
Aluna buru buru pergi meninggalkan kantor sendiri , setelah melihat foto dalam figura tersebut hati aluna seakan sakit , entah apa yang terjadi , dalam hati aluna ia tak mencintai randi tapi kenapa bisa sesakit ini
" sebaiknya aku pulang saja duluan , melihat foto tadi membuat moodku berantakan " aluna pergi dengan menggunakan taxi
Setelah sampai di mension aluna di sambut art di sana , mereka sangat ramah dan sopan
" selamat sore non "
" sore juga bik , ehh iya bik jangan panggil luna dengan sebutan non ya , gak enak di denger nya , panggil luna aja "
" tapi non , nanti bibik di marahin sama nyonya besar juga den randi , terus bisa bisa di pecat "
" hah ya udah terserah bibik aja , aku masuk dulu ya "
Setelah masuk di rumah seperti biasa keadaan kosong para art disana sedang mengerjakan tugas nya , sendangkan yang punya rumah pada sibuk dengan pekerjaan nya masing masing
aluna melenggang memasuki kamar nya dan mulai membersihkan diri , tak sampai satu jam deru suara mobil terdengar
" itu pasti mama " aluna melihat ke luar jendela dan ternyata memang benar , lize baru pulang
" aku harus bicara sama mama , aku dan mas randi harus pindah rumah supaya bebas aktifitas " aluna menunggu waktu yang tepat untuk bicara pada lize , karena jika luna bicara sekarang ia tau lize masih lelah karena baru pulang kerja
Jam lima sore randi juga ajan pulang , randi langsung memasuki kamar nya mencari keberadaan luna , dan ternyata aluna sedang tidur ya dia ketiduran di sofa
randi menatap aluna yang sedang tidur , randi tersenyum betapa cantiknya aluna saat sedang memejamkan mata , randi ingin mencium kening aluna tapi aluna sudah lebih dulu bangun
" anda sudah pulang , maaf aku tidak menyambutmu tadi "
" tak masalah "
" tuan , ada yang ingin aku katakan padamu " randi mengerutkan dahinya " apa , katakan saja "
" aku ingin kita pindah saja dari sini , aku sudah siap hidup berdua dengan mu , aku gak mau selalu merepotkan mama juga papa , aku ingin hidup mandiri " aluna berbicara lantang tanpa senyum sedikitpun randi hanya mengangguk paham
" baiklah besok kita akan pindah ke apartemen "
Aluna mengangguk lalu meninggalkan randi sendiri di kamar , randi keheranan ada apa dengan luna
Di meja makan semua sudah berkumpul , mereka makan tanpa ada gangguan hingga selesai
Randi mulai pembicaraan sambil menatap luna yang dari tadi jutek padanya
__ADS_1
" pa , ma besok rencananya aku dan luna akan pindah ke apartemen sebelum membeli rumah sendiri " lize dan ajan saling tatap
" kenapa secepat ini ran , kan mama masih ingin dekat dengan luna " lize terlihat sedih
" ma , luna akan sering datang kesini menemui mama , luna juga gak enak kalo harus tinggal di sini terus , luna ingin mandiri , menyiapkan segala sesuatu untuk tu- ehh ma-mass randi ma " jawab luna sambil memegang tangan lize tanpa melirik sedikit pun pada randi
" iya ma biarkan mereka belajar mandiri , mereka sudah berumah tangga jadi biarkan mereka hidup terpisah " ajan menimpal
" baiklah jika itu mau kalian mama setuju " akhirnya mereka semua tersenyum
Aluna masuk kamar dan mendiamkan randi tanpa menyapa dan berbicara
" luna , kamu kenapa tadi siang pulang tanpa memberi tauku dulu , dan sekarang kamu malah diam begini " tanya randi
" aku lelah aku ingin tidur jangan ganggu " luna menarik selimut nya sampai ke kepala , randi membuka selimut luna dan memeluk luna dari belakang
" lepaskan tuan aku ingin tidur , kau tidurlah si sofa " teriak luna , untung saja kamar ini kedap suara jadi tak ada yang bisa mendengarnya
" diam lah nona aluna , jika kau bergerak kau akan membangunkan singa yang lapar " bisik randi ke telinga aluna , membuat aluna bergidik ngeri
Akhirnya aluna diam di pelukan randi
" apa kau memiliki kekasih tuan , tadi di kamar pribadimu aku menemukan foto mu bersama seorang wanita dan itu sangat mengotori mataku " randi tersenyum ternyata aluna marah gara gara melihat foto itu
" ahh itu hanya foto masalu , aku lupa membuang nya , apa kamu cemburu hmm "
" ti-tidak biasa saja , aku hanya bertanya kan " aluna gugup karena randi mengencangkan pelukan nya
" jika tidak cemburu , kenapa kamu mendiamkan ku dan pulang sendiri dari kantor " pertanyaan randi membuat aluna diam
" sudahlah aku ingin tidur , dan pergilah anda ke sofa tuan "
Bukannya menyingkir , randi malah membalikan tubuh luna hingga mereka berhadapan lalu mencium aluna dengan kasar karena ia merasa gemas dengannya
" emm emm tuan apa yang kau lakukan "
Randi menyudahi ciuman itu
" tidurlah , biarkan aku memelukmu malam ini " randi tersenyum " dan seterusnya " batin randi
Akhirnya aluna membiarkan randi memeluknya dan mereka akhirnya tertidur lelap
__ADS_1
Paginya aluna sudah bersiap siap ke kampus , randi sudah melarang nya pergi karena mereka sudah berencana akan pindah hari ini
" aluna kenapa kamu mesti kuliah , hari ini kita akan pindah "
" nanti pulang kuliah kita pindah , aku gak mau bolos lagi , sudah ya aku berangkat dulu "
Randi menghela nafas lalu mengikuti aluna dari belakang
" aku akan mengantar mu , hari ini aku gak masuk kantor " randi menggandeng tangan aluna
Sampai di kampus , semua mata melirik tak suka pada aluna , aluna bingung kenapa mereka seperti itu .
Randi melihat sekeliling , mereka melihat aluna dengan tatapan tak bersahabat
Rani menemui aluna dengan nafas ngos ngosan
" aluna gawat al "
" kamu kenapa si ran , coba ngomong baik baik biar jelas " aluna melirik randi yang juga bingung dengan rani
" lihat di sana ada berita kamu sama kakek tua lun , entah benar atau enggak yang jelas kamu sekarang lagi trending di kampus kita " randi keluar dari mobil dan menarik tangan luna di ikuti rani dari belakang
Ternyata benar yang di katakan rani , semua orang disana sudah menunggu kedatangan aluna
randi melihat berita di mading dan menatap tajam orang orang disana
" siapa yang menyebar hoax seperti ini " teriak randi membuat orang orang disana terkejut
Mereka semua menggeleng tak tau
Diana melangkah ke depan
" itu memang berita fakta tuan , dia wanita murahan sudah menjual dirinya kepada seorang kakek tua seharga 500 juta , aku juga memiliki buktinya " semua orang disana sangat kaget
" mana bukti itu , aku ingin lihat , jika kamu berbohong maka aku akan menjebloskan kamu ke penjara " randi menunjuk wajah diana yang sudah memerah karena takut
Sebagian besar orang orang disana tau siapa randi , maka mereka yang tau memilih diam karena takut
" ini foto foto dia memasuki hotel " diana menyodorkan foto foto itu pada randi
Randi melirik aluna yang biasa saja akan masalah ini dan memperlihatkan foto itu pada aluna
__ADS_1