500 Juta 1 Malam

500 Juta 1 Malam
Aluna kenapa


__ADS_3

Aluna buru buru pergi meninggalkan kantor sendiri , setelah melihat foto dalam figura tersebut hati aluna seakan sakit , entah apa yang terjadi , dalam hati aluna ia tak mencintai randi tapi kenapa bisa sesakit ini


" sebaiknya aku pulang saja duluan , melihat foto tadi membuat moodku berantakan " aluna pergi dengan menggunakan taxi


Setelah sampai di mension aluna di sambut art di sana , mereka sangat ramah dan sopan


" selamat sore non "


" sore juga bik , ehh iya bik jangan panggil luna dengan sebutan non ya , gak enak di denger nya , panggil luna aja "


" tapi non , nanti bibik di marahin sama nyonya besar juga den randi , terus bisa bisa di pecat "


" hah ya udah terserah bibik aja , aku masuk dulu ya "


Setelah masuk di rumah seperti biasa keadaan kosong para art disana sedang mengerjakan tugas nya , sendangkan yang punya rumah pada sibuk dengan pekerjaan nya masing masing


aluna melenggang memasuki kamar nya dan mulai membersihkan diri , tak sampai satu jam deru suara mobil terdengar


" itu pasti mama " aluna melihat ke luar jendela dan ternyata memang benar , lize baru pulang


" aku harus bicara sama mama , aku dan mas randi harus pindah rumah supaya bebas aktifitas " aluna menunggu waktu yang tepat untuk bicara pada lize , karena jika luna bicara sekarang ia tau lize masih lelah karena baru pulang kerja


Jam lima sore randi juga ajan pulang , randi langsung memasuki kamar nya mencari keberadaan luna , dan ternyata aluna sedang tidur ya dia ketiduran di sofa


randi menatap aluna yang sedang tidur , randi tersenyum betapa cantiknya aluna saat sedang memejamkan mata , randi ingin mencium kening aluna tapi aluna sudah lebih dulu bangun


" anda sudah pulang , maaf aku tidak menyambutmu tadi "


" tak masalah "


" tuan , ada yang ingin aku katakan padamu " randi mengerutkan dahinya " apa , katakan saja "


" aku ingin kita pindah saja dari sini , aku sudah siap hidup berdua dengan mu , aku gak mau selalu merepotkan mama juga papa , aku ingin hidup mandiri " aluna berbicara lantang tanpa senyum sedikitpun randi hanya mengangguk paham


" baiklah besok kita akan pindah ke apartemen "


Aluna mengangguk lalu meninggalkan randi sendiri di kamar , randi keheranan ada apa dengan luna


Di meja makan semua sudah berkumpul , mereka makan tanpa ada gangguan hingga selesai


Randi mulai pembicaraan sambil menatap luna yang dari tadi jutek padanya

__ADS_1


" pa , ma besok rencananya aku dan luna akan pindah ke apartemen sebelum membeli rumah sendiri " lize dan ajan saling tatap


" kenapa secepat ini ran , kan mama masih ingin dekat dengan luna " lize terlihat sedih


" ma , luna akan sering datang kesini menemui mama , luna juga gak enak kalo harus tinggal di sini terus , luna ingin mandiri , menyiapkan segala sesuatu untuk tu- ehh ma-mass randi ma " jawab luna sambil memegang tangan lize tanpa melirik sedikit pun pada randi


" iya ma biarkan mereka belajar mandiri , mereka sudah berumah tangga jadi biarkan mereka hidup terpisah " ajan menimpal


" baiklah jika itu mau kalian mama setuju " akhirnya mereka semua tersenyum


Aluna masuk kamar dan mendiamkan randi tanpa menyapa dan berbicara


" luna , kamu kenapa tadi siang pulang tanpa memberi tauku dulu , dan sekarang kamu malah diam begini " tanya randi


" aku lelah aku ingin tidur jangan ganggu " luna menarik selimut nya sampai ke kepala , randi membuka selimut luna dan memeluk luna dari belakang


" lepaskan tuan aku ingin tidur , kau tidurlah si sofa " teriak luna , untung saja kamar ini kedap suara jadi tak ada yang bisa mendengarnya


" diam lah nona aluna , jika kau bergerak kau akan membangunkan singa yang lapar " bisik randi ke telinga aluna , membuat aluna bergidik ngeri


Akhirnya aluna diam di pelukan randi


" apa kau memiliki kekasih tuan , tadi di kamar pribadimu aku menemukan foto mu bersama seorang wanita dan itu sangat mengotori mataku " randi tersenyum ternyata aluna marah gara gara melihat foto itu


" ahh itu hanya foto masalu , aku lupa membuang nya , apa kamu cemburu hmm "


" ti-tidak biasa saja , aku hanya bertanya kan " aluna gugup karena randi mengencangkan pelukan nya


" jika tidak cemburu , kenapa kamu mendiamkan ku dan pulang sendiri dari kantor " pertanyaan randi membuat aluna diam


" sudahlah aku ingin tidur , dan pergilah anda ke sofa tuan "


Bukannya menyingkir , randi malah membalikan tubuh luna hingga mereka berhadapan lalu mencium aluna dengan kasar karena ia merasa gemas dengannya


" emm emm tuan apa yang kau lakukan "


Randi menyudahi ciuman itu


" tidurlah , biarkan aku memelukmu malam ini " randi tersenyum " dan seterusnya " batin randi


Akhirnya aluna membiarkan randi memeluknya dan mereka akhirnya tertidur lelap

__ADS_1


Paginya aluna sudah bersiap siap ke kampus , randi sudah melarang nya pergi karena mereka sudah berencana akan pindah hari ini


" aluna kenapa kamu mesti kuliah , hari ini kita akan pindah "


" nanti pulang kuliah kita pindah , aku gak mau bolos lagi , sudah ya aku berangkat dulu "


Randi menghela nafas lalu mengikuti aluna dari belakang


" aku akan mengantar mu , hari ini aku gak masuk kantor " randi menggandeng tangan aluna


Sampai di kampus , semua mata melirik tak suka pada aluna , aluna bingung kenapa mereka seperti itu .


Randi melihat sekeliling , mereka melihat aluna dengan tatapan tak bersahabat


Rani menemui aluna dengan nafas ngos ngosan


" aluna gawat al "


" kamu kenapa si ran , coba ngomong baik baik biar jelas " aluna melirik randi yang juga bingung dengan rani


" lihat di sana ada berita kamu sama kakek tua lun , entah benar atau enggak yang jelas kamu sekarang lagi trending di kampus kita " randi keluar dari mobil dan menarik tangan luna di ikuti rani dari belakang


Ternyata benar yang di katakan rani , semua orang disana sudah menunggu kedatangan aluna


randi melihat berita di mading dan menatap tajam orang orang disana


" siapa yang menyebar hoax seperti ini " teriak randi membuat orang orang disana terkejut


Mereka semua menggeleng tak tau


Diana melangkah ke depan


" itu memang berita fakta tuan , dia wanita murahan sudah menjual dirinya kepada seorang kakek tua seharga 500 juta , aku juga memiliki buktinya " semua orang disana sangat kaget


" mana bukti itu , aku ingin lihat , jika kamu berbohong maka aku akan menjebloskan kamu ke penjara " randi menunjuk wajah diana yang sudah memerah karena takut


Sebagian besar orang orang disana tau siapa randi , maka mereka yang tau memilih diam karena takut


" ini foto foto dia memasuki hotel " diana menyodorkan foto foto itu pada randi


Randi melirik aluna yang biasa saja akan masalah ini dan memperlihatkan foto itu pada aluna

__ADS_1


__ADS_2