
beberapa minggu kemudian randi sudah sembuh dari luka nya , dan aluna sudah masuk kuliah kembali .
Randi sudah menemukan dalang dari penculika aluna , ternyata ini ulah diana dan anjani ibu tirinya .
rey dan anak buahnya akan membawa anjani dan diana ke polisi , tetapi mereka sudah tidak ada di kediaman nya .
" sepertinya mereka sudah kabur bos , rumah nya juga sudah kosong di lemari tidak ada pakaian sama sekali " ucap anak buah rey
" sial kita telat datang " rey menghubungi randi dan mengatakan jika kedua orang itu sudah kabur
" [hubungi orang orang mu yang berada di luar daerah rey , mereka harus segera di temukan.] "
"[baik tuan]"
*
Di kampus aluna ia merasa sangat lemas tak terkira , sejak tadi pagi ia merasa tak enak badan .
" lun , kamu kenapa si dari tadi kok lemes gitu, kamu sakit ya. " tanya rani
" iya aku lemes banget ran "
*
Di kantor randi juga sama ia merasa dirinya sakit tapi entah apa yang sakit itu
dia memutuskan untuk pulang ke mension orang tuanya , kebetulan lize dan ajan tidak masuk kerja hari ini.
" kamu kenapa ran , kok lemes gitu " tanya ajan
" gatau pa , sejak tadi pagi randi lemas dan gak enak badan gini " randi menghempaskan tubuhnya di sofa
" jangan jangan " lize sumringah menjeda ucapan nya
" jangan jangan apa ma , apa ini tanda tanda penyakit berbahaya " ransdi seketika , ia merasa takut jika terkena penyakit berbahaya
" bukan randi , jangan jangan aluna hamil , biasa nya seperti itu tanda tanda wanita hamil , tapi biasa nya juga di alami wanita itu sendiri " mata randi melotot mendengar penuturan lize
" benarkah ma "
" periksa saja ke dokter biar jelas , jika aluna hamil mama akan sangat senang karena sebentar lagi akan menimang cucu "
" baiklah aku akan menjemput aluna sekarang " randi bergegas keluar ia menuju kampus
Tiba nya di kampus randi menuju kelas aluna semua siswa disana memandang randi heran
" ayo kita ke dokter aluna " randi memegang tangan aluna , semua wanita disana kagum dengan ketampanan randi
" i-itu tuan randi atmaja " mereka histeris karena biasa nya melihat di tv saja
__ADS_1
Randi menuntun aluna keluar kelas
" pelan pelan saja jalan nya sayang " belum apa apa randi sudah sangat khawatir pada kandungan aluna
" memang nya kenapa sayang , ada apa denganku kok kita mau ke dokter "
" kamu ikut aja ya " aluna mengangguk paham
Beberpa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit , dan menuju poli kandungan .
" dokter tolong periksa istri saya "
" silahkan berbaring ya bu " titah dokter wanita itu
aluna pun berbaring di tempat yang di sediakan , dokter membuka sedikit baju aluna dan mulai memberikan gel di perut luna
Dokter mulai memerikasa dan melihat ke komputer usg
dokter itu tersenyum menatap aluna
" selamat ya nyonya dan tuan akan menjadi seorang ibu dan ayah " aluna kaget namun bahagia mendengar hal ini , begitu juga dengan randi .
Randi memeluk aluna dengan erat
" berapa usia kandungan nya dok " tanya randi
" sekitar dua minggu tuan , sepertinya nyonya mengandung baby kembar , tapi ini belum terlihat jelas , terlihat dari bentuk janin yang berbentuk biji kacang ini tuan ada dua janin di sini " randi bertambah bahagia mendengar penuturan dokter , ia akan mendapatkan dua bayi sekaligus
" terima kasih sayang , terimakasih " randi menangis bahagia mencium kening aluna
Akhirnya mereka keluar ruangan dengan wajah berseri , randi berencana akan memberi tahu kabar bahagia ini kepada orang tuanya " mereka pasti bahagia sekali " batin randi
" sayang sekarang kamu mau apa , atau pengen makan apa " tanya randi membuat aluna terkekeh geli
" emm aku mau makan kamu aja hhh "
" oke kita ke rumah dan kamu makan aku yaa " aluna melotot
" ehh aku bercanda yang , emm aku mau makan bakso beranak aja yang extra pedas , makan dan beli nya di pinggir jalan , tapi kamu juga harus ikut makan "
" sesuai keinginan mu cantik "
Mobil akhirnya melaju dengan kecepatan sedang
Sampai di penjual bakso , sesuai keinginan aluna ia ingin makan di pinggir jalan
Ia memesan bakso beranak dengan extra pedas dan randi ikut makan bersamanya
" hah hah hah pedas yang lihat bibirku sampai jontor begini " randi juga aluna sebenarnya tak terlalu menyukai pedas tapi ini keinginan si jabang bayi
__ADS_1
" enggak pedes kok yang , biasa aja malahan aku mau nambah sambal nya "
" jangan yang nanti si kembar sakit perut " ucap randi membuat luna terkekeh
lagi enak enak nya makan ada seorang menghampiri mereka berdua
" Aluna " seketika aluna menengok ke sumber suara , aluna merasa terganggu dengan kehadiran nya
" aluna kenapa kamu makan pedas , kalo kamu sakit perut gimana " Dion menyambar bakso yang sedang di makan aluna , seketika randi marah karena dion mengganggu acara makan mereka .
" heh apa apaan kau , mengganggu acara makan kami hah " randi merebut mangkuk bakso yang di legang randi
" heh memangnya kamu gak tau kalo luna gak suka pedes , kenapa kamu paksa dia makan pedes seperti ini "
" hey ini keinginan bayi yang ada di perut aluna bukan keinginan ku " aluna menutup mulut kerena randi mengatakan hal ini pada orang lain
" hah apa maksud mu tuan , aluna tidak hamil suami saja belum punya ."
" asal kau tau dion , aluna adalah istri ku , kami sudah menikah dua bulan yang lalu , jadi jangan menganggu aluna lagi." jelas randi membuat dion terdiam tapi aluna sangat senang akhirnya dion mengatakan hal ini pada orang lain
" iya benar kak dion , aku sudah menikah dengan randi dua bulan lalu , dan sekarang aku sedang mengandung " jelas aluna membuat dion diam seribu bahasa
Dion menggelengkan kepalanya tak percaya
Akhirnya dion pergi dari sana ia merasa malu karena dirinya sendiri
" sayang , kamu mau lanjut makan? "
" udah gak berselara lagi yang , kita pulang aja."
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan menuju ke mension untuk memberi tahukan kabar bahagia ini kelada medua orang tuanya
Setelah sampai di mension randi membukakan pintu mobil untuk aluna
Mereka masuk ke dalam dan di sambut para pelayan disana
" ma , mama , papa " teriak randi , ia sudah tak sabar memberi tahukan kabar bahagia ini pada kedua orang tuanya
" randi kenapa si mesti teriak teriak gitu , mama sama papa juga belum tuli. "
randi menghambur ke pelukan mama nya , saking bahagia nya ia sampai menangis di hadapan semua orang .
" kamu kenapa nak , apa yang terjadi kenapa kamu nangis kayak gini. "
" mama sama papa sebentar lagi akan menimang dua orang cucu sekaligus "
Mata lize dan ajan membulat mereka sangat bahagia karen sebentar lagi keingin untuk menimang cucu akan terlaksana
" benarkah yang di katakan randi luna " luna mengangguk dan tersenyum
__ADS_1
" iya ma yang di katakan mas randi benar , aluna hamil dan kemungkinan mengandung bayi kembar." lize menangis bahagia mendengar hal itu
" ahh baiklah kalo begitu kalian tinggalah disini biar aluna ada yang menjaga disaat kamu kerja ran " randi menggeleng