1+1: Useless

1+1: Useless
Chapter 44 - Krisis Cabai.


__ADS_3

"Bu, ada cabainya?"


"Kosong, Nak..."


Sebenarnya apa yang terjadi, dan apa yang akan kamu lakukan saat kamu mengaku-ngaku sebagai pecinta makanan pedas tapi kamu tidak menemukan kepedasan lagi di makanan favoritmu?


"Mas, kok cabainya kerasa kayak dipaksain campur air kebanyakan?!! biasanya pedas kok hambar?!!"


"Jangan terlalu kritis mbak protesnya, soalnya cabai sedang krisis sekarang... ini saja cabai dari kebun rumahan yang sedikit..."


Krisis cabai, membuat orang-orang pada kehilangan unsur kepedasan yang membuat lidah mereka merasakan adrenalin penyiksaan.


"Perutku tidak mules, tidak asyik, kenapa cabai harus krisis begini???!!"


Sekumpulan manusia-manusia pecinta makanan pedas sudah kehilangan motivasi karena lidah mereka tidak merasakan adrenalin.


"Sariyawanku ada, padahal aku ingin menguji bibirku dengan hal yang pedas-pedas, kenapa makanan pedas sudah lost in the game???!!!"


Beberapa bulan yang lalu.


"Cabainya tidak pedas, adakah yang lebih pedas???!!" Seorang gadis pemakan pedas, bahkan daging dengan balutan 150 biji cabai sangat very-very ezz di hadapannya... "Dagingnya enak... tapi pedasnya kurang..." sambung sang Wanita, Chilestasia von Tabasco.. "Bahkan 150 biji cabai disini bakalan kalah sama 5 biji cabai Carolina Reaper... jenis cabai terpedas di dunia...."


Makanan pedas apapun tidak pedas baginya, bahkan setiap dia pergi kepasaran hingga kedesa-desa yang terkenal akan kepedasan masakan mereka.


Semua itu berakhir tanpa membuat dia berkeringat, tanpa membuat dia mengatakan bahwa kepedasannya woy. Hanyalah kata seperti biasanya.. "Pedasnya kurang..."


"Tambah cabainya, mana masakan cabai setan kalian? ini hanya seperti cabai yang terlalu banyak ditaruh air..."


Jenis cabai semuanya dia habiskan selama perjalannya, wanita pemakan pedas yang menakutkan saking menakutkannya bahkan kepedasan sang cabai tidak terasa pedas baginya.


Karena kebanyakan merasakan rasa cabai, dia memiliki sebuah keanehan yang sulit dijelaskan oleh science-fiction.


"Tubuhku? bisa menciptakan cabai? atau bahkan mengendalikan cabai yang berada di seluruh dunia???!!"


Banyak ton-ton beratnya cabai Carolina Reaper, dia habiskan, dan bahkan semua rasa pedas ini...... "Tidak pedas..." katanya.


"M-monster!!"


Masa sekarang, sudah bisa ditebak, kenapa cabai-cabai menjadi krisis, karena cabainya sudah dihabiskan oleh sang wanita yang menyukai kepedasan meskipun cabai yang ia habiskan tidak pedas.


"Kak, Hamburger sudah tidak enak karena sambalnya tidak ada, cabai bahkan krisis dan menjadi sesuatu yang langka!!" ucap Nicko.


"Tenang, dalam keadaan krisis begini, sudah pasti ada seseorang yang menimbun cabai!!" ucap Nicki.

__ADS_1


"Tepat sekali, hari ini adalah hari yang tepat untuk berbisnis, aku sudah menimbun cabai hingga 128 ton, dan akan kujual mahal setiap perkilo-nya!!" ucap Laps. "Seorang pebisnis harus mengetahui kekrisisan akan terjadi, maka dari itu aku memilih bisnis cabai!!" sambung Laps.


Laps Lifeacurance selalu berada di waktu yang tepat untuk berjualan, mungkinkah dia sudah membuat konspirasi dengan sang gadis yang muncul di kilas-balik barusan? "Tidak... Jika kalian bertanya apakah aku bekerja-sama dengan wanita from kilas-balik itu? kotae wa no desu ka!" bantah Laps.


Jangan gampang percaya terhadap apa yang kalian dengar dari tetangga, atau bahkan bisikan mereka semuanya dipenuhi oleh omong kosong.


Nicki dan Nicko kini berjalan kaki, mereka menaiki sandal mereka masing-masing dan merasakan sakitnya sendal mereka menahan aspal yang kadang tajam, dan mungkin mereka akan senang saat aspalnya gak tajam.


"Hay, nama saya Nicki, dan ini adik saja Nicko, ini semua kisah kami berjalan kaki menuju pasaran yang katanya cabai langka..." ucap Nicki.


"Bukan, kita tidak kepasar, tapi kita ke tempat jualan mas Laps yang lejendaris!!" bentak Nicko.


"Mau tau kelanjutannya?!! jangan kemana-mana, pantengin terus ya layar hape kalian, karena kami cuma bisa disaksikan lewat ini, kalau via telepisi, absolute impossible, my friends!!" ucap Nicki.


Basa-basi yang kebanyakan, dan daripada kamera musti repot-repot merekam adegan mereka berjalan, saatnya kita melanjutkan kesisi lainnya.


"Tidak pedas.... tidak pedas.... tidak pedas...." ucap Chilestasia, dengan nama ala-ala cabai, dan belakangnya juga masih erat kaitannya dengan cabai..  Tabasco  Chilestasia von Tabasco, orang yang bertanggung-jawab atas langkanya cabai-cabai di pasaran.


"Adakah yang lebih pedas?!! bahkan kemampuanku yang bisa menghasilkan cabai... cabaiku juga tidak pedas.. apakah ada hal yang super pedas??!!!"


Potret seorang penggemar pedas tapi tidak merasakan kepedasan yang sesungguhnya, apakah indera perasanya mengalami gangguan, atau malah dia yang terlalu terobsesi terhadap hal yang pedas?


Seorang pria dengan wajah yang lumayan hendsome, tetapi sebelah wajahnya seperti ada bekas jahitan, dia memakai pakaian khas keputihan, dia mungkin berprofesi sebagai dokter....


Ano yoru no namida kizuato chikai ni


Kaete ima....


"Kimi wa???!!" Chilestasia terkejut dengan kedatangan pria aneh ini.


"My name is Black Jack, and your? ah tentu saja aku bukan bule depok, aku adalah seorang Dokter!!" ucap pria yang mengaku bernama Black Jack, dia kemudian mengeluarkan peralatannya.


"Saat Manusia kehilangan indera rasa pedasnya, aku akan beraksi untuk merawat dan memeriksa jenis kesalahan apa yang terletak dalam sistem indera perasanya..."


"Huh?"


Mas Black Jack kemudian mengeluarkan sebungkus sesuatu yang harusnya disensor tapi kemudian ada Bapak-Bapak yang membawakan benda yang mendeteksi kebohongan dan peralatan lainnya.


"Rasakan ini...." ucap Black Jack....


Sistem kini memperlihatkan adegan yang lain, dengan mbak Chilestasia yang duduk di hadapan mas Black Jack.


"Kamu ikut kan?" tanya Black Jack.

__ADS_1


"Ikut apa pak? gak nieh pak.." jawab Chilestasia.


"Jawab yang benar!!"


"Nggak Pak!!"


Mas-Mas satunya meriksa sistem mesinnya, "Mesin bilang dia bohong..." begitulah ucap mas pemeriksa mesin barusan.


Mas Black Jack naik pitam, dan kemudian berteriak sembari ingin mencekik leher mbak Chilestasia... "Jawab yang benar!! jawab yang benar!!"


"Sudah pak sudah..." ucap Mas satunya lagi berusaha melerai... "Istirahat dulu... kasih dia Mie Sed*pp..."


Soal Rasa... Lidah Ga Bisa Bohong....


"Hmmm.... ga enak..." ucap Chilestasia yang sedang makan mie sed*pp.


Mereka berdua malah melihat sistem mesin yang kebetulan memperlihatkan tulisan 'Bohong'.


"Hmmm... bohong lagi..." ucap Black Jack bersama Mas Nothingname.


.


Cerita ini banyak iklannya, tetapi sayang sekali iklannya tidak bisa di skip....


"Mie sedapp ndak enak!!" ucap Chilestasia, "Eh, aku tidak mensensor nama produknya!!"


"Sengaja kau, itu harusnya di sensor, tetapi, lidahmu masih normal indera perasanya, bahkan soal rasa lidah ga bisa bohong...." ucap Black Jack.


"Heh?"


"Kita akan coba memasak mie sed*pp menggunakan Carolina Reaper, apakah anda bisa mengatakan hal ini tidak pedas???!!"


Black Jack dan Nothingname yang barusan jadi dokter kini mendadak jadi chef...


"Masakan yang akan kusajikan adalah mie terenak dengan super pedas!!"


"Hoh, menantangku membuat hidangan mie ya??!!!" Nothingname mulai serius, "Baiklah saatnya shokugeki, dan mbak Chilestasia, kau akan menjadi jurinya!!"


"Okey!!" balas Chilestasia.


Duel seru tersaji dalam lomba shokugeki, tetapi sayang sekali...


"Cerita ini bersambung...."

__ADS_1


B E R S A M B U N G


__ADS_2