
Semua memandang kagum kepada randi juga aluna , mereka memang pasangan serasi .
" wahh tuan randi dan istrinya memang pasangan yang serasi , ehh ngomong ngomong mereka mau ngapain kesini ya?"
Semua karyawan bertanya tanya dengan kedatangan randi juga aluna kesini , mereka berkumpul di satu tempat .
" mohon perhatian nya semua , kenalkan ini menantu saya Aluna Maria dia adalah pemilik resmi dari perusahaan Garuda corp dan mulai sekarang aluna yang akan menjadi CEO di sini , maka hormati dia seperti kalian menghormati saya dulu "
semua orang mengangguk paham , aluna tersenyum kepada semua karyawan disana .
" selamat datang nyonya aluna , saya ranti yang akan menjadi asisten anda , jika anda memerlukan sesuatu anda bisa menghubungi saya " ucap salah satu karyawan wanita yang akan menjadi asisten nya
" terima kasih ranti "
Ajan menunjukan dimana ruang ceo berada di ikuti randi , aluna dan ranti asisten nya .
" aluna disini ruangan mu , jika kamu ada keperluan kepada ranti ruangan nya ada di sebelah mu atau kamu bisa menghubunginya "
" iya pa "
" aluna , mulai belajar lah kepada randi biar kamu cepat bisa menangani masalah yang ada di perusahaan , dan kamu randi ajari aluna sampai dia bisa dan mengerti semua tentang perusahaan ." randi mengangguk
" tentu pa , papa tenang saja , aku akan dengan senang hati membimbing istriku ini sampai dia bisa dan faham "
Setelah semua urusan selesai aluna kembali ke rumah , ia sangat merinduka dua buah hatinya .
di mobil
" sayang apa rey belum menikah , maksudku apa dia belum ingin memiliki istri " randi menggeleng
" dulu dia pernah jatuh cinta , tapi perempuan itu malah di jodohkan dengan pria lain , waktu itu rey juga belum sukses seperti sekarang maka dari itu dia enggan dekat dengan seorang perempuan "
" ouhh pantesan "
" memangnya kenapa hmm , kamu suka ya sama rey " aluna menggeleng cepat
" enggak lah masa suka sama rey , kan udah punya kamu "
" iya deh aku percaya sama istri ku yang cantik ini " aluna terkekeh
__ADS_1
" yang besok kita ke makam ibu sama ayah yuk " ajak aluna , randi mengangguk .
" boleh kita ajak mama sama papa ya " aluna mengiyakan
Sesampainya di rumah aluna dan randi menghampiri alex dan maria , mereka sedang bermain di taman belakang , mereka sangat aktif .
" halo sayang maaf ya bunda tadi lama ninggalin kalian " aluna memeluk kedua buah hatinya
" emm makin hari anak dady makin gemas saja " randi mencubit pipi kedua anak nya
Lalu memangku kedua anaknya aluna
" hati hati yang nanti jatuh "
" tidak akan sayang "
Esoknya sesuai rencana mereka akan mengunjungi makam kedua orang tua aluna , mengajak lize juga ajan .
mereka melakukan perjalanan yang lumayan jauh .
Sesampainya di pemakaman hati aluna berdesir , sekilas ia mengingat kebersamaan dengan kedua orang tuanya .
" van , aku datang maaf baru bisa mengunjungi kalian , van aku sudah memenuhi keinginan mu untuk menjaga aluna dan aku sudah menikahkan anak ku dengan luna , supaya kita bisa terikat , sekarang kalian bisa bahagia disana ." ucap lize
Mereka menaburkan bunga di atas makam itu dan memutuskan pulang karena hari sudah sore
Di perjalanan pulang sepintas aluna seperti melihat dua orang yang ia kenal , tapi entah siapa .
" mas lihat deh , kayak pernah lihat mereka tapi dimana ya." aluna menunjuk ke kedua pemulung di sisi jalan , randi menengok dan benar ia kenal dengan kedua pemulung itu , tapi randi enggan memberi tau aluna siapa mereka karena istri nya pasti akan kasihan .
" sudah lah mungkin penglihatan mu salah sayang " aluna mengangguk
randi tau mereka berdua adalah ibu juga kakak tiri aluna , aluna tak mengenali keduanya karena mereka sangat kotor dan pakaian pun compang camping , juga aluna mengira mereka masih di tahan di penjara jadi aluna mengira itu tak mungkin ibu dan kakak nya .
memang masa tahanan mereka hanya sebentar , hanya membuat efek jera untuk mereka karena randi yang memintanya .
Randi memberi tau kepada seluruh wilayah di sekitar kota ini untuk tidak mempekerjakan diana . Maka dari itu mereka menjadi gelandangan untuk menyambung hidup untuk bisa makan sehari harinya .
Randi sebenarnya sosok yang tegas juga kejam kepada siapa pun yang mengusik kehidupan nya maka ia tak segan segan menurunkan derajat orang tersebut jika berani mengusik kehidupan dirinya juga keluarganya .
__ADS_1
Aluna tak tau randi memiliki sifat seperti itu , yang aluna tau randi adalah orang yang humoris seperti yang biasa ia tampakan di depan keluarga nya .
" mau makan dulu atau langsung pulang ke rumah " tanya randi
" kita makan aja dulu yang , tapi di pinggir jalan aja ya , tadi nya mau ajak mama sama papa tapi mereka udah duluan pulang katanya mau ngajak main alex sama maria dulu sebelum ke mension ." randi mengangguk paham
setelah sampai di tempat makan aluna dan randi memilih duduk di pinggiran saja sambil menunggu pesanan luna memilih untuk memainkan ponselnya
Di sosial medianya ternyata ada berita viral , dan yang mengejutkan aluna adalah berita viral itu di tunjukan pada kakak tirinya yang dulu kaya kini sudah menjadi gelandangan .
" yang sepertinya dua orang pemulung tadi aku tau siapa mereka " randi mengernyitkan dahinya
" siapa yang " randi pura pura tak tau karena tak ingin aluna mengetahui jika randi lah yang menyuruh pihak kepolisian meringankan masa tahanan mereka .
" ibu dan kak diana , hmm aku heran kenapa mereka bisa bebas secepat ini padahal masa tahan paling sebentar 2 tahun tapi ini tidak sampai 1 tahun ." randi menggaruk kepalanya yang tak gatal
" mungkin mereka melakukan kebaikan selama di penjara yang , jadi bisa membuat mereka cepat bebas ." aluna menangguk
" benar juga sih "
Akhirnya pesanan mereka datang , makanan itu sungguh menggugah selera , randi pun tak bisa menolak dengan bau makanan itu .
Biasa nya randi tak ingin makan makanan jalanan , tapi luna selalu membiasakan randi makan di sisi jalan seperti ini , karena menurutnya makanan yang di jual di pinggir jalan pun tak kalah higienis dan sehat dibanding dengan makanan restoran .
" gimana mas , enak kan?" randi mengangguk cepat menikmati soto itu .
" enak banget yang , kenapa gak dari dulu ya aku makan di pinggir jalan begini . " aluna terkekeh mendengan pembicaraan randi
Saat sedang menikmati makan seseorang memanggil nama aluna
" aluna " seketika aluna menengok
" ibu , kakak " aluna kaget karena yang memanggil nya ibu juga diana
" aluna , kebetulan ketemu kamu disini , lihat sekarang keadaan kami luna , kami jadi pemulung karena ulah kami sendiri , kami minta maaf luna kami salah kepadamu. "
aluna melongo dengan apa yang ibu tirinya itu lakukan , ia bersujud di kaki aluna begitupun dengan diana .
" i-ibu kakak apa yang kalian lakukan , jangan seperti ini malu di lihat orang . " randi juga tak bicara hanya melihat drama saja ia muak sekali
__ADS_1
" luna bawa kami ke rumahmu lagi , tak apa kami menjadi pelayan lagi asalkan kami memiliki tempat berteduh , kami janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi luna." aluna melirik randi , tapi randi malah mengangkat bahu nya yang berarti keputusan ada di tangan luna .