1+1: Useless

1+1: Useless
Chapter 34 - Shoūnen Jūmp.


__ADS_3

"Shounen?" Nicki diperlihatkan sedang duduk laksana bagaikan boss baru yang menguasai perusahaan, "Shounen?" sambungnya lagi, "Hmm, Shounen Jump???!!!"


"Sudah diputuskan, judul bagian ini adalah Shounen Jump!!" ucap Nicko.


"Aku hanya menebak, aku belum mengesahkan judulnya menjadi Shounen Jump, kau kira aku bisa memikirkan kisah pertarungan dengan drama pertemanan??!!!" Nicki baru awalan memulai penampilannya lagi malah sudah ngegas dan melakukan protes yang keras.


"Cerita ini tidak cocok untuk menjadi Shounen, karena aku bukan orang yang bisa beraksi bakuhantam!!" ucap Nicki lagi berikutnya.


"Kak, jangan menyerah, kita harus memulai genre Shounen, biar kita bisa tampil di Shounen Jump!!" seru Nicko, dia nampaknya menyemangati kakaknya.


"Tidak, Nicko, mulai sekarang ini adalah pertarungan bukan Shounen!!"


"Tidak Niisan, mulai sekarang ini adalah pertarungan Shounen Jump!!" ucap Nicko.


Apa yang kedua kakak-beradik ini inginkan, tidak tahu, karena misteri selalu menyelimuti mereka, tapi setidaknya.. kemarilah mendekat.


"Mendekat??!!!"


"Mau ngapain??!!!"


Pria yang ngajak mereka mendekat adalah pria bernama, tidak tahu.


"Woy!! setidaknya kenalkan namaku, namaku Shoūnen Jåmp!!" ucap Pria ini yang mengaku bernama Shoūnen Jåmp.


"Shoūnen Jåmp-san???!!! kenapa namamu begitu??!!! apakah kau adalah penggemar Shoūnen Jåmp??!!!"


"Kayaknya iya.." sambung Nicko.


"Weekly Shoūnen Jump, apakah kau pernah membacanya??! apakah kau ingin membuat cerita genre shounen?" tanya Shoūnen.


"Tidak!!" balas Nicki.


"Ya!!" balas Nicko.


"Pasti jawaban yang benar adalah Ya!!!" seru Shoūnen bersemangat, "Mula-mula sebagai normies yang stupid, kalian harus jadi wibu dulu!!" sambung Shoūnen.


"Nani??? wibu???!!"


"Nani??? kau tahu soal nani???!!!"


"Bjir!! Nicki-oniisan dibuat gila oleh Narasiman!!" ucap Nicko.


"Nani????!!!"


"Apaan dah nani-nani-nani-an??!! kau pikir kau seterkenal Luis Carlos Nani?? kita ini karakter fiktif jangan nyebut Nani terlalu banyak!! bisa-bisa Luis Carlos Nani tersinggung karena namanya disebut disini!!" teriak Nicki.


"Nani itu bukan nani yang itu, tapi nani itu apa!!" balas Shoūnen.


"Aku yang niat bertanya dan mengkoreksi kesalahanmu, dan kau bertanya kepadaku nani itu apa??!!!"

__ADS_1


"Bukan woy, maksudku nani itu artinya apa, bukan soal si Nani yang mantan pemain Manchester United!!" teriak Shoūnen.


"Masalahnya aku tidak tahu nani itu apa, kenapa kau bertanya balik kepadaku?? hah??!! nani itu apaan???!! aku tak mengerti apa maksudmu!!" bentak Nicki.


"Biadab kamu, eh barusan ada sensoran???!! apakah bi*dab akan disensor??!!"


"Mengalihkan pertanyaan lain, Shoūnen-kun???!! aku belum mengetahui nani itu apa, dan kini kau mengajukan pertanyaan lain yang gak ada gunanya??!"


"Nani itu berarti 'Apa' bukan berarti Shoūnen-san bertanya kepadamu, dia hanya menjelaskan itu artinya..." ucap Nicko dengan sikit kalem, dia tidak gampang toxic seperti Kakaknya yang suka teriak-teriak, "Toxic itu bikin cepat tua, jangan ditiru dirumah, dan jika kau sedang menonton anime, usahakan jangan terlalu dekat dengan pencahayaan.." sambung Nicko.


"Shoūnen, aku salah paham, gomenasai ne.." ucap Nicki.


"Dont mind dont mind... sekarang aku akan memperlihatkan seni keindahan Weekly Shoūnen Jump!!" ucap Shoūnen Jåmp bersemangat, kemudian dia memperlihatkan komik Black Clover volumes terbaru kepada Nicki. "Coba baca ini!!" sambungnya.


"Woahhh!!!" Nicki mulai membaca dan sedikit terkesima dengan kehebatan tokoh utama, "Mada mada mada!! ore no mahou mada akiramenaide!!" teriak Nicki. "Yuno, yang akan menjadi kaisar sihir, ore daa!!!"


Shoūnen bergaya bak Shiroe di Log Horizon saat dia menyentuh kacamatanya dengan mantap, "Bersyukurlah Shoūnen, kini kau sudah mengerti kehebatan Shoūnen Jūmp!!"


Shoūnen menyebut namanya sendiri dengan sebutan Shoūnen kepada Nicki, dan kemudian membawa komik terbitan Shoūnen Jump, dan namanya adalah Shoūnen Jåmp.


"Jåmp-senpai, anime apa yang seru, oshiete..." ucap Nicki, dia nampaknya sudah tertular virus pecinta animek saat membaca komik terbitan Shoūnen Jūmp.


"Nicki, kau tidak harus bertanya animek seru apa, atau meminta saran di jalan onlenan dan grup-grup ataupun penspeg animek... karena mereka akan merekomendasikan..."


"Shoūnen.."


"Shoūnen Ai!!" seru Shoūnen Jåmp, "Dan aku bahkan bersyukur namaku kebagian Shoūnen Jåmp, daripada sodaraku yang cewek, namanya Shoūnen Ai!!"


"Emangnya Shoūnen Ai itu genre apa??!!"


"Biarkan rahasia menjadi rahasia, my friends, jangan mensearch ini di mesin pencahrian google atau bahkan yang lainnya..." ucap Shoūnen.


"Loh kenapa???!! harusnya Shoūnen-senpai mensupport calon wibu baru, karena aku ingin tertarik di dunia perwibuan!!" balas Nicki, keseriusannya begitu bergelora, takkan ada yang bisa mengalahkan keseriusan seseorang yang penasaran.


"Hmmm, aku sebagai Shoūnen Jåmp yang keren dan tetap berada di jalan genrenya dan gak out of character, aku tetap akan membiarkan rahasia tetap menjadi rahasia..." ucap Shoūnen Jåmp.


Shoūnen kemudian berdiri, dia memperagakan gaya-gaya character anime, "My friends, sampai jumpa nanti, semoga kau tetap berada di jalan genre Shoūnen, dan tidak mencari genre itu di mesin pencahrian..." ucap Shoūnen, "Saya pamit...."


"Eh??!!!"


Perpisahan antara senpai dan kouhai yang menyedihkan, Shoūnen yang berpegang-teguh terhadap genre favorite-nya dan membiarkan rahasia tetap memjadi rahasia, dia pergi bagaikan pulang tak diantar tapi barusan datang dia jalan kaki.


"S-shoūnen-senpai, a-aku tidak akan menyia-nyiakan nasehatmu yang berharga, tunggu beberapa tahun lagi dan aku akan melampaui kewibuan-mu, Senpai!!" ucap Nicki.


Shoūnen bagaikan otoko, dan genre Shoūnen adalah untuk pembaca otoko, tapi genre cerita ini bukan genre Shoūnen tapi tetap untuk Otoko.


"Weekly Shoūnen Jūmp terbaik!!" ucap Nicki, nampaknya setelah pertemuan beberapa bulan yang lalu, kini Nicki berubah jadi pens anime yang akut. "Dengan kekuatan bulan, aku akan menghukummu!!


Kemudian berganti karakter lagi, "N-naruto-k-kun..." berikutnya, "B-betsuni..." dan lagi.. "Mo.... Oniichan teba..."

__ADS_1


"Anjay, Nicki-oniisan jadi wibu!!" ucap Nicko, "Pasti bau bawang!!"


"Diam!! kau penggemar animek juga!! kau juga wibu kau bahkan punya banyak volume To Love Ru!!" balas Nicki, dia mengupil sembari membaca komik terbitan Shoūnen Jūmp, "G-gintoki-senpai, Kakkoi!!"


Kemudian si Nicki mulai lebay dan sudah sok-sok tau banyak anime, sampai-sampai dia sudah kayaknya adalah Penboi Anime Epic Episode Sembilan Belas.


"Inigan, apa cuma aku yang merasa, KEENYE adalah animek epik sepanjang masa??!!"


"Mantap ada penboi KNY..." komentar banyak orang sampai-sampai banyak ribuan komentar ada di postingannya.. "Asyik aku pemes..." ucap si Nicki yang senang terkenal karena postingannya ramai.


Keseriusannya makin menjadi-jadi soal anime dan komik, makan saja sambil baca komik, pas nak tidur dia nonton anime dulu, sampai-sampai akhirnya dia kepikiran tentang genre Shoūnen Ai.


"Shoūnen Ai? apakah genre ini seru, karena Shoūnen udah seru, sudah pasti Shoūnen Ai seru, kan ada embel-embelan Shoūnennya.."


Karena kepikiran Shoūnen Ai, akhirnya dia ngeposting buat saranin anime..


"Gan, saranin anime genre Shoūnen Ai dong..."


- Boku no Pico


- Banana Fish


- Papa Kiss to In The Dark


- Junjou Romantica


- Super Lovers..


"Wih banyak pasti seru!!" ucap Nicki.


Beberapa jam kemudian...


"Aku nonton apaan ya?"


Udah tau nonton Boku no Pico, masih nanya nonton apaan.


"Benar kata Shoūnen-senpai, genre ini berbahaya!!"


Akhirnya Nicki menyesal karena mencaritahu soal genre Shoūnen Ai, ternyata itu genre yang ndak ada seru-serunya di matanya.


Tapi...


"Kyaaa!! Picokun!! kawaii desu wa..." Shoūnen Jåmp sedang menonton anime genre Shoūnen Ai.


Ternyata senpainya adalah pens genre gituan.


Shoūnen Jūmp berakhir.


B E R S A M B U N G

__ADS_1


__ADS_2