
"Hoh, kalian berdua akan berusaha semaksimal mungkin menyajikan mie pedas kepadaku???!! Okeh mari kulihat seberapa pedas mie buatan kalian berdua..." ucap Chilestasia si Pecinta makanan pedas.
Sementara itu berada di sisi teluk yang berbeda, Laps sedang berjualan cabai dan sambal-sambal yang berada di botol, "Ibu-Ibu Bapak-Bapak siapa yang mau beli sambal bilang-bilang aku, karena aku banyak sambal yang belum laku-laku..." teriak si Laps, bukan berteriak singkatnya seperti melodi suara orang yang menawarkan produk sembari bernyanyi.
"Kerja lembur bagai kuda, sampai lupa masak makanan pedas.. sungguh hati terasa dingin... niat hati nak coba adrenalin pedas, tapi sekarang ga bisa coba-coba.." ucap seorang Bapak, sebut saja bapak Philip. Nama yang keren untuk sang pedagang bakso. "Mas, beli dua kilo saja... boleh?"
"Oh tentu saja..." balas sang Laps, karena pelanggan mau beli seberapa sedikit atau banyak pun tetap akan di layani.
"Lihat dia Nicki-oniichan, Laps-san, ano Laps-san itu, dia bisa kaya mendadak karena strategi jualannya sudah sangat mantap di tengah krisis-krisis yang terjadi." ucap sang Nicko.
"Hey, Nicko-kun, kamu tidak boleh ngomong gitu, nanti kena skakmat, 'Iri Bilang Boss', nanti kamunya juga yang malu yekan.." balas Nicki.
Nicki dan Nicko mereka memang berniat belanja cabai disini, sementara itu saat mereka berbicara, rombongan Emak-Emak mengarah kearea sini...
"Laps-san, Emak-emak berdaster is here!!" Teriak Bossun.
"Huh?"
"Gawat.. Emak-Emak Berdaster adalah musuh alamiku!!!" ucap Laps yang terkaget-kaget, kemudian dia membuka aplikasi yang mendadak muncul iklan duluan.
'Nanti kau terkaget-kaget.... nanti kau terkaget-kaget.'
"Njirr, ini ajah masih terkaget-kaget, dan aku kaget lihat iklan Heigo disini!!! Astaga!!" teriak Laps.
"Laps-san, kau membutuhkan pertolongan?" tanya sang Nicki, "Aku bisa membantumu, asal berikan aku beberapa sambal secara free..." sambung si Nicki menawarkan bisnis.
"This is Marathons!!! Ikuzo emak-emak, kita akan habiskan cabai!!!!"
"Niichan, mereka mendekat!!!"
Karena Laps menolak bisnis dan tawaran dari seorang Nicki, akhirnya Nicki tidak melakukan apa-apa, berdiri tidak melakukan apa-apa.
"Mas, sekilo cuma 500 perak kan???!! kalau ga, kalau ga, kalau ga, retak ginjalmu!!"
"I-ini emak-emak atau Maeru Ree???!!!"
"Ini Emakree-Emakree bukan kaleng-kaleng, Emak-emak terkuat di dunia!!"
Laps memang strategi dagangnya sangat jenius tapi dia akhirnya rugi banyak karena cabai dibayar murah oleh Ibu-Ibu Berdaster.
°
Seorang pengemudi motor nampak melaju dengan kecepatan super...
Wushhhhh~~~ washoooi~ wushhh~
Angin yang tercipta akibat kecepatan sang motor itu melaju, dengan dikemudikan oleh seseorang yang masih belum memperlihatkan wajahnya.
__ADS_1
"Itu dia, si G-Ojek..." ucap satu bapak.
"Laju bener, tapi mesinnya 250CC, masih kecepatan lebih rendah dari motor bebek 125CC milik si Komeng.." sambung bapak yang satunya lagi.
"Ini motor bebek juga..." ucap sang pengendara Misterius ini, soalnya dia mendengar obrolan Bapak-Bapak barusan meskipun kenalpot motornya nyaring berbunyi.
"Aku sudah memesan G-Ojek yang bisa melaju secepat kilat!!" ucap si Nicki, sembari dia memperlihatkan Handphone-nya kepada si Nicko bukti transaksi bersama abang Gojek.
"M-Mie Motors???!!!"
~ Wuuuuuushhhhhhh~!!!
Angin mendadak makin dahsyat bahkan tak terlihat apa yang melaju di area ini....
"Eh??!!!"
"Bapak Nicki, kan?" Pengendara Motor Misterius kang Ojek itu sudah datang bagaikan tak terduga. Kini dia membuka helmnya. Wajahnya terlihat masih muda, "Aku sang kang Ojek, Asep-san.." sambung sang Pengendara Motor tersebut yang mengaku bernama Asep.
"Super cepat ya kang Asep, apakah Kang Asep melihat sesuatu mencurigakan misalnya jualan aneh-aneh gitu atau adegan gajelas kayak di film-film di adegan pas jalan kesini??!" tanya Nicki yang penasaran.
"Maaf, Kang Asep bukan intel, jadi tidak tahu-menahu soal apa yang kamu tanyakan, intinya kemana kau akan pergi, kang Asep akan mengantar!!" ucap Kang Asep, tukang ojek memang harus sedia kala untuk mengantar penumpang meskipun ketempat tanpa arah dan tujuan.
"Hmm, Aku ingin pergi ketempat yang ada musuhnya!!"
Sisi lain memperlihatkan Black Jack dan Nothingname yang sudah menyiapkan mie super pedas dengan balutan Carolina Reaper.
"Saa, Chilestasia-san, wagariyo!!!"
~
~ Wushhhhhhhhhh ~
"K-kang Asep motormu laju!!! beli dimana??!!"
"Ini beli di dealer, ini motor lebih cepat dari motornya si Komeng!!" balas Asep.
Diseberang jalan ada dua orang bapak-bapak sedang berbincang-bincang, mereka sebut saja Pak Kodin dan Pak Rudin.
"Motor bebek si Komeng bisa kalah lawan motor bebeknya si Asep, katanya..." ucap Pak Kodin.
"Ya, soalnya motor bebek si Komeng masih versi iklan jadulnya, tampilannya sudah ketinggalan, sedangkan bebeknya si Asep kan teknologi motor balap.." balas pak Rudin.
"Woh, berarti kang Asep mvp dong?"
"Yoi...."
"Jadi pengen lihat motor bebeknya si Asep..." ucap pak Kodin.
__ADS_1
"Nah, itu yang susah..."
Wuooosshhhhhhhh~ mendadak angin dahsyat membuat mereka jadi gak karuan di penampilan.
"Sudah kubilang apa, itu yang susah..." ucap pak Rudin, "Lihat ga?"
"Gak..." balas pak Kodin.
~
"Pelan-pelan bawanya dong kang Asep!" ucap si Nicki yang protes.
"Aku adalah kang Asep, julukanku Mie Motors, aku tidak bisa berkendara dengan laju yang lambat..."
Motor ini menuju kearea yang ada musuhnya..
"Mari kita lihat...." Chilestasia mulai memakan mie buatan sang Nothingname dan mas Black Jack dengan lahap, ~slurpp.... suara mie yang di ditarik oleh kekuatan angin yang berasal dari mulut sang Chilestasia...
"Ndak enak ndak enak ndak enak ndak enak ndak enak ndak enak..."
"Bohong terosss!!" ucap Black Jack.
"Memang ndak enak, karena ndak pedas!!" ucap Chilestasia dengan membentak Black Jack.
"Haduh, kita kalah.."
Bunyi sang motor mulai terdengar di area sini, "Melaju tak terbatas dan menembus dinding!!!"
"????????"
Brakkkkkkkkk!!!
"Uaaaaaaaa PEDAAAAAAAAAASSSSSSSSSSS!!!" mendadak si Chilestasia si ahli pedas mengatakan sesuatu yang tidak pernah ia katakan saat dia memakan sesuatu yang pedas tapi tidak pedas.
"???????" Black Jack dan Nothingname bahkan terkejut, mengapa bisa si Chilestasia berkata itu pedas.
"M-my eyes!! my eyes!! air!! air!!"
Nicki mulai melihat kekamera, bahkan bergaya sok keren, meskipun Chilestasia kalahnya gak sengaja.
"Cara mengalahkan si Pecinta Pedas yang memakan makanan pedas tapi dia merasa tidak pedas adalah dengan cara membuat kuah mie ngusep ke matanya.. akhirnya, dia mengatakan pedas!!"
"Woy, mataku pedas!! air!! dan sejak kapan kau tahu aku musuh disini??"
"Himitsu...."
Kang Asep bahkan bingung mengapa bisa alur cerita ini begitu gajelas.
__ADS_1
Arc Cabai, End.
B E R S A M B U N G