
Anjani membulatkan matanya , ia tau sekarang kenapa dia dan diana bisa di bawa kesini
" aluna sialan , pasti dia yang menyuruh orang orang ini untuk menangkapku juga diana " batin anjani
" aku tidak melakukan sesuatu tuan , kenapa kalian menangkap kami seperti ini apa salah kami. " randi menyeringai menatap diana
" ternyata kau tak mau mengaku , rey bawa orang itu kemari. " rey membawa seorang preman suruhan diana juga anjani
" me-mereka yang menyuruhku menculik gadis dan melecehkan nya tuan " tangan randi mengepal mendengar penuturan preman itu
" apa kau tidak mendengar kejujuran preman ini hah , kenapa kau melakukan hal itu kepada wanitaku , dasar iblis " randi mencengkram dagu diana dengan keras
" ahh sakit tuan lepaskan aku " diana mulai menitikan air mata
" tuan lepaskan anak saya , dia tidak bersalah akulah yang menyuruh orang orang itu " tatapan randi beralih kepada anjani
" ouhh jadi kau ibu tua , bagaimana jika anakmu yang mengalami hal itu , dia di culik lalu di lecehkan banyak preman , apa kau akan iklas hah ." randi meninggikan suara nya
" rey kita harus mencoba nya di depan orangtua nya langsung , biarkan anak buahmu menjamah wanita muda ini di depan ibu nya . " randi menyeringai
Diana membulatkan matanya lalu menggeleng cepat
" tidak aku tidak mau , ibu bantu aku bu ." diana mulai ketakutan karena anak buah rey mulai mendekatinya
" jangan jangan sentuh anakku , aku mohon maafkan kami , kami mengaku salah kami akan menebus kesalahan kami kepada aluna ." randi tersenyum mengejek
" dengan apa kau akan menebus nya , apakah dengan uang , atau diri kalian sendiri ." diana dan anjani saling tatap mereka menggeleng
Mereka tak tau apa yang harus mereka lakukan untuk menebus kesalahan pada aluna
" aku akan memaafkan kesalahan kalian dengan 1 syarat "
Diana dan anjani mendongak , mereka tersenyum ke arah randi .
" apa itu tuan , kita akan melakukan apapun agar bisa aluna maaf kan."
" kalian akan menjadi pelayan di rumah ku juga aluan , jika kalian tidak mau bersiap siaplah masuk penjara dengan hukuman sangat lama ." anjani juga diana terdiam
" baiklah kami setuju "
" Rey lepaskan ikatan mereka dan bersihkan diri kalian berdua , alunaku pasti tak suka dengan bau kotoran seperti ini , rey nanti setelah mereka selesai biarkan saja tidur disini besok sore antarkan ke rumah baru aluna ,aku akan pulang , aluna pasti sudah menunggu. " rey mengangguk paham
" baik tuan "
Setelah kepergian randi , anjani juga diana mulai memberaihkan diri mereka .
Rey keluar ruangan itu meninggalkan anjani juga aluna berdua
" sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua , kenapa aluna begitu di prioritaskan , aku harus mencari tau." batin anjani
" bu , aku gak mau jadi pelayan untuk aluna , bisa bisa dia besar kepala jika kita menjadi pelayan nya . " rengek diana
__ADS_1
" ini hanya sementara diana , kita harus membuat rencana untuk menghancurkan aluna. " diana mengangguk pasrah
*
Di apartemen randi baru saja pulang , ia melihat aluna meringkuk di sofa .
Ternyata aluna ketiduran di sana
" kebiasaan kalo tidur suka sambil nonton drakor " randi mengusap rambut aluna
aluna terbangun karena ada gerakan yang mengganggu nya
" sayang kenapa kamu mengganggu tidur ku , aku sangat lelah , biarkan aku tidur disini dan kamu harus memeluk ku . " manja aluna
" kita tidur di kamar aja ya , kasian bayi nya kalo kita tidur disini , nanti mereka gak nyaman lagi ."
" gendong " randi tersenyum dengan tingkah manja aluna
Randi menggendong aluna ke kamar dan membaringkan nya di tempat tidur
" kenapa jadi gak ngantuk si , padahal tadi ngantuk banget , kayak nya bayi bayi di perut bunda mau di manja dady dulu ya . " aluna bicara sendiri sambil mengelus perutnya
" baiklah dady akan menunggu bunda sampai tidur " randi mengelus perut aluna yang masih rata itu
" emm sayang ada yang ingin aku kasih tau ke kamu " ucap randi pelan
" kenapa yang "
" sebenarnya dalang penculikan kamu itu ibu juga kakak tirimu , mereka merencanakan semua nya karena mereka marah padamu , aku sudah menangkap mereka dan akan di beri pelajaran " aluna mengernyitkan dahinya
" mereka akan menjadi pelayan di rumah kita nanti , bukan di apartemen ini tapi di rumah yang sudah aku beli beberapa waktu lalu "
" lah kenapa kamu gak ngomong kalo beli rumah " aluna sedikit marah
" tadinya mau kasih surprise buat kamu , malah kejadian nya begini hihi " aluna tersenyum kembali
" kamu lucu ihh , ya udah terserah kamu aja yang gimana baik nya aja , aku mah ngikut kamu aja ." randi tersenyum karena tak ada penolakan dari aluna
" besok kita lihat rumah nya ya , kamu tinggal tidur aja disana karena di rumah itu udah ada isinya , tinggal menggunakan aja "
" okee terimakasih suamiku "
Akhirnya mereka tertidur saling berpelukan
Esoknya
randi selalu mual setiap kali mencium bau bauan seperti bawang dan yang lainnya dan memuntahkah makanan yang masuk ke perut nya
" maaf sayang aku menyukai makanan yang mengandung bawang ini , jadi kamu tahan ya." aluna melahap makanan itu dengan lahapnya
" sayang kenapa tidak kamu yang mengalami ini , kenapa harus aku ." randi mengeluh
__ADS_1
" sayang kita harus adil , kamu yang mual aku yang mengandung okee , jadi jangan protes ya. " randi mengangguk pasrah
Setelah selesai sarapan aluna dan randi bergegas mengemasi barang bawaan , karena mulai sekarang mereka akan pindah ke rumah.
Rey membantu membawa barang barang mereka aluna mengingatkan jika jangan sampai boneka nya terlupakan
" sayang jangan lupa boneka jumbo ku juga anak anaknya dan kamu yang harus membawanya" randi mengangguk
" okee sayang sesuai keinginan mu " randi mengelus rambut aluna pelan
Akhirnya mereka berangkat menuju rumah baru
Sesampainya di sana aluna terperangah melihat rumah bak istana itu
" yang apa gak salah beli rumah , kita hanya berdua loh mana enak tinggal di rumah besar begini."
" nanti kan bakalan bertambah dua baby , juga akan banyak pelayan , jadi gak akan berdua." randi mengecup pucuk kepala aluna
" ya udah yuk masuk "
rey juga pa supri mengeluarkan barang barang mereka dan membambawa nya ke dalam
" ini dia kamar kita " randi membuka pintu kamar itu
" wahh luas banget yang , disini juga ada kamar mandi " randi mengangguk
" oh iya yang , nanti sore ibu sama kakak tiri kamu akan kesini untuk menjadi pelayan di rumah ini. " aluna mengangguk paham
" apa gak berlebihan yang menjadikan mereka pelayan di rumah ini "
" enggak , dari pada mereka di penjara. "
Setelah bebenah membereskan barang nya randi mengajak aluna makan siang ke luar
sore nya rey membawa anjani dan diana ke rumah mereka menganga melihat rumah mewah ini
" rumah ini milik tuan randi yang kemarin itu , hmm aku harus menggodanya , jika dia tergoda olehku aku pasti bisa mendapatkan ini semua." batin diana
" heh kenapa malah bengong gitu , cepat masuk " rey mengagetkan diana yang sedang menghayal itu
Anjani dan diana mengangguk
Di dalam ternyata sudah ada randi sedang menonton tv
" permisi tuan " ucap rey
randi melirik rey yang ternyata membawa dua wanita itu
diana terpesona melihat randi yang hanya menggunakan kaos oblong juga celana selutut
" sayang ada tamu siapa ya " aluna keluar kamar dan menuruni tangga
__ADS_1
Anjani dan diana terkaget melihat siapa yang turun dari tangga
" Aluna "