
Premium. Ini sungguhan, tidak ada titel yang bagus untuk di nantikan, dan semua akan berakhir seperti seharusnya.
Bagaimana jika kamu coba mati hari ini, tapi tidak jadi mati, itu seperti kamu ditakdirkan untuk begitu di hari ini. Sederhana.
Sederhana-nya, bagaimana cara menciptakan awalan yang membuat anda-anda sekalian merasakan alur cerita yang dipenuhi intrik mengagumkan?
Ataukah kisah Manusia mati dan kemudian bertransformasi menjadi kilauan kembang api keindahan? Dan akhirnya berpencar di atas udara menjadi kepingan dan tubuhmu terurai-berai. Mati penuh dengan kilauan dan tubuhmu bagaikan ledakan yang ditakdirkan untuk hancur seperti itu.
Tetapi, Tidak.
~ Kehidupan itu lebih menakutkan daripada kematian...
Mengapa demikian?
Mari mundur kekisah yang masih tidak dimengerti bagaimana kebenarannya, penuh kepalsuan ataukah kealsian, penuh dengan kesedihan ataukah penuh dengan kesenangan membara tiada akhir?
Sihir, adalah komponen yang menemani science-fiction, dan genre-genre lainnya untuk membuat kisah pertelevisian menjadi berwarna.
Lalu, bagaimana jika sihir itu ada?
"Semua yang kau berikan is magic!!" pria ini, berkomentar begitu, dan cukup puas dengan sihir pria yang di depannya kali ini.
"Good Job, Alexander-kun!" Execution Mahou Extraordinary Composer Highschool, nama sekolah yang panjang, tapi kita tidak tahu siapa nama seseorang yang menyebut nama Alexander-kun.
"Sankyuu, Sensei!! Ikuzo!! Heroes wa comeback!!" teriak Alexander, nampaknya dia semakin bersemangat.
Ini, seperti genre shounen, atau mungkin adventure, tetapi kisah pertemanan belum ada, dan bahkan petualangan pun tak nampak dalam awalam kisah klasik ini.
Bagaimanakah Manusia menjalankan kehidupan mereka sekarang? Selalu seperti itu? Berjuang hingga airmata mereka diperlihatkan? Atau menangis jika merasakan rasa sakit yang berlebihan?
Manusia, tidak cocok untuk hidup abadi, mereka cocok untuk mati sebagai awalan generasi berikutnya, dan dia mati, lalu dia mati, dan kemudian mati lagi akan mati kemudian akan mati berikutnya akan mati selanjutnya akan mati tapi nanti. Mereka mati secara bertahapan.
Manusia yang menua, berakhir kemudian dimakan zaman, tetapi jangan khawatir, berikutnya akan ada yang muda.
"Kehidupan lebih mengerikan dari kematian itu sendiri..." ini ucapan Alexander, kenapa demikian?
Dia sendirian, dengan tingkatan sihir yang terlalu kuat, tetapi masa mudanya berakhir, tetapi, wajahnya dipenuhi kesedihan, bagaimana kah ini?
Ataukah harus berakhir? Ataukah kamu menangis? Ataukah kamu senang? Ataukah kau ingin hidup sangat lama?
Alexander, hidup penuh dengan perjuangan, dan berpuluh-puluh tahun kemudian dia pulang kerumah saat usianya 26 tahun.
Ibu dan Ayahnya nampak menua, senyuman tersirat dari raut wajah mereka, nampaknya mereka masih sehat, apakah ia berpikiran bahwa Manusia akan hidup masih lama?
Ya, "Ayah, kau sudah menua tapi tetap bersemangat..." ucap Alexander.
__ADS_1
"Ibu, kau sudah tidak cantik seperti dulu karena menua, tapi masih bersemangat..." sambung Alexander.
Mereka hanya tersenyum, dan tersenyum dengan durasi yang mungkin semakin tua seseorang semakin dekat dengan kematian.
Mereka....
Mati...
Saat empat tahun berlalu.
~ Bahkan, seberapa besar dan seberapa hebat kau menguasai sihir, mereka tidak bisa menyembuhkan seseorang yang akan dikehendaki untuk mati.
Pusaran dunia, dan waktu makin lama makin lama-lama hingga melewati ratusan tahun, namun mengapa? Alexander-kun masih hidup di usianya ke 178 tahun.
Sembari ia menatap arah lain, dan memperlihatkan mata yang mengeluarkan tetesan kesedihan.
"Kehidupan lebih mengerikan daripada kematian.." dia menyaksikan satu persatu teman-temannya bahkan keluarga dan orang-orang terkasihnya meninggal satu-persatu.
Tetapi, bagaimanapun ia tidak berakhir, sihir kutukan keabadian yang memaksanya untuk hidup semakin lama.... bahkan sangat abadi hingga takkan bisa mati...
~ Perang Dunia Sunflower Escalayer.
"Alexander ada di baris terdepan!!" teriak Natasya.
"Ya, itu sudah biasa!!" seru Vladikov.
"Aku akan menolong Alexander!!" teriak Natasya, ia berlari dengan peralatan obat-obatannya, dengan tas ia bawa menggunakan tangan kanan, dan berlari begitu cepat seperti seseorang yang mengkhawatirkan Manusia lainnya.
Tetapi.... Kehidupan itu lebih mengerikan daripada kematian..
Dooor!!
Bahkanpun, hingga kapanpun, seberapapun kuat ia menguasai sihirpun, sampai kapanpun hingga akhirpun, dia tak menyaksikan keindahan Natasya berakhirpun dengan senyuman yang mengkhawatirkan Alexander.
Dia mati, terkena oleh peluru yang nyasar, bagaimanapun ini adalah medan perang....
"Ternyata, Kehidupan lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri..." ucap Alexander.
Kisah ia, dan Manusia lainnya, seberapakah banyak kesedihannya dan seberapa banyak kesenangannya?
~
"Ah, aku Alexander Stuckerkovic-Milenkovic-Mijatovic Stejpan.." ini adalah nama lengkap Alexander.
"Ah, nama yang panjang, aku seorang dokter, namaku Natasya Flavour-Food de Sandwich..." balas Natasya.
__ADS_1
Ini adalah kesenangan, dan ingatan soal bagaimana kehidupan itu mengerikan, tapi dimasa saat pertemuan awal, adalah kesenangan yang berlebihan. Itu adalah awal pertemuan Natasya dan Alexander, dan sebelumnya diperlihatkan bagaimana ia mati.
~ "Bagaimanapun, Kehidupan itu lebih mengerikan daripada kematian...."
"Alexander, hiduplah!!" Vladimir berteriak, sembari melihat kearah Alexander yang terkepung musuh, Vladimir pun sama saja.
Bahkan, seperapapun kuat ia menguasai sihir, pada akhirnya itu tidak berguna jika tidak bisa menyelamatkan seorang teman.
Vladimir mati dengan ratusan peluru yang mengenai ia, tapi, meskipun di seberang sana ada Alexander yang terkena ribuan peluru, ia tidak mati, ia tidak terluka... bagaimanapun ini adalah kutukannya. Kutukan keabadian.
"Kadang-kadang, Kehidupan itu lebih mengerikan daripada kematian... tidak-tidak... bukan kadang-kadang, tapi selalu..."
Meskipun ribuan musuh ia bunuh sekalipun, pada akhirnya kehilangan beberapa orang lebih menyakitkan daripada membunuh ribuan musuh....
150 Tahun Kemudian, mungkin usianya 178+150 \= 328. Jika ditotalkan ia sudah melewati Sweet Seveenten banyak kali... tetapi ia tidak mati.
"Ah, zaman yang berkilau, tetapi masih dipenuhi kesedihan dan kengerian.." ucap Alexander yang berjalan mendekati supermarket.
Kebetulan ia berpas-pas-an dengan dua sosok Manusia yang berwajah sama.
"Halo, selamat beraktivitas, kawan..." ucap Nicki.
"........." Nicko hanya menatap datar, dan kemudian Nicki dan Nicko menjauh dari area tersebut, sementara Alexander-kun masuk kedalam supermarket..
~ Kehidupan lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri......
"Laporan, beberapa jam yang lalu, Supermarket distrik Nichijou di masuki perampok, dan ratusan pengunjung selamat...." ucap Reporter Televisi..
"Tapi....."
"Selalu saja, kehidupan itu mengerikan daripada kematian..."
Rekaman CCTV memperlihatkan riwayat penembakan, ratusan peluru di adegan tersebut... memperlihatkan bagaimana Alexander tidak bisa mati.
~ Monster?
~ Alien?
~ Manusia Super?
"M-monster!!!" adegan kemudian memperlihatkan perampok berteriak dan ketakutan, begitu juga dengan pengunjung lainnya.
"Bagaimanapun, Kehidupan itu lebih mengerikan daripada Kematian..." ucap Alexander.
Alexander, nama biasa saja, yang mungkin dalam kisah ini, namanya meskipun keren, tapi mengapa harus ada begitu banyak kesedihan?
__ADS_1
B E R S A M B U N G