
" siapa yang lahir pertama bi , si cantik atau si tampan " tanya randi pada baby sister
" anak laki laki yang lahir pertama tuan "
" ehmm baiklah , halo tampan dady akan kasih kamu nama Alexander Atmaja dan untuk cantik dady akan dady kasih nama Alexa Maria atmaja " randi mengelus kedua baby mungil itu , lalu mencium nya .
" maafkan dady yang nakal ini sayang , jadilah anak anak yang pintar juga cerdas , jadilah penjaga kami di saat kalian sudah dewasa kelak. " randi tersenyum ia tak menyangka akan mendapatkan anak anak lucu seperti mereka
" tidurlah nak , dady akan membujuk bunda kalian agar memaafkan kesalahan dady , ya walaupun sepertinya agak sulit. " randi akhirnya keluar dari kamar bayi dan masuk kembali ke kamar aluna
terlihat aluna sudah tertidur pulas dengan mata sembab , randi yakin aluna baru saja berhenti menangis .
" maafkan aku sayang , aku janji tak akan mengulangi nya lagi. " randi mencium pucuk kepala aluna
Randi membersihkan dirinya lalu tidur di samping aluna
*
Paginya aluna merasa sangat lelah , semalam ia terbangun karena si kecil rewel , air susu aluna tidak lancar si kecil tidak kenyang jika aluna memberinya susu maka dari itu aluna memutuskan untuk memberinya asi formula saja
" kasihan sekali anak anak bunda , kalian gak kenyang ya mimi sama bunda , maafin bunda ya kasih kalian susu formula. " aluna bicara di hadapan baby sister nya .
" bi tolong kasih susu mereka dengan susu formula saja ya , kasian mereka jika nyusu nya gak kenyang." mereka mengangguk
" baik nya "
Aluna memutuskan turun ke dapur untuk sarapan , disana semua orang sudah menunggu .
" maaf semuanya jadi nunggu , barusan luna kasih arahan dulu sama baby sister "
" gapapa sayang , kami baru kesini juga kok , ya udah kita sarapan ya ." lize memang berhati baik apalagi terhadap aluna yang sudah ia anggap anak kandung nya sendiri .
" sayang nanti setelah sarapan aku ingin bicara berdua dengan mu " aluna hanya melirik sekilas lalu melanjutkan sarapannya .
Randi menghela nafas pelan
Mereka sarapan tanpa gangguan hingga selesai
" aluna , kamu bicaralah kepada randi , mama sudah mendengarkan penjelasan nya bukan dari randi saja , melainkan dari rey juga ." aluna mengangguk
Randi mengajak aluna ke taman belakang rumah
__ADS_1
" duduk sayang " titah randi
Aluna duduk di ikuti randi di sebelahnya , randi menggenggam tangan luna .
" maaf kan aku , aku sudah melakukan kesalahan , aku tak memikirkan perasaan mu " randi menundukan kepalanya
" apa kamu masih mencintai nya mas , jika tidak mana mungkin kamu mau mendengarkan keluh kesah monic sampai harus menenangkan dirinya seperti di mall waktu itu " aluna menahan air matanya supaya tidak jatuh
randi menggeleng
" aku sedikitpun sudah tak memiliki rasa pada monic , hanya saja aku kasihan padanya , setelah apa yang suami nya lakukan " aluna mengangguk pelan
" itu artinya kamu masih perduli dengan nya mas , di hati kamu yang paling dalam masih tersimpan rasa untuk nya , jika kamu tak mencintai dia mana mungkin kamu akan peduli dengan nya , yang ada kamu akan mengabaikan nya , tapi ini kamu malah peduli padanya , jika kamu tidak bisa lepas dari wanita itu , maka lepaskan aku , aku akan membawa anak anak bersamaku biar kamu bisa bebas dengan wanita itu dan bahagia bersamanya " akhirnya air mata aluna luluh jatuh tak bisa di tahan lagi .
Randi menggelengkan kepalanya cepat
" gak , aku sudah tidak mencintainya sama sekali , aku mencintai mu yang , aku gak mau kehilangan kalian , jika kalian pergi aku bagaimana aku akan gila " jawab randi cepat
Tak berselang lama rey datang
" tuan maaf saya terlambat " aluna menantap rey sekilas
" rey bantu aku jelaskan kepada luna jika aku tak melakukan hal menjijikan dengan monic dan foto itu hanya editan .
" baik , untuk kali ini aku percaya pada mu mas , tapi jika lain kali ada kejadian seperti ini lagi jangan harap aku akan memaafkan mu mas " randi tersenyum sumringah
" terima kasih sayang " randi mencium seluruh wajah aluna
" dasar bucin " rey melenggang keluar
beberapa hari kemudian diadakan acara 7 hari kelahiran si kembar , acara nya sangat meriah keluarga mengundang banyak tamu undangan .
Di luar dua orang sedang merencanakan sesuatu mereka ingin menghancurkan aluna , apalagi kebahagiaan aluna .
Mereka masuk menyelinap menggunakan masker dan topi , tak menunggu lama mereka kembali lagi ke luar senyum mereka menyeringai .
" aduuhh perut ku sakitt sekali " teriak salah satu tamu
" ahh tenggorokanku " sahut tamu yang lain
Di dalam terjadi kekacauan ada yang sakit perut tiba tiba , muntah muntah , dan tenggorkan terasa sakit .
__ADS_1
" ada apa ini " tanya lize
Aluna , randi dan yang lain nya kaget melihat kekacauan ini .
" sepertinya mereka keracunan makanan " lize menggelengkan kepala nya
" tidak mungkin, kami memesan makanan kepada langganan kami , dan belum pernah terjadi hal seperti ini" bantah lize
" tenang ma , pasti ada yang tidak beres dengan makanan nya." randi menenangkan lize " rey selidiki semua nya , dan bawa orang orang yang keracunan ke rumah sakit biar aku yang tanggung biaya nya " rey mengangguk paham
Setelah semua orang di bawa ke rumah sakit rey mulai menyelidiki lewat cctv di sekitar rumah
" lihat ada dua orang memakai masker masuk menyelinap ke dalam rumah , tapi siapa mereka ?" rey berucap aluna mengernyitkan dahinya melihat rekaman cctv itu
" tunggu , aku seperti mengenali sepatu yang di kenakan orang itu "
" siapa sayang , kamu ingat ingat siapa yang memiliki sepatu seperti itu " ucap randi
dada aluna naik turun menahan amarah
" delina , dia yang memiki sepatu seperti itu , dan aku yang membelikan nya , sepertinya itu delina dan ibu ."
" rey cari mereka sampai dapat , mereka sepertinya belum jauh dari sini "
" baik tuan " rey segera bergerak dengan anak buahnya untuk mencari mereka berdua
tak butuh waktu lama mereka sudah menemukan keberadaan dua wanita itu
Mereka langsung di bawa ke kantor polisi dengan beberapa barang bukti
Diana dan anjani terus mengelak saat di tanyai tapi saat memperlihatkan cctv mereka menunduk
Aluna dan randi datang ke kantor polisi untuk memastikan
baru saja aluna masuk ke dalam anjani sudah bersimpuh di kaki nya
" aluna .. Aluna tolong kami , jangan penjarakan kami luna ibu mohon , kasihan kakak mu jika harus tidur di sini ." anjani memohon kepada aluna
" apa ibu pernah mengasihani ku , bahkan saat aku tengah hamil pun kalian ingin melenyapkan ku dan juga anak anakku , tapi aku membiarkan kalian , memaafkan kalian , tapi kalian malah berualah lagi , sebenarnya apa yang ingin kalian lakukan kepadaku , kalian ingin menghancurkan kehidupan ku supaya aku sengsara " aluna menahan emosi nya , anjani hanya menunduk begitu pula dengan diana .
" sekarang kalian terima akibat dari perbuatan kalian " randi tersenyum miring
__ADS_1
" aluna maaf kan ibu , ibu sudah menyesal nak , kamu bantu kita supaya tidak di penjara "
Aluna pergi tanpa mendengarkan teriakan mereka , ia malah pergi meninggalkan mereka .