
"mama"
" sejak kapan mama datang " tanya randi
" sudah sejak tadi mama datang , tapi tidak seorang pun yang tau ." jelas lize" aluna sayang jika kamu lapar kita ke luar aja ya jangan makan masakan ini , sangat berbahaya untuk mu dan janin di kandungan mu ." aluna dan randi saling pandang
" memang nya kenapa ma " tanya randi
" lihat vidio ini " lize menyerahkan hp nya ke randa
"[kita harus buat aluna dan bayi di kandungan nya mati biar pun gak mati minimal cacat seumur hidup hahaha ]"
"[benar bu , jika aluna mati aku bisa leluasa mendekati tuan randi , dan kita jadi kaya raya]" mereka berdua tertawa keras di kamarnya
Randi yang melihat hal ini mengepalkan tangan nya
" beraninya mereka ingin membunuh istri dan kedua anakku " batin randi
Mata aluna sudah memanas karena tak menyangka ibu juga kakak tirinya ingin melenyapkan dirinya
" sudah aluna jangan di fikirkan ya , kamu lapar kan mending kita makan di luar saja ya , biar makanan ini di buang sama bodyguard kamu dan masalah ini biar rey yang mengaturnya " aluna mengangguk
randi menghubungi rey dan nenceritakan masalah nya , ia ingin mereka di penjara biar kapok .
" mas aku mohon jangan penjarakan mereka " aluna memohon ke randi , randi pun mengalah dengan keinginan sang istri
mereka akhirnya keluar untuk mencari makanan melupakan sejenak masalah ini , mereka pura pura tak tau dengan hal ini karena nanti rey yang akan mengusir mereka berdua .
" jika mama gak datang , entah bagaimana nasib ku juga dua bayi yang aku kandung ini " aluna menunduk ia menangis pelan
" maafkan mas sayang , karena mas gegabah membawa mereka kesini , kamu jadi dalam bahaya " randi memegang tangan aluna erat
Aluna menggelengkan kepalanya
" ini bukan salahmu mas "
" sudah sekarang kalian makan dan kalian nanti nginep di rumah mama ya biar rey yang urus semua " mereka mengangguk paham
Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang ke mension tidak ke rumah sendiri
Sampai di rumah , disana sudah ada ajan menunggu kedatangan mereka
" bagaimana keadaan kalian , baik baik saja kan " tanya ajan
" kami baik baik aja pa " jawab randi
Semuanya masuk ke dalam dan berkumpul di ruang keluarga
" papa tak habis fikir dengan ibu dan kakak tirimu luna , tega teganya mereka ingin mencelakaimu . " ajan menggelengkan kepalanya
" oh iya aluna , nanti setelah kamu melahirkan ada sesuatu yang ingin papa bicarakan dengan mu. " aluna mengernyitkan dahinya
__ADS_1
" kenapa tidak sekarang aja pa "
" nanti saja "
Tak berselang lama ada yang datang ke mension
" permisi nyonya , ada tamu datang . " ucap satpam
" siapa ? "
" saya juga kurang tau nyonya kan saya baru kerja disini "
" ya udah kita keluar "
lize keluar di ikuti satpam itu , betapa terkejutnya lize melihat siapa tamu itu.
" monica "
" iya tante ini monic " perempuan itu menghambur ke pelukan lize , tapi lize tak menanggapi pelukan itu .
" mau apa kamu kesini monic , kamu sudah tidak di terima lagi di rumah ini. " tatapan tajam lize mengarah ke monic
" tante monic minta maaf , monic mengaku salah karena telah meninggalkan randi waktu itu , tapi monic menyesal tante. " monic memegang tangan lize , tapi lize menepisnya dengan kasar
" sekarang randi sudah bahagia , jadi kamu pulanglah jangan kembali lagi kesini. "
" siapa ma " randi keluar rumah mengikuti lize
Belum randi melangkah masuk , monic sudah menghampiri dan memeluk randi dari belakang .
" ran aku minta maaf , kita kembali lagi seperti dulu ya ." randi melepaskan pelukan monic
" monic aku sudah bahagia dengan istriku , aku mohon kamu jangan temui aku lagi atau menganggu rumah tangga kami . "
Randi melenggang masuk ke dalam menyusul aluna yang sudah berada di kamar
" randi .. randi aku mohon " teriak monic tapi randi tak menghiraukan nya
" pak bawa wanita ini keluar dengan paksa " satpam itu menangguk paham
akhirnya monic keluar dari sana , hati lize mulai tak tenang ia takut hati randi akan kembali luluh oleh monic . Ia tak mau menyakiti hati aluna menantunya .
Di kamar aluna merebahkan dirinya ia tak tau siapa tamu yang datang
" siapa tamu yang datang , kok kamu gak nemenin. " randi menggeleng
" tamu gak penting , udah pulang lagi kok . "
*
Di kediaman aluna anjani dan diana sedang mengemasi pakaian mereka di awasi rey juga anak buahnya , rey takut anjani dan diana akan membawa barang berharga dari ruman itu .
__ADS_1
" cepat , lelet sakali kaluan . " bentak rey
" heh memang nya apa salah kami sampai sampai di usir begini ?" tanya anjani
" masih nanya kalian salah apa hah " rey mengeluarkan hp nya da memutar vidio dimana anjani dan diana sedang merencanakan kejahatannya kepada aluna
mata anjani melotot sempurna melihat tayangan itu , "siapa yang merekam pembicaraan ku dengan diana"
" sekarang sudah jelas kan , salah kalian apa , jadi cepatlah dan keluar dari rumah ini . "
" tidak mungkin aluna tega mengusir kami , kita ini ibu dan kakak nya aluna , dimana dia sekarang biar aku bicara dulu dengan nga. "
" nyonya aluna tidak ada di rumah ini , mereka pergi ke mension . "
Akhirnya anjani dan diana terpaksa pergi dari rumah ini
Mereka bingung mau pergi kemana , sedangkan di kota ini mereka tak memiliki tempat tinggal .
" diana kita cari kontrakan saja , uang gaji masih ada kan , nanti uang ibu untuk bayar kontrakan , dan uang mu untuk beli makan biar adil . "
" iya iya ah bawel " gerutu diana
Dulu mereka selalu terpuaskan dari masalah keuangan , tempat tinggal , juga makanan. Karena aluna yang bekerja banting tulang .
*
Esok nya randi mulai bekerja lagi , ia tak khawatir karena aluna berada di mension dan di jaga ketat oleh bodyguard nya.
" tuan nanti siang jam 10 ada rapat penting dengan petinggi perusahaan Melania corp , tidak bisa di tunda " randi mengangguk paham
" oh ya rey , apakah mereka sudah pergi dari rumah ku? "
" sudah beres tuan "
" bagus , awasi terus pergerak mereka , siapa tau mereka merencanakan seauatu yang buruk untuk istriku."
" baik tuan , jangan lupa bonus " randi mendelik mendengar kata bonus dari mulut rey
" sedah sana keluar " rey pun keluar dari ruangan ceo
randi bekerja sangat lelah hari ini , walaupun ada rey yang membantu nya . tak terasa jam sudah menunjukan pukul 15 ingin rasanya ia pulang , ia sangat rindu pada istri nya dari , walaupun dari tadi randi selalu melakukan panggilan dengan aluna , tapi tetap saja rasa rindu nya masih belum terobati jika belum bertemu .
" ahh istriku memang sangat menggemaskan , ditambah sekarang dia gendutan tambah gemas saja ." randi memandangi foto aluna yang berada di mejanya
Akhirnya randi memutuskan untuk pulang
Tak terasa ia sudah sampai di mension , aluna menyambut randi seperti biasa nya .
" sayang aku merindukan mu " randi memeluk aluna di hadapan bodyguard nya " ehhmm "
" ehh aku lupa jika ada kalian disini , kalian istirahat saja , biar nona ini bersamaku . " randi mendorong kursi roda aluna dengan sangat hati hati
__ADS_1