
Pak Bagas nampak bingung,,dia berjalan mondar- mandir, sebentar duduk,,sebntar berdiri,,seolah ada masalah yang sedang dipikirkannya.
Dia tidak menyadari,,jika istrinya sudah mengamatinya dari tadi.
"Apa sih ppah ini dari tadi koq mondar mandir gak keruan gitu"
Pak Bagas masih diam sepertinya tak mendengar karena asik dengan pikirannya sendiri.
"Pahh..Papaaah..panggil tante Maya agak sedikit nyaring."
"I-iya mahh ada apa??"
"Harusnya mmah yang nanya gitu,,ppaah itu kenapa sih koq dari tadi mondar mandir melulu,,pusing mmaah liatnya".
"Ppah sedang ada yang dipikirin mah"
"Lohh apa itu pahh,,masalah kerjaan??"
"Bukan mahh.."
"Laluu??"
"Mmaah masih ingat kan dulu ppah pernah cerita tentang masa lalu ppah.."
"Iya pahh,,kenapa emangnya??"
"Kemarin waktu jemput Oriel di desa Kaliasih,,ppah tak sengaja bertemu dengan pria tua yang akan terjatuh karena tongkat yang membantunya berjalan terlepas,,ppah menolongnya dengan membantunya mengambilkan tongkat miliknya,dan itu ternyata ayah mertua papah dulu..papah antarkan dia kerumahnya,,ppah menanyakan bagaimana anak ppah yang dititipkan dulu padanya,,katanya dia sudah tumbuh menjadi pria dewasa,yang mapan..usut punya usut ternyata dia adalah Raihan asisten ppah selama ini,,ppah mengenalinya lewat foto yang terpajang di dinding kamarnya ditambah keterangan dari ayah mertua jika dia sekarang bekerja di sebuah perusahan di Malaysia."
"Ohh jadi itu yang buat ppah kepikiran??"
"Iyaa mahh,,ppah ingin sekali Raihan tau jika ppah adalah orang tua kandungnya,,tapi ppah takut jika dia tidak bisa menerima alasan papah yang meninggalkannya sejak kecil."
Padahal mmah tau sendiri kan jika ppah selalu mencarinya dari semenjak ppah mulai sukses dengan kerjaan dan bisnis ppah dan selama itu juga tak pernah bertemu,,setiap kali ppah bertanya pada ayah mertua tentang keberadaannya,beliau selalu merahasiaknnya dan bilang dia ada ditempat yang aman,,karena hal itu papah memilih fokus pada bisnis papah di Malaysia.."
"Mungkin ini cara Allah mendekatkan kalian lagi,,meski melalui jalan berliku dan pengorbanan yang besar,,agar kalian lebih mengerti dan menghargai arti kasih sayang dan kebersamaan."kata mmah.
"Apa mmah tak keberatan jika suatu saat nanti ppah membawanya kembali kepelukan ppah,,dan bersama-sama kita tinggal disini."
"Mmah sama sekali tak keberatan karena ppah dari awal sudah jujur dan terbuka sama mmah tentang masa lalu papah..justru mmah senang bisa punya anak laki-laki dan juga Oriel bisa lebih mengenal kakaknya."
"Terimakasih mahh,, ppah memang beruntung memiliki istri seperti mmah yang sholehah dan penyayang"
"Ppah kalo ngegombal bisa ajaa"
"Ppah gak sedang ngegombal mahh,,tapi inilah kenyataannya"
"Maksih pahh,,mmah juga beruntung punya suami yang sholeh, penyayang dan pengertian"
"Tapi mahh bagaimana ppah menjelaskan tentang Raihan pada Oriel?? Apa dia akan menerima,sedangkan yang dia tau dia anak tunggal"
"Bilang ajaa terus terang pahh,,buat dia akan mengerti alasan ppah melakukan itu,,dia pasti bisa menerima."
"Ingat pahh..jangan pesimis sebelum mencoba"
"Iya mahh, sekali lagi makasih sudah nenangin ppah"
"Rencananya besok ppah akan mengatakan tentang Raihan pada Oriel,,agar nanti jika ppah ajak Raihan tinggal disini dia tidak kaget lagi"
"Iya sayang"
"Sama-sama ppah..sudah sekarang ppah tidur sudah larut malam nehh"
Lampu kamar dimatikan,,pak Bagas lalu tidur dengan memeluk sang istri bersama menuju alam mimpi.
Pagi ini diruang tengah selesai sarapan,,pak Bagas melihat hari ini sepertinya mood Oriel sedang baik,,dia lagi happy sedari tadi tak henti bersenandung dan nampak ceria,,bagaimana tidak,,sang kekasih dokter Raihan akan mengajaknya jalan - jalan nanti sore sepulang dari Rs.
Pak Bagas yang melihat situasi itu berinisiatif mengajak Oriel bicara tentang saudara laki-lakinya,meski bukan dari ibu yang sama.
"Riel,,duduk sini sebentar,,ppah mau bicara"
"Bicara tentang apa pahh,,sepertinya ciyus sekali"
"Sedikit sihh.."
"Apa itu pahh??"
"Dengerin ppah baik-baik ya Riel,,
Sebenarnya Oriel itu punya saudara laki-laki."
__ADS_1
"Lohh koq bisa,,bukankah selama ini Oriel anak satu-satunya ppah dan mamah"
"Sebenarnya ppah punya anak laki-laki dari"
Belum habis perkataan ppahnya Oriel langsung menvonis jika ppahnya telah selingkuh dan punya anak dari wanita lain.
"Dari..selingkuhan ppah ya"
Kenapa ppah selingkuh??! Ppah tau itu menyakiti mmah pahh"
Oriel gak nyangka ppah setega itu sama mmah"
"Tunggu dulu Riel..kamu salah paham..dengerin dulu penjelasan ppah"
"Ppaah jahatt!!! Ppah udah nyakitin mmah!! Oriel benci ppah!!"
"Oriel!!! Jaga mulut kamu kalau bicara"..bentak mmahnya yang baru datang dari arah dapur
"Mmah apaan sihh,,sudah tau ppah bersalah masih dibelain juga,,ppah itu udah selingkuh mahh"
"Oriell!!" Ppah mu itu tak pernah selingkuh,,dia suami yang setia..kamu telah salah menilai ppah"
"Dimana salahnya Oriel mahh??! Barusan ppah sendiri yang bilang jika ppah punya anak lain selain Oriel,lalu apa namanya jika bukan selingkuh??"
"Makanya kalau kamu mau tau penjelasannya dengerin dulu ppahmu bicara,,jangan di potong kata-katanya"
Oriel diam nampak memahami perkataan mmahnya barusan.
"Oriel..ppah minta dengerin ppah bicara,,tolong jangan dipotong dan disimak baik-baik penjelasan ppah"
"Okkey,, Oriel akan mendengarkan"
"Sebelum sama mmah,,ppah sudah pernah menikah,,meski ayah mertua tidak merestui hubungan kami,,kami tetap menikah,,dari pernikahan itu lahirlah putra pertama kami,,namun baru satu tahun usianya,,istri pertama ppah meninggal karena kecelakaan,,karena saat itu ppah belum bekerja,,anak ppah diserahkan pengasuhannya pada ayah mertua ppah,,sejak saat itu kami terpisah,,tak pernah lagi bertemu hingga dia dewasa,,setelah sukses ppah mencarinya ke rumah ayah mertua tapi setiap kali papah datang dan menanyakan tentangnya,,ayah mertua selalu bilang dia ada di tempat yang aman,, beliau merahasiakn keberadaannya,,beliau takut ayah akan membawanya pergi darinya.
"Semoga urusan ppah nanti berjalan lancar"
Yang di aamiinkan oleh kami semua.
Aku dan mmah sedang bersiap,,karena sebentar lagi akan mengantar ppah ke Bandara,,seperti kata ppah kemarin jika hari ini akan berangkat ke Malaysia untuk menyelesaikan urusan bisnis juga urusan beliau dengan Raihan.
Aku dan mmah melepas kepergian ppah dengan pelukan..
"Iya pahh,,ppah gak perlu cemas kami akan baik-baik saja" kataku
"Pahh..nanti kalau sudah sampai disana hubungin ya biar mmah gak cemas"
"Pasti mmah sayang"
Pamit ppah bberapa saat sebelum boarding..
"Pahh.."
"Iyaa nakk"
"Semangatt!!"
"Pasti sayang"
Ppah lalu melangkahkan kakinya memasuki pesawat yang kembali akan membawanya ke negeri Jiran.
Setelah keberangkatan sang ppah,,Oriel dan mmahnya kembali pulang.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
2 jam di dalam pesawat sedikit membuat pak Bagas merasa pusing,,dari Bandara dia langsung menuju ke apartemennya,untuk istirhat.
Sesampainya di apartemen pak Bagas lalu segera beristirahat untuk melepas penat dan meminum obat pereda pusing lalu mencoba tidur setelah menghubungi sang istri untuk memberitahukan jika sudah sampai.
Sesaat kemudian pak Bagas nampak terlelap.
Dia terbangun saat menjelang sore,,
Dengan kondisi lebih fresh sehabis mandi..
Saat pak Bagas sedang bersantai menonton tayangan televisi,,ponselnya berdering,,Raihan menelpon..
"Sore pak Bagas.."
"Sore Han,,
__ADS_1
"Besok ada meeting dengan klien,,Pak Bagas harus hadir karena ini proyek besar untuk kita,,saya berharap perusahaan kita yang akan memenangkan tender itu"
"Tenang Raihan saya sudah disini,pagi tadi berangkat."
"Ohh syukurlah kalau begitu pak"
"Han,,nanti malam temui saya di apartemen ya,,ada hal penting yang ingin saya bicarakan"
"Baik pak"
"Nanti malam saya kesana"
"Okkey"
Telpon pun berakhir.
Malam ini di apartemen pak Bagas..
Raihan nampak diam seribu bahasa,,dia nampak bingung setelah pak Bagas mengatakan semuanya.
Karena dia tak menyangka jika Pak Bagas adalah ayah kandungnya.
"Maafkan ppah Raihan,,selama ini ppah tidak tau jika kamu adalah putra ppah dari istri pertama ppah Wulan anak pak Sukma"
"Iya itu karena kamu dari kecil membuangku,,tak perduli padaku"
Sedari kecil aku hidup hanya bersama kakek dan nenek,,mereka juga tak pernah menceritakan dengan detail tentang mu padaku".
Andai kamu tak membuangku,,semua ini takkan terjadi", yang pasti aku tak kehilangan kasih sayang seorang ayah."
"Ppah minta maaf Raihan,, ppah punya alasan untuk itu dan ppah sedikit pun tak bermaksud meninggalkan mu, waktu itu ppah belum sesukses sekarang,,untuk makan aja susah,ppah hanya bekerja serabutan,,ikut diperkebunan milik kakek mu hanya bertahan sebentar karena ppah merasa tak berbakat berkebun,,sepeninggal mmah mu dalam kecelakaan itu,,membuat ppah semakin terpuruk,,salah satunya jalan ppah memilih pergi dari desa Kaliasih,, karena ppah yang belum punya kerjaan tetap,akhirnya pengasuhan mu di ambil oleh kakek dan nenekmu,,lalu ppah pergi ke kota ,,selama beberapa tahun ppah ikut bekerja di perusahaan garmen,,dibagian marketing,,ppah banyak belajar dari Boss ppah cara mengelola bisnis dan perusahaan.
Ppah di pertemukan dengan tante Maya istri ppah yang sekarang,,kami menikah dan setahun kemudian lahir Oriel.
Dengan perjuangan yang berliku ppah mengelola bisnis demi bisnis hingga sukses seperti sekarang..
Dan saat ppah menjemputmu ke desa Kaliasih,,kakekmu mengatakan jika kamu baik-baik saja dan beliau merahasiakn keberadaanmu dengan alasaan takut ppah akan membawamu pergi jauh darinya.
Sejak saat itu ppah lalu mengembangkan usaha ppah hingga sampai di negeri ini.
Ppah ingin kamu bisa mengerti keadaan ppah saat itu yang dengan terpaksa meninggalkanmu karena ppah belum punya penghasilan,,dan jika ppah memaksa membawa mu bersama ppah,,bagaimana ppah memberi mu makan sementara ppah sendiri hidup luntang lantung di kota dengan pekerjaan serabutan,,kadang ada kadang tak ada juga tak ada tempat tinggal,,ppah tidur berpindah-pindah tempat,,terkadang tidur di emperan toko,,atau di kolong Jembatan dengan beralasakn kardus,,ppah selayaknya gembel saat itu meski begitu ppah tak pernah meminta-minta.
Ppah benar-benar bekerja keras kadang-kadang menjadi buruh angkut,,pernah juga ppah bekerja sebagai pelayan di sebuah warung makan,,dan ketika itu pula ppah bertemu dengan seorang pengusaha kaya,,yang ppah tolong saat keserempet motor sewaktu akan menyeberang menuju ke mobilnya yang terparkir di seberang jalan,, dia terkesan dengan perjuangan ppah yang tak pernah berputus asa menghadapi hidup,,dia memberi ppah beberapa gepok uang tunai,,katanya sebagai modal usaha,,mungkin itu cara Tuhan mengubah hidup ppah,,dan memang itulah awal perubahan dalam hidup ppah,, ppah membuka resto kecil -kecilan di pinggiran kota,,karena ketekunan ppah dan keinginan untuk membuktikan diri jika ppah mampu menjadi sukses,, ppah terus berusaha mengembangkan usaha ppah itu sampai menjadi sebesar sekarang,,Resto kecil itu menjadi resto mewah dan elite saat ini dan dikenal Resto Malibu hingga sekarang.
Kembali ppah melebarkan kerajaan bisnis ppah dengan mendirikan sebuah perusahaan eksport import,,yang awalnya hanya coba-coba namun ppah berhasil hingga memiliki bebeberapa perushaan lainnya hingga sekarang.
Dan saat ppah akan menemui pengusaha kaya yang sudah memberikan uangnya pada ppah untuk mengucapkan terimakasih padanya tapi beliau sudah meninggal kata anaknya yang ppah temui di kediamannya waktu itu.
Begitulah cerita hidup ppah selama ini dan alasan kenapa ppah meninggalkan mu sama kakek dan nenek kala itu."
Raihan nampak serius menyimak cerita ppahnya,,tanpa sadar dia berairmata.
"Nakk..mau kah kamu memaafkan ppah mu ini??"
Lama Raihan terdiam,,lalu tanpa di duga dia memeluk pak Bagas.
"Raihan sudah memaafkan ppah,,maafkan Raihan pahh yang menduga yang tidak-tidak sama ppah"
"Alhamdulilaah ya Allah,,Engkau izinkan hamba bisa bertemu dan bersama anak hamba lagi"
"Mau kah kamu menerima ppah mu ini nakk?"
"Tentu saja Pahh,,Ray sudah dari dulu menginginkan kasih sayang seorang ayah,,jadi tak ada alasan untuk Ray menolaknya."
"Alhmdulilaah..terimakasih nakk"
Besok kita kembali ke Jakarta,,ppah akan mengenalkan mu dengan mmah sambungmu juga adik perempuan mu Oriel,, mereka sudah tak sabar ingin bertemu dan mengenalmu lebih dekat."
"Baiklah Pahh,,tapi bagaimana dengan perusahaan,,siapa yang akan bertanggung jawab saat kita tak ada?"
"Tenang saja nakk,, masih ada Dava yang akan ppah serahi tugas untuk menghandle semuanya."
"Okkey lah kalau begitu,,Ray setuju"
Sekarang ppah akan mengajakmu ke sebuah resto di dekat perempatan jalan besar ini,kita makan malam disana.
Karena keasikan berbincang tak terasa sore sudah beranjak malam,, mereka lalu pergi ke resto terdekat untuk makan malam bersama antara ayah dan anak bukan lagi antara CEO dan asistennya.
__ADS_1