"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 21


__ADS_3

   Tak terasa satu bulan sudah pak Jayusman mendekam di hotel prodeo,, pak Bagas pun telah kembali,,tinggal bersama lagi dengan tante Maya dan Oriel di Indonesia.


Hubungan Oriel dan Dokter Deny pun semakin hari semakin dekat,,dan Dokter Deny terus saja melakukan pedekate dengan Oriel.


Tak jarang Dokter Deny menemani Oriel kemana- mana jika kebetulan libur,, juga menemani Oriel ketika nyekar ke makam almarhum Zaki.


Mereka tak canggung lagi bercanda tawa,,Oriel merasa nyaman bersamanya sama seperti dulu dia dekat dengan Zaki.


Saking dekatnya hubungan mereka,,Dokter Deny tak canggung lagi menceritakan masalah pribadinya,,dia yang sempat patah hati karena tunangannya telah meninggal dunia yang juga karena kecelakaan,,padahal tinggal sebulan lagi mereka akan menikah,jadi Dokter Deny tau arti kehilangan dan tak mudah melupakan seseorang yang berarti itu..untuk itulah dokter Deny selalu berusaha menahan ego nya dan menunggu saat yang tepat menyatakan perasaannya,, karena dia tidak ingin gegabah,yang nantinya bisa merusak hubungan mereka.


Biarkan sebagai sahabat dulu,,tohh jika memang jodoh takkan kemana.


Dokter Deny mencoba menyelami ke dasar hatinya,,dia merasa saat ini bukan saat yang tepat untuk menjadikan Oriel kekasihnya karena Zaki masih bertahta di hatinya.


Pikir dokter Deny dengan kedewasaannya.


Dokter Deny tak pernah sedikit pun memaksakan kehendaknya,,dia berusaha memahami Oriel,,mencoba bersikap bijak,,dan yang lebih penting dia humoris, selalu bisa membuat Oriel tertawa dengan candaannya.


Itulah nilai plusnya di mata Oriel.


Hari ini di kampus nampak Oriel sedang dijemput Dokter Deny yang kebetulan free,, sementara ketiga sahabatnya tengah sibuk dengan tugas masing2.


Marsya bertambah kesyirikannya pada Oriel,,juga dendamnya pada papah Oriel, Om Bagas.


Dia nampak merencanakan sesuatu.


Sepulang kuliah dia menemui beberapa orang preman untuk menculik Oriel,,untuk meminta tebusan pada pak Bagas,,dia berencana uang tebusan itu akan dibayarnya menyewa pengacara, untuk melakukan pembelaan dipengadilan berharap sang ayah bisa dibebaskan.


Marsya terlihat memberikan segepok uang dan foto Oriel yang menjadi target penculikan.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


   


    Ketiga preman suruhan Marsya segera beraksi, ketika Oriel baru turun dari mobil salah satu sahabatnya Abel,,seseorang tanpa diduga menbekapnya dari belakang dengan sapu tangan,,lalu dua orang lainnya menggotong tubuh Oriel yang sudah tak sadarkan diri itu ke dalam mobil..mereka segera melajukan mobil itu ke sebuah pabrik  kosong arah luar kota B.


Tinggal lah Abel yang panik,, berteriak - teriak meminta tolong karena sahabatnya telah di culik


Oriel tak sadarkan diri ketika di bawa tadi,, sesaat setelahnya dia menyadari kedua kaki dan tangannya terikat dengan mulut di lakban.


Sadarnya Oriel membuat gaduh di tempat sepi itu,,karena dia berusaha melepaskan diri dari ikatannya..Dia berontak hingga kursi yang sedang di dudukinya kini jatuh terhempas ke lantai,,membuat dia berteriak kesakitan.


Tiba - tiba salah satu preman itu bicara,,


"Diam!!!!"


Oriel tetap aja sibuk melepaskan ikatannya,, hingga kembali menimbulkan suara gaduh


"Diam!!! jangan berisik,,kamu ini bikin ribet saja."


Oriel pura-pura menuruti perintah preman itu daripada ketahuan dia berusaha melepasakan ikatannya.


Preman itu lalu menutup kembali pintu gudang itu,,lalu berjaga diluar bersama seorang temannya,,sementara yang seorang lagi pergi membeli makanan untuk Oriel atas perintah bos mereka,Marsya.


Oriel terus mencoba melepaskan ikatan tangannya,,dia menggesek - gesekan tali pengikat tangannya pada kursi.


Semakin lama ikatan itu terasa semakin longgar,,sehingga tangan sebelah kanan Oriel bisa terlepas dari ikatan,,lalu Oriel dengan cepat menarik tangan kirinya,,lalu membuka lakban yang menutup mulutnya dan melepaskan ikatan kakinya..Oriel berhasil terbebas dari pasungan para preman suruhan itu.


Di gudang itu Oriel mencari - cari celah yang bisa digunakan untuk meloloskan diri,,pandangannya di edarkan kesekeliling ruangan berharap menemukan jalan keluar.


Tanpa menimbulkan suara sedikitpun  Oriel berjalan pelan,,agar preman yang berjaga diluar tidak mengetahuinya.


Dengan mengendap - endap Oriel mendekati celah yang ada disisi lemari tua yang ada digudang itu namun tak bisa digunakan sebagai jalan keluar..


Oriel kmbali berjalan menuju arah wc   yang sebagian dindingnya terbuat dari kayu,,flapon atasnya telah rusak karena lapuk tapi tak mungkin Oriel bisa memanjatnya karena terlalu tinggi dan tak ada tempat berpijak.


Oriel menekan- nekan dinding kayu itu,, krekk..krekkk..dinding itu mengeluarkan bunyi karena lapuk,,Oriel mencoba melubanginya,, dia sedikit mendapatkan celah,,lalu dengan sekuat tenaga dia mendorong dinding kayu itu salah satu dinding terlepas dari pakunya,,Oriel kembali mendorong dinding paling bawah,,paku yang menempel disana kembali trlepas, dari dua papan kayu lapuk yang terlepas itu menyisakan celah lebar,,badan seukuran Oriel tentu saja bisa keluar dari sana..dan Oriel memanfaatkan kesempatan itu untuk meloloskan diri.


Setelah berhasil keluar dari gudang itu,,Oriel berdiri mematung,,memikirkan jalan mana yang harus dia lewati,,karena di kedua sisinya hanya ada hutan dan semak belukar.


Dengan perasaan takut Oriel terus berlari,,memasuki hutan,,melintasi semak belukar berharap mendapatkan jalan keluar dari daerah itu. Oriel terus melangkah cepat menerobos ranting-ranting kayu dia takut jika penjahat itu berhasil mengejarnya.


Dia teringat pada ponsel dalam tasnya dia pun mengambilnya,,mencoba menghubungi ppahnya namun sayang sinyal tak ada.


Oriel hanya bisa pasrah berharap pertolongan Allah datang padanya.


Sementara di rumah Oriel ppah dan mamahnya nampak panik setelah Abel memberitahu jika Oriel diculik oleh tiga orang laki-laki dan dibawa menggunakan mobil ke arah luar kota.


Ketika ppah Oriel akan pergi ke kantor polisi,,langkahnya terhenti karena ponselnya berdering.


Dia angkat telponnya,,terdengar suara dari ujung telepon.


"Hallo tuan Bagas!!! Anak anda ada pada kami,,jika anda ingin anak anda selamat..sediakan  uang tebusan sebesar 1M!!"


"Dalam waktu satu jam anda tidak menebusnya,,nyawa anak anda yang jadi taruhannya!!!


"Ingat !!! Ancaman ini tidak main - main !!!"


"Siapa kalian hahh!!! Berani-beraninya menculik anak saya!!" Kata pak Bagas


"Anda tidak perlu tau siapa kami!! Sediakn saja uang tebusannya!!!"


Ingat!!! Jangan lapor polisi jika ingin anak anda selamat!!!"


Freman itu memberi ancaman dan meminta uang tebusan pada pak Bagas,,atas perintah Marsya.


Namun mereka belum tahu jika Oriel telah berhasil meloloskan diri.


"Kurang ajar!!!" Kalian berani - beraninya mengancam saya!!!"


Ha..ha..ha..ha..tawa Freman itu seolah - olah mengejeknya.


Telpon terputus.


"Kenapa pahh??!" Mmah bertanya


"Para penculik itu meminta uang tebusan 1 M untuk Oriel"


"Ya Allah..",trus apa yang harus kita lakukan pahh??"


"Mmah tenang ya..kita akan usahakan demi keselamatan Oriel"


Mmah hanya bisa memanjatkan doa memohon keselamatan untuk Oriel.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


     Oriel terus melangkah menyusuri hutan dan semak,,tak sekali dua kali dia menemui binatang melata disana,, meski takut tapi Oriel mencoba memberanikan dirinya,,dan terus berjalan semakin jauh meninggalkan pabrik kosong itu.


Saat ini di pabrik kosong itu..


Penculik yang telah membelikan makanan akhirnya sampai di lokasi pabrik,,dia terlihat membawa 4 bungkus nasi dan 4 botol kecil mineral water..


Ketiga preman itu lalu menyantap tiga nasi bungkus,,karena sudah sedari pagi ketiganya belum makan.


Mereka makan dengan lahapnya,


Setelah menghabiskan nasi bungkus,, 


Ketiga preman itu lalu bersantai,,lalu salah satu diantara mereka teringat pada Oriel,,tawanan mereka itu belum dikasih makan.


Penculik itu membuka pintu gudang,,alangkah terkejutnya dia ketika melihat Oriel tak ada lagi disana.


"B*****t!!! Tawanan kabur!!!"


"Cepat cari dia!! Kalo tidak kita akan kena marah nona boss!!"


"Tapi masa iya dia kabur,,bukan kah disini tak ada jalan keluar,,coba cari disekitar tempat ini dulu,,mungkin dia sembunyi di wc yang ada di bagian pojok gudang." Kata penculik lainnya.


Salah satu penculik itu nampak berjalan ke arah wc itu,,lalu mengetuk2 pintunya,,memanggil - manggil namun tak ada jawaban dari dalam. Dia lalu mendorong pintunya,,Oriel tak ada jua disana.


Ketika dia melihat 2 dinding kayu yang terlepas itu,,sudah bisa dipastikan dia kabur dari celah itu.


"Kurang ajaaarrr!!!!!dia benar-benar kabur!!!!" Teriakknya.


"Cepat cari dia!!!"


Para penculik itu lalu berpencar disekitar tempat itu untuk mencarinya.


Namun kini Oriel telah memasuki kawasan perkampungan,,dia sampai di desa di daerah perbukitan.


Dia akhirnya pingsan di pematang sawah karena kelelahan,,dan ditolong oleh salah seorang warga yang kemudian membawanya kerumah pak  Kades.


Hampir setengah jam Oriel pingsan,,akhirnya sekarang sadar juga..dia nampak kebingungan dengan keadaan sekitar.


 


Istri dan anak perempuan pak kades yang seumuran dengan Oriel nampak merawat Oriel dengan telaten.


"Alhmdulilah nakk akhirnya kamu sadar juga,kami cemas sudah setengah jam kamu pingsan" kata istri pak kades.


"Maaf saya dimana ya bu??"


"Kamu sedang berada di rumah pak Kades di desa Kaliasih"


"Kenapa kamu bisa pingsan nakk??sepertinya kamu bukan warga sini."


"Benar banget bu,,saya bukan warga sini,,saya dari kota,,saya diculik oleh beberapa orang dan berhasil melarikan diri,,saya berlari menyusuri hutan hingga sampai ke desa ini."

__ADS_1


"Yaa Allah kasihan sekali kamu nakk,,mungkin karena kelelahan jadi kamu pingsan."


"Lohh koq kamu bisa diculik??emang siapa yang nyulik kamu??" Tanya Sinta anak pak kades"


"Saat juga tidak tau siapa yang nyulik saya,,yang saya tau ada tiga orang freeman membekap mulut saya lalu membawa saya ke sebuah pabrik kosong"


"Ya sudah sekarang kamu istirahat dulu disini sampai keadaan benar - benar aman" kata Pak Kades.


"Baik Pak Bu dan ...siapa namanya tanya Oriel pada anak perempuan pak Kades..


"Kenalkan namaku Sinta"


" Aku Oriel"


"Pak...Bu..Sinta terimakasih udah nolongin Oriel"


"Sama - sama nakk" berterimakasih lah pada Pak Lukman,, dia orang yang menemukan mu di pematang sawah tadi dan membopongmu sampai kesini"


"Terimakasih Pak Lukman atas pertolongan nya untuk saya"


"Sama - sama nakk,,sudah sewajarnya kita saling tolong menolong


Seraya tersenyum


"Oriel sekarang kamu istirhat dikamarku saja",,kata Sinta.


Lalu segera mengajakk ke kamarnya


Sinta membantu Oriel mengobati luka di tangan dan kakinya akibat tergores ranting - ranting kayu sewaktu berlari dihutan tadi.


"Sinta..makasih ya..kamu baik sekali,,padahal kita belum saling mengenal dan baru kali ini bertemu"


"Oriel..aku senang bisa membantumu,,meski kita baru mengenal tapi aku merasa kita cocok berteman"


"Benarkah Sinta??" Aku juga senang punya teman kaya kamu", kamu baik"


Makasih Oriel,,mulai sekarang kita berteman


"Okkey..kita teman"


Mereka lalu tertawa bersama.


Ketika akan tidur Oriel teringat pada ponsel yang ada di tasnya..


"Alhamdulilah..ada sinyalnya"


Setelah Oriel melihat ke layar ponselnya begitu banyak panggilan masuk dari Ppah,,Mamah dan dokter Deny juga Abel,,Rena dan Alya.


Oriel lalu menghubungi ppahnya,,


Di kediamannya pak Bagas sedang menyiapkan 1M uang tebusan ke dalam sebuah koper kecil.


Ponselnya berbunyi,, segera dia melihat siapa si penelpon,, saat melihatnya dia nampak terkejut ketika membaca nama penelpon My Princess,,siapa lagi kalo bukan Oriel.


"Mahh..telepon dari Oriel"


"Cepet angkat pahh"


"Hallo??"


" ppaah..ini Oriel.."


"Kamu dimana nakk??"


Katanya kamu diculik.."


"Benar pahh, tapi Oriel berhasil melarikan diri dari penculik itu"


"Sekarang kamu dimana nakk??"


"Oriel saat ini berada si desa kaliAsih,,dirumah pak Kades."


"Ohh syukur lah,,nanti ppah jemput kesana"


"Emangnya ppah tau desa KaliAsih??"


"Tau lah,,Ppah beberapa tahun yang silam pernah tinggal disana,,sebelum sukses seperti sekarang"


"Baik pahh,,Oriel tunggu"


"Penculik itu meminta tebusan 1M nakk"


"Apaa???? Jangan dikasih pahh,,Oriel punya rencana untuk para penculik itu nantinya"


"Baikk sayang"


"Ppah akan menjemputmu sekarang,,kalo tidak ppah takkan tenang"


Telpon ku akhiri..


"Tadi itu siapa,,yang kamu telpon Oriel"


"Ohh itu papahku,katanya mau jemput kesini"


"Yahh kalau kamu pergi aku gak ada teman lagi"


"Kamu punya ponsel??"


"Punya,,nie yang sedang ku pakai"


"Kita tukeran no wa aja,, jika sewaktu - waktu perlu kita bisa saling menghubungi."


"Baiklah"


Kedua gadis belia itu pun saling save no wa dan pertemanan berlanjut disana nantinya.


Satu jam berselang Pak Bagas tiba di depan gerbang yang bertuliskan "Desa KaliAsih", kembali ingatan masa lalu berseleweran dibenakknya,,


Pak Bagas Flashback...


Kenangan menyedihkan dengan mantan istrinya sempat tercipta disana..karena pernikahan dengan istri pertamanya dulu tidak disetujui oleh ayah mertuanya,,pak Sukma..orang yang tergolong kaya raya di desa KaliAsih kala itu,,dia memiliki banyak tanah perkebunan.


Sementara keluarga pak Bagas hanya orang biasa,,ayah pak Bagas waktu itu hanya suruhan di perkebunan milik pak Sukma,,maka dari itu dia tidak setuju anaknya punya hubungan dengan Bagas.


Karena hubungan Bagas dan Wulan anak pak Sukma sudah sangat dekat,,tak mungkin bisa dipisahkan lagi..Wulan memilih menentang Sukma,sang ayahnya demi Bagas,cinta sejatinya.


Demi melihat anakknya yang mengancam untuk mengakhuri hiduonya,, pak Sukma menyerah kalah,,dan dengan setengah hati merestui pernikahan mereka.


Hati pak Sukma sedikit lebih bisa menerima,, saat Wulan dinyatakan positif hamil saat usia pernikahannya memasuki bulan ketiga.


Betapa sangat bahagia kala itu dirasakan Bagas dan Wulan juga pak Sukma juga pak Farhan ayah Bagas.


Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama,memasuki usia kandungan lima bulan Pak Farhan ayah Bagas meninggal dunia karena sakit.


Ujian untuk Bagas tidak hanya sampai disitu,kesedihan kembali menyapanya saat anak laki-laki pertamanya berusia 1 tahun,,istrinya meninggal karena kecelakaan..karena waktu itu Bagas belum memiliki kerjaan pasti,maka pak Sukma lah yang ambil alih pengasuhan Raihan cucunya itu.


Flashback Off


Pak Bagas tersadar dari lamunannya saat dia melihat seorang kakek terlepas tongkatnya  dan akan terjatuh,,saat tongkat yang membantunya berjalan mengenai sebuah batu yang ada di sekitar jalan perkebunan teh itu.


Pak Bagas segera turun dari mobilnya untuk menolong kakek tua itu ketika kakek jongkok mengambil tongkatnya yang terlepas dan jatuh ke tanah.


Saat pak Bagas akan membantu mengambilkannya baru lah dia menyadari siapa kakek tua itu ketika melihat wajahnya..dialah Pak Sukma


"Ya Allah Ayah.."


"Bagas"


"Koq Ayah sendirian,,kemana ajudan-ajudan yang biasa bersama ayah"


"Ayah sengaja pergi sendiri untuk melatih kaki,mereka ada di gudang teh di perkebunan."


"Ayo Yah kita ke mobil,,biar Bagas anterin ke rumah."


Pak Bagas lalu membantu ayah mertuanya masuk ke mobil untuk mengantar ke rumah beliau.


Di dalam mobil terjadi percakapan diantara ayah dan anak itu.


"Bagaimana kabar putra ku ayah??"


Rasanya sudah sangat lama setelah kepergianku dulu dari desa ini,aku tak pernah lagi melihatnya ,bahkan aku tak tau seperti apa wajah anakku saat ini"


"Anakmu sekarang sudah dewasa,dia tumbuh menjadi pria tampan dan mapan"


"Alhamdulilaah,sungguh kabar yang menggembirakan."


"Aku sangat ingin bertemu dengannya ayah"


"Anakmu saat ini tak ada di desa ini,,


Dia sedang berada di negeri orang,,di Malayasia..dia bekerja disana.


"Bekerja dimana dia ayah?"


"Disebuah perusahaan besar disana"


Dia sekarang menjadi eksekutif muda yang berhasil dengan bisnisnya."

__ADS_1


Tak terasa air mata pak Bagas berlinang dari pelupuk matanya teringat pada sang putra yang karena keadaan harus ditinggalkanya bersmaa mertuanya.


"Terimakasih ayah telah membantuku merawat dan membesarkan putraku."


"Maaf baru sekarang Bagas bisa kesini,,baru beberpa waktu ini Bagas datang lagi ke Indonesia setelah bertahun-tahun tinggal di negeri orang."


Tak berapa lama sampai lah pak Bagas di pekarangan rumah yang sangat luas,,dengan bangunan besar berdiri kokoh menyambutnya,,rumah pak Sukma,mertuanya.


"Masuk dulu nakk Bagas"


"Iya Yahh,tapi Bagas cuma bisa mampir sebentar,karena Bagas masih ada urusan"


Ketika Bagas mengantarkan ayah mertuanya itu dia sempat melihat ke arah dinding sebelah dalam,,sekilas dia melihat foto yang terpajang didinding,,yang menampakkan wajah mirip Raihan asistennya.


"Ayah,,foto siapa yang terpajang didinding itu??"


"Putra mu nakk,,Raihan"


"Benarkah ayah??"


Bagas nampak berpikir,, apakah dia Raihan yang sama dengan asisten ku yang sekarang"


"Ayah apakah ada foto Raihan yang terbaru?"


"Ada nakk,tunggu sebentar ayah ambilkan dikamarnya,,atau begini saja kamu ambil sendiri dikamarnya"


"Apakah boleh ayah??"


Tentu saja nakk,,ini kunci kamarnya,,buka saja,,seraya menyerahkan kuncinya pada Bagas.


Dengan bergegas Bagas menuju kamar Raihan,, membuka pintunya lalu masuk ke kamar itu..


Dia terperangah ketika melihat foto yang ada di dinding kamar dan di atas buffet dekat tempat tidurnya,,


Benar saja dia adalah Raihan yang menjadi asistennya saat ini.


Dia benar - benar tidak menyadari,begitu dekatnya dia dengan sang putra selama ini.


"Ternyata anakku selama ini selalu bersamaku"


Pak Bagas segera keluar kamar,,kembali duduk di samping ayah mertuanya.


"Ayah ada hal yang ingin Bagas ceritakan"


"Apa itu nakk?? Katakan saja"


"Ayah ternyata Raihan putra ku selama ini sangat dekat denganku,,dia Raihan yang sama dengan yang bekerja dperusahaan yang tengah aku pimpin di Malaysia saat ini,,ternyata anakku menjadi asistenku ayah"


Alangkah dekatnya aku dengannya selama ini,,namun karena ketidaktahuanku aku tidak menyangka dia putraku"


"Benarkah nakk?? Mungkin itu cara Tuhan mendekatkan kalian kembali"


"Iya ayah,,lalu apa yang harus ku lakukan??


"Kamu katakan saja yang sebenarnya nakk,,dia harus tau siapa dan bagaiamana ayahnya,,katakan juga alasanmu meninggalkannya agar tak terjadi salah paham di antara kalian nantinya."


"Baik ayah..nasihatmu sangat berarti untuk Bagas"


"Bagas minta maaf tak bisa berbincang lama dengan ayah,,Bagas sedang ada urusan,,nanti di lain waktu Bagas akan mampir lagi kesini."


"Baiklah nakk,terimakasih sudah menolong ayah dan berkenan mampir"


"Sama-sama ayah,,terimaksih juga atas waktunya"


"Bagas permisi dulu Yah.."


"Iya nakk silahkan"


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Pak Bagas kemudian menuju rumah Pak Kades,,untuk menjemput putri kesayangannya.


Dia sangat gembira karena putra pertamanya sudah dewasa dan ada di dekatnya..namun ada sedikit kegalauan dihatinya,,dia takut Raihan tidak bisa menerima alasannya.


Semua yang ada dipikirannya seketika buyar,,ketika dia telah sampai disebuah rumah milik kepala Desa.


Dari arah ruang tamu Oriel yang sudah dari tadi menunggu kedatangan sang ayah terlihat gembira,,karena yang dtunggu-tunggu sedari tadi kedatangannya sudah tiba.


Oriel beranjak keluar ruangan diiringi oleh Sinta dibelakangnya..


Dia menghambur ke arah sang ppah,,mereka saling peluk,,


"Alhmdulilah kamu selamat nakk"


"Iya pahh alhmdulilah,Allah masih melindungi Oriel"


"Sykur lah nakk,, kami begitu mencemaskanmu"


"Oriel baik - baik saja koq Pahh,,Oriel merasa mendapat pengalaman baru,berpetualang di hutan belantara,,sampai pak Lukman warga di desa ini menemukan Oriel yang tengah pingsan dipematang sawah tempat dia bekerja,,lalu membawa Oriel ke rumah pak kades ini.


O"iya Pahh kenalkan ini Sinta anaknya pak Kades,,dia yang membantu merawat Oriel tadi.


Ppah tersenyum ke arah Sinta..


"Nakk Sinta..terimakasih ya sudah merawat Oriel"


"Sama - sama Om..sudah menjadi keharusan kita untuk menolong sesama"


"Alangkah mulia kamu nakk,,semoga kebaikkanmu di ijabah Allah"


"Makasih Om atas doanya" kata Sinta.


Tak berapa lama ibunya Sinta menghampiri


"Ehh ada tamu tohh,,Sinta kenapa gak di bawa


masuk tamunya,,"


"Disini saja Bu Kades, saya cuma mampir sebentar buat menjemput putri saya Oriel"


"Kenalkan bu, ini ppah saya"


"Ppah..ini bu Kades,,ibunya Sinta"


Oriel mengenalkan mereka.


Tak berapa lama Pak Kades datang dari menghadiri pertemuan dibalai desa,,Pak Kades yang telah mengenal Pak Bagas,,nampak senang bisa bertemu lagi dengan teman lamanya itu.


"Wahh ternyata kamu Bagas ayahnya Oriel.."kata Ratno yang kini menjadi Kades di desa Kaliasih.


"Apa kabarmu Ratno??,,lama kita tak bersua setelah beberapa tahun belakangan"


"Aku baik Bagas,,kalo kamu??"


"Alhmdulilah baik juga"


Melihat penampilan Bagas yang sekarang berbeda juga mobil yang terparkir dihalaman rumahnya,,Ratno menyadari jika teman masa mudanya itu telah menjadi orang sukses.


"Hebat kamu Bagas..sudah sukses seperti sekarang"


"Alhamdulilaah,,berkat doa kamu Ratno,,ingat kan dulu saat kita bemain bersama Jaka,,yang baru saja dibelikan mobil-mobilan oleh ayahnya yang baru datang dari kota kala itu?? Yang melihatnya aku jadi menginginkan sebuah mobil mainan juga,,dan aku menangis karena tak bisa membelinya,,lalu kamu mendoakanku menjadi orang sukses agar bisa membeli banyak mobil nantinya."


"Wahhh Bagas kamu masih ingat saja  bagaiamana kebersamaan kita dulu."


"Tak mungkin ku lupa Ratno,kamu teman yang sangat baik"


"Doamu untukku juga dikabulkan Allah Bagas,, aku masih ingat saat dulu ketika kamu melihatku memberi  nasihat pada teman kita Heri dan Bayu yang sedang berkelahi dan menengahi mereka,,kamu merasa tindakan ku itu heroik dan bijak,,tanpa sadar kamu mendoakanku menjadi pemimpin handal,,dan itu terbukti aku bisa menjadi pemimpin walau pun hanya sebagai Kepala desa."


Kami semua yang mendengarkan cerita kedua teman masa lalu itu ikut tertawa.


"Maaf Ratno aku tak bisa berlama-lama disini karena masih ada urusan yang tengah menungguku,,lain waktu kita bercerita lagi"


"Baiklah Bagas,,kapan-kapan mampir lagi kemari"


"Sekali lagi terimakasih buat mu dan keluarga sudah menolong anak ku Oriel",,sampaikan juga rasa terimakasihku untuk Pak Lukman", meski aku tak mengenalnya dan tak sempat bertemu,,aku sangat berterimakasih atas pertolongannya untuk Oriel karena telah membawanya pada orang-orang baik seperti kalian".


"Sama-sama Bagas,nanti akan ku sampaikan pesanmu padanya,"


"Baiklah kami pamit dulu,,sekali lagi terimakasih"


"Ayo Oriel..pamit dulu sama mereka" kata pak Bagas.


"Pak Kades, Bu Kades..Sinta Oriel pulang dulu ya..makasih banyak atas pertolongannya buat Oriel"


"Sama-sama nakk" kata Pak Kades dan istrinya.


"Nanti kesini lagi ya" Riel kata Sinta


"Insha Allah,,kalo ada waktu nanti Oriel mampir lagi"


"Okkey Oriel"


"Senang bisa kenal kamu"


"Oriel juga,,senang punya teman yang baik seperti mu Sinta"

__ADS_1


Kami pergi dulu..Assalamualaikum kata aku dan Ppah.


Waalaikum salam kata mereka seraya mengantarkan kepergian kami dari desa itu.


__ADS_2