"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 16


__ADS_3

   Sepulang dari rumah sakit Oriel diharuskan banyak istrihat,,untungnya Oriel telah mendapat persetujuan tidak masuk kuliah beberapa waktu sampai kesehatannya pasca operasi pulih.


Hari - hari dilalui Oriel dengan perasaan sepi,,tak ada lagi dering telpon dari sang pujaan yang mengajaknya bercanda di sela2 waktu senggang.


"Zaki...Oriel kangen.."batinnya


Lagi - lagi hanya air mata yang menemani kesendiriannya.


Mungkin jika penglihatannya kembali seperti semula dia takkan merasa sesepi dan sesedih ini..


Andai saja mata ini bisa berfungsi lagi batinnya.


Tak sabar rasanya Oriel menunggu hari itu,, hari dimana perban yang membalut kedua matanya dibuka.


Semoga hasilnya nanti bisa sesuai harapan doa Oriel dalam hati.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


   


      Seminggu pasca operasi transplantasi kornea,,Oriel bersama kedua orang tuanya bersiap menuju RSU Rahardjo..


Hari ini Oriel merasa senang sekaligus tegang begitu juga dengan kedua orang tuanya,, bagaimana tidak,, hari ini perban di kedua matanya akan dibuka.


 


Di rumah sakit,,tepatnya di ruang kontrol Oriel tengah berada di bersmaa dokter Deny,, Dokter specialis mata yang menangani operasi matanya.


Didampingi oleh kedua orang tuanya,,sementara dokter Andi sedang melakukan operasi bedah pada seorang pasien di ruang operasi sehingga dia tak bisa ikut menyaksikan proses itu.


"Bagaimana seminggu ini Riel apa masih berasa pusing dan mual pasca operasi??" Kata dokter Deny


"Gak lagi dokk,, udah kaya biasa ajaa"


"Syukur dehh kalo gitu,,itu artinya tubuh kamu sudah bisa menyesuaikan dengan obat2n yang diberikan kemarin"


Perlahan - lahan Dokter Deny membuka kain kasa penutup kedua mata Oriel,, sambil mengajaknya bicara.


Akhirnya sampai pada bagian terakhir yang menutupi kedua matanya..


Kini penutup mata Oriel telah terlepas keseluruhan,,sekarang hanya tinggal lembaran kapas yang menutup matanya.


Dokter Deny melepaskan perlahan kedua kapas itu,,kedua kelopak mata Oriel nampak tertutup,, Dokter Deny  lalu membersihkan sisa - sisa kapas dengan  air hangat,, seraya mengintruksikan pada Oriel untuk pelan - pelan membuka matanya.


Kedua orang tua dan Oriel nampak harap - harap cemas akan hasilnya akhirnya.


"Coba Oriel buka perlahan kedua matanya" kata Dokter Deny.


"Baik Dokter"

__ADS_1


Dengan perlahan Oriel membuka kedua matanya..sesaat ada cahaya kecil menembus matanya,,meski masih sedikit kabur,,Oriel mengerjap - ngerjapkan matanya,,lalu kembali fokus,, penglihatannya lama- lama semakin terang dan jelas,,satu - satu dilihatnya mereka yang ada di dekatnya..


Sampai pandangannya berhenti pada  seraut wajah cantikk milik sang ibu..


"Mmaah..Oriel bisa melihat lagi"


Alhmdulilaaahh...semua yang berada disana mengucapkan syukur atas keberhasilan ini.


Ppah Oriel sujud syukur,,tanda kesyukurannya pada sang kuasa karena telah membuat anaknya bisa melihat lagi.


Begitu pun dokter Deny dia sangat bahagia atas moment ini,,apalagi saat melihat kedua orang tua Oriel bergantian memeluk anak mereka.


Saat Dokter Deny akan berlalu dari ruangan itu,, Oriel memanggilnya.


Dokter!! Jangan pergi..langkah kaki dokter Deny terhenti karenanya.


Oriel turun dari atas tempat tidurnya lalu mendekatinya.


"Terimakasih atas pertolongannya buat Oriel..semoga Allah membalas kebaikanmu suatu hari nanti"


"Sama - sama Oriel,, sudah menjadi keharusan bagi saya,, dan saya ikut senang akan hasil akhirnya"


"Selamat ya Oriel, kamu bisa melihat lagi"


"Terimaksih Dokter"


Untuk pertama kalinya dokter Deny menatap langsung ke mata Oriel,,dia nampak takjub pada keindahan bentuk mata cewek cantik di depannya ini,, menambah keindahan wajahnya.


 


Namun itu pun segera di tepisnya,,mengingat saat ini Oriel adalah pasiennya,,dan dia sangat menghormati itu.


"Baiklah..saya permisi dulu..


Dokter Deny segera keluar ruangan,, dia nampak berpikir,, setelah sekian lama baru sekarang aku bisa merasakn kembali getaran ini setelah peristiwa menyakitkan itu,,batinnya.


   Oriel benar - benar bahagia hari ini,,senyuman selalu menghiasi wajah cantiknya.


Tak berapa lama terdengar ketukan di pintu ruang kontrol tempat Dokter Deny tadi melakukan tindakan ringan saat melepaskan perban dari mata Oriel.


Ternyata ketiga sahabatnya Abel,,Rena dan Alya.


Melihat ketiganya yang datang timbul rencana Oriel untuk menjahili mereka.


"Siang Om Tante" kata mereka.


"Siang juga kalian"


"Bagaimana kondisi loe Riel?? Trus gimana mata loe setelah dilepas perbannya?" Kata Rena

__ADS_1


"Loe udah bisa ngelihat lagi kan Riel??"


Oriel hanya diam,,sengaja memasang tampang sedih di depan ketiganya.


"Bagaimana Riel..loe bisa liat kita bertiga kan sekarang??" Alya berujar.


"Riel...Oriel..jawab dong kata Rena mendesaknya.


Mama dan ppahnya Oriel sedari tadi mencoba menahan tawa karena mereka tau jika sekarang Oriel tengah mengerjai ketiganya.


"Riel..Elo udah bisa ngeliat kan??"kata Abel


Tetap tak ada jawaban darinya..


kemudian ketiga sahabatnya nampak menunduk dan terisak mereka mengira operasi Oriel gagal lagi seperti dulu..


"Yang sabar ya Riel..jangan sedih..semoga nanti ada donor mata yang tepat untukmu" kata Alya


Tiba - tiba Oriel berkata yang mengejutkan mereka..


"Iya gue teramat sabar menahan tawa saat ngeliat kalian berair mata..Isshhh cantikk - cantik koq mewek.."😛😛


"Ja..jadi Loe udah bisa ngeliat Riel??" Kata Abel


"Kalo iya kenapa emang?""


"OriieeeeeLLLLLLLLL jadi dari tadi loe acting,, ngefrank kita gitu..benar - benar ya loe Riel..."Rena tak terima Oriel berhasil mengerjainya juga Abel dan Alya.


Lalu ketiganya menghambur ke arah Oriel mereka berpelukan dan tertawa bahagia..


Ppah dan mmaah yang menahan tawa pun akhirnya ikut tertawa lepas.


Ketika sedang asik seru - seruan bersama ketiga sahabatnya kembali terdengar ketukan di pintu,,ppah lalu membukakan pintu ternyata dokter Andi ditemani dokter Deny yang berkunjung.


"Wahhh..rame sekali ya.." kata dokter Andi senang.


"Dokter terimaksih atas pertolongannya buat Oriel,,semoga Allah membalas kebaikan anda" kata Oriel


"Aamiin, saya turut senang mendengar cerita dokter Deny tadi,, kalau sekarang kamu sudah bisa melihat lagi"


Sesaat tatap mata Oriel bertemu dengan dokter Deny,, lagi - lagi Dokter Deny merasakan hal berbeda,, seperti ada sesuatu yang membuat jantungnya berdetak kencang.


Segera dia melemparkan pandangannya ke arah lain.


"Oriel..3 hari lagi kamu harus kontrol kembali kemari untuk memeriksakan matamu kata Dokter Deny.


"Baik Dokter.."


"Karena pemeriksaan hari ini selesai,,Oriel sudah boleh pulang dan ini obat untuk tiga hari ke depan lengkap dengan obat tetes matanya juga pereda nyeri" kata Dokter Deny lagi.

__ADS_1


"Iya Dokter,, terimakasih"


Setelah berpamitan kami pun pulang kerumah masing - masing.


__ADS_2