
~
Dunia ini masih terasa mengendalikanku... bergerak kearah yang diinginkan, bagaikan boneka yang bergerak karena digerakan oleh seseorang...
Kono this is world da....
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan karakter dan kejadian nyata, maka mohon maaf, karena ini memang disengajain mirip, karena this is story... parodies genres desu wa!!
"Woy!! kenapa Bossun kau memberitahu hal begituan! nanti pembaca mikirnya, cerita ini plagiat!!" bentak Nicki.
"Santai, this is stories, tidak terkenal, nothing jika dibaca oleh netizen otak dangkal kurang ajar yang taunya nekan report abis itu berbaur komentar dengan komentar 'wah good' padahal abis ngereport..." balas Bossun.
"Whut?"
"Jadi gini, kak, pada zaman dahulu....."
~
Mendadak tampilan mereka berubah, sang Nicki memakai kostum kura-kura, dan Bossun memakai kostum kelinci...
"Ala, cerita klise!! skip!!" teriak Nicki...
~
Pada Zaman Dahulu...
"Woy, sudah kubilang stop!!" teriak Nicki.
~ Pada Zaman Dahulu....
"Biadab!!!"
Pada Zaman Dahulu..
"Kok gini-gini mulu???"
~ The end ~
"********!! banyakan pada zaman dahulu, ujung-ujungnya the end!!" teriak Nicki.
Seorang Pria melihat kekamera, sebut saja...
"Viewers dengan membaca kosakata paling cepat..."
"Hiro Hiroyuki-kun?"
"Hoh???" Pria ini menatap sang Bossun dengan tatapan kharismatik yang good..
"Kau membaca pada zaman dahulu berapa detik? cepat banget!!" tanya Bossun.
"Baca? apa itu baca? langsung kututup, soalnya pasti endingnya kura-kura yang wins.." balas Hiroyuki.
"Astaga..." Nicki menepuk jidatnya sendiri..
"Hoh, tidak bisa ditiru ini wahai adek-adek di rumah, membaca buku itu jembatan ilmu atuh, ngapain asal-asal tutup segala.. jadi bodoh, mamam kau!!" bentak Bossun kepada Hiroyuki.
"Suka-suka saya lah..." balas Hiroyuki santai, soalnya yah, kan terserah dia.
~
Mendadak, buku cerita tersebut terbuka lagi lembarannya bahkan tanpa di buka oleh sang Hiroyuki itu sendiri.
__ADS_1
~
Pada Zaman Dahulu.....
"Ini lagi!!"
~ Pada Zaman Dahulu..
"Ampun dah!!"
~ T A M A T
"********!! tamatnya kecepatan woy!! buku gila!!" teriak Nicki, Bossun, dan Hiroyuki secara bersamaan.
~ Gagal Tamat..
"Eh???"
~ Pada Zaman Dahulu..
"Iya!! apa!! cepat!!" teriak Nicki
"Kelamaan!!" teriak Hiroyuki.
"Sialan!!" sambung Bossun
~ Gak jadi ah... /balas sang buku, bukunya bisa gomong.
"********!!"
Karena mereka bertiga naik pitam, akhirnya buku gajelas tersebut itu mereka robek.
~ Pada Zaman Dahulu..
Cerita di buku tersebut tidak jadi di ceritakan karena sang buku sudah robek duluan.
T A M A T
B E N E R A N [Bukunya]
Part - Reaching for the Cities.
Narasi dibagian ini barusan dipikirkan akan menjadi 'Manusia' dan akan selalu seperti itu, bagaimanapun, kau dan aku kita sama yang beda hanyalah banyak dong.
Misalnya, jika seseorang pipis di tempat sepi sembali mengukirkan garis line pasir yang terbasahi oleh air. /Bisa di sebut ini adalah pipis sembari berjalan.
Apakah kata yang tepat untuk memprotes hal itu, dan bagaimana caramu pipis, apakah sambil berjalan? Atau sembari mengupil dan lalu celana terlepas begitu saja?
Nah, kau dan aku kita sama yang beda hanyalah cara pipisnya!!
"Kau dan aku kita sama yang beda hanyalah......."
• "Cewek, aku mau kencan yo!!"
• "Hah? Kencan? Kau punya duit gak?"
• "Aku punya gaji sebulan dp 3.5 Jt."
• "Aku punya gaji sebulan dp 4.7 Jt."
• "Aku punya gaji sebulan dp 15 Jt."
__ADS_1
"Okeh... gasskeun yang 15 juta �" balas sang cewek.
~ Kau dan aku kita sama yang beda hanyalah gaji!!!
Sebenarnya, Manusia tidak harus dinilai dari kesamaan dan perbedaan, Manusia harusnya dinilai dari seberapa baik dia membantu seseorang.
- "Nenek, mau kubantu??"
Sebut saja namanya Nicko, bocah blangsak yang masih bocil biadab yang sukanya ada yang-yang saking banyaknya -yang akhirnya ini malah menjadi seperti 'Yang aku tau.'
Reaksi kota, dan tatapan Manusia lain kepada Manusia sepertimu, berbeda-beda, mungkin tatapan penuh 'Malu' dan 'Salah Tingkah...'
"B-bukan berarti aku tidak i-ingin melihat wajahmu.. N-nicko-kun ><"
"K-kyaaa... Tsundererchan kawaii!!"
Tsunderer adalah karakter fiksi yang dijadikan untuk tetap menjadi fiksi agar menjadi imajinasimu.
"J-jadi N-nicko-kun pilih bantu obaasan atau... w-a-t-a-s-h-i? ><"
"K-kamu dongs....."
Kau dan aku kita sama, yang beda hanyalah tergoda sama siapa!!
Lihatlah, Reaksi berbeda-beda dan akan selalu beda, karena sampai kapanpun, Manusia selalu memilih kubu mereka sendiri.. tidak sama pendapat.... Kau dan aku kita sama yang beda hanyalah seperti ini.....
"Huh???" sebut saja Nicki, namanya Nicki, dan akan selalu menjadi Nicki jika dia tidak mengganti nama.
"Nickiy Mouse-kun!! What are you doing in here?"
"Nickiy Mouse tuh sapa!! " bentak Nicki..
Perbedaan, kadang menghancurkan, tapi kadang juga menjadi kekuatan masing-masing kubu, tetapi akan melahirkan sesuatu yang dipenuhi perdebatan dan konflik.
~
Apa yang tokoh utama lakukan saat adiknya dibahas lebih dulu daripada dia, misterius?
"Daripada membicarakan perbedaan, lebih baik lihat caraku berjalan...."
"Momsky, itu apa?"
"Heh?"
Anak-anak kecil yang masih polos melihat pancaran pipis sang Nicki yang membasahi area kecil-kecilan...
"Jangan lihat!! Dia orang gila!! Tutup matamu, nak!!" balas Momsky.
"Kau dan aku kita sama, yang beda hanyalah cara pipisnya.... eh tunggu..." Nicki air pipisnya sudah abis, karena ya memang sudah ia tuangkan semuanya kedalam kelembutan jalanan.
"Kau dan aku kita sebenarnya kita beda..." ucap Nicki yang kini sudah melepaskan celananya di jalanan.
"Yang sama hanyalah warna taik kita..." sambungnya lagi...
"Kya!!!!"
"Udah gede berak sembarangan!!"
"Kyaaa!!!!"
"Ya, aku benar, warna taik kita di dominasi warna emas yang murni.... makanya kalian berteriak kya..."
__ADS_1
"Kau dan aku kita beda, yang sama hanyalah warna taik kita..."
B E R S A M B U N G