
Aluna Maria gadis cantik , pintar berusia 23 tahun , tapi nasib nya tak secantik paras nya , nasib Aluna begitu malang setelah di tinggalkan kedua Orang tuanya di usia 10 tahun
" Luna " teriak Anjani mengagetkan Luna
" i-iya bu sebentar " Luna keluar kamar menghampiri ibu tirinya
" kenapa kamu lama sekali , apa yang sedang kau lakukan hah " bentak Anjani
" maaf bu tadi Luna sedang mengerjakan tugas kuliah " Luna menundukan kepalanya karena takut dengan tatapan tajam dari Anjani
" alah alasan saja kamu , besok kamu gak usah kuliah , temui teman ibu di hotel ××× , tidak ada penolakan " Anjani bicara dengan nada ketus nya
" kenapa harus di hotel bu , biasa nya kalo menemui teman ibu di restoran ? "
" gak usah banyak tanya , temui saja dia nanti ibu kasih kamu uang buat biaya kuliah mu " alibi anjani
" emm ba-baik lah , tapi ibu harus menepati janji " sebenar nya Aluna ragu tapi ia sangat membutuhkan uang untuk biaya kuliah nya
Anjani menyeringai setelah Aluna menyetujui hal tersebut , setelah Aluna meninggalkan dirinya suara dering telpon terdengar
" Hallo tuan " entah apa yang di bicarakan pria di ujung telpon itu
" i-iya tuan anda tenang saja , saya sudah meminta anak saya datang ke hotel besok "
Di kamar Aluna tengah merenung , kenapa ibu tirinya itu meminta aluna menemui temanya di hotel ,sampai akhirnya ia pun tertidur
*
Keesokan harinya
" Luna jangan lupa nanti kamu masuk ke kamar nomor 102 , teman ibu sudah menunggu disana "
" iya bu , luna pamit dulu " setelah keluar rumah luna mengendarai motor meti* nya menuju hotel yang di tuju
Setelah sampai di tempat tujuan Luna mencari kamar nomor yang di berikan ibu nya
" ini dia "
Luna mengetuk pintu kamar tersebut , ia sudah sangat percaya diri karena yang akan di temuinya adalah teman sosialita ibu nya
setelah beberapa saat Luna mengetuk pintu akhirnya ada yang membuka pintu
Tapi Aluna kaget yang membuka pintu adalah seorang pria
" a-anda siapa kenapa ada di kamari ini , apa saya yang salah ketuk kamar ya? "
Pria tersebut menatap Luna dari ujung rambut sampai ujung kaki
" apa kamu Aluna anak bu Anjani "
" i-iya benar , kenapa tuan tau saya anak bu anjani "
" Ayo masuk , karena saya yang menyuruh bu anjani mengirim mu kesini " Rey mempersilahkan Aluna masuk tapi Aluna masih ragu
__ADS_1
" silahkan masuk nona Tuan sudah menunggu "
" ahh iya tuan " akhirnya aluna masuk mengikuti pria itu
" tuan , gadis yang kau pesan sudah tiba " rey berbicara pada pria yang duduk membelakangi nya
" sekarang kau keluar Rey " Rey melenggang keluar meninggalkan Aluna dan Randi berdua , aluna hanya menunduk tak berani bicara , Luna bingung harus bicara apa
" Buka pakaian mu " Luna tersentak ketika Randi memintanya membuka pakaian
" Apa maksudmu tuan , saya kesini untuk menemui teman ibuku bukan untuk bertemu dengan mu " Luna melengang ingin meninggalkan Randi tapi Randi mencekal tangan nya
" tuan lepaskan tanganku , aku ingin keluar dari dari kamar ini " teriak Luna
" Ibumu sudah menjual mu padaku untuk malam ini , aku sudah membayar 500 juta , maka layani aku " Randi menyeringai menatap Luna
" gak , gak mungkin ibu menjual ku "
Randi menarik tangan Luna menuju kasur dan membuka paksa pakaian luna
" jangan tuan , aku mohon jangan " Luna menangis menghiba pada Randi
" kamu jangan menangis , aku tau ini bukan yang pertama untukmu "
aluna menangis menggelengkan kepalanya
Randi mulai melepas pakaian nya sendiri setelah menelanjangi Aluna
Bukanya melepaskan , randi malah semakin tertantang dengan berontakan luna
" diamlah atau aku akan menyakiti mu " akhirnya randi bisa menuntaskan keinginan dirinya
" ternyata masih perawan , pantas saja rasanya berbeda " Batin Randi
Randi melepaskan cairan beberapa kali sampai dirinya merasa lemas , sedangkan luna masih menangis meratapi dirinya sekarang
" kenapa ibu tega menjualku " batin luna
*
Paginya
Randi tertidur sambil memeluk luna , luna bangun dari tidur nya dan melepaskan pelukan randi
Luna meringis menuju kamar mandi ia menangis sejadinya
" kenapa tuhan tak berpihak padaku "
luna membersihkan diri dan keluar hanya menggunakan handuk
Ia berjalan tertatih karena masih merasa sakit di area sensitiv nya
" kamu sudah mandi " tanya randi
__ADS_1
luna tak menjawab pertanyaan randi ia masih keaal dengan nya
" ternyata kamu masih segel , aku akan menambahkan bonus untuk mu berapapun yang kamu minta atau apapun yang kamu mau akan aku berikan "
Luna menatap randi dengan tatapan tajam
" aku tak butuh uang mu brengsek , apa uang mu bisa mengembalikan kesucian ku hah , bagaimana jika aku hamil , apa kamu akan bertanggung jawab " air mata luna mengalir begitu deras
" kamu tau aku sudah tak mempunyai siapapun di dunia ini ,semenjak kedua orangtua ku meninggal ibu dan kakak tiriku selalu menyiksaku tanpa alasan , tanpa belas kasih , dan sekarang aku sudah tak memiliki masa depan , kesucianku sudah tak ada hidupku sudah hancur sehancur hancurnya "
Randi menatap Luna dengan tatapan iba
" maafkan aku , aku kira kamu wanita panggilan sesuai apa yang di katakan ibumu rapi ternyata ibumu sudah berbohong "
" aku akan pergi , tapi pakaian ku sudah tak layak pakai " Randi melihat pakaian Luna yang sudah rusak karena ulah nya
" kemana kamu akan pergi , ibu dan kakak mu pasti menertawakan mu setelah ini "
" aku akan pulang mengambil barangku dan pergi lagi , aku akan pergi jauh dari mereka dan takan kembali lagi ke rumah itu "
" baiklah tunggu sebentar , aku akan menghubungi rey untuk membeli pakaian untuk mu "
Setelah beberapa waktu akhirnya rey datang membawa beberapa setel pakaian untuk luna
" pakailah " randi menyodorkan paperbag ke arah luna
setelah selesai berpakaian luna pamit kepada randi
" aku pergi "
" tunggu " cegah randi " ini bonusmu , ambilah kamu pasti membutuhkan nya "
luna melirik gepokan uang di tangan randi tapi luna menggeleng
" aku tak perlu yang itu , permisi " luna pergi meninggalkan randi sendiri
Randi termenung setelah kepergian luna , ia melihat kamar yang berantakan dan melihat ada bercak darah di sprai
" gadis yang manis juga kuat , aku penasaran kemana gadis itu akan pergi "
Setelah beberapa saat Randi sudah berpakaian rapi di dampingi asisten nya rey
" ke kantor langsung rey , aku malas ke mension "
" baik tuan "
Di tempat lain , luna baru saja tiba di rumah , belum sempat masuk ia di suguhi suara tertawa dari dalam , ia tau itu suara ibu juga kakak tirinya
" Luna pasti sangat senang karena tidur dengan kakek tua dan mendapat bonus hahaha " Anjani tertawa lepas menertawakan
" iya benar bu , luna benar benar bisa di jadikan mesin uang untuk kita " lanjur Dinara menertawakan aluna
Mata aluna memanas menitikan air mata
__ADS_1