
Randi mengendap menghampiri Aluna yang tertidur pulas
Dengan perlahan merebahkan diri di sisi aluna , menatap wajah cantiknya , perlahan randi mendekat ke arah wajah aluna dan mengecup bibir ranum itu lama , ia menikmati sentuhan bibir itu lalu membuka mata nya beralih mencium kening juga pipi aluna .
Aluna sedikit terganggu dengan apa yang di lakukan randi ia menggeliat seperti bayi saja
Randi tergesa turun dari kasur dan melangkah keluar kamar sebelum keluar randi menengok ke belakang lagi melihat apakah aluna terbangun apa tidak , untungnya tidak .
Akhirnya randi keluar kamar dengan perasaan lega , lalu melangkah ke kamar nya sendiri .
paginya aluna bangun lebih dulu bangun untuk menyiapkan sarapan untuk nya juga randi
tak berselang lama randi pun menyusul untuk sarapan
" tuan , semalam aku mimpi kau masuk ke kamarku da menciumku , untungnya cuma mimpi , jika terjadi di dunia nyata aku akan penamparmu dengan centong nasi ini " aluna menunjukan centong nasi di tangan nya
randi tersenyum " memang aku menciummu aluna , ahh kenapa kamu sangat lucu " batin randi
" apa kamu berharap aku bisa mencium mu nona , sehingga kamu bermimpi seperti itu , jika benar kau menginginkan nya aku dengan senang hati akan melakukan nya " goda randi membuat luna membulatkan matanya
" sudahlah tuan cepat selesaikan sarapan mu " aluna malah menghindari percakapan
*
Di tempat berbeda Anjani sangat kesal kepada putri nya karena melakukan tindakan bodoh seperti yang kemarin di lakukan di kampus nya
" kenapa kamu melakukan hal itu , kan sekarang kamu yang rugi gak bisa masuk kuliah , pelajaran pun ketinggalan , kapan sukses nya kamu diana , kapan bisa bahagiain ibumu ini hah. "
" ini semua gara gara aluna bu , dia membawa seorang lelaki pintar juga kaya untuk menyogok dosen di kampus ." bohong diana karena tak mau di salahkan oleh sang ibu
" dasar anak kurang ajar , berani berani nya melakukan hal itu pada kakak nya sendiri ."
" kita harus melakukan sesuatu untuk balas dendam pada aluna bu " diana menghasut anjani agar ibunya mau membantunya untuk balas dendam pada aluna
" kamu benar diana , kita harus melakukan sesuatu agar aluna jera " tatapan tajam anjani membuat diana takut
" apa yang akan kita lakukan pada aluna bu " tanya diana
Anjani membisikkan sesuatu pada delina , delina tersenyum menyeringai mendengar bisikan ibu nya .
*
Tibanya di kampus semuanya menjadi normal kembali , meskipun masih ada beberapa orang disana yang masih membicarakan luna dengan tatapan yang sulit di artikan
luna langsung masuk ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasanya
setelah selesai dengan pelajaran aluna memutuskan untuk pulang ia menunggu jemputan dari supir pribadi suami nya tapi tak kunjung datang
__ADS_1
di saat menunggu ada mobil hitam menghampiri luna , orang di dalam mobil itu tiba tiba membuka pintu mobil dan menarik tangan luna dengan paksa , lalu membekap mulut luna hingga tak sadarkan diri
Setelah beberapa saat mobil itu pergi , mobil yang menjemput luna akhirnya datang tapi tak mendapati aluna di tempat itu , supir berusaha menelfon luna tapi tak ada jawaban , hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelfon rey
" [tuan nona aluna sudah tak ada di tempat biasa saya menjemputnya , di telfon pun tak di jawab.] "
" [cari melalui gps , jika ada kabar beritau aku secepatnya] "
" [baik tuan] " telfon terputus , si supir membuka gps dan melacar dimana keberadaan luna
" kenapa nona aluna pergi ke sana , gawat pasti nona aluna di culik " supir pun menelfon rey kembali dan mengatakan jika aluna hampir berada jauh dari kota
*
Di kantor randi sedang mengadakan rapat , rey ragu untuk mengganggu atasan nya untuk mengatakan apa yang terjadi , tapi ia juga takut jika tak mengatakan nya sekarang keadaan aluna bisa berbahaya.
rey melangkah menuju randi yang sedang rapat dan membisikan sesuatu yang membuat randi melotot dan mengepalkan tangannya
" rapat di tunda " randi buru buru meninggalkan ruangan itu dan menuju mobil
" tuan tempat yang di tuju nona aluna sangat berbahaya , disana banyak geng preman jalanan berkeliaran "
" ikuti saja gps nya rey "
*
" dimana aku , dan kenapa aku di ikat seperti ini " aluna berusaha melepaskan ikatan itu tapi tak berhasil karena kencangnya ikatan itu
" hey hey gadis cantik ini sudah sadar ternyata " ucap salah satu preman disana
" apa yang kamu lakukan , kenapa kamu menculik ku , dan apa mau mu sialan. " teriak aluna membuat telinga preman itu berdengung
" aku dan teman tamanku hanya menginginkan tubuhmu nona cantik , katanya kau wanita seharga 500 juta 1 malam , aku ingin mencicipi wanita semahal ini. " preman itu mencolek dagu aluna , aluna merasa takut akan hal ini
" siapa yang menyuruhmu brengsek " aluna kembali berteriak
" kau tak perlu banyak tanya sekarang layani kami ber empat " mereka membuka tali ikatan aluna dan menyeret tubuh aluna ke lantai hingga baju yang aluna pakai pun sobek
Aluna takut , ia mulai menangis tatkala melihat preman preman itu mulai membuka celana mereka
Aluna menunduk , ia tak ingin melihat apapun.
" tolonnnggg , tolonnnggg " mendengan aluna meminta tolong , preman preman itu malah tertawa mengejek
" tak akan ada yang bisa menolongmu disini cantik " salah satu preman mulai mendekati aluna
Disaat bersamaan randi juga rey datang dengan tatapan tajam nya , ia marah melihat wanita nya tersakiti dan hampir di lecehkan
__ADS_1
" lepaskan wanitaku brengsek " randi menghampiri satu preman yang berada dekat dengan aluna
Bughh bughh bughh
Beberapa pukulan di layangkan ke perut dan wajah preman itu hingga preman itu jatuh tersungkur ke lantai , tinggal 3 preman lagi.
Mereka menatal nyalang ke arah randi
" ada yang sok menjadi jagoan disini " para preman itu tertawa renyah
Salah satu preman itu mengeluarkan pisau , aluna membulatkan matanya ia takut jika randi kenapa napa
Mereka mulai bertarung dan memukul , rey hampir kalah ia jatuh karena terkena tendangan di bagian dada nya
Maka 3 preman menghampiri randi yang kewalahan melawan nya , dua preman bisa di kalahkan nya tinggal satu preman yang membawa pisau yang belum kalah
Randi melangkah cepat menghampiri preman itu hendak menendang tetapi kalah cepat dengan yang di lakukan preman itu , tak sempat menghindar randi terkena sayatan di bagian perut juga tangan nya , hingga mengelurkan banyak darah . Dan merembes ke baju putih nya
" tuan " teriak aluna , ia khawatir terjadi sesuatu pada randi ia menghampiri randi yang bersimpuh di lantai memegangi perut nya
di belakang aluna preman itu sudah di habisi oleh rey , semua preman sudah terkapar lemah .
" sebaiknya kita telfon ambulance dulu lalu polisi , pa supri tolong ikat mereka semua biar gak kabur " supir itu mengangguk
Tak berselang lama ambulance juga mobil polisi datang
Membawa randi yang sudah tak sadarkan diri
Sampai di rumah sakit , randi langsung di bawa ke icu juga luna masuk ke ruangan pemeriksaan
Aluna sangat takut , ia khawatir terjadi sesuatu pada randi
Orang tua randi datang karena rey menelfon nya
" aluna sayang " lize langsung memeluk nya erat
" maafkan aluna ma , ini semua salah aluna " aluna menangis di pelukan lize
" ini bukan kesalahnmu , ini adalah sebuah musibah , tenangkan dirimu aluna " lize mengusap pundak aluna
Dokter keluar dari ruang icu , disana sudah menunggu ajan juga rey karena lize menemani aluna di ruangan lain
" bagaimana keadaan anak saya dok? "
Dokter menghela nafas pelan
" pasien kehilangan banyak darah dan harus di rawat inap beberapa hari sampai keadaan nya pulih "
__ADS_1