
Lize menuntun aluna ke ruang rawat randi , hati nya begitu tak tenang karena mengkhawatirkan randi .
"pa bagaimana keadaan randi "tanya lize pada ajan
" dia kehilangan banyak darah tapi tak membutuhkan donor , dia akan di rawat disini selama beberapa hari. " hati aluna bergetar mendengar hal itu
" maafkan luna ma , pa ini salah aluna " lize juga ajan menggeleng
" tidak luna , musibah siapa yang tau , kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri , kamu tenang ya kita akan melihat keadaan randi setelah dokter keluar dari ruangan nya " aluna mengangguk pelan
akhirnya dokter keluar dan lize meminta izin untuk melihat kondisi randi dan dokter mengizinkan nya
" silahkan asalkan jangan berisik dan hanya boleh dua orang saja yang masuk , silahkan " akhirnya lize dan aluna yang masuk
Di dalam aluna menangis melihat keadaan randi yang belum sadarkan diri , ia menghampiri randi dan memegang tangan nya .
" tuan maafkan aku , jika kamu tak menyelamatkan ku , ini tak akan terjadi " luna memegang tangan randi dengan erat , lize mengusap pundak luna untuk menguatkan
Sudah cukup lama aljna dan lize berada di dalam ruangan itu , tapi randi tmasih tak mau membuka matanya .
Lize memutuskan untuk pulang terlebih dahulu
" aluna mama juga papa akan pulang dulu membawa baju ganti dan makanan untuk mu " aluna mengangguk paham
Setelah kepergian lize aluna menatap sendu wajah randi yang babak belur itu
" bangunlah tuan , apa kamu tidak merindukan ku hah , jika kamu bangun aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan ku ini aku janji , aku mohon bangunlah tuan " aluna menangis dalam diam dan menunduk di depan randi
Aluna kaget karena ada yang mengusap kepalanya , ia mendongak ternyata randi sudah bangun dari pingsan nya .
Aluna tersenyum sumringah , hendak melangkah untuk memanggil dokter tapi tangan nya di cekal oleh randi .
" jangan panggil dokter aku tak membutuhkan nya , yang aku butuhkan kamu berada di sampingku sayang. " pipi aluna bersemu merah seperti tomat menahan malu
" tuan aku harus memanggil dokter , supaya dapat memeriksa keadaan mu "
" nanti saja setelah kamu menepati janji mu padaku " aluna mengernyitkan dahinya
" janji yang mana tuan , aku tak pernah berjanji apapun padamu."
" sepertinya kamu pura pura lupa ya , kemari aku ingin kamu menciumku " mata aluna melotot mendengar keinginan randi aluna menggelengkan kepalanya
" kamu sudah berjanji aluna " randi menarik tangan aluna sampai ia duduk di sebelah randi dan menciumnya , aluna tak tau harus berbuat apa ia tak bisa melakukan ciuman itu .
Aluna melepas ciuman itu ia seperti kehilangan nafas , randi tersenyum senang karena aluna tak menolaknya kali ini .
" aku akan panggil dokter , tunggulah sebentar " aluna menunduk karena menahan malu
Aluna keluar ruangan dengan dada yang bergemuruh , ia sangat malu sekali .
__ADS_1
Rey melihat aluna keluar ruangan , ia menghampiri aluna
" Nona apakah tuan sudah sadar , kenapa anda keluar ."
" tuan sudah sadar aku mau memanggil dokter dulu "
" biar saya saja non , anda masuklah lagi ke dalam. " dalam hati aluna ia mengutuk rey karena tak mengerti dengan kondisi nya
Akhirnya aluna pun masuk kembali ke ruangan itu dengan menundukan kepalanya , randi menatap nya heran .
" duduklah di dekatku sayang , kemari. "
Hati aluna dag dig dug mendengar kata 'sayang'
Akhirnya doktsr datang dan memeriksa keadaan randi
" sepertinya kondisi anda sangat cepat membaik tuan " kata dokter
" tentu karena ada yang mengobati ku " randi menatap aluna dengan tersenyum
Sudah 3 hari randi rawat di rumah sakit , hari ini randi memutuskan akan pulang , dokter sudah menyetujui nya .
Sampai di apartemen
Randi di dorong masuk menggunakan kursi roda oleh rey di ikuti oleh luna
" tentu tuan , aku sangat lelah mengurus pekerjaan mu di kantor dan harus bolak balik ke rumah sakit " bawel nya rey keluar membuat randi kesal
" ya sudah sana pulang , tenang saja nanti ada bonus untuk mu , ohh ya aku hampir lupa , suruh anak buahmu mencari tau siapa dalang dari penculikan aluna kemarin "
" terima kasih tuan , saya tunggu bonus dari anda , akan saya beritahukan kepada anda secepatnya tuan " rey melangkah keluar dari apartemen itu meninggalkan aluna dan randi berdua
Randi melirik aluna yang sibuk dengan ponsel nya
" sayang tolong bantu aku pindah ke kamar " aluna mentap randi
" mari tuan " aluna mendorong kursi roda ke kamar randi , mebopong tubuh randi yang jauh lebih besar darinya
" ternyata kamu sangat berat tuan " randi membaringkan tubuhnya di kasur lalu menarik tangan luna
Aluna menelan ludah kasar , jantung nya berdetak kencang .
" apa aku boleh melakukan kewajibanku sebagai seorang suami aluna " aluna menatap wajah randi dan mengangguk pelan , membuat randi bahagia seketika ia melupakan rasa sakit nya
" ta-tapi apakah kamu bisa melakukan nya tuan , secara jahitannya belum kering sempurna " randi menggeleng
" aku akan pelan pelan melakukan nya "
Akhirnya mereka berdua melakukan hubungan layaknya suami istri pada umumnya
__ADS_1
Tak terasa pagi pun menyapa
" selamat pagi sayang " randi ternyata sudah bangun dari tadi
Aluna melihat jam dinding sudah jam setengah delapan , ia buru buru melangkah ke kamar mandi untuk membersikan diri , aluna lupa jika ia tidak berpakain sejak semalam.
di kamar mandi aluna baru sadar jika ia tak berpakaian sama sekali
" sudahlah mendingan sekarang aku mandi saja " luna membersihkn diri
Setelah keluar kamar mandi , randi sudah berada di depan pintu aluna melonjak kaget
" kamu membangunkan singa yang sedang tudur sayang , kamu harus bertanggung jawab " randi menarik kembali tangan aluna ke kamar mandi
akhirnya selesai sudah pertempuran mereka
Aluna berpakaian dan memutuskan untuk sarapan
" siapa yang masak tuan " tanya aluna
" tentu saja aku "
" masa sih , kok aku gak percaya."
Mata aluna memicing melihat ke arah randi , tak ada kebohongan di sana.
Randi dan luna akhirnya selesai sarapan , randi memutuskan untuk menonton televisi di ikuti luna dari belakang
" luna apakah kamu sudah mencintaiku " aluna heran kenapa randi menanyakan hal itu padanya
" memangnya kenapa tuan " luna malah balik nanya
" karena kamu mau aku tiduri semalam "
Aluna ingat dengan lerkataan nya , jika ia mau di tiduri randi jika ia sudah mencintainya
Aluna merasa bimbang pada hatinya sendiri
" aku tidak tau tuan "
" aku tau kamu mencintaiku aluna , jika tidak mengapa kamu dengan senang hati menerima sentuhan dari ku "
Aluna tersenyum " mungkin saja tuan "
Randi bahagia mendengar penuturan aluna , ia memegang tangan aluna .
" kita akan memulainya dari sekarang aluna , kita akan bahagia jika kita saling mencintai satu sama lain " aluna mengangguk
Mereka berpelukan dalam waktu lama , sudah lama aluna tak merasakan kehangatan seperti ini .
__ADS_1