
Tiga hari kemudian Oriel sudah kembali masuk kuliah,kembali bertemu ketiga sahabtnya dan juga Zaki.
Hari ini saat bersama zaki,,dia sama sekali tak sedikit pun membahas pertemuannya dengan Anggi,,jangankan membicarkan itu,,menyebut nama Anggi aja gak pernah di depan Oriel.
Oriel jadi memikirkan kembali kata - kata Rena dulu..apakah itu semua benar??! Atau hanya kebetulan saja.
Karena hari ini cuma satu mata kuliah,,Oriel memilih pulang lebih dulu, diantar Abel biar bisa istriaht lagi dirumah..
Sementara Zaki setelah kelas usai di tidak langsung pulang tapi pergi ke RSU Rahardjo untuk menemui dokter Andi Hermawan Om nya Anggi.
Terlihat Zaki sedang berbincang dengan dokter Andi,, perbincangan yang serius.
"Kamu yakin anak muda??"
"Yakin Dok"
"Pikirkan dulu matang-matang jangan gegabah"
"Saya sudah memikirkannya Dokk dan keputusan saya sudah bulat"
"Apa kata orang tua nanti setelah mereka tau"
"Kedua orang tua saya sudah meninggal dokter,, jadi saya rasa mereka takkan marah dan ini hidup saya,,saya punya hak untuk melakukan apapun dalam hidup saya"
"Dunia mu seketika akan berubah gelap anak muda.."Dan maaf juga tindakan itu melanggar kode etik kedokteran,,
"Maaf saya tak bisa melakukannya!!"
"Baik dokk",, makasih sebelumnya"
"Sama- sama nakk Zaki"
Sore ini,,setelah dari rumah sakit Zaki segera pulang,, badannya terasa lelah,,dia merebahkan diri di kasur empuknya,sambil memandang wajah Oriel dari layar ponselnya.
Dia menyelami setiap raut wajah Oriel..matanya,,hidungnya,,pipinya juga bibir dan dagunya,, semua tak luput dari perhatianya,,seraya mengingat - ingat karena dia punya firasat, setelah ini dia tak akan bisa lagi melihat wajah cantik Oriel,, ke kasih kesayangannya itu.
Dia bangkit dari posisinya yang semula di tempat tidur sekarang berada di jendela memandang ke segala arah sebelum semuanya menghitam.
Malam di kamar Zaki...
Entah kenapa malam ini dia merasa gelisah...seperti ada sesuatu yang tengah menantinya..
Di terlihat sedang menuliskan sesuatu,,sebuah surat yang di tujukan pada Anggi.
Setelah selesai lalu melipatnya,,memasukkannya kedalam amplop putih.
Sesaat kemudian kembali dia menuliskan surat,, teruntuk Oriel..
"Dear Oriel"
" Apa kabar sayang??"
Saat kamu menjawab pertanyaan ku ini,, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini.
Tapi kamu tak perlu khawatir,,aku akan selalu menemanimu..menjadi penglihatanmu..
Oriel sayang,, jangan sedih..jangan menangis lagii,,aku tak ingin melihatnya orang yang ku sayangi berair mata..
Jadilah Oriel yang kuat..
Aku merasa sangat beruntung bisa mengenal seseorang yang begitu berarti dihidupku,,sulit bagiku untuk mengucapkan selamat tinggal."
Aku yang selalu menyayangimu...
With Love
" Zaki "
Isi suratnya untuk Oriel..
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Hari ini di kampus..
Terlihat Zaki dan Oriel tengah duduk berdua..mereka kembali berbincang.
"Sayang,, nanti jika aku tak ada lagi,,kamu jaga diri baik - baik ya"
Seraya menggenggam tangan Oriel"
"Lohh kamu koq ngomongnya aneh gitu,,emang kamu mau mau kemana beibz??"
"Pokoknya kamu harus jaga diri,,jaga kesehatan,,gak boleh sedih - sedih lagi,,Okkey??"
"Apaa sihh beibz kamu tuhh,,kalo ngomong itu yang baik,,jangan aneh2 gitu,, gak suka dengarnya tau.."
"Ya udah,, maaf.."
Zaki menatap Oriel dalam,, berusaha tersenyum namun bulir bening itu tak bisa dibendung,,bulir bening itu menetes di sudut matanya.
Apa yang dirasakannya saat ini dia juga tidak tau,,yang dia tau rasa sayangnya pada Oriel yang begitu besar.
Zaki menyandarkan kepala Oriel dibahunya,,menggenggam tangan kekasihnya itu erat..Oriel merasa damai dan tak ingin moment indah ini berakhir.
Kuliah untuk sebagian jurusan telah usai,, termasuk jurusan yang di ambil Oriel dan Abel.
Oriel pun memilih pulang bersmaa Abel,,karena mereka satu arah.
Sementara Zaki masih ada kelas,,begitu pun dengan Rena dan Alya.
2 jam kemudian kuliah usai untuk beberapa jurusan.
Rena dan Alya berjalan bersma,di koridor tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Zaki,, Zaki tersenyum pada kedua sahabat Oriel namun Rena membalasnya dengan senyum sinis,, sedang Alya tetap membalas dengan senyum tulus.
Bahkan Alya sempat menegurnya,,Hai Zak..
Hai Al..Oriel sudah pulang duluan smaa Abel katanya.
"Iya Zak tadi Abel ada kasih tau"
Okkey kalo gitu,, permisi dulu ya..
Maaf jika ada salah..
"Alya dan Rena yang ada disitu nampak bingung mendengar kata2 Zaki barusan.."maaf kalo ada salah"
"Sama - sama Zak.."Alya menjawabnya..sementara Rena hanya diam.
Zaki kembali melangkahkan kakinya ke parkiran kampus mengambil motornya.
__ADS_1
Rena dan Alya masih terlihat bercakap - cakap sambil berjalan pelan menyusuri koridor,,
"Kenapa ya tu si Zaki ngomongnya aneh gitu"
"Gak tau juga,,mungkin kesambet kali"
"Husshh apa sih elo Ren,,ada - ada aja dehh"
"Habis tiba - tiba ngomong gitu,,belum juga lebaran udah mnta maaf aja".
"Ya udah..ayo cepat pulang,,udah laper nehh" Alya berujar.
Saat keluar dari kampus,,dihalaman parkir Rena dan Alya melihat Zaki sedang berbincang dengan Anggi yang kebetulan ada disana..Zaki nampak menyerahkan dua benda pada Anggi,,entah apa itu,, yang dilihat Rena dan Alya hanya warna nya saja satu putih dan satu pink.
Rena dan Alya saling tatap setelah melihat hal itu,lalu masuk ke mobil.
"Elo liatkan Al,,lagi-lagi Zaki berdua-dua sama Anggi,,trus apa ya yang dikasihnya sama Anggi tadi Al" kata Rena.
"Gak tau juga Ren,,gak jelas juga itu apa"
"Ya sudah lah,, ayo kita pulang" ajak Alya
Rena segera melajukan mobilnya menuju rumah masing - masing dengan terlebih dulu nganterin Alya ke rumahnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Di jalan raya menuju rumahnya...
Zaki yang sedang mengendarai motornya tiba - tiba di tabrak dari arah belakang oleh sebuah truk.
Truk itu sesaat akan menyelip Zaki yang ada di depannya,,Zaki membawa lebih ke pinggir motornya,,namun tanpa di duga sebuah lubang di sisi jalan itu menghadang jalurnya,,Zaki tak sempat mengelak,,motor oleng,,Zaki hilang kesimbangan dan jatuh dengan motor menimpa tubuhnya,,helm yang menempel di kepalanya terlepas karena lupa dilock,, kepalanya membentur trotoar dibahu jalan,,Zaki terkapar tak sadarkan diri dengan luka dikepalanya.
Sesaat kemudian Zaki di tolong pengendara lain yang kebetulan melintas,,lalu membawanya ke rumah sakit RSU Rahardjo.
Polisi menghubungi beberapa orang yang ada di ponsel miliknya,
Yang pertama dihubungi polisi adalah Oriel..karena di kontaknya bertuliskan Sayangku.
Beberapa saat kemudian terdengar nada sambung..Oriel menerima telpon itu..
"Hallo beibz"
"Iya Hallo..selamat siang mbak!!"
"Apa mbak mengenal pemilik ponsel ini??"
"Iya,,pemiliknya teman dekat saya
"Ini dengan siapa ya"
"Ohh iya maaf..Kami dari pihak kepolisian,,pemilik ponsel ini baru saja mengalami kecelakaan"
Korban sudah dilarikan ke RSU Rahardjo"
"Baik pak polisi terimakasih"
Oriel memberitahu ketiga sahabatnya jika Zaki kecelakaan..
Dia meminta Abel mengantarkannya ke RSU Rahardjo untuk melihat keadaannya..karena pak Rahmat supirnya sedang mengantarkan Mamahnya ke pasar.
Tak berapa lama Abel datang menjemput Oriel,, setelah pamit pada papahnya Oriel dan Abel berangkat menuju RSU Rahardjo.
Di ruang ICU Zaki belum sadarkan diri,,dia tergolek lemah dengan luka di kepalanya, Oriel hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Zaki,,meski tak bisa melihat, namun ada Abel yang memberitahukan bagaimana kondisi Zaki saat ini.
Oriel menangis,, teringat kembali peristiwa kecelakaan yang di alaminya dulu,, dia tak ingin terjadi sesuatu pada Zaki,, tak henti doa terucap darinya untuk Zaki.
Sesaat Zaki nampak bernafas tak beraturan..Dokter Andi dan para perawat nampak panik..
Berusha menolong Zaki, beberapa menit Zaki berhenti bernafas..detak jantungnya melemah,, Dokter Andi nampak melakukan tindakan dengan alat pemompa jantung,, yang di letakkan di dadanya,,namun tak bisa membantu,,Zaki telah berpulang.
Dokter dan perawat terlihat keluar dari ruang ICU lalu menghampiri Oriel dan Abel disana
"Kamu kan nona Oriel kata Dokter Andi"
"Iya benar Dok...Ada hubungan apa sama pasien??"
"Dia teman dekat saya Dokk,,bagaimana keadaannya??"
"Dengan sangat menyesal saya mengatakan kalo pasien telah meninggal dunia."
"Apaa dokter,,meninggal????"
Oriel jatuh terduduk di lantai depan ruang ICU"
Abel dan dokter Andi membantunya berdiri lalu mendudukannya di bangku yang ada disana.
"Nona Oriel yang sabar ya..kami sudah berusha yang terbaik untuk membantunya namun yang kuasa berkehndak lain." Kata Dokter Andi.
"Baik kami akan menghubungi ayahnya,, untuk memberitahukan kondisi pasien"
Oriel masih terlihat menangis dengan Abel memeluknya..Abel pun smaa menangis karena temannya telah berpulang.
Kabar meninggalnya Zaki tersiar melalui chat wa baik secara pribadi maupun di grup wa teman - teman kampus.
Begitu pun dengan Rena dan Alya yang mendengar kabar duka itu,,mereka tampak bersedih,,kembali teringat pertemuan terakhir mereka tadi siang dengannya..dimana dia sempat meminta maaf..kembali Alya dan Rena berurai air mata mengenangnya,,mereka tak menyangka itu pertemuan terakhir mereka dengan Zaki.
Hal itu terjadi juga pada Anggi,,dia menangis sesenggukan tatkala teringat Zaki yang tadi bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya..
Dia teringat pada dua amplop yang diberikannya tadi pada Anggi sesaat sebelum kecelakaan itu terjadi.
Dibukanya surat beramplop putih itu dan dibacanya.
Sahabatku Anggi"..
"Apa kabarmu?" Semoga baik - baik aja ya..
Anggi..aku hanya ingin pamit..jaga diri ya Gi, ingat jangan cengeng !!
Mungkin ini akan menjadi kata terakhriku untukmu.
Sudah ini waktunya Gi..Aku akan pergi jauh..Meski begitu takkan ada jarak,,tempat atau selang waktu yang dapat mengurangi persahabatan kita.
Gi aku minta tolong berikan surat ini buat Orielku,,dan jika waktunya tiba,,tolong katakan pada Om kamu,,,Dokter Andia jika mataku ini akan ku berikan pada Oriel,,agar aku bisa selalu menjadi mata baginya.
Tolong ya Gi..penuhi keinganan terakhirku ini.
Pergi dulu ya Gi..
Sahabatmu
"Zaki"
Anggi membaca isi surat itu keseluruhan,air mata duka jatuh semakin deras keluar dari kedua matanya.
Dia segera ke RSU,,untuk memberitahukan hal ini pada Om nya Dokter Andi.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit dia bertemu dengan Oriel dan juga ketiga sahabatnya Abel,,Rena dan Alya.
Melihat kedatangan Anggi,,Rena menatap sinis,, Anggi lalu menyapa mereka sebentar,,kemudian berlalu mencari dokter Andi di ruangannya.
Anggi mengetuk ruang kerja dokter Andi.
Tokk..tokk..tokk.
"Masuk." Terdengar sahutan dari dalam"
Anggi lalu masuk..melihat Anggi yang datang dokter Andi terkejut.
"Lohh tumben nyamperin Om,, ada apa Gi??"
"Begini Om,, Anggi mau nyampein amanat dari almarhum Zaki"
"Jadi Zaki yang barusan kecelakaan dan meninggal dunia itu tadi teman kamu??"
"Iya Om,,teman kuliah sekaligus sahabat"
"Ohh begitu..Om trut berduka ya..benturan keras di kepalanya menyebabkan dia mengalami pendarahan otak dan tak bisa tertolong."
"Iya Om..mungkin ini sudah jalanNya untuk membantu Oriel dari matanya yang akan di donorkannya nanti"
Anggi lalu menceritakan semuanya pada Om Andi,,juga surat dari Zaki yang dibaca sendiri oleh dokter Andi.
Setelah mengatakan maksudnya Anggi lalu menemui Oriel dan Ketiga sahabatnya.
Lalu bergabung bersama mereka..
"Oriel..kamu yang sabar dan tabah ya..aku turut berduka atas meninggalnya Zaki" Anggi berujar.
"Makasih Anggi", elo juga sabar ya..karena kamu juga orang yang dekat dengannya" Kata Oriel
"Tapi kedekatanku dengannya hanya sebagai seorang sahabat,,tak lebih..berbeda dengan mu yang punya hubungan special dengannya"
Rena dan yang lainnya terdiam mendengar penuturan Anggi barusan.
Tak berapa lama ponsel Anggi berdering,,dia menerima telpon dari ibunya, lalu pamit pada mereka semua,,dia lupa menyerahkan surat beramplop pink itu pada Oriel.
Oriel dan Ketiga sahabatnya pun pulang dari rumah sakit dan memilih menunggu jenazah di rumah duka saja nantinya.
Tak berapa lama Paman dan Bibinya sampai dirumah sakit setelah mendapat kabar dari kepolisian jika keponakan mereka kecelakaan dan berada di RSU Rahardjo,,namun belum tau jika keponakan mereka telah berpulang.
Mereka lalu menemui Dokter Andi di ruang kerjanya,,
Seorang perawat mengantarkan mereka kesnaa..
Tok..tokk..tokk terdengar ketukan dipintu
"Masuk"
Nampak seorang suster memberitahukan jika Keluarga pasien atas nama Zaki telah datang.
"Persilahkan masuk suster,, ada beberapa hal yang akan saya bicarakn dengan mereka terkait masalah almarhum Zaki."
"Baik Dokter",,kata suster itu seraya mempersilahkan paman dan bibi Zkai masuk.
"Silahkan masuk pak bu kata Suster itu,, lalu berjalan meninggalkan ruangan.
Paman dan bibi almarhum Zaki lalu masuk ke ruangan Dokter Andi,,mereka berbincang disana.
"Permisi Dokter"
"Iya...silahkan duduk Pak Bu"
Jadi anda keluarga pasien atas nama Zaki??"
"Iya Dokk,, katanya keponakan kami kecelakaan, dan dibawa ke rumah sakit ini" kata pamannya Zaki.
"Benar sekali Pak Bu,, namun sangat disayangkan pasien Zaki tak bisa tertolong"
"Maksud dokter apa ??!!"tanya Bibinya
"Sebelumnya kami meminta maaf dengan berat hati kami harus menyampaikan jika pasien Zaki telah meninggal dunia"
Apaaa...Dokter?? Meninggal??
Ya Allah Zakii..
Tangis pecah dari kedua paman dan Bibinya
"Adanya luka dalam,, akibat benturan yang terjadi di kepalanya membuatnya tak bisa bertahan.." dokter Andi berusha menjelaskan.
"Saya harap Paman dan Bibi bisa sabar menerimanya, meski itu tak mudah".
Iya Dokter...mungkin dia lebih bahagia disana bersama kedua orang tua dan kakaknya yang telah lebih dulu berpulang.
"Ada satu hal lagi yang harus saya beritahukan,, jika Zaki sebelum meninggal dunia telah mengamanatkan kalau kedua matanya akan di donorkan untuk orang lain yang memerlukan."
"Dia memang anak yang baik,, sampai di akhir hayatnya pun dia masih memikirkan orang lain"
Baiklah kami setuju saja Dokter jika itu menjadi keinginan terakhir almarhum"
"Baiklah,, kalo begitu kami akan melakukan tindakan operasi pada almarhum segera agar jenazah bisa secepatnya dibawa pulang."
"Iya Dokter silahkan saja"
Kami permisi dulu dokter,, terimaksih atas bantuannya selama ini"
"Sama - sama Pak Bu"
Setengah jam kemudian Dokter Andi nampak memasuki ruang operasi..
Tindakan dilakukan,, operasi pengangkatan kornea mata milik almarhum Zaki telah diberhasil di lakukan dan disimpan di tempat sterilisasi.
Jenazah almarhum Zaki telah disiapkan dan sekarang bersmaa dengan Om dan tantenya di dalam mobil jenazah,,almarhum Zaki di antar ke rumah duka.
Di rumah duka terlihat begitu banyak orang,,beberapa teman almarhum juga tetangga dekat rumahnya,,membantu menyiapkan segala yang diperlukan untuk pemakaman nanti.
Sore ini sehabis ashar almarhum di akan di makamkan di TPU Al Hidayah, pemakaman umum yang letaknya hanya sekitar 300 meter dari rumah duka.
Setelah mengetahui jenazah almarhum tiba di rumah duka,, para pelayat mulai berdatangan,,termasuk para dosen juga teman - teman kampusnya..tak terkecuali Oriel bersmaa ketiga sahabatnya Rena,,Abel dan Alya..
Juga Jenny,, Anggi,,Ridho,,Heri,,Dika dan beberapa teman2 lainnya.
Oriel terlihat sangat sedih saat melihat orang yang disayanginya terbujur kaku, seseorang yang selama 3 bulam terakhir ini hadir dihidupnya,,yang selalu memberinya semangat,,kenapa kamu pergi secepat ini Zaki..kenapa kamu tinggalin aku,, kamu kan sudah janji akan selalu ada dan menjadi mata untukku..batin Oriel..
Kembali bulir- bulir bening itu jatuh membasahi pipinya,, bukan cuma Oriel yang bersedih,,semua teman - teman merasa kehilangan Zaki,, dia cowok yang baik di mata teman - teman satu jurusannya bahkan teman - teman dari jurusan lain banyak yang mengenalnya karena dia orang yang baik dan ringan tangan.
Di kalangan dosen juga dia terkenal sebagai mahasiswa yang smart dan berprestasi,,karena itu dia mendapat beasiswa.
Anggi juga merasa sangat sedih,,dia teringat saat terakhir Zaki bicara padanya dan meminta tolong wakt itu,,yang dengan terang - terangan di tolaknya,,bukan tak ingin menolong hanya saja dia tak ingin Zaki berkorban begitu besar.
Tapi sekarang Anggi tau apa yang menjadi alasannya melakukan itu.
"Semoga Allah membalas kebaikan mu Zak"..doa Anggi untuknya.
__ADS_1