500 Juta 1 Malam

500 Juta 1 Malam
DIANA TAK TAU MALU


__ADS_3

sudah 3 hari aluna izin tak masuk kuliah juga tak bekerja , diana dan anjani uringan uringan karena tak juga menemukan aluna


Uang pegangan juga sudah menipis di tangan sang ibu karena mereka selalu ingin makan enak yang tentunya mengeluarkan banyak uang


" sebenarnya kemana anak itu pergi , sudah hampir 1 minggu aku tak bertemu dengan nya di kampus " diana dan anjani tak mau jika kekurangan ua , mereka juga tak mau bekerja


" hari ini pasti dia masuk kuliah , kamu harus menemui dia juka dia masuk kuliah diana "


di kampus akhirnya diana menemukan aluna yang sedang mengobrol dengan sahabatnya


" heh luna , dari mana saja kamu hah dasar adik tak tau diri , kenapa kamu gak pulang pulang hah , kita sudah kehabisan uang buat makan , sini bagi uang " aluna dan rani saling tatap , diana sungguh tak tau malu meminta uang pada adiknya


" kak diana yang terhormat , apa anda tak malu meminta uang pada ku , dan lagi aku tidak punya uang " banyak yang berbisik membicarakan diana yang tak tau malu meminta uang pada adiknya


" kamu pasti bohong kan luna , kamu pasti sudah mendapakan uang dari kakek tua itu " diana tersenyum miring menatap aluna


aluna menatap diana dengan tatapan tajam , orang orang yang berada di tengah mereka mulai bertanya tanya


" mana bonus mu dari kakek tua itu luna , aku dan ibu sangat membutuhkan uang untuk makan "


" kalo kakak ingin uang , maka kerjalah jangan bisanya hanya meminta saja " lalu aluna mendekat dan berbisik pada diana " dan tidak pernah ada yang namanya kakek tua , orang yang sudah meniduriku adalah bujangan dia seorang Ceo , jangan sampai kakak bertindak gegabah disini , kalo tak ingin aku hancurkan " lalu luna melangkah pergi di ikuti rani


" aluna jangan kurang ajar kamu adik sialan " diana menghentakan kaki nya " lihat saja nanti luna , aku akan membalas mu , karena kamu tak ingin memberikan uang padaku juga ibu "


*


Pelajaran akhirnya selesai , aluna memutuskan untuk pulang ke kontrakan nya terlebih dahulu untuk mengambil barang barang nya


Tiba di parkiran motor , tangan aluna tiba tiba di tarik seseorang menuju mobil


" ehhh tuan apa yang kau lakukan , lepaskan tangan ku " kejadian ini dilihat beberapa mahasiswa lain termasuk diana


Diana melotot tak percaya jika luna di gandeng seorang pria tampan ke dalam mobil sport berwarna hitam


" jangan melawan , kita akan pulang sama sama , aku sengaja menjemputmu ke sini jadi kau jangan menolak , dan satu lagi jangan pernah pakai motor butut mu itu " aluna menatap randi lama , aluna baru sadar jika randi ternyata sangat tampan memiliki mata elang da alia yang tebal , hidung mancung dan keren


tanpa sadar aluna tersenyum , randi keheranan mengapa aluna tiba tiba tersenyum seperti itu

__ADS_1


" kau baru sadar jika aku tampan , iya kan " randi mendekatkan wajahnya ke wajah luna " sebentar lagi kau akan jatuh cinta padaku nona aluna "


Aluna tersadar dan langsung menampar wajah randi " jangan kurang ajar tuan "


orang orang disana bersorak karena merasa baper kepada randi juga aluna , tapi berbeda dengan diana , ia seperti cacing kepanasan melihat hal tersebut


" aku akan menghancurkan semua kebahagiaan mu aluna " batin diana


Dia menatap benci aluna dan randi yang pergi meninggalkan halaman kampus


di mobil randi hanya diam saja , ia masih kesal karena aluna telah menamparnya tadi


" tuan aku ingin ke kontrakan dulu mengambil barang barang ku "


Randi hanya diam tak mau menjawab


aluna heran kenapa randi tak menjawab lembicaraan nya


" tuan anda kenapa , apa anda sedang sakit , muka nya terlihat kusut seperti itu " randi menghela nafas kasar


"ohh jadi karena masalah tadi kau marah padaku , baiklah aku minta maaf karena telah membuat mu marah tuan"


" tak masalah tapi kau harus melakukan sesuatu untuku biar bisa ku maafkan " randi menyeringai


" apa itu , selagi aku bisa aku akan melakukan nya "


Randi memanyunkan bibirnya hendak mencium aluna tapi aluna menahan nya dengan tangan


" hati hati tuan , ini di jalan kita bisa mati "


Randi menghela nafas pelan , gagal sudah ingin mencium aluna


" hah bilang saja tidak mau aku cium , sekarang aku maaf kan kamu tapi besok besok aku akan menerkam mu lagi " randi tersenyum melihat kegelisahan aluna


Sesampai nya di kontrakan aluna masuk ke kamar dan membereskan semua barang dan memasukan nya ke dalam koper


Randi tak ingin membantu nya sama sekali , ia hanya melihat saja apa yang di lakukan aluna

__ADS_1


" tuan apa kau tak berniat membantuku sama sekali , jika tak ingin membantu sana keluar aku akan membereskan tempat tidur dulu "


Randi lun keluar tanpa mengeluarkan kata , aluna melongo karena randi tidak peka sama sekali


serelah beberapa saat membereskan kontrakan itu , aluna membawa koper nya keluar menuju mobil randi


" besar sekali koper mu , apa saja di dalam nya sekalian bawa kontaran nya ke dalam koper ini " randi mengomel tak jelas seperti seorang wanita


" tuan jika kau tak ingin membawa koperku aku akan naik angkutan umum "


" sudah ayo cepat naik , aku harus kembali ke kantor setelah ini , kamu juga harus ikut bersamaku , tak ada waktu jika harus mengantarkan mu dulu ke mension " randi membukakan pintu mobil untuk aluna


pipi aluna bersemu merah karena malu karena sebelum nya belum pernah ada yang melakukan nya untuk aluna


" terimakasih suamiku " randi tersenyum mendengar kata aluna 'hmm suamiku.. panggialn yang bagus' batin randi


Setibanya di kantor aluna mengekori randi , kemapun randi pergi aluna pasti mengikuti nya


setiap karyawan yang ada disana melihat ke arah aluna , mereka bertanya tanya siapa aluna kenapa dari tadi ia mengekori randi


tiba di ruangan CEO aluna mengelilingi ruangan itu , ia begitu takjub melihat isi ruangan itu , ia melihat pemandangan luar yang terlihat dari sana


Disana ada foto randi juga kedua orang tuanya juga ada kamar pribadi


Randi melihat apa yang di lakukan aluna , ia tau aluna pasti takjub nelihat isi ruangan nya itu


" tuan apa saya boleh masuk ke dalam kamar itu " aluna menunjuk kamar pribadi


" tentu saja , kau adalah istriku apapun yang kau ingin lakukan , lakukan saja , emm aku ada rapat tak lama sekitar 2 sampai 3 jam kamu bisa istiraha disana , dan jika kau ingin makan kau bisa memesan melalui aplikasi , jangan kemana mana tetap di ruangan ini " aluna mengangguk paham


Setelah kepergian randi , aluna memutuskan untuk meluhat isi kamar dan membuka apapun yang ada di sana ia sangat penasaran dengan isi semua yang ada disini


Saat membuka sebuah laci aluna mengambil figura kecil yang diletakan tengkurap , aluna penasaran foto siapa yang tak di pajang ini


Saat aluna membalikan figura tersebut , jantung aluna berdetak kencang seperti ingin lepas dari tempatnya


***

__ADS_1


__ADS_2