500 Juta 1 Malam

500 Juta 1 Malam
Anjani Dan Diana Di Usir


__ADS_3

"mama"


" sejak kapan mama datang " tanya randi


" sudah sejak tadi mama datang , tapi tidak seorang pun yang tau ." jelas lize" aluna sayang jika kamu lapar kita ke luar aja ya jangan makan masakan ini , sangat berbahaya untuk mu dan janin di kandungan mu ." aluna dan randi saling pandang


" memang nya kenapa ma " tanya randi


" lihat vidio ini " lize menyerahkan hp nya ke randa


"[kita harus buat aluna dan bayi di kandungan nya mati biar pun gak mati minimal cacat seumur hidup hahaha ]"


"[benar bu , jika aluna mati aku bisa leluasa mendekati tuan randi , dan kita jadi kaya raya]" mereka berdua tertawa keras di kamarnya


Randi yang melihat hal ini mengepalkan tangan nya


" beraninya mereka ingin membunuh istri dan kedua anakku " batin randi


Mata aluna sudah memanas karena tak menyangka ibu juga kakak tirinya ingin melenyapkan dirinya


" sudah aluna jangan di fikirkan ya , kamu lapar kan mending kita makan di luar saja ya , biar makanan ini di buang sama bodyguard kamu dan masalah ini biar rey yang mengaturnya " aluna mengangguk


randi menghubungi rey dan nenceritakan masalah nya , ia ingin mereka di penjara biar kapok .


" mas aku mohon jangan penjarakan mereka " aluna memohon ke randi , randi pun mengalah dengan keinginan sang istri


mereka akhirnya keluar untuk mencari makanan melupakan sejenak masalah ini , mereka pura pura tak tau dengan hal ini karena nanti rey yang akan mengusir mereka berdua .


" jika mama gak datang , entah bagaimana nasib ku juga dua bayi yang aku kandung ini " aluna menunduk ia menangis pelan


" maafkan mas sayang , karena mas gegabah membawa mereka kesini , kamu jadi dalam bahaya " randi memegang tangan aluna erat


Aluna menggelengkan kepalanya


" ini bukan salahmu mas "


" sudah sekarang kalian makan dan kalian nanti nginep di rumah mama ya biar rey yang urus semua " mereka mengangguk paham


Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang ke mension tidak ke rumah sendiri


Sampai di rumah , disana sudah ada ajan menunggu kedatangan mereka


" bagaimana keadaan kalian , baik baik saja kan " tanya ajan


" kami baik baik aja pa " jawab randi


Semuanya masuk ke dalam dan berkumpul di ruang keluarga


" papa tak habis fikir dengan ibu dan kakak tirimu luna , tega teganya mereka ingin mencelakaimu . " ajan menggelengkan kepalanya


" oh iya aluna , nanti setelah kamu melahirkan ada sesuatu yang ingin papa bicarakan dengan mu. " aluna mengernyitkan dahinya

__ADS_1


" kenapa tidak sekarang aja pa "


" nanti saja "


Tak berselang lama ada yang datang ke mension


" permisi nyonya , ada tamu datang . " ucap satpam


" siapa ? "


" saya juga kurang tau nyonya kan saya baru kerja disini "


" ya udah kita keluar "


lize keluar di ikuti satpam itu , betapa terkejutnya lize melihat siapa tamu itu.


" monica "


" iya tante ini monic " perempuan itu menghambur ke pelukan lize , tapi lize tak menanggapi pelukan itu .


" mau apa kamu kesini monic , kamu sudah tidak di terima lagi di rumah ini. " tatapan tajam lize mengarah ke monic


" tante monic minta maaf , monic mengaku salah karena telah meninggalkan randi waktu itu , tapi monic menyesal tante. " monic memegang tangan lize , tapi lize menepisnya dengan kasar


" sekarang randi sudah bahagia , jadi kamu pulanglah jangan kembali lagi kesini. "


" siapa ma " randi keluar rumah mengikuti lize


Belum randi melangkah masuk , monic sudah menghampiri dan memeluk randi dari belakang .


" ran aku minta maaf , kita kembali lagi seperti dulu ya ." randi melepaskan pelukan monic


" monic aku sudah bahagia dengan istriku , aku mohon kamu jangan temui aku lagi atau menganggu rumah tangga kami . "


Randi melenggang masuk ke dalam menyusul aluna yang sudah berada di kamar


" randi .. randi aku mohon " teriak monic tapi randi tak menghiraukan nya


" pak bawa wanita ini keluar dengan paksa " satpam itu menangguk paham


akhirnya monic keluar dari sana , hati lize mulai tak tenang ia takut hati randi akan kembali luluh oleh monic . Ia tak mau menyakiti hati aluna menantunya .


Di kamar aluna merebahkan dirinya ia tak tau siapa tamu yang datang


" siapa tamu yang datang , kok kamu gak nemenin. " randi menggeleng


" tamu gak penting , udah pulang lagi kok . "


*


Di kediaman aluna anjani dan diana sedang mengemasi pakaian mereka di awasi rey juga anak buahnya , rey takut anjani dan diana akan membawa barang berharga dari ruman itu .

__ADS_1


" cepat , lelet sakali kaluan . " bentak rey


" heh memang nya apa salah kami sampai sampai di usir begini ?" tanya anjani


" masih nanya kalian salah apa hah " rey mengeluarkan hp nya da memutar vidio dimana anjani dan diana sedang merencanakan kejahatannya kepada aluna


mata anjani melotot sempurna melihat tayangan itu , "siapa yang merekam pembicaraan ku dengan diana"


" sekarang sudah jelas kan , salah kalian apa , jadi cepatlah dan keluar dari rumah ini . "


" tidak mungkin aluna tega mengusir kami , kita ini ibu dan kakak nya aluna , dimana dia sekarang biar aku bicara dulu dengan nga. "


" nyonya aluna tidak ada di rumah ini , mereka pergi ke mension . "


Akhirnya anjani dan diana terpaksa pergi dari rumah ini


Mereka bingung mau pergi kemana , sedangkan di kota ini mereka tak memiliki tempat tinggal .


" diana kita cari kontrakan saja , uang gaji masih ada kan , nanti uang ibu untuk bayar kontrakan , dan uang mu untuk beli makan biar adil . "


" iya iya ah bawel " gerutu diana


Dulu mereka selalu terpuaskan dari masalah keuangan , tempat tinggal , juga makanan. Karena aluna yang bekerja banting tulang .


*


Esok nya randi mulai bekerja lagi , ia tak khawatir karena aluna berada di mension dan di jaga ketat oleh bodyguard nya.


" tuan nanti siang jam 10 ada rapat penting dengan petinggi perusahaan Melania corp , tidak bisa di tunda " randi mengangguk paham


" oh ya rey , apakah mereka sudah pergi dari rumah ku? "


" sudah beres tuan "


" bagus , awasi terus pergerak mereka , siapa tau mereka merencanakan seauatu yang buruk untuk istriku."


" baik tuan , jangan lupa bonus " randi mendelik mendengar kata bonus dari mulut rey


" sedah sana keluar " rey pun keluar dari ruangan ceo


randi bekerja sangat lelah hari ini , walaupun ada rey yang membantu nya . tak terasa jam sudah menunjukan pukul 15 ingin rasanya ia pulang , ia sangat rindu pada istri nya dari , walaupun dari tadi randi selalu melakukan panggilan dengan aluna , tapi tetap saja rasa rindu nya masih belum terobati jika belum bertemu .


" ahh istriku memang sangat menggemaskan , ditambah sekarang dia gendutan tambah gemas saja ." randi memandangi foto aluna yang berada di mejanya


Akhirnya randi memutuskan untuk pulang


Tak terasa ia sudah sampai di mension , aluna menyambut randi seperti biasa nya .


" sayang aku merindukan mu " randi memeluk aluna di hadapan bodyguard nya " ehhmm "


" ehh aku lupa jika ada kalian disini , kalian istirahat saja , biar nona ini bersamaku . " randi mendorong kursi roda aluna dengan sangat hati hati

__ADS_1


__ADS_2