
"Kenapa susah sekali mancing ikan..." ucap Nicki.
"Mungkin ikan tidak ingin diselamatkan olehmu, Kak!!" seru Nicko.
"Masa sih? Padahal niatku baik, ingin menyelamatkan ikan-ikan yang tenggelam dalam lautan luka lara.." balas Nicki.
Sudah hampir dua jam mereka berdiam diri disini sembari menunggu umpan mereka di makan oleh ikan-ikan. Tetapi, niat mereka tak tersampaikan karena ikan tidak ingin diselamatkan.
- Sudut pandang Ikan.
"Manusia rapuh bagaikan nirwana menginginkan di laut untuk merasakan atsmofir daratan yang panas. Mereka serakah dan memiliki berbagai macam kelicikan.. mengapa Manusia ingin menyelamatkan kami? Bahkan mereka saja jika nyebur kesini, pasti tidak bisa bernafas."
"Fish-kun, lihat ada barbeque yang lezat!!"
"No, this is hanya cacing, skip, kita sebagai ikan harus sedikit jual mahal, harusnya umpannya pizza!!"
Entah mengapa, Manusia tidak memikirkan sudut pandang sang Ikan, disatu sisi Manusia ingin menyelamatkan mereka dari ketenggelaman yang mengkhawatirkan, tetapi di sisi lain Ikan tidak membutuhkan pertolongan.
-
"Alamak!! Dah jam gini tangkapan masih nihil, kenapa ikan tak nak diselamatkan olehku?????" ucap Nicki sembari memasang ekspesi kebingungan.
"Asmofir laut adalah keindahan, dan Ikan-Ikan begitu bebas melampaui spiral..." ucap Nicko.
Seorang pria nampak memakai topi berwarna putih bundar dan ada talinya di bagian untuk mempergagah penampilan.
"Hoh, belum mendapatkan tangkapan bro?" tanya Pria ini dengan begitu cepat, namun kemudian seakan-akan dia mengerti setelah melihat sesuatu yang kosong. "Ikan tidak membutuhkan sesuatu yang sederhana... mereka hanya ingin makanan lezat, sebagai Manusia jangan pelit memberikan umpan steak..." ucap Pria tersebut.
"Heh? Siapa kamu???" tanya Nicki.
Nicko juga bahkan kebingungan di sebelah sang Nicki.
"Hanya nelayan numpang lewat.." ucap Pria ini, "Namaku Fisherman Mitsuki, aku adalah pemancing handal.." sambungnya, sembari membenarkan posisi pancingan dan lalu dia menggenggam beberapa saat mata pancingnya.
"Fish Come to Papa...."
-
"Loh loh loh??"
"Kok bisa ketangkep, padahal ga makai umpan?" Kejut Nicko.
"Tadi katanya harus jangan pelit!!" bentak Nicki.
__ADS_1
"Ini kok mancing ikan gak ada umpan eh bisa ketangkep??" ucap Nicko.
"Heh? Aku adalah Fisherman Mitsuki, pemancing terhebat di dunia, memancing ikan hanyalah gampang.." balas Mitsuki.
"Eh, bukan, tapi menyelamatkan ikan adalah perkara yang mudah.."
"Manusia memancing ikan menggunakan umpan dengan iming-iming menyelamatkan mereka dari lautan, tapi umpan itu adalah semacam sesuatu yang berguna untuk menyuap mereka dan seperti Ikan itu bisa di bayar menggunakan umpan.."
"Ikan, mereka mengharapkan di selamatkan Manusia, bukan dengan cara mereka di selamatkan dari lautan... tapi dengan cara..."
"Tidak memakan mereka.. tapi aku, bukanlah penyelamat Ikan-Ikan..."
"Namaku Fisherman Slayer, Aku tidak ingin menyelamatkan Ikan-ikan di lautan... aku hanya ingin memakan mereka..."
"K-kakkoi!!!" Nicki dan Nicko berbinar-binar melihatkan kekerenan sang Fisherman.
Fisherman Mitsuki, memperlihatkan sisi buruk Manusia yang ingin memakan daging ikan sebanyak-banyaknya agar dia kenyang dengan begitu spektakuler.
Dalam sudut pandang sang Nicki dan Nicko, kata-kata Mitsuki penuh destinasi objektif yang khas seperti orang kharismatik berlebihan.
"Mantap, ajarkan aku cara memancing, Kak!!" seru Nicki, dia sudah mantap minta di ajarkan, karena dia daritadi nihil memancing Ikan-Ikan.
"Ikan-Ikan tidak ingin di selamatkan, bagaikan alir mengalir, mereka mengikuti arus air, dan membenci Manusia karena berusaha menyelamatkan mereka yang tenggelam.." ucap Mitsuki.
"Ikan, menjadikan patokan bahwa pancingan adalah objek terburuk yang harus mereka jauhi, dan tetap mengikuti sembilir air mengalir sampai jauh... mereka tidak ingin terpaku pada tipuan sesaat yang di buat oleh Manusia.." sambung Mitsuki, "Bagaimanapun, jika ingin menyelamatkan mereka, selamatkan jarang-jarang, karena Ikan tidak ingin di selamatkan bersamaan.." sambungnya lagi.
Ini adalah sang nelayan, tukang pancing dengan tatapan mata biasa-biasa saja mengomentari Ikan-Ikan yang tidak ingin diselamatkan sang Nicki.
"Lalu, bagaimana caranya biar Ikan mau diselamatkan, Kak?" tanya Nicki lagi berikutnya, karena dia ingin belajar menangkap dan menyelamatkan Ikan satu-persatu.
"Lemparkan!!" Perintah Mitsuki sembari berteriak, Nicki dengan cepat melemparkan mata pancingnya ke lautan yang terdalam.
"Bagaimana Ikan-Ikan bagaikan Ikan, mau bagaimanapun Ikan-Ikan adalah spesies Ikan-Ikan yang memang ditakdirkan untuk menjadi Ikan, bahkan Ikan-pun mengetahui bahwa mereka Ikan, dengan contoh mereka berlindung dari Ikan-Ikan gede yang ingin memangsa sebangsa Ikan-Ikan lainnya, hidup Ikan-Ikan dipenuhi bahaya karena ada Ikan-Ikan yang lebih kuat dari Ikan seperti mereka, dan kemudian Ikan-Ikan makin terpojok saat spesies Manusia ingin memancing Ikan-Ikan dengan umpan yang tidak disukai Ikan-Ikan, Ikan-Ikan menyukai Ikan betina, jadi harusnya, umpanmu adalah Ikan-Ikan betina yang akan menarik perhatian Ikan-Ikan jantan..." ucap Mitsuki berkomentar lagi.
"Ikan-Ikan banyak bener yah, memang Ikan-Ikan ditakdirkan untuk berkelompok dan musuhan.." komentar Nicko.
Nicki sudah menunggu, menunggu sesuatu yang sangat sulit menunggu, dan akan selalu menjadi penantian.
"Udah dapat Ikannya bro?" tanya Mitsuki setelah jeda banyak jam.
"Belum Kak...."
Beberapa Jam Kemudian..
__ADS_1
"Ikannya gimana?" tanya Mitsuki.
"Belum kak.."
Sampai akhirpun hingga berjam-jam pun hingga malam pun, hingga pagi pun, hingga siang pun, hingga banyak hari pun.
"Menunggu umpan dimakan Ikan, seperti menunggu balasan dari gebetan..."
"Loh?"
-
"Apasih ini, umpan kok make cacing, ga zaman.." komentar Ikan bernama Ikan.
"Tau nih ganggu kita romens saja.." sambung Ikan bernama Ikan.
"Hehe tapi romens kita tetap sukses kan.." balas Ikan bernama Ikan.
"Iyadong.." balas Ikan bernama Ikan.
"Ikan ajah punya gebetan, kok kamu nggak?"
"Loh?"
"Bener, kak Nicki ga ada gebetan, kalah sama Ikan!!" ucap Nicko.
"Emang Ikan kapan punya gebetan? Aku gak lihat adegan barusan woy!!!!" bentak Nicki.
Mendadak Ikan-Ikan bermunculan di permukaan air.
"Kami Ikan, dan ini Ikan bernama Ikan, dan ini adalah Ikan, anakku bernama Ikan, dan ini Istriku berwujud Ikan bernama Ikan, kami sekelurga ingin mengucapkan.."
"Ikan ajah dah nikah, kok kamu nggak?"
-
"*******!!!" teriak Nicki yang naik pitam kemudian lemparin segala hal ke Ikan-Ikan dan Ikan-Ikan lainnya bersama Ikan-Ikan keluarga mereka dan Ikan-Ikan yang berenang beserta Ikan-Ikan yang tidak ingin diselamatkan.
"Kasihan..."
B E R S A M B U N G
NB: Ikan Ajah Dah Nikah, Kok Kamu Nggak? kebetulan chapter ini juga ikutan semacam ingin mengejek diriku sendiri. eh NB nya juga kebetulan sengaja diperpanjang biar sampai 1000 kata :v
__ADS_1