500 Juta 1 Malam

500 Juta 1 Malam
TAMPAN CANTIK


__ADS_3

Usia kandungan aluna sudah memasuki 9 bulan , dua minggu lagi ia menantikan kehadiran baby nya .


Perut aluna sudah sangat besar , aluna merasa was was menghadapi persalinan nya , apalagi dengan proses cs .


" kamu jangan khawatir sayang aku akan selalu menelfon mu saat berada di sana " cuma 3 hari kok gak lama ya ."


Ternyata randi harus pergi ke luar kota untuk mengurus anak perusahaan yang sedang berada dalam masalah


aluna mengangguk paham


" hati hati disana ya , jangan sampai mata mu melirik wanita lain. " randi terkekeh


" iya sayang gak akan pernah , aku kan pergi sama rey jadi kamu bisa tanyakan ke dia kalo aku gak ada telfon ya. " aluna mengangguk


" kamu tenang aja randi , disini ada mama dan papa yang jaga aluna ."


" ya udah aku berangkat dulu ya " randi mencium kening aluna


Akhirnya randi berangkat beserta rey yang mengemudi


sudah 3 jam menunggu tapi randi belum menelfon nya , aluna sangat khawatir ia takut terjadi apa apa dengan suami nya itu


Tak beraselang lama hp aluna berbunyi , wajah aluna sumpringah melihat nama yang tertera disana


" halo sayang apa kamu sudah sampai " entah apa yang di katakan randi di sebrang telfon sana


" baiklah , kalo begitu kamu istirahat ya , jangan lupa makan bay bay " aluna menutup telfon nya


Malam hari aluna sangat kesepian , tak terbiasa tidur sendiri setelah menikah seperti sekarang dan malam ini harus tidur sendiri.


" gak enak ternyata tidur sendiri seperti ini " luna pun tertidur


Esok nya , aluna sarapan pagi ia menelfon suami nya dan tersambung tentu nya .


[" selamat pagi sayang , kamu udah sarapan belum "]


[" udah sayang , kenapa kamu baru sarapan yang , biasanya jam 6 udah sarapan?"] tanya randi


[" gak semangat gak ada kamu , tidur pun gak nyenyak gak di peluk kamu."] randi terkekeh geli mendengar ucapan aluna


[" ya udah sekarang kamu sarapan ya kasian baby baby pasti udah laper tuh , aku tutup dulu ya , ada miting pagi soalnya bay sayang "]


Setelah selesai sarapan aluna ingin berjalan jalan ke luar halaman di ikuti para bodyguard wanita


Tak terasa waktu menunjukan angka 12 siang

__ADS_1


sedang rebahan di kamar terdengar notifikasi di aplikasi hijau milik nya , randi yang mengirim pesan padanya , luna tersenyum lalu senyuman itu memudar tangan aluna bergetar setelah membuka pesan dari randi


Mata aluna memanas melihat foto foto itu tak dapat di tahan lagi aluna menangis sejadi nya


Para bodyguard yang mendengar itu langsung masuk ke kamar aluna , dan melihat aluna sudah tak sadarkan diri .


Satu bodyguard menghubungi lize dan ajan


Dan tiga lainnya membopong tubuh aluna ke kasur


" cari minyak angin " salah satu wanita itu mengambil minyak angin dan mengoleskannya ke area hidung aluna


Tak ada reaksi apapun dari aluna , ia masih saja pingsan.


Tak berselang lama lize dan ajan datang bersamaan


" kenapa aluna bisa seperti ini " tanya lize panik


" kita tidak tau nyonya , tadi nona aluna menangis di kamar , dan setelah kami masuk non aluna sudah tak sadarkan diri seperti ini " jelas salah satu bodyguard itu


" pa cek ponsel aluna " ajan membuka hp milik aluna , tangan nya mengepal erar


" anak kurang ajar " lize mengernyit heran kenapa ajan marah , lize mengambil hp aluna dan membungkam bibirnya


" nyonya ada darah yang keluar dari bagian bawah aluna " salah satu bodyguard berteriak


" kita bawa ke rumah sakit sekarang , ayo bantu angkat aluna ke mobil. " ucap ajan


Mereka pun menuju rumah sakit , disana aluna langsung di tangani oleh dokter spesialis kandungan .


"dengan suami atau keluarga pasien " dokter keluar ruangan


" saya orang tuanya dok , apa yang terjadi dengan anak saya dok?" tanya lize panik


" nyonya aluna mengalami pendarahan , kita harus melakukan tindakan operasi cs secepatnya , jika tidak akan mempengaruhi pada kondisi bayi juga nyonya aluna sendiri " jelas dokter


Ajan mengepalkan tangan nya , ia marah kepada randi karena dialah aluna menjadi begini .


" lakukan apapun yang terbaik untuk anak dan cucu cucu saya dokter yang terpenting mereka selamat " dokyer mengangguk paham


" baik jika begitu mari ikut saya ke ruangan terlebih dahulu untuk menandatangani surat persetujuan " lize mengikuti dokter itu


Hati ajan juga lize tak karuan , mereka menunggu di depan ruang oprasi itu .


" selamatkan aluna tuhan ku mohon "ucap lize

__ADS_1


" maafkan aku vani , aku tak bisa menjaga aluna dengan baik , bantu doakan dia supaya dia tak apa apa ." batin lize


Ruang oprasi akhirnya terbuka dokter keluar dengan jubah hijaunya 😊


" bagaimana dokter " tanya lize , dokter itu tersenyum ke arah ajan juga lize.


" oprasinya berhasil dan kedua bayi nya selamat , termasuk nyonya aluna , tetapi nyonya aluna kehilangan banyak darah saat pendarahan maka dari itu kondisinya lemah , namun tuan dan nyonya tak perlu khawatir karen nyonya aluna tak memerlukan donor darah " lize dan ajan tersenyum mereka sangat bahagian mendengar aluna dan kedua bayi nya selamat


Setelah di bersihkan dan di pindahkan ke ruang rawat lize dan ajan ingi sekali melihat mereka bayi kembar itu


Setelah di izinkan untuk melihat lize dan ajan memasuki ruang bayi


Mereka melihat dua bayi kembar itu dengan berlinang air mata .


" maaf kan papa kalian ya sayang , oma janji akan menghukum papa kalia nanti jika pulang"


Di ruangan berbeda aluna akhirnya sadar , para wanita yang berada di sisinya memanggil dokter .


" dokter , nyonya aluna sudah sadar. " dokter menuju ruang rawat aluna dan memeriksa keadaan nya


" untuk nyonya aluna jangan dulu banyak gerak dan minum obat nya ya " wanita tersebut mengangguk


Setelah kepergian dokter


" kenapa perutku rata , apa yang terjadi denganku , mana anak anak ku " aluna menangis ia takut terjadi sesuatu pad bayi bayi nya .


" nyonya tenang ya , bayi bayi nyonya baik baik saja , mereka ada di ruang rawat bersama nyonya lize dan tuan ajan " aluna menghembuskan nafas dengan pelan , ia tenang ternyata anak anak nya baik baik saja .


" aku ingin melihat mereka " para wanita itu saling pandang


" tapi tadi dokter bilang anda jangan banyak gerak dulu nyonya , nanti biar nyonya lize dan tuan ajan membawa mereka kesini " ucap wanita itu , aluna hanya mengangguk saja.


Salah satu wanita itu menyusul lize dan ajan ke ruang bayi , memberi tau jika aluna sudah sadar dan ingin melihat anak nya .


lize dan ajan membawa bayi bayi mungil itu ke ruang rawat aluna


Disana aluna sudah menunggu , ia tersenyum melihat dua bayi kembar itu .


"Tampan dan Cantik , mirip sekali dengan randi." mendengar kata randi ia teringat dengat foto foto itu , aluna menangis sambil menggendong bayi nya


Lize menenangkan aluna dan mengusap punggung aluna


" jangan menangis aluna , nanti anak anakmu sedih , kita akan mencari tau siapa yang mengirim foto itu ke nomor mu "


" tapi yang mengirim foto foto itu adalah nomor mas randi ma bukan nomor baru "

__ADS_1


__ADS_2