"Ketika Cinta Bicara"

"Ketika Cinta Bicara"
EPISODE 8


__ADS_3

Di VIP class RSU Rahardjo....


Oriel diam termangu,,kepikiran pada matanya yang tak dapat melihat,, semburat kesedihan tergambar jelas di wajah cantikknya.


Begitu pun halnya dengan mmah dan ppahnya yang sedih memikirkan nasib anak kesayangan mereka.


Tak berapa lama pintu di ketuk,,terlihat Abel, Rena dan Alya yang datang berkunjung, mereka membawakn buah - buahan juga beberapa roti dan kue - kue untuk Oriel dan orang tuanya.


"Ni tante,,buahan2 sma roti" kata Abel seraya menyerahkan dua kantong kresek pada tante Maya.


"Mksih ya Abel,,Rena,Alya"maaf jadi merepotkan kalian.


"Gakk lah tante..kami sama sekali gak merasa direpotkan" kata mereka


Selagi asik bicara kembali terdengar ketukan di pintu,,Rena segera membukakan pintu ternyata Dokter Andi bersama dua perawatnya,,


Om Bagas dan tante Maya lalu mempersilahkan masuk.


"Kami mau memberitahukan jika test lanjutan Oriel telah keluar,, setelah saya pelajari dengan seksama..Maaf sebelumnya dengan berat hati saya harus mengatakan jika nakk Oriel mengalami intraocular foreign body..adanya luka yang dalam akibat tertancapnya benda asing dibagian kornea mata,,yang menyebabkan kornea mata menjadi rusak dalam hal ini disbebakan terkena pecahan kaca,,sehingga mata mengalami Dis fungsional,,atau lebih sering di dengar dengan mengalami kebutaan."


"Apaaa Dokterr???? Anakk saya buta??" Itu tidak mungkin Dokter" kata Om Bagas.


Tante Maya kembali terisak setelah mendengar perkataan Dokter Andi..


Apalagi Oriel sendiri,,kembali dia berteriak histeris,,merasa terpukul mendapatkan berita itu.


Oriel gak mau buta!!!! Gak mau mahh pahh tersedu- sedu dia menangiss..ketiga sahabatnya itu pun ikut menangis karenanya.


Namun itulah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh seorang Oriel yang harus kehilangan penglihatannya di usia muda.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Hari ini di kampus,,Abel Rena dan Alya seperti kehilangan keceriaan mereka..setelah melihat sendiri apa yang terjadi pada Oriel.


Dan Zaki selalu saja penasaran menanti kabar terbaru tentang Oriel.

__ADS_1


Ingin rasanya dia menanyakan hal itu pada ketiganya namun lagi - lagi dia gak sanggup untuk bertanya.


Lalu memilih diam,berkutat dengan buku yang selalu ada ditangannya,,


Sebuah buku pelajaran namun dengan imajinasinya berhasil menggambarkan kesempurnaan wajah Oriel yang menghiasi setiap lembar demi lembar halamannya.


Oriel..Oriel..sampai kapan wajah cantikmu mengganggu pandanganku,,sehingga saat buku ini ku baca saja kau selalu ada..gumam Zaki dalam hati.


     4 hari di rawat di RSU Rahardjo,,Oriel diperbolehkan pulang,,


Sebuah tongkat telah tersedia di sebelah tempat tidurnya..tongkat yang akan membantu Oriel berjalan.


"Terimakasih dokk sudah merawat anak kami,, jasa Dokter takkan kami lupakan" kata Om Bagas


"Sama2 Pak Bagas"


Nakk Oriel tak perlu cemas..nanti jika sudah menenmukan donor mata yang cocok kita kembali akan melakukan operasi pengcangkokan agar nakk Oriel bisa melihat lagi"


Karena belum ada pendonor harap nakk Oriel sabar menunggu."


"Iya Dokter..meski itu gak mudah bagi saya."


"Baik Dokk,, sekali lagi terimakasih" kata Ppah dan mamah Oriel


"Oriel turun dari tempat tidurnya dengan dibantu oleh mmahnya,,


Mencoba menggunakan tongkat,,,meski sedikit sulit..namun dengan tongkat bisa mempermudah pergerakannya.


Hampir saja Oriel jatuh saat pertama kali berjalan untung segera di tangkap oleh ppahnya.


"Pelan - pelan aja dulu nakk"


"Iya pahh"


"Lama - lama juga akan terbiasa" kata Dokter Andi

__ADS_1


Kami pun menuju ke arah pintu,,dan sesaat setelah pintu dibuka,,ketiga sahabatnya nampak berdiri di depan sana.


"Oriel sudah di perbolehkan pulang ya??" Tanya Abel.


"Iya Bel" kata Oriel pelan tak bersemangat.


"Sykur dehh,, kata Abel lagi..


Oriel hanya diam sibuk dengan pikirannya sendiri dan ketiga sahabatnya memaklumi itu.


Sini tante biar Rena yang bawakan tasnya,,seraya membantu mengangkat dan membawanya ke mobil.


Begitu pun dengan Abel dan Alya mereka terlihat membawa beberapa barang lainnya milik Oriel.


Kami segera ke areal parkir,,masuk ke mobil masing-masing,lalu berangkat menuju kediaman Oriel.


     Pasca kepulangannya dari rumah sakit, Oriel sering terlihat sedih,, selalu murung sangat berbeda dengan Oriel yang dulu ceria.


Hari2 pun berlalu,,Oriel sudah mulai terbiasa dengan keadaan rumahnya setelah kebutaan yang di alaminya.


Saat ini dia sedang berjalan menuju garasi,,teringat pada mobil balap kesayangannya "BlackPink"


Namun dia tak bisa lagi melihatnya,,hanya bisa mengusap lembut sisi - sisinya saja.


Bulir bening menetes di kedua matanya,,tante Maya yang melihatnya pun tanpa sadar ikut berair mata.


Satu jam sudah Oriel berada di dekat mobil kesayangannya itu,, kembali dia teringat pada Yellow yang kini hanya tinggal kenangan.


Hadiah dari sang ayah di hari ulang tahunnya dulu kini harus direlakannya hancur lebur pada kecelakaan itu.


"Maafkan Oriel pahh yang tak bisa menjaga pemberian papah dengan baik" batin Oriel.


Kembali air mata menetes di pipinya.


Oriel kembali ke kamarnya,, yang dulu berada di lantai dua kini sudah dipindahkan ke lantai dasar, untuk mempermudah Oriel karena sekarang keadaan Oriel tak seperti dulu..yang dengan mudah berlari naik turun tangga kini berjalan saja harus menggunakan bantuan tongkat.

__ADS_1


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


  Tak terasa seminggu sudah berlalu pasca kecelakaan itu,,hari - hari Oriel lalui dengan perasaan terpuruk,, kesedihan seolah jadi teman setianya.


__ADS_2