1+1: Useless

1+1: Useless
Chapter 37 - Halo?


__ADS_3

Tililit tililit tilililit tilililit tilililit tilililit tilililit tilililit tilililit tilililit tililit tilililit tilililit....


"Halo?"


Ponsel yang berbunyi milik seseorang langsung diangkat, Seseorang ini berada dalam kantornya di meja bundar sembari naruh kakinya di meja.


"Nani????!!"


Beberapa Jam Kemudian.


Berita terkinu mulai ada update terbaru, mulai dari mbak-mbak yang menata rambutnya dan kemudian dia tersenyum di depan kamera, ini adalah objek memperlihatkan senyuman menawan agar penonton dirumah terkesima oleh senyumannya.


"K-kawaiiii!!! Pandemonican-chan!!" Nicki menonton televisi tersebut dan melihat keindahan senyuman mbak Pandemonican Nicole yang selalu menawan.


"Aku, Pandemonican Nicole, ingin membawakan berita terkini yang sedang ada heboh-hebohnya..." ucap Nicole, dia mulai melihat script yang mungkin akan dia bacakan.


"Astaga, tidak ada hari tanpa ada berita, dan parahnya, setiap orang selalu mengeluh tentang berita yang itu-itu saja, ya aku akan membawakan berita yang itu-itu saja lagi!!" sambung Pandemonican.


"Wei, ini sedang mulai siaran, jangan berkata diluar konsep..." suara kameramen yang merekam terdengar.


"Script seperti ini terlalu banyak, gitu-gitu mulu, bapak-bapak dirumah ingin berita yang menarik, bukan berita gini-gini doang!!" balas Pandemonican, dia marah-marah secara livestrim.


"Selalu tentang Kakay bukan boneka kakay bukan boneka kakay bukan boneka, kalau ga suka tentangnya ga usah di bahas udah, apalagi dijadikan berita, bosan!! yutub, peshbuk, bahkan kyumparan dan trebunnews selalu membahas ginian, dan sekarang Unknowns News ingin memberitakan hal ini juga??"


"Kakay menangislah, Kakay bukan bonekahlah, Kakay-Kakay-an lah!!" Pandemonican kemudian membawa script tersebut dan menaruh script itu di mesin penghancur kertas.. "Ini berita yang akan kubawakan tapi karena isinya gitu-gitu ajah aku hancurkan.. aku ingin membawakan berita yang membuat orang-orang tidak bosan!!"


"P-pandemonican-chan badass!!!" ucap Nicki yang menonton televisi tersebut dan melihat dengan jelas adegan langka tentang Pandemonican marah-marah secara livestream.


"Jika pacarku superstar..." mendadak Nicki membayangkan hal ngaco, "Jika Pandemonican pacarku.... besar kepalaku..."


"Jika Jyian Seistro Pacarku.... turun berat badanku..." sambung Nicko.


"Jika Inuru Duratista pacarku... aku lupa liriknya!!" sambung Bossun.


"Hust, kalian ini sambung-sambung doang ya, aku ini serius bernyanyi tentang Pandemonican Nicole-chan!!" bentak Nicki.


"Halo? rumah sakit jiwa? disini ada pasien ngehalu suka chunnubyou, mereka sedang ngehalu soal Pandemonican, atau bahkan Jyian Seistro pacar mereka!!" ucap Bossun yang mendadak nelpon pihak rumah sakit jiwa.


"????!!! biadab!!!!" teriak Nicki.


"Jika Pandemonican pacarmu, kita hanya akan jadi beban.." ucap Nicko, sembari kemudian dia membayangkan sesuatu.


"Minta duit dungs buat beli PS5, Pandemonican-neesan!!"


"Beban!!"


"Kak, beliin KFC varian baru dong.."


"Beban..."


~


"Kita akan dianggap beban terus dikira kita ini Harna Sakrah yang di seri Nartoh Saifuddin!!" teriak Nicko.


"Kenapa lu sebutnya Harna Sakrah?? sebut saja Haruno Sakura kok repot!!" bentak Nicki.


"Barusan Inuru Duratista juga ga disebut dengan nama yang sebenarnya oleh mas Bossun, kak!!" seru Nicko.


Bossun memperlihatkan wajah kesalnya, nampaknya meskipun dia pengen membuat mereka kesal duluan, malah dia terlebih dahulu lah yang kesal.


"Kalian akan kuhancurkan, aku akan henshin dengan kekuatan ponsel genggamku!!" ucap Bossun, dia sudah berapi-api, semangat yang membara dan sudah tak ada yang bisa menghalagi niatnya untuk berubah.


"Hmmmm???" Nicko kebingungan, sementara Nicki dia tahu apa yang akan dia lakukan.


Tililit tililit tililit tililit tililit...


"Halo?"


"Bapak Sukirman ya??!!" tanya Nicki.


"Sukirman saya.."

__ADS_1


"Oh maaf salah sambung!!" Nicki kemudian mematikan teleponnya dan kemudian menelepon nomor berikutnya.


"Halo??"


"Halo??"


"Bonjour?"


"Iya, iya halo??? dengan siapa dan dimana?? mau request lagu apaan pak??"


"Bajing*n malah nyasar ke siaran Radio!!"


"Terlambat my friends, aku akan mengalahkanmu saat ini juga dengan kemampuan perubahanku yang menakutkan...."


"Henshin!!!"


"????!!!"


"Henshin!!!"


"!!!!!!!!!"


"Kok tidak bisa berubah??!!! padahal aku sudah segenap jiwa dan ragaku untuk mendapatkan kemampuan para supersentai, apakah aku harus bergaya khas untuk bisa berubah???!!"


"Tidak..." balas Nicki.


"Jangan membalas ucapanku, aku sedang berbicara sendiri!!!" bentak Bossun, dia kemudian menekan ponselnya dengan benar, "Perubahan makai ponsel kan Super Sentai Dekaranger??!!!" dia kemudian membuat posisi dengan baik dan benar untuk henshin kembali..... "Henshi-......"


- IKLAN


"Mohon maaf semuanya, adegan aku berubah dibuat jadi iklan, takutnya kena copyright oleh Toei Company!!" ucap Bossun.


"Woy, itu lu sengaja iklanin biar lu bisa ganti kostum, kau kan ga bisa henshin secara langsung!!" teriak Nicki, "Henshin itu tidak realistis, mereka hanya fiksi diciptakan untuk menghibur!!" sambung Nicki.


"Halo? kau meremehkan keaslian henshin???!! aku ada disini sebagai perwakilan dari Asosiasi Henshin!!" seorang Pria berpakaian khas Super Sentai datang.... "Ore wa, Max!!" sambungnya.


"Lihatlah gayaku!!" dia mulai membentuk gerakan ala-ala Super Sentai.... "Justiriser!!"


"Tidak Niisan, ini adalah keaslian yang menggelora!!"


"Hoh, kau baru mengetahui kehebatanku, aku ini bisa menguasai harta suci semua Super Sentai, karena aku adalah All Sentai Maxenranger!!" ucap Max.


"Makin gak ngeh aku, kenapa dunia ini dipenuhi halusinasi yang berlebihan, aku tadi ngehalu gak terlalu parah itupun ngehalu artis-artis jadi pacarku, tapi banyak orang otaknya ngeblank disini!!" Nicki mulai pusing tak terkira dia bahkan sudah tidak tahu dia harus menampilkan hal apa berikutnya, karena petualangannya dipenuhi hal-hal yang tidak berguna..


"All Sentai Maxenranger, ayo kita bersekutu untuk mengalahkan sang tokoh utama agar kita bisa menjadi tokoh utama!!" ucap Bossun, "Henshin, Narasiman Sentai Bossunman!!" teriak Bossun, yang mendadak kostumnya berganti warna jadi warna Putih.


"Kok bisa???!! kalian ngehalu ya??? konsep perubahan apaan ini, tumben gak makai iklan???!!" teriak Nicki.


"Kau akan berakhir sekarang, temanku, eh mantan teman..." ucap Bossun, dia kemudian mulai berlari kearah mas Nicki sembari ia memegang pedangnya via tangan kanan, dan lalu saat sudah mulai mendekat dia mengayunkan serangannya kearah tubuh Nicki yang berdiri.


"Semua ini, hanyalah konsep fiksi.." ucap Nicki, dia tidak menghindari serangannya..


"Eh??!!" Bossun terhenti, "K-kok patah pedangnya???!!"


"Yaelah, bisalah patah, orang pedangmu masih pedang plastik sepaket ama kostum yang kau gunakan.." balas Nicki kemudian mengupil, kini dia melihat kearah mas Max.


"Bossunman, tunggu, aku akan segera membalas kekalahanmu, dengan kekuatanku yang sebenarnya, aku akan mengalahkan Manusia jahanam itu!!"


"Souka..." balas Nicki.


"Bukan Souka, tapi Max, ingatlah namaku, Max, aku akan mengalahkanmu!!"


"Max? Bengbeng Max produksi Mayora?"


"Bukan, tapi Max All Sentai Maxenranger!!" balas Max.


"Souka.."


"Kenapa souka terus???!! kehabisan kata-kata dan takut kalah???!!!"


"Souka.."

__ADS_1


"Jangan meniru karakter GOBLIN SLAYER, kita sedang memparodikan Super Sentai!!"


"Souka..."


"Biadab!!!!!"


"Ah, Souka..."


Karena di balas Souka-Souka kebanyakan, mas Max yang sudah naik pitam, kemudian berlari...


"Hissatsu Tactic, Zigzag Speed!!" berlari dengan cepat, dengan gaya zigzag...


"Episode pertama Super Sentai, jika mengecewakan mereka akan dibandingkan dengan seri sebelumnya, kemudian mengkritik mereka karena serinya banyak kelemahan.."


"Tapi kemudian, saat memasuki pertengahan, mereka akan tergugah, dan kemudian mengatakan seri ini lebih seru dari seri sebelumnya..."


"Dan mereka akan menangis merasa kehilangan saat seri Sentai memasuki episode terakhir...."


Nicki menggerakkan tangan kanannya guna mulai memainkan, jari-jarinya yang ia arahkan kepada sang senar gitarnya.


"Meliodistik of Speepy...."


"Eh???!!"


Max mendadak terjatuh, nampaknya dia terkena damage gak ngotak dari Nicki.


"Itu bukan damage, dia ketiduran.." Nicki kemudian mulai menguap... "Hoammm..." dan jatuh kemudian..


Sementara Nicko dan Bossun bahkan ikut ketiduran mereka semua.


-


"Halo??!!"


"Whut??!!"


"Apa???!! pasien rumah sakit jiwa bernama Max yang melarikan diri sudah ditemukan???!!"


"Ya pak, tapi Max juga punya teman yang kayaknya mereka gila-gila juga soalnya mereka menggunakan kostum yang sama dengannya meskipun warna mereka beda!!"


"Angkat!!"


Beberapa Jam Kemudian.


"Dimana aku???!!"


"Dimana kita??!!"


"Nani???!"


"Horeeee.... aku pulang kerumah!!" ucap Max.


"K-kita terjebak!!!"


"Tidk-tidak-tidak!! jangan bersambungkan!! aku ingin kau menceritakan kita bebas!!" teriak Bossun.


"Tidak apa-apa, kita akan bermain Sentai lagi, Kak!!" ucap Max.


"Kak Kak Kak gundulmu!!"


"Woy, kamera jangan berpaling!! jangan php kamu!!"


"Wey wey rekam aku terosss!!!"


Mendadak kameranya mati, nampaknya sudah lowbat karena kelamaan ngerekam adegan halu mereka.


Karena kamera mati, akhirnya adegan cara mereka meloloskan diri dari Rumah Sakit Jiwa tidak ditayangkan di televisi, karena kameranya kehabisan baterai.


HALO? BERAKHIR.


B E R S A M B U N G

__ADS_1


__ADS_2