1+1: Useless

1+1: Useless
Chapter 35 - Jumpscare.


__ADS_3

Malam ini lampu mati, tak ada yang menemani, seperti malam-malam ini.


Galau, kegabutan, dan sesuatu yang ingin memancing adrenalin akhirnya kau pikirkan, pikirkan ajah dulu, buatnya belakangan.


Sebut saja, seseorang dengan kegelapan yang tak memperlihatkan wajahnya, memandang ponselnya tapi ponselnya tak bisa dia ajak bicara.


Jangankan teleponan, bicarapun seakan gak bisa, karena itu memang ponsel....


Jadi, mari kita bayangkan bagaimana Ponsel bisa bicara, tapi setelah dibayangkan terlalu lama malah kedengarannya ini aneh, karena Ponsel udah bisa bicara kalau kalian gunakan menonton streaming dan bahkan teleponan, itulah namanya bicara!!


"Huh??" Pria dengan kegelapan yang lebih gelap dari warna bajumu, atau sebut saja pakaianmu, kini dia menekan-nekan ponselnya hingga akhirnya secercah cahaya cinta perlahan menyilaukan.


Ya, terang cahaya pun tercipta, dan adegan orang rebahan di ruangan yang gelap penuh kelam sekelam kisah cintamu yang suram.


Dia menekan-nekan, dan kemudian matanya selalu terpaku terhadap objek cahaya tersebut, apakah objek itu sangat menarik sampai-sampai menjadi destinasi kefokusan matanya yang sangat berlebihan?


Mungkin, tetapi dia kemudian memperlihatkan ekspresi penasaran saat menekan sesuatu yang mungkin diciptakan untuk di tekan dan kemudian melakukannya berulang-ulang.


Sebenarnya itu apa???!!!


"Tidak keren.." komentar Pria tersebut, dia kemudian menutup video tersebut dan lalu menggantikan tayangan ke channel lainnya.


Tampak dari luar terdengar angin berhembus begitu dahsyat, sangat mencekam dan cukup suram saat ditambahkan lampu dead, PLN memang tidak baik saat ini. Kejam!!


Jaringannya kadang ga karuan, kadang juga ngeloading, kadang ia memaki kemudian karena kesal dengan kejadian dimalam hari ini yang harusnya bersantai diruangan yang terang malah jadi mati lampu.


"Biadab!!!" bentaknya dalam hati, karena dia sendirian makanya dia membentak dalam hati agar yang lain tidak mendengar.


Yang lain? bukankah dia hanya sendirian? tidak, bukan sendirian, dalam istilah Manusia dan kelogisan, memang benar dia sendirian, tetapi dalam istilah paranormal, bukankah makhluk tak kasat mata tersebut ada??!!!


Nampak, dia kemudian terjebak dalam konten perwibuan, ada anime genre horror yang ia tonton...


"Ceritakan tentangmu, ceritakan tentangmu..." Lirik itulah yang terdengar dalam pembukaan awalan, seperti menceritakan cerita tentang hantu dan tentangmu yang tak bisa melihatnya.


Konsep ini begitu membingungkan, dan teramat menakutkan jika kamu ketakutan dalam kegelapan mencekam yang dipenuhi kesuraman.


Kenapa suram?

__ADS_1


Mati Lampu, Baterai empat puluh persen, hujan, dan gelap tak ada bulan dan bintang-bintang.


"Apakah yang harus aku lakukan???!!" ucapnya, tetapi dia tetap tenang, karena di dunia ini, dalam konsep pemikirannya yang rumit, dia mempercayai hantu itu tidak ada, tapi dia takut tentang mereka.


Hingga kemudian, kata-kata Bahasa Indonesia yang khas terdengar dikupingnya, pendengaran yang ia dengarkan adalah kata-kata bijak.


"Jika kau membayangkan hantu itu baik, maka dia akan baik padamu, dan jika kamu membayangkan hantu itu jahat, maka dia akan terlihat seram dimatamu, sebenarnya, hantu itu adalah sesuatu yang tidak akan menakutkan jika kamu menganggap hantu itu baik..."


"Setuju!!!" ucap Pria ini, dia nampaknya sudah mulai yakin bahwa hantu tidak ada, tetapi dia memikirkan jika hantu itu ada, maka dia ingin hantu itu adalah hantu baik hati seperti para gadis pada umumnya yang cantik dan baik hati.


Pemikiran ini semakin tinggi, hingga membentuk pemikiran idealis yang bisa menciptakan fiksi itu menjadi halusinasi yang berlebihan?


Hujan makin deras, tidak ada apa-apa, karena meskipun hujan itu dingin, mereka hanya membunyikan konsep rintik-rintik yang tidak menakutkan. karena objek hujan teramat tidak membuatmu kaget karena hujan sudah takdirnya menjadi air yang jatuh.


Lalu, bagaimana dengan Pria ini, mengapa dia masih tetap fokus kemudian, padahal dia takut tapi kini sudah termotivasi menjadi orang yang tidak takutan.


"Menarik, Gakkou no Kaidan, best!!" ucapnya, dan kemudian dia kembali tetap melanjutkan menonton hingga banyak durasi jam yang ia lampaui tidak seperti sebelumnya.


Mata yang tidak mengantuk, dan kemudian keseriusan yang tidak berubah, tekad menghabiskan tontonan hingga episode terakhir.


Tetapi, suaranya itu tertahankan oleh hujan yang cara jatuhnya terlalu berserakan kemana-mana hingga akhirnya menjadi pecahan air yang berpijar dimana-mana.


"...........!!!" namun, mendadak dia terkejut karena mendengar suara yang teramat lembut, "s.........hh........"


"???????????!!!!" Pria ini masih memperlihatkan wajah yang terkejut, ekspresi yang mulai takut karena menurutnya disini tidak ada orang selain dirinya sendiri...


"Shhhhhhhhhhhh....." desiran yang mungkin begitu biasa tapi teramat menakutkan jika terdengar saat dirimu sendirian berada di dalam rumah....


Suara itu makin sering terdengar, dan bahkan seakan-akan dia memang ada disini untuk menemanimu dalam kegelapan malam yang sendirian.


Kegelapan tiada akhir yang membuatmu takut, masih gelap dan destinasi kegelapan tetap gelap, Pria ini menyalakan senternya dan kemudian melihat kearah lainnya. Nihil.


Hasilnya tetap nihil, in this house, there is not another human...


"????!!!" bulu kuduknya mulai berdiri, bahkan kemudian suaranya kali ini dekat dengannya...


Shhhhhh ..... brakkkkk....

__ADS_1


"???????!!" semakin menakutkan, semakin ketakutan, semakin ia yakin akan adanya hantu di area ini....


Suara itu mulai mendekat, bahkan seakan-akan ada yang seperti menyentuh kakinya, "?????!?!!" dia mematung, tak bisa bergerak karena sudah terkena objek menakutkan makanya manusia seperti mematung karena takut terhadap hal apapun.


"??????!!!"


Mendadak lampu hidup, dan yang menyentuh kaki pemeran utama adalah kucing yang ndak sengaja lewat dan adegan berikutnya memperlihatkan seorang pria yang membawakan kotak lampu. sembari ngomong dengan cara ngeselin.


"Jika kau memikirkan kamu takut, maka selamat, karena ini memang menakutkan, jika kamu ingin menonton filem horror yang sebenarnya? nyalakan lampu anda di rumah jangan terlalu gelap, itu hanya akan membuat anda pipis dicelana karena ketakutan..."


"Jangan nonton horror tanpa lampu dihidupin!!! jika ingin ruangan anda terang, sediakan lampu Phillipes, dijamin terang!!!"


"Phillipes, menerangi dunia!!"


"Film apaan ini???!" teriak Nicki yang menyaksikan filem tersebut.


"********, kirain filem horror beneran, ternyata cuma mau promosiin lampu Phillipes!!" sambung Nicko.


Mendadak tulisan baru keluar di daptar para pemeran dan lain-lain.


• Filem ini disponsori oleh Phillipes, Lampu keren yang bisa menerangi area kegelapan malam!!


"Promosiin lampu sampai ngebuat filem panjang ginian, terniat, aku sampai ketipu..."


"Mana waktu jatah main kita cuma begini.." sambung Nicko.


Mereka berdua memperlihatkan wajah kesedihan, mereka kira bakalan banyak jumpscare tetapi ternyata malah troll terakhir yang mengecewakan.


"Tau begini ngetes dulu filemya di tempat situ sebelum resmi di beli.." ucap Nicki.


Nicki mematikan televisi dan mencabut kaset tipuan dari tayangan.


▪ Sekarang, Lo Nyesal Kan? Heehehehe.. /suara hati Dividi Iklan Lampu dengan Embelan Filem Horror.


JUMPSCARE, BERAKHIR.


B E R S A M B U N G

__ADS_1


__ADS_2