
Objek yang menyedihkan adalah sesuatu yang memperlihatkan kematian, meskipun begitu, terkadang kehilangan orang yang kau sayangi di depan matamu adalah drama tangisan yang menyahat hati.
Meskipun begitu, dia memikirkan, mengapa yang lain bisa mati, sedangkan ia tidak?
"Mengapa aku tidak bisa mati, hidup terlalu lama, dan merasakan kehilangan yang terlalu banyak, apakah ini bentuk kekejaman sang pencipta?"
Dia sudah terkenal karena membunuh secara livestream, Furàncescà apakah benar-benar mati, dan orang lain apakah benar-benar mati?
• "Aku tidak mati, Furàncescà Furàntinè adalah sang wanita zombie, jangan meremehkan zombie, mereka bisa beregenerasi.." ucap Furàncescà.
Ada yang benar-benar mati, ataukah ini hanya sandiwara terakhir?
"Saiko, kau pergi bersama Tsubame, kau mungkin akan selalu aman, ah dijamin akan selalu aman, karena Ninja adalah artistik yang mengagumkan, teknik tak terketahui, atau bahkan tak terlihat seperti Shinobi pada umumnya.
Sementara itu di atas genteng rumahan, seseorang berlari melompati genteng lainnya kemudian... "Shinou disini, sedang mengintai target dimana, dia juga terlalu cepat menghilang.." ucap sang ninja, Shinou Sarutobi.
"Shinou dari klan Sarutobi adalah Ninja yang hebat dan berbakat, bahkan Tsubame dari klan Midorikawa juga sangat hebat....." ucap Nicki.
"Memang, lagian kau siapa???!! Kau bahkan belum beraksi sama sekali!!" ucap Saiko.
Saiko memang agak gak ngeh ama kemunculan Nicki dan Nicko yang sok-sok disitu padahal Saiko selamat gara-gara teknik clone sang Tsubame.
"Nicki-san adalah orang yang lebih hebat dariku, jangan meremehkannya.." ucap Tsubame, kemudian dia segera menggendong Saiko.
"EH??!!"
Dalam beberapa menit, Tsubame sudah bergerak cepat sembari menggendong Saiko.
"Padahal, targetnya acakan, kok Saiko macem orang penting ajah sampai dilindungi??" gumam Nicko.
"Artis menahan rasa sakit dari dorama yang mereka mainkan, atau bahkan menahan malu bermain azab yang kejatuhan meteor itu terlalu fiksi, sedangkan Reporter yang setiap lisannya harus selalu menyampaikan berita benar dan mereka dituntut untuk melakukan hal itu, membaca deskripsi surat pemberitahuan dan menahan kram di pantatnya karena terlalu lama duduk di kursi sembari berbincang dengan narasumber.."
"Tidak ada seorang pun yang tidak ada kontribusi di dunia ini, karena setiap orang akan berguna jika mereka mengerakkan kedua tangan mereka untuk melakukan hal lain.."
"Bahkan jika engkau pengangguran, kau akan sedikit berguna dan memiliki kontribusi di dunia, jika kamu berhayal..."
"Bijak!!" seru Nicko.
Sementara itu mungkin ini berada di sisi sang Alexander.
"Mereka mati, ataukah sedang bermain sandiwara denganku???!!"
"Laporan dari kejadian penembakan dan pembunuhan yang tertangkap oleh CCTV memang benar-benar terjadi, tetapi mereka yang mati bukan asli, karena itu hanya teknik clone Ninja..."
"Ya, saya sudah melakukan clone, sebenarnya Clone yang tewas itu adalah diriku, dan aku menyuruh diriku yang itu untuk membeli kesana.."
"Karena kenapa? Maklum mager kalau gerak sendiri.. selagi ada kekuatan, mengapa tidak??!!"
__ADS_1
Pria ini kemudian memperlihatkan ekspresi kepuasannya, "Sudah waktunya, klan Masokisu beraksi..." Ninja paling pintar sepanjang sejarah, dan kemudian memiliki kemampuan melihat masa depan dengan cooldown sehari sekali pakai... Maso Masokisu.
"Ninja Ninja ini sudah menebak apa yang aku pikirkan? Apakah mereka juga mengetahui hal yang sebenarnya aku inginkan?"
Alexander kemudian berdiri, dan lalu keluar dari ruangannya, dia berjalan dan kemudian menaiki mobilnya, dan lalu melesatkan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga batas spedometernya.
Bahkan lampu merah ia lewati dengan begitu beringas, beberapa mobil yang ada di persimpangan hampir menabrak untung beberapa segera berhenti.
"Ngebut?!!"
"Mana polisi???!!"
Mobil ini melaju seperti yang sudah dipikirkan oleh Maso-san, "Dia datang, bersiaplah, Shounen.." ucap Maso, dia menelepon Tsubame, dan kemudian Tsubame menyambungkan hal ini kepada mas Nicki yang berada mulai dekat dengan kecepatan mobil yang dikemudikan oleh sang Alexander.
"Ada dua hal yang membuat Manusia serius, dalam artian hardboiled.. pertama.. melupakan cara pipis yang benar di toilet.... dan kedua...."
"Kabuuuuuur!!!" teriak Nicki yang kemudian berlari dengan cepat karena mobil sang Alexander tetap melaju meskipun sudah ada orang yang nunggu di depan.
Brakkkk!!!
Nicki melompatkan kesamping, dan menjatuhkan dirinya ke barber shop yang kebetulan pelindungnya adalah kaca.
Pecahan-pecahan itu sudah nampak jelas, Nicki juga sedikit terluka karena aksinya barusan..
"Adegan ini harusnya ada stuntmannya, aku Manusia!! Aku bisa mati, aku ingin mengajukan protes kepada kartu kesehatan KGS, Kartu Gak Sakit!!" ucap Nicki berteriak.
"Aduh, aku bukan Jackie Chan yang bisa tetap bermain meskipun baru habis melakukan adegan berbahaya, aku tidak bisa sekeren Jackie Chan, karena aksiku tidak keren..." Nicki mengupil menggunakan jari-jari di tangan kirinya... "Apa yang sebenarnya kau inginkan, Alexandelu-kun!!"
"Ah, aku sedikit cadel, aku ndak bisa bilang huruf Er..." ucap Nicki lagi.
Alexander tak menggubris ucapan sang Nicki soalnya ga bakalan sampai kesana karena bunyi mesin mobilnya lebih keras dibandingkan dengan suara sang Nicki berbicara.
"Huh??" Alexander melihat Nicki yang berdiri kembali kejalan, "Apa yang sebenarnya aku inginkan adalah menabrak Manusia dengan kecepatan cahaya, untuk memperagakan, apakah mereka akan mati seperti Alouiseie?"
Kamu sangat berarti, Istimewa di hati, Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini....
"Dia mendengarkan lagu, dan selalu menyanyikan nyanyian itu, lalu mengapa dia penasaran dengan kematian, mengapa harus mencobanya tanpa menggunakan stuntman??!!"
Alexander mengarahkan mobilnya kearah Nicki yang berdiri, dengan kecepatan yang mungkin akan membuat Nicki kehilangan nyawanya, atau mungkin membuat Nicki berakhir dengan kematian yang tragis tak terduga.
"Jika kau ditakdirkan untuk tidak bisa mati, itu sudah takdir, jika dia ditakdirkan untuk memikirkan tentang itu, maka itu sudah takdir.."
"Jika dia penasaran tentang sesuatu berkecepatan cahaya yang akan menabraknya, itu sudah takdir.."
"Ini bukan genre action, science fiction, atau bahkan superpower, dan genre yang wow, ini adalah genre silice of life.."
"Kita harus menjalankan kehidupan, dan kemudian memerankan karakter kita sebaik mungkin agar berguna kepada orang lain, namun tidak perlu untuk berguna kepada orang lain, gunakanlah dirimu untuk keperluanmu, dan hidup itu meskipun kamu tidak bisa mati.."
__ADS_1
"Kau bisa terluka, itu sudah takdir, dan gadis yang mati itu, itu sudah takdir, karena Manusia hanya memiliki satu nyawa dan tidak memiliki stuntman, ini bukan film genre seperti itu..."
"Karena yang kita perankan di dunia sekarang, adalah genre silice of life...."
Kehidupan yang kita jalankan tidak ada aksi, hanya ada drama kehidupan..
"Dan kamu tidak bisa mati, karena itu adalah skenario sang penulis, dan aku bisa mengeluarkan kemampuan ini, karena itu sudah takdir..."
Nicki memetik gitarnya menggunakan jari-jari tangan kirinya.. soalnya dia sudah melepaskan upilnya, dan kini dia mulai memainkan sesuatu yang mengagumkan.
"Ini sudah takdir..."
"Meliodistik Sleepy....."
Alexander mendengarkan melodi itu sudah takdir dan mobil yang masih melaju dan yang mengemudikannya tertidur itu sudah takdir...
"Apa yang sebenarnya dia inginkan, adalah menabrak orang dengan kecepatan cahaya, tapi dia tidak bisa mencapai kecepatan cahaya, karena ini hanya kecepatan mobil..."
"Meskipun begitu, dia tidak bisa mati...."
Ledakan mobil yang kemudian menabrak bangunan depan, terdengar, dan orang yang berada di dalam mobil itu, memang benar ia terluka, memang benar ia terbakar, namun...
Tubuhnya selalu kembali, kembali tak terluka dan tak apa-apa.
"Karena dia abadi..." ucap Nicki.
• Meskipun kehidupan adalah hal yang menakutkan, namun ada beberapa keindahan, seperti..
Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini....
"Alexander sudah tua, tapi awet muda, kita nambah, kita tua duluan.." ucap Nicko.
Beberapa Pekan Kemudian.
Alexander yang kalah karena mendengarkan melodi lagu sang Nicki, berada di penjara dengan senyuman menghiasi wajahnya.
"Ah, aku barusan membacakan kisah kekalahanku yang konyol, Alouseie, sebanyak apapun aku mencoba mati, aku tidak bisa mati.. dan Natasya atau beberapa yang lainnya...."
Alexander meminum racun kemudian, tapi ia tidak mati, namun raut wajahnya berubah... "Aku, tidak bisa mati, tapi aku bisa terkena gangguan pencernaan!!"
Arc Alexander, Berakhir.
__ADS_1
B E R S A M B U N G