"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 18


__ADS_3

 Oriel hari ini akan ke kampus lagi,,setelah sekian lama rehat pasca operasi kemarin..dan dia harus mengejar ketinggalan tugas- tugas kuliahnya.


Dia sengaja bangun pagi - pagi,,kedua orang tuanya juga belum bangun saat itu,, Oriel telah lebih dulu ke lantai bawah,, menuju garasi lalu menghidupkan mobil sportnya si BlackPink,,dia panaskan mesin mobilnya tanpa menggeber gas agar tidak menimbulkan suara berisik yang akan mengganggu orang tuanya yang sedang tidur.


Dia berencana akan memakai mobil itu pergi ke kampus.


Oriel tau dia gakk akan diboleh membawa mobil sendiri.


Tapi Oriel merasa aneh ajaa jika harus di antar jemput sama supir.


Setelah sarapan dengan nasi goreng + telur dan segelas susu bikinan sang mmah Oriel lalu pamit pada mmah dan ppahnya.


"Oriel diantar sama supir ajaa ya nakk" kata mamah


"Kayanya Oriel naik mobil sendiri deh mahh,, udah gede gini masa pake supir"


"Mmah gak mau kamu kenapa2 lagi nakk.."


"Insha Allah nggak mahh..Oriel janji akan hati - hati bawa mobilnya."


"Pake supir aja nakk" kata ppah


"Pleeaasseee paahhh...Oriel mau bawa mobil sendiri,, boleh ya..Oriel kangen sama  "BlackPink" nya Oriel.


"Ya udah tapi hati - hati dijalan ya,, jangan ngebut" kata ppah


"Siap Boss!!" Mksih pahh mahh udah ngizinin"


Oriel berangkat dulu ya..seraya pamit dan mencium tangan keduanya,, Oriel melangkah menuju halaman rumahnya dimana telah terparkir mobil sport berwarna Black dan Pink itu tengah menanti Oriel sebagai drivernya.


Untuk kedua kalianya BlackPink keluar dari persembunyian.


Mobil sport itu melaju dijalan raya menuju kampus yang menimbulkan tatapan takjub dari orang - orang yang melihatnya.


"Oriel memasuki areal parkir kampus,, kembali tatapan mata teman - teman yang ada disana tertuju pada mobil modifikasi yang keren itu.


Sejenak mereka memperhatikan ke arah pintu kanan,, siapa gerangan drivernya.


Setelah melihat Oriel mereka jadi tau jika Oriel lah pemilik mobil itu..


Pamor Oriel jadi naik lagi,, setelah membawa BlackPinknya ke kampusnya,, dia dan mobil sportnya itu mendadak viral,,jadi pembicaraan  di kampus.


Setelah kemarin juga viral ketika Oriel menggunakan tongkat karena disfungsi penglihatannya.


Ketiga sahabatnya nampak bingung saat melihat mobil mirip punya Oriel ada di parkiran.


"Ehh gaess coba liat,kaya mobil Oriel dehh" kata Rena.


"Iya ya,, mirip kali Ren" kata Alya.


"Gue rasa juga gak mungkin Oriel dibolehin bawa mobil lagi pasca kecelakaan kemarin smaa bokapnya" kata Abel.


"Yuk kita masuk" kata Rena


Di koridor kampus Oriel nampak tengah duduk di bangku panjang depan ruang kuliahnya.


"Hai Riel.." sapa Abel


"Hai Bel,, Ren , Al..


"Kalian bertiga bareng dari home nya??"


"Yoa Riel" gue jemput mereka satu - satu" kata Rena.


"By the way... di parkiran tadi ada mobi mirip punya loe lohh Riel" kata Abel


"Ohh yachh??"


"Iya Riel warnanya juga sama Black dan shocking pink." Kata Alya.


" gitu ya??"


"Elo emang gak terkejut dan marah Riel??""


"Emangnya kenapa harus terkejut da marah Ren??"


"Kan pemiliknya udah niru mobil loe Riel kata Rena.


" ya nggak lah,, ngapain gue marah,,wong itu emang mobil gue"


Seraya ngakak..


Rena,Abel dan Alya lalu berseru


"OorrriiiiieeeeeLLLL loe tu ye, bener - bener kata ketiganya.


Seraya mencubit sayang Oriel.


"Emang udah dibolehin bawa mobil sendiri?" Kata Abel.


"Dengan sedikit memohon sehh,kata Oriel.


Ketiga sahabat Oriel terlihat happy

__ADS_1


Karena Oriel yang dulu telah kembali.


   Ketika asikk berbincang,,tiba - tiba Oriel mendapatkan telpon dari sang mmah.


Oriel terima telponnya..


"Iya mahh,ada apa?"


"Kamu udah sampai belum di kampus?"


"Udah dari tadi koq mahh"


"Ohh syukur lah..mmah cemas tadi"


"Hemm mmahh,, Oriel baik - baik aja"


"Syang nanti jangan lupa ya ke rumah sakit,, hari ini kamu harus kontrol lagi,,temui dokter Deny disnaa."


"Baik mahh,, nanti Oriel kesana"


"Perlu mmah anterin gakk??"


"Gak usah mahh,,Oriel bisa sendiri"


"Ya udah kalo gitu,,hati - hati dijalan nanti ya,, jangan ngebut"


"Siap Boss.."


"Daahh sayang"


"Daahh mmah"


   Kelas usai,, Oriel segera memacu mobil sportnya menuju RSU Rahardjo.


BlackPink terparkir di area parkir rumah sakit,lalu Oriel menuju ke bagian perawat jaga dan memberitahukan jika sudah ada janji dengan Dokter Deny.


Perawat itu segera mempersilahkan untuk datang langsung ke ruangannya yang bersebelahan dengan poli mata.


Oriel mengetuk pintu,, di depan ruangan yang bertuliskan Dr.Deny Pratama Sp.M


"Masuk" terdengar suara dari dalam.


Oriel membuka perlahan pintunya,, lalu..


"Permisi Dokter"


Dokter Deny yang sedang asikk memeriksa data pasiennya belum menyadari siapa yang kini berdiri didepan meja kerjanya.


"Waahh Oriel ternyata"..


Dokter Deny sedikit kaget dibuatnya,,apalagi dengan penampilan Oriel sekarang yang modis..Lagi-lagi dokter Deny takjub saat melihat bentuk matanya yang indah,,besar dengan bulu mata yang lentik.


"Maaf tadi saya gakk ngehh kamu yang datang kirain suster nganterin data pasien."


"Tak apa dokter,,saya yang harusnya minta maaf udah ganggu kerjanya"


"Ahh gak koq,,kan kita sudah janjian hari ini"


"Ayo kita ke kontrol room"


Aku berjalan bersisian dengan dokter Deny menuju kontrol room yang terletak disebelah laboratorium.


Aku dipersilahakn duduk di sebuah bangku yang didepanku terletak sebuah lensa seperti mikroskop untuk mata,,aku disuruh melihat kearah lensa lalu memandang objek gambar dan abjad yang ada disana,,,untuk mendeteksi ketepatan respon mataku.


Lalu Dokter Deny menanyakan beberapa pertanyaan seputar objek yang ku lihat tadi dan semua jawabanku atas pertanyaan benar,, itu artinya tak ada masalah pada mataku pasca operasi itu.


"Dilihat dari respon mata terhadap objek benda tak ada yang perlu dikhawatirkan..trus bagaimana dengan kepala mu Oriel masih sering pusing?"


"Gak lagi dokter..saya tak pernah merasakn pusing lagi hanya saja terkadang mata saya agak gatal dan sedikit perih"


"Tak apa Oriel..itu wajar,,tandanya  sudah hampir sembuh,, jangan di ucek ya Riel matanya, takut infeksi nanti"


"Iya Dokter,,nggak koq"


"Sepertinya tak ada permasalahan,,Oriel udah boleh pulang"


"Makasih ya Dokk.."


"Tapi sebelum itu kita keruangan saya sebentar,,ada beberapa obat lanjutan untuk mata kamu yang akan saya resepkan"


"Baik Dokter"


"Ayo kita ke ruangan saya"


Aku kembali mengikuti langkah dokter Deny,, namun saat aku akan melangkah lagi,,aku hampir terpeleset karena lantai terlalu licin habis di pel oleh clening service namun dengan sigap dokter Deny yang berada di sampingku menangkap tubuhku agar tak terjatuh,, dan kini aku berada dalam pelukannya..OMG..😲😲


Mata kami bertemu,ada getar aneh di hatiku ketika kami saling tatap. Namun aku dengan cepat menguasai diri.


Rupanya dokter Deny pun merasakannya bahkan perasaannya telah lebih dulu ada buat Oriel,,hanya saja saat ini mereka berdua belum menyadari jika benih - benih cinta itu mulai tumbuh di antara mereka.


"Maafkan saya dokter",,kata Oriel membuyarkan lamunan dokter Deny.


"Saya juga minta maaf atas tindakan saya tadi"

__ADS_1


"Tak apa Dokter,, justru saya berterimakasih kalo tidak mungkin saya sudah jatuh terjerembab"


"Lain kali hati-hati ya jalannya"


Entah kenapa saat mendapatkan perhatian seperti itu dari Dokter Deny aku merasa senang..


Namun segera ku tepiskan rasa itu takut kecewa karena aku tak mengenal dokter Deny secara pribadi,, yang ku tau saat ini dia adalah dokter mataku.


kini aku berada di ruang kerja Dokter Deny..


Dokter Deny segera menempati kursi dibelakang meja kerjanya


Sementara aku berada di depannya dengan duduk pada sebuah bangku.


Dokter Deny nampak menuliskan  cara mengkonsumsi obat-obatan itu lalu menempelkannya pada kemasan kaplet obat itu juga pada obat tetes matanya.


Saat posisinya seperti itu,,menjadi kesempatan bagiku untuk menatapnya,Dokter Deny itu masih sangat muda,,kalo menurutku sih paling usianya sekarang baru 30th,


Orangnya ramah,,handsome sudah pasti,,tinggi,berkulit putih dengan tubuh atletis..itulah penilaian ku saat ini padanya.


Entah lah kalo dari segi sifat aku gak bisa menentukan karena aku belum begitu mengenalnya.


"Nahh Oriel ini obat yang harus kamu minum,,caranya sudah tertulis pada kertas yang tertempel di kemasan..dan yang ini di teteskan pada mata,,aturan penggunaannya juga ada dikemasan."


"Baik Dokter,,terimakasih"


"Ngomong - ngomong kamu koq sendirian biasa smaa mmah ppah"


"Iya Dokk tadi sehabis kuliah langsung kesini"


"Diantar teman?"


"Gakk dokk,,sendirian atuh"


"Lohh koq..naik apa tadi?"


"Nyetir sendiri Dokk"


"Owhh yachh?? Emang kamu gak trauma??"


"Nggak koq Dokk,,malahan saya kangen pengen bawa mobil lagi"


"Hemm..luar biasa,,tapi bagus lah jika gak trauma,,jadinya peristiwa kecelakaan kemarin gak berpengaruh pada kejiwaan kamu"


"Iya Dok,,alhmdulilah"


O"iya saya permisi dulu ya Dokk,,mmah pasti khawatir jika Oriel terlambat pulang,,maklumlah Dokk anak semata wayang,, ditambah pasca kecelakaan itu mmah jadi over protectif"


"Namanya juga orang tua,,pasti mencemaskan anaknya,,karena mereka sayang"


Oriel mengganguk dan tersenyum..Dokter Deny pun balas tersenyum.


"Saya pamit ya Dokk..sekali lagi terimakasih."


Mari saya antar ke depan..


Dokter Deny lalu menjajari langkah Oriel menuju bagian depan rumah sakit hingga ke areal parkir.


Dokter Deny nampak terkejut melihat mobil sport yang dikendarai Oriel..


"Lohh kamu racer??"


"Dulunya Dokk sebelum kecelakaan itu terjadi"


"Emang sejak kapan kamu hobby pada dunia balap??"


"Dari abg Dokk,tapi selalu dilarang sama ppah"


"Ya iyalah dilarang,,masa cewek hobbynya balapan"


"Hehehee...begitulah saya Dokk"


Ternyata banyak hal dari kamu yang membuatku takjub Riel..


Aku jadi tertantang untuk mengenalmu lebih jauh..batin Dokter Deny.


"Dokk..kenapa masih berdiri disini,,kan cuacanya panas,,nanti hitam loe" canda Oriel.


"Ya udah..save no wa saya,,siapa tau suatu saat diperlukan..kata Dokter Deny"


"Okkey Dokk..seraya memasukan angka yang menjadi nomer whatsapnya"


Ini Dok,, sudah saya save..


"Saya pulang ya Dokk..sekali lagi terimakasih"


"Sama - sama Oriel."


Mobil Sport Oriel dengan nama BlackPink itu bergerak perlahan meninggalkan halaman rumah sakit..


Dokter Deny kembali ke ruangannya dengan perasaan bahagia..


Rasa bahagia yang kembali dirasakannya setelah kepergian sang kekasih dulu.

__ADS_1


__ADS_2