
Tingkat kekesalan dan kemudian merujuk kerasa sakit yang berlebihan, membeludak dan di keluarkan menjadi ledakan kemarahan tak terbendung yang membuat kalian menyesali.....
~ "Dia monster!!"
Atau mungkin, ucapan celaan adalah perihal kedinamisan kehidupan yang digunakan untuk menciptakan suasana menyedihkan.
Celaan ini datang dari satu orang kemudian berkumpul menjadi banyak celaan yang menyakitkan telingamu.
Atau bahkan? Bagaimana posisi yang pas menggambarkan kekhawatiran yang berlebihan, atau bagaimana kita melihat dari sisi lensa mata seseorang yang diteriakkan.
Diam, tak bergerak? Atau bahkan hanya menonton dirinya sendiri yang dipenuhi celaan dan berita di mana-mana.
"Kehidupan lebih menakutkan daripada kematian...." ucap Alexander.
Dia hanyalah Manusia, tapi karena kesalahan teknis mempelajari sihir, pada akhirnya dia tidak bisa mati...
Tapi, bukankah meskipun seabadi apapun dia, dia masihlah seorang Manusia yang memiliki emosi....
"Ah, menurutku pria misterius ini, meskipun dia seperti bukan Manusia dan memiliki kemampuan super... tapi bukankah dia membantu seseorang?" komentar Keisatsu Kenichi.
"Ya, benar, tapi kenapa Manusia lain menganggap dia bukan Manusia, meskipun tidak seperti kelihatannya, itu masuk kagegori Manusia Super, jika masih ada Manusia.. maka dia tetaplah Manusia..." komentar Tsubame.
Netizen-Netizen pemerhati dunia internet mulai mengeluarkan sisi pemikiran yang berbeda-beda.
"Apanya yang menolong? Jika ia menolong mengapa yang lain lari?" komentar si ahli mencari masalah, Heirstyle Stuart.
Stuart sang Hot Spicy, itu julukannya, adalah musuh terbesar dunia internet dan dunia cari-cari dorama.
"Huh, bagaimanapun, dia masih seorang Manusia, bukankah begitu?" komentar Ahmedian Nooryishimein.
"Wah, Ahmedian-senpai ada di dunia Internet juga toh.." seseorang membalas komentar Ahmedian, sebut saja Nguyen Vied.
"Vied, dirimu harus serius di edisi kali ini, soalnya ini debat mendebat perihal dia monster atau Manusia. Tak perlu ngelawak..." balas Ahmedian.
"Ampun, Ahmedian-senpai..." balas Vied.
Nampaknya, Pro dan Kontra ada, dan bagaimanapun, sampai kapanpun, Manusia dan Manusia lainnya akan saling berbeda-beda pendapat.
~
"Hiduplah!!! Alexander!!" teriak Vladirov.
° Sisi lensa mata mereka, memandangi dunia ini dengan sisi pemikiran yang tak pernah sama, dan membuat dunia ini sedikit berwarna dengan perbedaan pendapat, bahkan pada akhirnya meskipun Manusia adalah Manusia... mereka tetap akan di ejek menjadi makhluk lain.
__ADS_1
° "Saya memberitakan, disini dengan Tsukibara Tsuyutsuyu!! Saya baru mendapatkan info tentang pria itu, dia adalah mantan veteran di edisi tahun 1879!! Alexander 'blablablabla' blablabla...' eh maaf saya tak bisa menjelaskan secara rinci karena namanya terlalu sulit!!" ucap Tsuyutsuyu memberitakan hal ini.
"Alexander?"
~
"Hiduplah!! Alexander!!" teriak seorang wanita yang kali ini bukanlah Natasya. Melainkan seseorang yang berada di zaman modern.
Alexander yang berdiri mematung, bahkan ingin tertabrak oleh kecepatan kereta api....
"???????" Alexander bahkan tak sadar, tubuhnya keluar dari lintasa kereta api dan menyaksikan seseorang mati karena dia.
~ "Hiduplah, Alexander!!"
Sudah berapa banyak rasa sakit yang ia perhatikan, dan sudah berapa banyak ia melihat seni keindahan Manusia tersenyum saat-saat terakhir.
"Cecillian?"
~
Tahun 1877.
"Anoo nee... Alexander-kun, mengapa Manusia harus mati?" Natasya masuk dalam kilasbalik lagi.
~ Perang mulai terjadi dengan skala peluru berhamburan terbang mencoba mengenai beberapa target...
Tapi, satu Manusia menjadi shield, bahkan seberapa banyak peluru mengenainya ia tidak mati.. ia tidak berakhir....
"Kenapa, Manusia lain mati, dan kamu tidak mati, Alexander?" Pertanyaan Natasya lagi di kemudian hari.
"Karena aku tidak ditakdirkan mati dihari itu...." balas Alexander.
Kehidupan yang lama menjadi derita, jika ia tidak mati sampai akhirpun, maka dia sudah melihat banyak yang mati penuh dengan darah, atau bahkan pembantaian dimana-mana. Dia tidak memperlihatkan ekspresi kesedihan.
Tetapi...
23 Sept 1881.
"Mana Alexander? Ini sudah terkepung, kita akan berakhir!!" ucap Vladimirov.
"Alexander-kun masih ada di sana, aku akan menyelamatkannya!!" teriak Natasya, ia berlari kemudian dengan peralatan yang ia andalkan untuk mengobati...
Semakin dekat dengan tujuan, semakin mendekati bahaya, semakin cepat berlalu semakin cepat ia akan mendekati kematian....
__ADS_1
"Alexander!! Aku akan membantumu!!"
"Hah??? Kembalilah!! Bodoh!!" balas Alexander..
Seperti dalam bayang-bayang, dan seberapa kecilpun ia kehilangan, itu sangat banyak dan menyakitkan.. bahkan senyuman keindahan.. dan bunyi tembakan yang mematikan atau bahkan menembus tubuh rapuhnya...
"Hiduplah, Alexander.. bahkan sangat lama itu tidak apa-apa.."
"Bahkan jika kamu tidak ditakdirkan mati.... kamu takkan sendiri... Karena Manusia tidak ditakdirkan untuk sendirian...."
"Kadang-kadang, Kehidupan jauh menakutkan daripada Kematian...." ucap Alexander.
"Dia tak mati..."
"Bagaimana ini??"
"Natasya itu bodoh....... dia tahu aku takkan mati, tapi kenapa dia menolong?"
~
Cecilian yang melakukan hal yang sama seperti Natasya, meninggalkan senyuman terakhir... "Alexander-kun, kau tidak ditakdirkan untuk sendirian..."
Sampai akhirpun, dan sampai saat inipun, dia dipenuhi kehilangan yang memilukan....
"Alexander!!"
"Ternyata nama monster itu Alexander?"
"Tidak!! Dia bukan Alexander!! Monster tidak membutuhkan nama...."
Sementara itu disisi lain, dua kembar ini sedang membaca koran sembari melihat artikel-artikel yang menurut mereka menarik.
"Jadi, Alexander itu siapa?" Nicki mengupil sembari melihat-lihat artikel-artikel.
"Hoh, dia kan yang pernah muncul di buku pelajaranku..." ucap Nicko, "Julukannya adalah....."
~ Human Become Monster..
Manusia yang kemudian berpikiran untuk menjadi monster, atau bahkan pemikiran seorang Alexander berubah di beberapa kesempatan...
"Haruskah aku menjadi monster, ataukah aku harus menjadi Manusia..."
"Jika tetap menjadi Manusia tetap akan disebut Monster... tapi jika aku menjadi Monster... apakah ada yang menyebutku Manusia?"
__ADS_1
B E R S A M B U N G