
setelah pulang dari kampus luna memutuskan untuk langsung pulang , ia tak bersemangat pergi bekerja , luna sudah meminta izin pada bos nya jika ia tak bisa masuk kerja hari ini
Setelah sampai rumah ia langsung merebahkan dirinya di tempat tidur , ia menatap langit langit kamar nya
" kenapa tuhan gak adil , kehidupanku sudah benar benar hancur sekarang huffhh " luna membuang nafas pelan , ia meratapi hidupnya yang tak pernah terasa indah
Ia pernah bahagia saat dion mengatakan jika ia mencintainya , dan akan menerima nya apapun yang terjadi tapi itu hanya kebohongan , sekarang ia benar benar tak memiliki kebahagiaan apapun
Saat memikirkan dion , tiba tiba isi kepala luna menangkap ingatan malam kelam itu
Ia ingat bagaimana randi menerkam luna seperti sedang kelaparan waktu itu
" bagaimana jika aku hamil , ahh aku baru ingat tamu bulanan ku belum datang, harusnya kemarin sudah keluar , apa jangan jangan aku benar hamil ,, ya ampun bagaimana jika aku hamil tamat sudah hidupku ini bagaimana dengan kuliahku " luna tak menitikan air mata sedikitpun , ia berusaha kuat menghadapinya , jika ia hamil maka ia akan merawat nya seorang diri tanpa bantuan siapa pun
" sepertinya aku harus ke dokter untuk memastikan " luna bangkit dari tempat tidur nya , ia akan pergi ke dokter apakah ia hamil atau tidak
*
" dari mana kamu mendapatkan informasi ini " tanya Ajan pada putranya randi
" aku menyuruh rey mencari tau tentang kehidupan seorang gadis , dan itu yang aku dapatkan , awalnya aku juga tak percaya jika Aluna anak dari om ferdi dan tante veni , tapi ya itu lah kenyataan nya "
" dimana Aluna sekarang , kita harus menemui nya ma , papa harus segera memberikan wasiat ferdi pada aluna " ajan menatap ke depan dengan tatapan kosong
" benar pa , kita harus menemukan aluna , kasihan dia , pasti hidupnya sekarang susah karena ibu tirinya
" aku dan rey akan berusaha mencari keberadaan luna, secepatnya akan menemukan luna dan membawa nya ke rumah ini " ucap randi bersemangat
" tuan nona aluna kuliah di universitas xxx di kota ini , kita hanya mengikuti nya setelah pulang kuliah besok " rey bersuara
" kerja bagus rey , tanpa harus diminta kamu sudah tau apa yang aku mau , besok kita ikuti luna dimana dia tinggal sebenarnya " randi tersenyum senang
" memang nya kenapa kamu bisa mengenal aluna ran , dimana kalian bertemu dan urusan apa " pertanyaan lize membuat randi meneguk salivana , randi bingung harus mengatakan apa pada sang mama
" emm randi hanya bermain main saja mencari tau tentang wanita yang randi temui ma , siapa tau mendapat wanita yang di inginkan , ehh taunya malah mendapat informasi aluna " alasan randi membuat lize dan ajan mengerutkan kening karena menurut mereka alasan randi sangat tak masuk akal
" hah alasan tak masuk akal , dasar anak nakal , apa yang sudah kau lakukan pada aluna cepat jawab jujur " lize menjewer telinga randi dengan kasar nya
__ADS_1
" ahh i-iya ma randi jawab , tapi mama dan papa janji jangan marah " randi menundukan kepalanya "sebenarnya aku sudah meniduri aluna beberapa minggu yang lalu , aku membeli nya dari ibu tirinya "
Lize dan ajan membulatkan matanya mereka tak menyangka jika randi bisa melakukan hal menjijikan seperti itu
plak plak
lize menampar kedua sisi pipi randi , randi memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan ibu
" randi apa yang sudah kamu lalukan , kamu sudah merusak anak sahabat papa , ferdi pasti sedih disana karena anak kesayangan nya di rusak oleh mu " ajan dan lize melenggang pergi meninggalkan randi yang masih menunduk
" sebaiknya kita pulang saja ke apartemen rey " ajak randi
" baik tuan "
*
" bagaimana hasilnya dok apa di testpek ada tanda hamil atau tidak ?" tanya aluna , hati nya sudah sangat takut jika ia benar benar hamil , masa depan nya benar benar hancur jika benar hamil
" sebentar ya saya periksa dulu dengan melakukan USG , tolong buka sedikit baju nya di bagian perut ya " dokter perempuan itu mulau meneriksa nya
" terima kasih dok "
Setelah menyelesaikan pemeriksaan aluna kembali pulang dengan perasaan bahagia
Dengan mengendarai motor metix nya ia melenggang meninggalkan halaman rumah sakit
Di perjalanan ia di hadang mobil hitam tak lain tak bukan itu adalah randi dan asisten nya
Luna bingung apa yang orang di dalam mobil itu kakukan , luna turun dari motor nya menghampiri mobil itu
" hey keluar , apa yang anda lakukan barusan bagaimana jika terjadi kecelakaan " luna menggedor kaca mobil itu
randi tersenyum melihat amarah luna , luna terlihat sangat lucu jika sedang marah
Perlahan randi membuka pintu mobil, ia menatap luna yang melotot melihat dirinya yang keluar dari mobil
" an-anda , apa yang anda lakukan tuan , bagaimana jika terjadi kecelakaan "
__ADS_1
" jangan banyak bicara , ayo ikut denganku ke rumah orang tuaku " randi menarik tangan luna
" hey lepaskan tuan , bagaimana dengan motor butut ku " luna berusaha melepaskan pegangan tangan randi , tapi tenaga randi lebih kuat
" rey akan membawa nya " randi menarik luna ke dalam mobil
" ta- tapi tuan .." belum sempat aluna bicara randi sudah menutup pintu mobil
Randi melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang ia melirik ke arah luna yang cemberut memanyunkan bibir nya
" sebenarnya kita mau ke mana tuan , kenapa kau memaksaku untuk ikut dengan mu " dalam hati aluna ia sangat takut jika randi akan membawa ke hotel
" kita akan ke hotel " randi menjawab dengan tersenyum
" turunkan aku disini tuan , aku mohon " luna hampir menangis dibuatnya
" hey kau jangan menangis aku hanya bercanda , kita akan ke mension rumah orang tuaku , kau pasti mengenal mereka " aluna mengerutkan kening nya
" mau apa kesana aku tak mengenal siapapun disini apalagi orangtua mu tuan "
" sudah ikut saja "
Mereka akhirnya sampai di mension , randi membukakan pintu mobil dan aluna pun ikut keluar , ia menatap bangunan indah di depan nya " seperti istana di cerita cinderela " dalam hati aluna
" silahkan masuk aluna " randi melangkah masuk di ikuti aluna di belakang nya
" kamu membawa siapa randi " dari ruang tamu terdengar suara wanita yaitu lize
randi melangkah menuju lize
" siapa dia randi " luna hanya menundukan kepala ia tak berani mendongak karena takut di marahi mama lize
" hey angkat wajahmu , lihat siapa yang ada di depanmu ini " randi bicara hingga luna mendongak dan melihat siapa yang ada di depan nya
luna mematung melihat lize , ia bellum bicara tapi sudah menangis karena ia seperti melihat sosok ibunya lagi
# JIKA ADA KESALAHAN MOHON BIMBINGAN NYA #
__ADS_1