
Disaat bersamaan Dion datang karena mendengar keributan
Dion melirik aluna sekilas , lalu melihat pria yang menggandeng nya
Dion mendekati diana
" ada apa diana , kenapa kamu ribut disini " tanya dion
" aku hanya memberikan foto ini pada tuan yang bersama aluna , supaya dia tau siapa aluna sebenar nya , dia adalah gadis kotor penjual diri " diana tersenyum sinis kepada aluna
" diana apa kamu tidak tau siapa lelaki yang bersama aluna itu " bisik teman diana
" memang nya siapa pria ini? , dia pasti sudah membayar aluna juga seperti kake tua itu , kalian semua harus tau , aluna adalah gadis yang di bayar 500 juta 1 malam , ohh ya tuan berapa anda membayar jasa aluna apakah 100 juta atau 200 juta hah secara aluna ini adalah barang bekas " Dion menggeleng mendengar ucapan diana
Plakk plakk
tamparan aluna mendarat di kedua pipi diana , aluna sudah sangat geram kepada diana
" lo berani nampar gue luna " mata diana merah menahan amarah
" itu belum seberapa dengan apa yang sudah kakak dan ibu lakukan selama ini , kalian sudah menyiksaku lebih dari itu , dan sekarang kakak membuka aib ku yang belum tentu benar atau tidak nya berita ini " aluna menatap tajam ke arah diana
" lihat tuan , wanita itu bukan wanita baik baik dia sudah menamparku " dia menunjuk aluna dengan jari nya
" itu memang pantas kamu dapatkan " jelas randi " kalian semua harus tau , berita ini memang benar aluna pergi ke hotel tapi ada alasan nya kenapa aluna pergi kesana , ibu tiri aluana yang menyuruh luna pergi kesana untuk menemui teman nya , tapi aluna di bohongi dia di jual oleh ibu tiri dan kakak nya ini seharga 500 juta , dan bukan kakek tua yang membeli nya melainkan saya , saya yang sudah membeli aluna , saya kira aluna perempuan malam yang selalu di temui di club tapi saya salah , aluna wanita malang yang di jual oleh ibu dan kakak tirinya , maka dari itu saya bertanggung jawab atasnya " jelas randi membuat mata diana melotot , dion juga sama kagetnya , ia terburu buru menuduh aluna tanpa tau alasan nya
" ja-jadi kamu yang sudah membeli aluna , dan si-siapa kamu sebenarnya kenapa kamu tau detail kejadian nya " randi tersenyum mengejek
" ternyata kamu tidak tau siapa saya , saya Randi Pratama Atmaja CEO dari perusahaan Group Pratama "
Semua orang yang tak tau membulatkan matanya , mereka tak menyangka jika Randi atmaja setampan ini
" dan kamu " randi menunjuk wajah delina " bersiap siaplah masuk ke penjara setelah ini "
__ADS_1
" semua nya bubar " ucap dosen disana " tuan randi sebelumnya kami minta maaf atas kejadian ini , dan kita bisa menyelesaikan masalah ini di ruang rektor " randi melangkah dengan menggandeng tangan aluna
Dion mengepalkan tangan nya melihat hal tersebut
Di ruang rektor sudah ada beberapa orang yang membuat masalah delina juga sahabat sahabat nya , aluna juga randi
Di luar ruang rektor dion hanya mendengarkan
" saya ingin yang membuat berita ini di hukum dengan hukuman yang pantas , dia sudah mencoreng nama baik aluna , jika tidak aku tidak akan menjadi donatur lagi disini " aluna menatap randi dan beralih menatap diana yang sudah pucat karena takut
" baik tuan , kita akan memberikan hukuman untuk mahasiswa yang sudah melakukan tindakan ini , mereka akan mendapatkan skorsing dari pihak kampus " diana dan teman temannya membulatkan mata , mereka tak percaya jika perbuatan mereka akan mendapatkan hukuman seperti ini , mereka menyesal telah membantu diana yang akhirnya malah mendapatkan hukuman
" baik , saya akan selalu memantau jika terjadi hal hal yang merugikan saya juga aluna " setelah selesai mereka semua bubar , aluna dan randi keluar ruangan dan berpapasan dengan dion
" aluna , aku ingin bicara denganmu , berdua saja " ajak dion
Aluna menatap randi memohon , randi membiarkan aluna berbicara empat mata dengan dion
" Lun aku minta maaf karena tak mendengarkan penjelasan mu dulu " dion memegang tangan aluna dan di lepaskakannya
" jadi bisakah kita memulainya dari awal , maksudku kita kembali berpacaran seperti dulu , pasti kamu masih mencintaiku iyakan " dion dengan percaya dirinya mengatakan itu pada aluna
aluna menatap randi yang tak jauh dari situ
" maaf kak , tapi untuk hal itu aku tak bisa , aku harus segera pergi seseorang sudah menungguku "
" tapi kenapa aluna , apakah karena pria itu , apakah karena dia kaya sehingga kamu tak mau menerima ku lagi " mendengar hal tersebut aluna menatap dion tajam
" aku bukan wanita murahan kak , aku tak menginginkan harta , tapi aku ingin lelaki yang bertanggung jawab , dia ingin bertanggung jawab dengan apa yang sudah di lakukan nya padaku , dan asal kakak tau aku dan randi sudah menikah beberapa hari yang lalu , jadi aku mohon kakak lupakan aku " setelah mengatakan hal tersebut aluna pergi dengan tergesa menarik tangan randi
Dion mengacak rambut nya kasar , ia menyesal karena tak ada di sisi aluna saat dia terpuruk , dion malah meninggalkan aluna tanpa mendengarkan alasan terlebih dahulu dari mulut aluna .
*
__ADS_1
Hari ini sungguh sangat melelahkan bagi aluna ia tak berniat melakukan sesuatu apapun , ingin pindah pun rasanya sangat malas .
" lun kita pindahan sekarang ya , rey sudah di bawah untuk membawa barang barang kita " luna mengangguk dan berjaran gontai
" tuan bisakah kamu menggendongku , aku sangat lelah , berjalanpun rasanya sangat malas " aluna memohon pada randi , randi hanya tersenyum melihat tingkah manja aluna
" dasar anak kecil , mintanya hanya di gendong saja " randi berjalan menuju aluna dan mengendong nya seperti anak kecil
Rey yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepala nya
" jiwa jombloku meronta ronta " batin reyhan
Sambil memperlihatkan wajah menangis di hadapan randi
" kau iri ya "
akhirnya meraka memutuskan untuk berangkat ke apartemen
Sesampai nya disana aluna kagum dengan bangunan di depannya
Mereka masuk ke dalam dan aluna langsung menanyakan dimana kamar nya
" dimana kamarku tuan , aku ingin istirahat " tanya aluna membuat randi tersenyum
" ahh ternyata kamu sudah tidak sabar ingin tidur denganku " randi nyengir mengatakan hal itu
" hey apa yang kau katakan tuan , aku ingin tidur sendiri terpisah dengan mu , jangan ngarep ya " ucapan aluna membuat randi menghela nafas dalam
" terserah kamu saja , kamu mau tidur di kamarku atau di kamar tamu " tanya randi
" di kamar tamu saja "
Di kamar nya aluna membaringkan tubuh karena rasa lelah sampai ia tertidur disana
__ADS_1
Randi mengintip dari pintu yang sedikit terbuka , ia masuk secara mengendap ngendap karena takut akan membangunkan aluna