1+1: Useless

1+1: Useless
Chapter 11 - Hero.


__ADS_3

°


Seberapa bagusnya jika semua itu hanya mimpi, bagaikan kembali pada hal yang tak terlupakan?


 Hero  adalah istilah penyebutan 'Pahlawan' dalam bahasa 'Asing' meskipun begitu, banyak Manusia bertingkah layaknya Pahlawan.


Genre Pahlawan hanya akan menjadi genre cerita Shounen bertemakan Hero, dengan skema ini, anak muda mulai menyukai ke-Shounen-an yang khas.


"Mulai sekarang, ini adalah bagianku, aku akan bertarung dengan segenap kemampuanku!!" ucap seorang Pria bertopeng lengkap dengan kostum di belakangnya seperti metode penambahan sayap untuk digunakan terbang.


"Pahlawan adalah jalan keadilan...."


Ending dan akhiran selalu bisa di tebak, Pahlawan akan selalu menang dan penjahat akan selalu kalah, tapi ada kejadian langka, tingkat obsesinya kepada penjahat.


Karena, orang aneh ini, seperti memiliki kelainan dia menyukai Pahlawan tapi juga mengapresiasikan Penjahat.


`Kekalahan, tidak bisa terhindarkan, haruskah aku memanggil bantuan?' ucapan itu terdengar penuh tanda tanya, bahkan sekarangpun ini menuai banyak misteri.


"Ayo, untuk kali ini, menanglah!! Darksiegfried!!" teriak Anak tersebut.


Darksiegfriend begitu perkasa, kegelapan menyelimuti, bahkan hingga sekarang Pahlawan itu sudah babak belur.


"Darksiegfried, bahkan dimanapun kejahatan itu ada, akan selalu ada kebaikan menyertainya... Darksiegfried... jadilah Pahlawan!!" teriak Hero, Relaxa-Man.


Ada satu narasi yang selalu menghubungkan ke akhiran, dimana hal ini mencakup bagaimana Penjahat akan selalu kalah melawan Pahlawan, tetapi...


"Apakah harus ada Plot Armor lagi?!! ayolah Pahlawan kalah!!! Penjahat sekali saja menang, tidak apa-apa kan!!?" teriak sang Penonton Televisi.


Darksiegfried hanya tersenyum, dan kemudian menoleh kepada sang Relaxa-man.


"Pahlawan ataupun Bukan, Keadilan memanglah keadilan, lalu mengapa Manusia menyengsarakan Manusia yang lainnya? meskipun mereka menyukai keadilan... bukankah mengejek satu orang sama saja tidak adil?" Darksiegfried menolak ajakan sang Relaxa-man, kemudian dia ingin melancarkan satu serangan terakhir..


"Kematian yang sangat indah, adalah penuh ledakan..."


Akhir ending film itu memperlihatkan Kejahatan tetap bisa menang meskipun Kebaikan presentasinya 99,99%


"K-keren...." untuk pertama kalinya, Pria ini menyaksikan Film terbaik dengan Ending tanpa Plot Armor yang jelas, dimana baik Kejahatan ataupun Keadilan, sama-sama berakhir, bertarung dengan idealisme mereka sendiri.


Beberapa Tahun Kemudian.


"Namaku Sergey Milekovic, aku tidak menyukai Pahlawan, tapi aku menyukai Penjahat...."


~ Zaman ini, adalah Zaman para Manusia memiliki sebuah kemampuan spesial yang disebut 'Kosei' atau bisa saja disebut 'Quirk'

__ADS_1


Kosei ini berasal dari Gen orang tua mereka, meskipun sebenarnya itu tidak bisa menjamin orang yang memiliki orangtua berbakat memilki Kosei juga.


Hal ini juga yang berdampak pada Sergey Milekovic yang tidak memiliki Quirk tapi dibully.


Akhirnya...


"Woy, kenapa malah mirip istilah Boku no Hero, nanti bakalan kena kasus plagiarisme, astaga kemunculanku harusnya sedikit keren, ini malah kayak Midoriya Izuku!!" teriak Milekovic.


Abaikan bagian barusan, itu masih behind the scene untuk memulai pengarangan sinopis arc.


~


Takdir Manusia memang banyak hal, mulai kepengen jadi Penjahat dan mengalahkan Pahlawan.


Sebenarnya dalam sirkus ini tidak ada Penjahat atau Pahlawan, karena kedua kubu ini memiliki pikiran yang tak jauh berbeda, disatu sisi Pahlawan menganggap kejahatan adalah Musuh, sedangkan Musuh yang dianggap menganggap Pahlawan adalah Musuh juga.


Akhirnya idealisme ini menjadi dua sisi yang bertentangan meskipun sebenarnya sama saja, mereka ingin menang.


Penjahat dan Pahlawan, adalah sama saja Manusia, yang membedakannya adalah batasnya orang baik dan orang jahat.


"Milekovic si Sampah is back!!" teriak anak-anak kampus.


"Lihat dia sampah, ga ada Quirk wkwkkw!!"


Mereka menganggap mereka baik, meskipun sisi Jahat mereka ada di dalam diri mereka sendiri, seperti membully seseorang adalah bagian dari jahat itu sendiri.


Namun, apakah hanya pengguna 'Kosei' saja yang memiliki kemampuan spesial?


Tidak...


"Apaan nih?" Milekovic akhirnya mendapatkan satu buah yang berbentuk aneh, mungkin tampak aneh tapi mirip apel, warna merah yang khas tapi tidak melambangkan aroma yang aneh.


Ini adalah keanehan, dimana sirkus penemuan sesuatu akan menjadi heboh sedikit tapi ini tidak heboh karena hanya dia yang menemukannya.


Akankah dia ingin memakannya?


Dia melihat dengan seksama, dan lalu membayangkan dia memakan hal ini kemudian mendapatkan kemampuan super yang tak terduga?


Dia masih memikirkan langkah apa yang akan ia putuskan, keputusan akhir untuk melaksanakan kewajiban menelan buah tersebut.


Tapi dia memikirkan sisi negatif lainnya, pikiran yang tak perlu.. "Mengapa Manusia ada yang baik, tapi begitu kejam memakan daging? atau bahkan buah-buahan yang ingin hidup bebas di alam, mereka mengomsumsinya?"


Pemikiran rumit yang serba rumit, tapi akankah dia akan memakan makanan yang dia temukan ini, kurasa bahkan sekarangpun dia masih memperhatikan lekuk buah tersebut.

__ADS_1


Darimana ia berasal, mau mencari siapa, dan namanya siapa? ada pin BB-nya? tapi ini bukan Manusia, jangan memikirkan hal begituan.


Perutnya mulai berbunyi menandakan bahwa dia lapar, nampak sekilas kemudian dia berlari menuju tempat yang bisa disebut surga.


Karena tempatmu pulang adalah tempat dimana kamu serasa di surga dan bebas tidur seharian.


Hanya membutuhkan 15 menit kenudian, akhirnya dia sampai di tempat yang lebih indah daripada mendengarkan ocehan rumus.


Dia kemudian memperhatikan buah itu lagi, dengan sekejap kemudian dia mencuci buah tersebut.


Nampaknya dia ingin memakan makanan ini dan tekadnya sudah menggebu-gebu tak tertahankan.


Akankah, aku akan mendapatkan kemampuan? batinnya berfikiran begitu, namun dia berguman "Apakah genre Super Power akan menjadi kenyataan di cerita ini?"


Pisau mulai membelah bagian eksotis sang buah, tidak memancarkan darah dan bahkan suara tangisan kesakitan tidak ada, apakah buah itu adalah Masokis sejati?


Sampai bahkanpun rasa sakit tak terasa seperti suaranya redam.


Happp//


Satu gigitan sudah tergigit, apakah yang akan terjadi, belum terjadi apa-apa, sampai sekarangpun belum terjadi apa-apa.


Happ


Happ


Happ


Happ


Happ.


Tak terasa buah itu habis, dan tak menyisakan tanda bahwa buah tersebut pernah berada di sini.


Mengapa Manusia setega itu memakan tubuh Buah sampai habis?


"Enak gan...." balas Milekovic.


Ternyata, itu memang buah biasa saja, mana ada genre Super Power, kebanyakan ngehalu bakalan jadi Chunnibyou woy!!


~ Hero ~ the end..


B E R S A M B U N G

__ADS_1


__ADS_2