Sejak kapan Zak??"
"Sudah dari dulu,, sebelum keadaan mu seperti ini,,yahh bisa dibilang aku fans rahasiamu"
Oriel terdiam menyimak cerita Zaki tentang perasaannya yang sebenarnya.
"Terus gimana??"
"Gimana apanya Zak??"
"Apa tanggapan kamu atas kata2 ku tadi??"
"Perkataan yang mana Zak??"
"Yahh kamu pasti tau lah apa yang ku maksud meski tak ku ulangi,, karena jika mengulangi mengatakannya aku gemeteran Riel..nie aja aku mencoba memberanikan diri bicara langsung padamu"
"Tapi aku ingin mendengarnya sekali lagi Zak"
"Baiklah..dengerin baik - baik ya...Oriellia Paramitha izinkan aku menyayangimu.."
Oriel tersipu mendengar pernyataan dari seorang Zaki
"Riel,,apa kamu mengizinkan aku menyayangimu?"
Oriel mengangguk..
"Apakah itu artinya aku mendapatkan izinmu??"
"Iya Zak..aku mengizinkannya"
"Benarkah Riel?? Apa kamu bersedia jadi pacarku??
"Iya Zak..aku bersedia"
"Alhmdulilaah..mksih ya Riel..aku janji akan selalu menjaga dan buatmu bahagia"
"Baikk,, ku pegang janjimu dan Buktikan!!"
"Pasti sayang"
Untuk prtma kalinya Zaki memberanikan diri memanggil Oriel dengan sebutan sayang
"Mulai hari ini,, Zaki dan Oriel akan bersama dalam sebuah rasa istiemewa"..kata Zaki..
Sejak hari ini mereka terikat janji dan komitmen.
Akan kah janji itu bisa terus terukir dihati keduanya???!!!
Atau apakah komitmen itu bisa berjalan sempurna??
Simakk terus ceritanya...
__ADS_1