
Serempak mereka mengeluarkan suara
" ohh jadi mereka sudah datang , selamat datang ibu , kakak semoga kalian betah kerja disini."
Anjani melotot lalu mendekati aluna
" aluna , kenapa kamu songong disini hah , kamu juga disini sebagai pelayan bukan nyonya. " randi menghampiri anjani
" kalian salah , aluna adalah majikan kalian , jadi apapun yang di katakan aluna , kalian harus menurut . "
anjani dan diana menelan ludah
" gak , gak mungkin gadis gak berguna ini jadi nyonya di rumah bak istana ini." diana meninggikan suara nya
" jika kalian tak percaya tak apa , ayo sayang kita kembali ke kamar jangan dengerin ocehan dua orang ini , ehhm rey antar mereka ke kamar pembantu. "
" baik tuan " jawab rey
mereka memutuskan untuk kembali ke kamar lalu rey mengantar anjani dan diana ke kamar khusus pembantu
" ini kamar kalian , bersihkan sendiri." rey meninggalkan mereka
" bu , kenapa aluna bisa ada di rumah mewah ini , apa benar dia nyonya di sisi , terus tuan randi tadi panggil sayang ke aluna. " diana bicara nyerocos
" iya memang aneh sekali kenapa bisa aluna ada di sini " anjani mulai bertanya dan diana mengingat sesuatu yang di katakan randi di kampus waktu itu bahwa bukan kaket tua yang meniduri aluna tapi tuan randi
" bu aku baru ingat kenapa aluna bisa ada disini , waktu kita jual aluna ke seaeorang itu ternyata bukan kakek tua yang membeli nya , tapi tuan randi , dan ruan randi mau bertanggung jawab atas lerbuatan nya. " mata anjani melotot sempurna
" kenapa kamu baru bilang sekarang hah , kenapa , kalo ibu tau dari awal kita bisa memanfaan kan ini semua dasar anak otak dangkal. " anjani memarahi diana karena ia bego
" iya bu namanya juga lupa "
*
Di kamar aluna tengah merenung
" kamu kenapa sayang kok ngelamun gitu? "
" aku takut mereka melakukan sesuatu untuk mencelakaiku yang , aku takut anak anak kita kenapa kenapa. " randi mengelus pundak aluna dan memeluknya
" kamu tenang aja , aku akan selalu menjaga kalian , walaupun aku sibuk kerja tapi aku akan menyuruh bodyguard untuk selalu berada di dekat mu , dan bodyguard nya perempua biar kamu leluasa , gimana. " aluna mengangguk menandakan ia setuju
" sekarang kamu mau apa hmm " tanya randi sambil mengelus elus perut aluna
Aluna menggeleng
" aku mau kamu aja " cengir aluna
*
besoknya bodyguard perempuan itu datang ke rumah , tak hanya 1 orang tapi 4 orang sekaligus.
Salah seorang mengetuk pintu dan anjani membuka nya .
__ADS_1
" cari siapa ya " tanya anjani
" kami mau bertemu nyonya aluna , apa beliau ada. "
" mau apa kalian tanya anak sialan itu " bentak anjani
" kami di utus tuan randi untuk menjaga nyonya aluna dari orang orang jahat di rumah ini " bodyguar itu tersenyum sinis
" sebentar saya panggilkan dulu " anjani berlalu pergi meninggalkan mereka
Setelah beberapa saat aluna dan randi turun untuk menemui mereka
Anjani mengintip dari belakang
" masuk lah kita bicara di dalam saja " ucap randi
" kalian sudah tau kan tugas kalian apa " ke 4 bodyguard itu mengangguk
" jadi jika nyonya aluna terluka sesikit saja kalian tanggung konsekuensinya "
" kita akan berusaha untuk menjaga nyonya aluna dengan baik , anda jangan khawatir tuan kami sudah terbiasa bekerja seperti ini. "
akhirnya mereka mulai bekerja esok harinya karena randi sudah mulai masuk kerja kembali
" sekarang kalian bisa masuk ke kamar , satu kamar untuk dua orang. " mereka bubar dan mulai masuk ke kamar nya
Di belakang anjani mesih berfikir
Anjani dan diana melanjutkan pekerjaan mereka ,mereka tak bisa leha leha karena takut dengan ancaman randi tempo hari .
" bu aku capek tau , ibu aja yang ngerjain pekerjaan rumah ini. " keluh diana
" heh ibu juga capek , siapa mau bekerja seperti ini. "
mereka memang tidak terbiasa bekerja seperti ini , karena biasa nya aluna yang membersihkan rumah sampai mencari nafkah pun aluna yang kerjakan , dan sekarang kebalik mereka yang bekerja dan aluna hanya diam menjadi nyonya .
" kamu harus melakukan sesuatu diana , ibu punya ide supaya aluna bisa pergi dari rumah ini. " anjani menyeringai
Malam pun tiba
Randi terbangun dari tidur nya karena merasa haus , ia lupa tak membawa air minum ke kamar .
akhirnya dengan terpaksa ia turun ke dapur
Di dapur randi meneguk minum sampai tandas , ia kembali ke kamar tak lupa membawa minum karena takut akan haus lagi .
Baru satu langkah menaiki tangga ada tangan melingkar di pinganggang nya
randi menengok ternyata oh ternyata dengan tak tau malunya diana yang melakukan itu , diana memakai pakaian seksi yang menunjukan lekuk tubuh nya .
" tuan , apa anda kesepian? Biar aku temani ya. " bisik diana ke telinga randi , randi muak dengan tingkah diana , ia melepaskan pelukan diana dengan kasar
" apa yang kau lakukan diana , kau pelayan di rumah ini kenapa berani melakukan ini hah. " randi membentak diana
__ADS_1
" tuan aku tau servis aluna itu kurang , dia hanya gadis polos yang tak tau apapun , mendingan kau bersamaku , aku lebih hebat untuk memuaskan mu .
Randi menyeringai
" dari pada ngahelu ingin tidur bersamaku , mending kau mandi malam biar otakmu itu fresh." randi mengguyur kepala aluna dengan air minum di tangan nya
akhirnya randi kembali ke kamar dengan perasaan dongkol , ia menatap aluna yang tertidur pulas , dan mengecup kening nya .
Di bawah diana menahan amarah juga rasa malu nya
" ini semua gara gara ibu , kenapa aku harus melakukan ini jadi nya aku yang malu , akkkhh sial ."
Diana kembali ke kamar dengan hati tak karuan , anjani yang melihat hal ini merasa kaget karena diana bisa basah basahan begini.
" loh loh kamu kenapa basah basahan begini , gimana sama tuan randi kepincut gak sama keseksian kamu. " diana mendengus kesal kepada sang ibu
" boro boro ke pincut , tuan randi malah menyiramku dengan air minum, ini semua gara gara ibu. " anjani meneguk ludah karena esok ia pasti malu bertemu randi
" ternyata gak gampang menggoda tuan randi ini " batin anjani
Akhirnya mereka tertidur karena merasa lelah dengan pekerjaan tadi siang
*
Akhirnya hari ini randi kembali bekerja setelah beberapa hari tidak masuk ia kasihan kepada rey karena mengerjakan pekerjaan nya walaupun dengan senang hati rey mengerjakan nya karena bonus yang ia harapkan
aluna sebenarnya juga ingin masuk kuliah lagi , ia ingin meneruskan cita citanya ingin menjadi seorang dokter , tetapi randi menolaknya karena takut terjadi apa apa dengan kandungan aluna .
Aluna sebenarnya ngeyel tapi dengan bujuk randi ia rela cuti kuliah sampai ia melahirkan , randi sudah mengurus semua masalanya nya .
Aluna sangat bosan jika harus berada di rumah , semenjak hamil pun aluna jadi tak bersemangat untuk menuliskan karya karya nya di aplikasi online .
di kamar aluna mengeluarkan kartu black card yang di berikan suami nya, ia tersenyum ia memiliki ide .
Ia akan menghabiskan uang itu untuk belanja sepuasnya
" aku harus minta izin dulu "
Setelah izin pada suami nya aluna melangkah keluar kamar di ikuti oleh para bodyguard nya , sebenarnya luna merasa risih karena tidak terbiasa , tapi demi keselamatan anak anak nya ia terpaksa di ikuti terus orang orang ini .
" heh luna , kamu mau kemana , bukannya bantu bersih bersih rumah malah santai begitu ." ucap diana membuat para wanita di belakang aluna maju seketika
" jaga bicara anda pada nyonya aluna " tunjuk salah satu wanita itu
" sudah biarkan saja , ehmm aku mau keluar mau ke salon juga belanja , apa kalian mau titip sesuatu. " diana juga anjani kegirangan karena di tawari aluna
" aku mau make uo keluaran terbaru " kata diana
" ibu juga mau handphone baru , yang ini sudah bosan pake. " dengan tak tau malunya anjani meminta
" Mana uang nya sini " aluna meminta uang pada mereka berdua , mata mereka melotot tajam ke arah aluna .
" heh dasar kurang ajar , kamu mempermainkan kita aluna , belikan yang kita minta seperti biasa nya luna. " aluna terbahak bahak dengan penuturan anjani
__ADS_1