500 Juta 1 Malam

500 Juta 1 Malam
Apakah Aluna Jatuh Cinta


__ADS_3

Lize menuntun aluna ke ruang rawat randi , hati nya begitu tak tenang karena mengkhawatirkan randi .


"pa bagaimana keadaan randi "tanya lize pada ajan


" dia kehilangan banyak darah tapi tak membutuhkan donor , dia akan di rawat disini selama beberapa hari. " hati aluna bergetar mendengar hal itu


" maafkan luna ma , pa ini salah aluna " lize juga ajan menggeleng


" tidak luna , musibah siapa yang tau , kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri , kamu tenang ya kita akan melihat keadaan randi setelah dokter keluar dari ruangan nya " aluna mengangguk pelan


akhirnya dokter keluar dan lize meminta izin untuk melihat kondisi randi dan dokter mengizinkan nya


" silahkan asalkan jangan berisik dan hanya boleh dua orang saja yang masuk , silahkan " akhirnya lize dan aluna yang masuk


Di dalam aluna menangis melihat keadaan randi yang belum sadarkan diri , ia menghampiri randi dan memegang tangan nya .


" tuan maafkan aku , jika kamu tak menyelamatkan ku , ini tak akan terjadi " luna memegang tangan randi dengan erat , lize mengusap pundak luna untuk menguatkan


Sudah cukup lama aljna dan lize berada di dalam ruangan itu , tapi randi tmasih tak mau membuka matanya .


Lize memutuskan untuk pulang terlebih dahulu


" aluna mama juga papa akan pulang dulu membawa baju ganti dan makanan untuk mu " aluna mengangguk paham


Setelah kepergian lize aluna menatap sendu wajah randi yang babak belur itu


" bangunlah tuan , apa kamu tidak merindukan ku hah , jika kamu bangun aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan ku ini aku janji , aku mohon bangunlah tuan " aluna menangis dalam diam dan menunduk di depan randi


Aluna kaget karena ada yang mengusap kepalanya , ia mendongak ternyata randi sudah bangun dari pingsan nya .


Aluna tersenyum sumringah , hendak melangkah untuk memanggil dokter tapi tangan nya di cekal oleh randi .


" jangan panggil dokter aku tak membutuhkan nya , yang aku butuhkan kamu berada di sampingku sayang. " pipi aluna bersemu merah seperti tomat menahan malu


" tuan aku harus memanggil dokter , supaya dapat memeriksa keadaan mu "


" nanti saja setelah kamu menepati janji mu padaku " aluna mengernyitkan dahinya


" janji yang mana tuan , aku tak pernah berjanji apapun padamu."


" sepertinya kamu pura pura lupa ya , kemari aku ingin kamu menciumku " mata aluna melotot mendengar keinginan randi aluna menggelengkan kepalanya


" kamu sudah berjanji aluna " randi menarik tangan aluna sampai ia duduk di sebelah randi dan menciumnya , aluna tak tau harus berbuat apa ia tak bisa melakukan ciuman itu .


Aluna melepas ciuman itu ia seperti kehilangan nafas , randi tersenyum senang karena aluna tak menolaknya kali ini .


" aku akan panggil dokter , tunggulah sebentar " aluna menunduk karena menahan malu


Aluna keluar ruangan dengan dada yang bergemuruh , ia sangat malu sekali .

__ADS_1


Rey melihat aluna keluar ruangan , ia menghampiri aluna


" Nona apakah tuan sudah sadar , kenapa anda keluar ."


" tuan sudah sadar aku mau memanggil dokter dulu "


" biar saya saja non , anda masuklah lagi ke dalam. " dalam hati aluna ia mengutuk rey karena tak mengerti dengan kondisi nya


Akhirnya aluna pun masuk kembali ke ruangan itu dengan menundukan kepalanya , randi menatap nya heran .


" duduklah di dekatku sayang , kemari. "


Hati aluna dag dig dug mendengar kata 'sayang'


Akhirnya doktsr datang dan memeriksa keadaan randi


" sepertinya kondisi anda sangat cepat membaik tuan " kata dokter


" tentu karena ada yang mengobati ku " randi menatap aluna dengan tersenyum


Sudah 3 hari randi rawat di rumah sakit , hari ini randi memutuskan akan pulang , dokter sudah menyetujui nya .


Sampai di apartemen


Randi di dorong masuk menggunakan kursi roda oleh rey di ikuti oleh luna


" tentu tuan , aku sangat lelah mengurus pekerjaan mu di kantor dan harus bolak balik ke rumah sakit " bawel nya rey keluar membuat randi kesal


" ya sudah sana pulang , tenang saja nanti ada bonus untuk mu , ohh ya aku hampir lupa , suruh anak buahmu mencari tau siapa dalang dari penculikan aluna kemarin "


" terima kasih tuan , saya tunggu bonus dari anda , akan saya beritahukan kepada anda secepatnya tuan " rey melangkah keluar dari apartemen itu meninggalkan aluna dan randi berdua


Randi melirik aluna yang sibuk dengan ponsel nya


" sayang tolong bantu aku pindah ke kamar " aluna mentap randi


" mari tuan " aluna mendorong kursi roda ke kamar randi , mebopong tubuh randi yang jauh lebih besar darinya


" ternyata kamu sangat berat tuan " randi membaringkan tubuhnya di kasur lalu menarik tangan luna


Aluna menelan ludah kasar , jantung nya berdetak kencang .


" apa aku boleh melakukan kewajibanku sebagai seorang suami aluna " aluna menatap wajah randi dan mengangguk pelan , membuat randi bahagia seketika ia melupakan rasa sakit nya


" ta-tapi apakah kamu bisa melakukan nya tuan , secara jahitannya belum kering sempurna " randi menggeleng


" aku akan pelan pelan melakukan nya "


Akhirnya mereka berdua melakukan hubungan layaknya suami istri pada umumnya

__ADS_1


Tak terasa pagi pun menyapa


" selamat pagi sayang " randi ternyata sudah bangun dari tadi


Aluna melihat jam dinding sudah jam setengah delapan , ia buru buru melangkah ke kamar mandi untuk membersikan diri , aluna lupa jika ia tidak berpakain sejak semalam.


di kamar mandi aluna baru sadar jika ia tak berpakaian sama sekali


" sudahlah mendingan sekarang aku mandi saja " luna membersihkn diri


Setelah keluar kamar mandi , randi sudah berada di depan pintu aluna melonjak kaget


" kamu membangunkan singa yang sedang tudur sayang , kamu harus bertanggung jawab " randi menarik kembali tangan aluna ke kamar mandi


akhirnya selesai sudah pertempuran mereka


Aluna berpakaian dan memutuskan untuk sarapan


" siapa yang masak tuan " tanya aluna


" tentu saja aku "


" masa sih , kok aku gak percaya."


Mata aluna memicing melihat ke arah randi , tak ada kebohongan di sana.


Randi dan luna akhirnya selesai sarapan , randi memutuskan untuk menonton televisi di ikuti luna dari belakang


" luna apakah kamu sudah mencintaiku " aluna heran kenapa randi menanyakan hal itu padanya


" memangnya kenapa tuan " luna malah balik nanya


" karena kamu mau aku tiduri semalam "


Aluna ingat dengan lerkataan nya , jika ia mau di tiduri randi jika ia sudah mencintainya


Aluna merasa bimbang pada hatinya sendiri


" aku tidak tau tuan "


" aku tau kamu mencintaiku aluna , jika tidak mengapa kamu dengan senang hati menerima sentuhan dari ku "


Aluna tersenyum " mungkin saja tuan "


Randi bahagia mendengar penuturan aluna , ia memegang tangan aluna .


" kita akan memulainya dari sekarang aluna , kita akan bahagia jika kita saling mencintai satu sama lain " aluna mengangguk


Mereka berpelukan dalam waktu lama , sudah lama aluna tak merasakan kehangatan seperti ini .

__ADS_1


__ADS_2