500 Juta 1 Malam

500 Juta 1 Malam
KEMANA ANJANI DAN DIANA


__ADS_3

Randi tak setuju dengan penuturan lize , jika mereka tinggal disini mereka tidak akan bebas berduaan seperti di rumah sendiri


" ma sepertinya untuk sekarang kami tinggal di apartemen aja dulu , nanti jika kehamilan aluna sudah mulai membesar kita akan pindah kesini " ucap randi membuat lize memanyunkan bibirnya


" bagaimana dengan mu aluna , mau tinggal disini atau di apartemen aja. " tanya lize


" kalo aku terserah mas randi aja ma " jawab luna , sebenarnya lize ingin aluna tinggal disini agar bisa twrus memantau nya dari dekat , secara ia akan khawatir terjadi sesuatu pada menantu nya itu .


Mereka akhinya pulang ke apartemen


" sayang kamu mau makan apa biar aku buatkan " randi mendekati aluna yang sedang nonton drakor favoritnya


" aku ingin makan itu sayang lihatlah " aluna menunjuk makan di televisi


" ahh ramen , tapi aku tak bisa membuatnya , bagaimana jika kita pesan saja . "


" aku ingin kamu yang membuatnya yang , gak mau pesan "


" hah ada ada saja dengan ibu ngidam , baiklah aku akan mencobanya tapi jangan protes jika tidak enak," aluna mengangguk sambil tersenyum senang


randi mencium pipi aluna dan pergi ke dapur untuk membuat ramen


Randi melihat tutorial di handphone nya


Walau banyak bahan yang tak ada tapi randi berusaha membuatnya , ia tak mau membuat aluna dan baby nya kecewa .


"Akhirnya selesai juga"


randi menyiapkan untuk aluna , tak hanya ramen tapi juga ada masakan lain sudah tersaji di sana


" sayang mari makan " randi memanggil luna


dengan sumringah luna duduk di kursi lalu menyambar ramen buatan suami nya itu


" emm enak banget yang "


" masa sih , sini aku coba dikit. "


Randi memuntahkan ramen yang rasanya tidak enak itu


" sayang jangan makan ramen itu "


randi ingin mengambil mangkuk ramen itu tapi naas ramen nya sudah habis


" enak banget eumm yummy " cecar aluna , randi hanya bisa melongo dan menggelengkan kepalanya


Besoknya


di kantor randi menerima panggilan telefon


" kenapa bisa gak ketemu , kalian gak becus nyari nya , masa harus aku yang turun tangan sendiri. " cecar randi


Rey dan anak buahnya sudah berusaha mencari keberadaan Anjani dan Diana tapi tak membuahkan hasil , malahan rumah yang di tempati mereka sebelum nya sudah di jual .

__ADS_1


" kita coba cari ke bandara atau ke stasiun kereta siapa tahu mereka kabur ke luar kota , disana kita bisa mendapatkan data orang yang keluar masuk wilayah. " anak buah rey mengangguk paham


Mereka di bagi menjadi dua tim , satu tim menuju bandara dan satu tim lainnya menuju stasiun kereta


tibanya di bandara , rey dan anak buahnya mulai meminta data nama penumpang bernama Anjani Dan Diana , awalnya mereka tidak setuju dengan tindakan rey , tapi rey memiliki banyak akal agar dia bisa mendapatkan yang ia mau .


" baiklah jika ini atas perintah tuan randi saya akan memberikan data nya pada anda " akhirnya petugas itu memberikan data penumpang pada rey


Cukup lama anak buah rey mengutak atik komputer di sana hingga rey pun merasa bosan


" ketemu " ujar salah satu pengawal rey


" kemana tujuan mereka berdua?"


" ke makasar hari rabu kemarin tuan " rey tersenyum menyeringai


" kalian hubungi tim yang bertugas ke stasiun , kasih tau mereka hendak kesini. " anak buahnya mengangguk paham


setelah beberapa waktu mereka datang , mereka berkumpul untuk berdiskusi


" kalian cari mereka berdua sampai dapat , sampai ke lubang semut pun harus kalian cari , mereka pasti tak akan pernah keluar kota lagi , karena uang mereka tak akan cukup , jika sudah berhasil menangkap mereka bawa ke markas kita , aku akan mengawasi dari sini " mereka semua mengangguk paham


Mereka semua akhirnya pergi ke kota makasar untuk mambawa anjani dan diana


*


Di tempat lain


" sayang aku pengen baju ini , lalu tas itu . "


" tentu saja sayang , apapun yang kamu ingin kan dan baby kita mau aku turuti sekalipun kamu ingin mall nya akan kita angkut hhh "


aluna membeli pakaian juga barang barang bran yang ada di mall ini , entah kenapa semenjak ia hamil , ia senang sekali menghambur hamburkan uang suami nya itu , tapi bagi randi itu tak seberapa ia sangat senang jika istri nya merasa senang .


" sayang setelah ini kita makan dulu ya "


" okee " randi mengacungkan jempol nya


Pak supri supir mereka kewalahan karena membawa banyak barang belanjaan


saat tengah berjalan menuju restoran , mata aluna membulat melihat sesuatu dan langsung menginginkan nya


" sayang aku pengen itu tapi kamu yang harus membawa nya jangan pa supri ya " randi menengok barang yang di tunjuk istri nya itu


" boneka besar itu yang , yang warna pink itu "aluna menarik tangan randi


" mbak aku mau yang ini sama anak anaknya ya sekalian " randi melotot karena boneka itu melebihi besar tubuhnya , belum lagi anak anaknya yang berjumlah 5 biji


" sayang kamu gak salah mau ini , ini bawanya susah loh , terus pa supri gak bisa bantu aku ."


Aluna mnggeleng


" jangan di bantu pa sapri , kamu yang harus membawa nya okee ."

__ADS_1


Akhirnya randi hanya bisa pasrah saja dengan keinginan istri nya


semua orang menertawakan randi yang kesusahan membawa 6 boneka itu


Di mobil pun boneka itu di simpan di atas karena tidak muat jika harus di masukan ke dalam mobil


Mereka memutuskan pulang karena hari sudah mulai gelap


sampai di apartemen randi kelelahan karena membawa boneka besar itu


" hah akhirnya sampai juga "


Tak berselang lama suara dering telfon mengagetkan randi


" ada kabar apa rey " tanya randi


" kerja bagus , bawa mereka ke markas , aku akan segera ke sana ."


Telfon di tutup


" sayang aku pergi dulu sebentar ada urusan , jangan tunggu aku ya gak lama kok kamu tidur aja " randi mengecup bibir juga kening aluna sekilas


" iya sayang "


Di markas randi baru saja datang


Rey dan anak buahnya membungkukan kepala


" mereka di dalam tuan " randi mengangguk


Randi masuk , ia mendapati dua orang sedang meringkuk di lantai .


" ambilkan air comberan untuk membangunkan mereka "


anak buah rey membawa air combera ke dalam ember dan


Byuurr


" ahhhkkk ahhkkk " teriak Anjani dan Diana


" apa ini bau sekali " anjani hampir muntah mengendus bau nya sendiri


" apa yang kau lakukan hey " anjani melotot ke arah randi


" bangunkan anak mu itu biar urusan kita cepat selesai " tatapan tajam randi membuat anjani mendelik


" diana bangun cepat " diana mengerjap pelan


" dimana ini , kenapa bau begini " diana menatap randi ia mulai ketakutan


" ka-kau " diana menunjuk randi


" ya ini saya , randi atmaja , kenapa kamu kaget begitu apa kau berbuat salah padaku atau aluna "

__ADS_1


__ADS_2