
Hidup memang kadang tak seperti yang kau harapkan, yang kau inginkan, yang kau impikan...
Hari Pertama Ditempat yang katanya lebih jauh dari Antariksa tapi kita ajah tidak tahu ini ada di mana. Dimana-mana hatiku senang...
"Hidup memang kadang tak seperti yang kau inginkan, yang kau harapkan, oh ya? saya mengharapkan hidup disini dan bangun pagi berak dengan teratur tapi akhirnya ini hari biasa saja karena aku berak dengan benar..." ucap Nicki, nampaknya dia sekarang berada di kloset tempat penguburan massal sesuatu yang bernamakan Yellow-kun.
Nicki dengan segayung air, dan kemudian menenggelamkan sang Yellow dengan putaran spiral air mengalir.
"Kotoran dan aku adalah satu kesatuan, Kotoran sama saja denganku, sama-sama mengharapkan tidak tenggelam karena sama-sama tidak bisa berenang, aku tidak bisa berenang di tempat sempit seperti air di kloset, tetapi, Yellow-kun bisa berenang-renang kesana-kemari, meskipun pada akhirnya ia akan tenggelam sesuai takdir.." ucap Nicki panjang lebar.
Wajahnya melambangkan kesedihan, kesedihan rasa kehilangan Yellow-kun yang berharga.
"Tetapi, sebagai bentuk menghormati Yellow-kun, kita harus melihat kebawah sebagai apresiasi untuk sekedar mengucapkan selamat tinggal.. selamat jalan... selamat goodbye... hiks hiks hiks..." Nicki mulai bersedih.
.
.
.
.
.
.
"I am not tenggelam, dont cry my friends.... i am not died!!" secercah cahaya redup, dan melambangkan kegelapan yang mencekam bahkanpun sang Nicki harus repot-repot menghidupkan senter di hendphone-nya.
"What??????????"
"Masih terlalu dini mengucapkan selamat tinggal... mulai sekarang ini pertarunganku!!" ucap Yellow yang bisa bicara.
"Bjir!! horror!! kau bisa bicara? kok bisa?!!!" Nicki bertanya sekaligus terkejut.
"Hehey, not bad.. takdir berkehendak lain my friends... your tanki air is lose, karena membutuhkan listrik airmu harus di cherger, tetapi karena lampunya is dead, my power is mati lampu!!" ucap Yellow yang bisa bicara, dia membalas pertanyaan si Nicki begitu beringas.
"Jangan naik, kau akan kukalahkan dengan kekuatan air!!" teriak Nicki.
Dia mencoba menenggelamkan sang Yellow yang merangkak dari dasar jurang yang terdalam.. "I am kill you, gyahahahahaha!!" teriak Nicki yang menyiramkan air dari bak, dia coba menghabiskan air tersebut tapi sang Yellow tak kunjung menyerah.
"Sihirku adalah tidak menyerah!!" teriak Yellow yang menghindari siraman air berbahaya.
"Bjir??? ga salah dengar, Yellow kok ngewibu? astaga!! siapa yang mengajarkan animek kepadamu my friends!!" seru Nicki terkejut, dia berusaha melemparkan pertanyaan lagi.
"H I M I T S U T E H E....."
__ADS_1
Akhirnya setelah melihat pose manis sang Yellow-chan, Nicki terpesona dan jatuh cinta kepada taiknya sendiri....
"Y-Yellow-darling, M-maafkan aku, B-bukan berarti aku tidak menyukaimu... ><" ucap Nicki dengan kata-kata penuh gak guna.
"Mo... Nicki-kun teba ><"
"Tapi boong :P"
Cahaya yang redup hidup kembali, berterima kasihlah kepada Pee-Eru-En (PLN).
"K-kau, mengkhianatiku, N-nicki-kun????" Yellowchan dipenuhi keputus-asaaan.
"Kita melihat warna Yellow kebawah, karena kita ingin melihatnya, meskipun berat hari ini merelakannya ditenggelamkan air, tetapi, untuk sekedar mengucapkan selamat tinggal, kita harus melihat proses tenggelamnya Yellow-kun." ucap Nicki, kemudian dia memakaikan celananya kembali, tidak lupa ia mencuci tangannya memakai sabun.
Keluar dari W.C kemudian ia masih menatap beberapa detik doang, "Aku baru sadar, aku tadi itu ngehalu ya?"
-
Area lainnya memperlihatkan Nicki yang baru sampai di area Tempat Menonton Yang Bagus Dan Benar.
"Ini udah sampai banyak kata, tapi aku sudah lelah, ayo bersambungkan dulu soalnya aku sebagai Narasiman bosan dengan cerita kalian yang gini-gini mulu, selalu gajelas anjay..." ucap Bossun, nampaknya ia sedang ngomong dengan Nicko.
"Hoh, tapi bukan aku, barusan kan yang aksi kak Nicki, chapter nol juga kak Nicki!!" balas Nicko.
Mas Nicki mendadak muncul setelah berak untuk sekedar mengucapkan selamat tinggal kepada Yellow-chan.
"Woy brengsek, jangan memasukan unsur breaking fourth the wall, kita harus serius, aku nulisnya serius woy, cuma karena elu sableng, mulainya gajelas, laki kok musuhnya taik!!" bentak Bossun.
"Hust, diam, Kotoran dan Manusia adalah kesatuan, berarti Taik adalah diri kita sendiri, musuhku adalah diriku sendiri!!" ucap Nicki mencoba membela dirinya.
"Harusnya kemarin kubuat ajah chapter 1, soalnya chapter nol kepanjangan itu." ucap Bossun lagi.
"Tapi, awalan kan selalu nol, tapi banyak orang yang ingin juara satu, padahal juara nol lebuh mantap.." balas Nicki.
"Seperti misalnya, jika satu tambah satu sama dengan dua, lalu mengapa satu tambah satu disini sama dengan tidak berguna?"
"Karena kita tidak berguna!!" balas Bossun.
"Bossun, kau merasa tidak berguna kan?" tanya Nicki dengan serius kali ini, matanya melambangkan keseriusan yang berbahaya, mungkin kali ini dia akan jadi badass sebentar, mumpung masih chapter dikit jadi kekerenannya di keluarin dulu.
"Gak juga.." balas Bossun.
"Jawab ajah langsung woy, gak usah nambah durasi ntar dikira lawakan kita ilang, eh bukan juga, ntar dikira kita sedang berusaha mencapai 1000 kata!!" bentak Nicki.
"Jariku sudah lelah, makin lelah jika dipaksa, jangan mencapai 1000, aku takkan kuat biar yang lain saja!!"
__ADS_1
"Bjir Bodillan!!"
"Bodillan janai, Bossun da!!" bentak Bossun.
"Okehdeh Bossun-kun.."
"Bossun-kun janai, Bossun da!!" bentak Bossun.
"Bjir, Bossun membentak!"
"Bossun membentak janai!! Bossun da!!"
"Kayaknya ini emang sengaja mau mencapai angka seribu, tapi, maafkan aku, aku akan mencoba mengistirahatkan Bossun dengan tenang dan dia takkan mengesalkan lagi disini!"
"Kak Nicki, kamu juga harusnya sadar, soalnya kamu yang paling ngeselin.. aku saja tidak dapat bagian.." ucap Nicko memprotes.
"Nicko-kun, mulai sekarang this my turn!!" si Nicki mulai berapi-api, semangat membara bagaikan Pegasus Fantasy.
"Okeh, Perlihatkan giliranmu kak!!" Nicko mulai malah ikutan berapi-api karena ingin melihat aksi kakaknya.
"Bossun-kun...." ucap Nicki pelan.
"Bossun-kun janai, Bossun da!!"
"Iyadah iyadah iyadah iyadah, bawel lu!!!" Nicki mulai naik pitam.. "Bossun, Apakah kau pernah merasa hidupmu tidak berguna?" sambung Nicki dengan pertanyaan yang serius.
Orang hidup dan Orang hidup lainnya mengharapkan motivasi dari Teman seperjuangan, Mungkin. Tetapi...
"Ya, aku kadang merasa hal yang begitu, kadang-kadang aku tidak berguna dan akhirnya selalu tidak berguna, Stil Useless macem Harno Sakra.." balas Bossun sikit sedih, "Bahkan sekarangpun aku merasa selalu tidak berguna, karena aku tidak berguna..."
"Bossun-kun, my best quotes, kau dengarkan..." bisik sang Nicki.
"Jika kau merasa tidak berguna..."
"Hoooh???" anggukan sang Bossun.
"Ingatlah..."
.
.
.
"Memang..."
__ADS_1
"???????????" Bossun kejang-kejang lalu pingsan, karena sang Narasiman pingsan dan cerita ini tidak ada yang mau nulis lagi, akhirnya ada kata akhiran.
B E R S A M B U N G