500 Juta 1 Malam

500 Juta 1 Malam
#02 Memutuskan Untuk Pergi


__ADS_3

Aluna membuka pintu rumah itu , dua orang di dalam tersentak kaget dengan kedatangan Luna


" Kalian tega , sudah menjualku dan menikmati hasil nya " Luna tersenyum kecut " bagaimana hasil jeripayah ku buk , kak ? apakah rasanya nikmat untuk di cicipi "


Anjani mendelik dengan perkataan Luna


" heh anak sialan , asal kamu tau , dulu papamu meninggalkan banyak hutang di bank dan aku yang membayar nya , jadi sekarang kamu harus membayarnya padaku " bentak Anjani pada Luna


" benar yang di katakan ibu luna , dulu sebelum meninggal papa meninggalkan banyak hutang dan ibulan yang mencicilnya jadi sudah sewajarnya kamu membayarnya pada ibu " sungut dania pada luna


" hutang apa yang yang di tinggalkan papa , aku ingin lihat buktinya , satahuku papa orang berada gak mungkin meninggalkan banyak hutang , atau kalian hanya mengada ngada supaya aku bisa di jadikan mesin uang kalian " luna menaikan nada suaranya


" luna kamu jangan sembarangan bicara , ibu dan kakak mu tidak mengada ngada , hah sudah lah mendingan sekarang kamu masuk kamar bersihkan badan mu itu " Anjani malah mengallihkan pembicaraan


" iya benar luna , kamu harus mandi , badan mu bau kakek tua hahaha " dania sekali lagi menertawakan luna


Anjani dan dania mengira jika yang memesan luna seorang kakek tua , tapi mereka salah .


setelah masuk ke kamar luna mengambil koper besar milik nya dan memasuka semua pakaian dan barang barang milik nya


ia melangkah keluar dengan membawa koper nya


Anjani dan dania kaget melihat luna membawa koper , mereka takut jika luna keluar dari rumah itu mereka akan hidup melarat karena hanya luna yang hanya bisa di andalkan mencari uang untuk menghidupi mereka


" luna kamu mau kemana hah , pakek bawa koper segala " tanya dania


" aku mau pergi dari sini , aku cape di jadikan mesin uang kalian " luna menjawab sambil melenggang keluar


" luna , jika kamu pergi dari rumah ini , kamu mau tinggal dimana hah , kamu mau tinggal di jalanan atau mau di kolong jembatan , owhh aku tau kamu pasti mau tinggal di rumah kakek tua yang sudah meniduri kamu semalan , iya kan " cerocos dania


" benar luna , jika kamu ingin pergi silahkan asalkan jangan kembali lagi ke rumah ini , karena rumah ini sudah menjadi milik kami "


" aku tidak akan kembali ke rumah ini , aku pergi "


Tak ingin banyak bicara aluna melenggang pergi meninggalkan rumah itu dengan perasaan kesal


*


Aluna akhirnya memilih tinggal di kontrakan , ia merasa lebih tenang tanpa harus di ganggu ibu juga kakak tirinya itu , beruntung ia memiliki simpanan uang di rekening nya tanpa di ketahui kedua orang itu


Anjani dan dania tak tau pekerjaan sampingan luna selain bekerja di restoran luna juga seorang penulis di aplikasi online , penghasilan nya bisa untuk biaya kuliah


*

__ADS_1


Di tempat lain Randi masih kepikiran dengan apa yang di bicarakan aluna tempo hari di hotel , ia sangat kagum pada aluna selain memiliki paras yang cantik ia juga wanita kuat


Randi penasaran dengan kehidupan aluna


*


Randi Atmaja seorang Lelaki tampan , mapan berusia 30 tahun , CEO perusaahan nya sendiri dikembangkan sendiri tanpa bantuan orangtua


Randi merupakan anak ke dua dari seorang pengusaha Ajan atmaja dan lize monica


*


" Rey kemari , ada tugas penting untuk mu " rey menghampiri randi


" cari tau tentang wanita yang kemarin tidur bersamaku " titah randi


" Baik tuan , tapi ada bonuskan tuan "


" tentu saja ada , jika kau mengerjakan nya dengan baik "


" segera laksanakan tuan " rey keluar ruangan dengan hati bahagia


*


" Aluna " panggil seseorang di belakang luna


" Kak Dion , tumben datang kesini kangen ya sama luna " cengir luna


Dion kekasih luna , sudah berpacaran selama 2 tahun , ia kakak kelas di kampus nya , dion lelaki tampan idola di kampus tetapi ia memilih luna karena luna gadis yang sederhana


" ada yang ingin aku bicarakan sama kamu , nanti setelah kamu pulang kerja aku tunggu di taman depan sana ya "


" oke sebentar lagi aku pulang , tunggu ya " acung jempol luna


Setelah beberapa saat luna akhirnya pulang dan menemui dion di taman


" hay kak , ada apa sih kok serius banget " tanya luna


dion menyodorkan beberapa lembar foto pada luan , luna melotot melihat foto dirinya yang baru keluar dari hotel


" da-dari mana kakak dapat foto foto ini " luna bicara terbata karena ia takut jika pacar nya itu marah


" kamu tak perlu tau dari mana aku mendapatakan semua foto itu , yang jelas aku tak ingin memiliki seorang kekasih penjual diri seperti kamu , aku kira kamu wanita baik baik ternyata aku salah , kamu wanita bayaran seorang kakek tua , ternyata benar yang di katakan kakak mu jika kamu bukan wanita baik , awalnya aku tak percaya dengan perkataan nya tetapi setelah melihat foto itu kepercayaan ku hilang " dion berbicara banyak tanpa jeda

__ADS_1


" kak aku bisa jelasin semua ini , tolong dengerin penjelasan ku dulu " luna memegan tangan dion , tapi dion melepaskan nya


" apapun yang kamu jelaskan , kamu tetap wanita murahan , wanita yang tak bisa menjaga harga diri " dion membuang nafas kasar " mulai hari ini kita tak ada hubungan apa apa lagi , jangan pernah temui aku lagi " dion meninggalkan luna yang mulai menangis


" kak dion dengerin penjelasan ku dulu kak " teriak luna


Dion tak menghiraukan teriakan luna


Akhirnya luna pulang membawa motornya dengan kecepatan tinggi


Sampai di kontrakan ia memilih membersihkan diri dan menghilangkan setres nya dengan membuka aplikasi menulis .


Pagi nya ia bersiap siap untuk pergi ke kampus , rasanya ia tak bersemangat untuk pergi kuliah


" jika aku bolos , cita citaku tak akan tercapai , ahh malas sekali hari ini " dengan terpaksa luna pergi ke kampus


Tibanya di kampus , luna melihat sahabat nya sudah menunggu


" Hay Rin " sapa luna


" Hay lun , kenapa tu muka kusut amat " tanya rindi


" gapapa , yuk ahh masuk kelas " luna menarik tangan rindi


Saat hendak ke kelas luna berpapasan dengan dion , dan luna terkejut karena dion bergandengan dengan dania kakak tirinya


Tapi luna hanya melihat saja , ia tak ingin banyak bicara apalagi dengan kakak tirinya itu


Setelah sampai di kelas rindi kebingungan dengan sikap luna yang biasa saja


" lun kamu kok biasa aja si pacar kamu di gandeng dania , kamu gak cemburu , gak mara? "


Luna hanya menggelengkan kepanya tanpa ingin menjawab pertanyaan dari rindi


*


" tuan ini informasi tentang wanita itu , sudah lengkap disana semuanya , jangan lupa bonusnya " rey memang sangat bawel jika sudah berurusan dengan bonus


" iya nanti jika informasi ini lengkap , bonusnya aku kasih , sana keluar ahh ganggua aja lu " usir randi , rey hanya cemberut menuruti perintah randi


randi membaca setiap informasi tentang aluna , randi terkejut membaca nama orangtua aluna


" Aluna Maria , anak dari Ferdi Darmawan Dan Vani Maria " jantung randi berdetak kencang

__ADS_1


Jika Ada Kesalahan Mohon Bimbingannya


__ADS_2