A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
vol.1 part 1


__ADS_3

A Love That Will Never Be Avenged SPESIAL VOLUME – END AND FIRST


Lima puluh triliun tahun yang lalu\, sebelum perang suci ke dua belas alam semesta terjadi\, saat ke dua belas semesta belum terbentuk\, terjadilah sebuah peristiwa yang menyebabkan terbentuknya satu entitas yang di juluki firten\, setelah itu entitas tersebut menciptakan 4 entitas lainnya untuk membantunya menciptakan semesta\, yang dijuluki lima pilar\, setiap pilar mewakili unsur – unsur yang membentuk semesta\, ‘keadilan’\, ‘cahaya’\, ‘akal’\, ‘kegelapan’ serta ‘kematian dan kehidupan’\, kelima pilar tersebut membentuk dua belas ruang hampa\, yang sekarang di sebut mt atau semesta\, setelah parah pilar membentuk ruang hampa tersebut\, pilar kedua menciptakan para ‘kami’ untuk mengatur dan menyeimbangkan kedua belas ruang hampa tersebut\, dilanjutkan pilar ketiga yang menciptakan “human” dan akal pikiran \, setelah itu dilanjutkan pilar keempat yang menciptakan demon dan demonia sebagai simbol kegelapan dan sebagai penyeimbang baik dan buruk\, diikuti pilar kelima yang menciptakan *Shinigami* dan ‘siklus kehidupan dan kematian’\, tidak sampai di sana saja para pilar juga menciptakan ruang hampa lain di antara ke dua belas semesta sebagai pangkalan mereka\, pilar pertama menciptakan the last\, sebagai tempat pengadilan. pilar kedua menciptakan gordest\, sebagai tempat pertemuan para *kami*. pilar ketiga menciptakan perpustakaan abadi\, sebagai tempat penyimpanan buku takdir. pilar keempat menciptakan the void\, sebagai awal kegelapan. dan pilar kelima menciptakan verdest\, sebagai tempat berkumpulnya para jiwa. setelah itu para pilar menciptakan dunia yang tidak terhitung jumlahnya di kedua belas mt sebagai tempat para ciptaan mereka\, waktu pun berjalan hari demi hari tahun demi tahu abat demi abat mereka melihat dari tempat mereka masing – masing\, para ciptaan mereka saling berinteraksi satu sama lain\, sampai suatu saat pilar pertama memanggil para pilar lainya untuk melakukan pertemuan di the last\, ketika keempat pilar terebut sampai di the last\, mereka pun memasuki kasti milik pilar pertama\, setelah mereka memasuki kasti\, terlihat pilar pertama yang sekarat\, duduk di singgasananya\, seketika semua pilar lainya berlari mendekati pilar pertama dengan panik\, “apa yang harus kita lakukan” teriak pilar kedua dengan paniknya\, “diamlah di saat sepeti ini kita tidak boleh panik” jawab pilar ketiga\, sementara itu pilar keempat dan pilar kelima hanya kebingungan melihat pilar kedua dan pilar ketiga kepanikan sepeti bocah yang akan di tinggal pergi oleh ayahnya\, “apa apaan tatapan kalian berdua\, kalian seolah tidak peduli sama sekali apa yang sedang terjadi\, atau jangan – jangan ini rencana kalian” teriak pilar kedua ke arah pilar keempat dan pilar kelima\, “apa maksudmu berkata seperti itu\, tugasku hanya menyeimbangkan antara kegelapan dan cahaya\, bukan untuk panik melihat pilar pertama sekarat” jawab pilar keempat dengan aura membunuhnya ke arah pilar kedua\, “kau!!!” teriak pilar kedua sambil mengarahkan pukulan ke arah pilar keempat yang akhirnya di tahan oleh pilar ketiga\, “cukup\, tenangkan dirimu\, dan untukmu pilar kelima\, aku bisa mentoleransi kenapa kau hanya diam melihat pilar pertama sekarat tapi aku tidak bisa mengerti kenapa kau sangat tenang pilar keempat” kata pilar ketiga sambil menatap ke arah pilar keempat\, “sudah kukatakan\, tugasku hanya menyeimbangkan antara kegelapan dan cahaya\, dengan kata lain\, selain dari itu\, bukan urusanku” jawab pilar keempat\, pilar kedua yang mendengar perkataan pilar keempat\, menjadi semakin ingin memukulnya\, “cukup!\, kalian bertiga” teriak pilar pertama\, seketika semuanya menjadi sunyi\, “dengar perkataanku baik – baik\, tujuanku mengumpulkan kalian semua di sini untuk memberitahu kalian bahwa waktuku telah tiba\, dan sebagai tugas terakhirku aku akan memberi kalian sebuah nama untuk di sandang\, pilar kedua mulai hari ini kau akan dikenal sebagai kagami\, pilar ketiga kau akan dikenal sebagai tanaka\, pilar kelima mulai hari ini kau dikenal sebagai grimzan” kata pilar pertama yang sedang sekarat dan sedikit demi sedikit menghilang\, “maaf sebelumnya menyela kesedihan kalian\, tapi sepertinya giliranku terlewat” kata pilar keempat\, kagami yang mendengar perkataan pilar keempat langsung melayangkan pukulan ke arah pilar keempat sambil berteriak “dasar kau baj***an!” kata kagami sambil melancarkan pukulan ke arah wajah pilar keempat\, kali ini pilar keempat tidak diam saja\, pilar keempat menahan pukulan dari kagami dengan kelingkingnya\, sambil menguap pilar keempat berkata “*menguap* seharusnya kau tahu posisimu\, agar kau tahu saja\, ini mulai membuatku kesal” kata pilar keempat\, “sudah kubilang cukup !!! *batuk*” teriak pilar pertama\, “aku tidak melewatkanmu pilar keempat\, dan untukmu kagami tolong tenanglah” kata pilar pertama\, pilar kedua pun mulai menenangkan dirinya untuk bersikap tenang\, “baiklah karna semuanya sudah tenang aku akan memberikan pesan terakhirku *batuk*\, untuk pilar keempat kau akan menyandang nama arasi sekaligus menyandang gelar pilar pertama dan pilar keempat untuk menggantikan diriku” kata pilar pertama\, setelah pilar pertama menyelesaikan perkataannya\, dirinya pun menutup matanya dan menghilang menjadi partikel cahaya kecil\, kagami yang mendengar perkataan terakhir pilar pertama berkata kepada arasi sambil menarik kerah baju arasi\, “aku tidak akan pernah mengakui dirimu sebagai pilar pertama\, camkan itu di pikiranmu” kata kagami\, “kau kira aku butuh persetujuan darimu” jawab arasi sambil membalas mencengkeram kerah baju kagami\, setelah itu aura di sekitar mereka berdua menjadi dingin\, kagami pun mendorong arasi\, dan dengan cepat mengambil pedangnya dan ingin menebas arasi\, arasi yang melihat kagami ingin menebasnya langsung mengeluarkan sabitnya dan menahan pedang kagami dengan sabitnya\, “kau sudah gila\, aku hampir mati olehmu\, ini sudah tidak lucu lagi untuk sebuah lelucon” kata arasi\, “siapa bilang ini lelucon ha?” jawab kagami dengan tatapan penuh kebencian\, arasi yang melihat muka kagami yang menatapnya dengan penuh kebencian\, menghelakan napasnya dan mendorong pedang kagami dengan sabitnya\, kagami yang ikut  terdorong\, terpental ke belakang\, dan menabrak pintu kastel\, setelah arasi menjatuhkan kagami\, dia membentangkan sayapnya dan ingin terbang pergi dari the last\, kagami yang melihat arasi ingin pergi pun berkata “mau ke mana kau pengecut !\, aku belum selesi denganmu” teriak kagami\, arasi pun menjawab “bagiku itu telah selesai\, aku juga tidak terlalu peduli tentang posisi itu\, jadi\, jika kau ingin posisi itu ambil saja\, dan urusi egomu yang besar itu”  jawab arasi\, setelah itu arasi pun terbang meninggalkan mereka semua\, kagami yang melihat arasi pergi\, ingin mengejarnya\, tapi sayangnya\, sayapnya ditahan tanaka dari belakang\, “lepaskan aku tanaka\, aku ingin mengejar bedebah itu” teriak kagami\, “kita terlalu banyak menghadapi masalah saat ini\,  jadi tenangkan dirimu\, jangan menambah masalah baru lagi” jawab tanaka\, kagami yang mendengar perkataan tanaka pun sadar dan menenangkan dirinya\, tenaka yang melihat kagami telah tenang pun melepaskan sayap kagami\, “ jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan aku ingin kembali ke tempatku” kata kagami\, setelah itu kagami terbang meninggalkan mereka\, “jadi apa aku sudah boleh pulang ?” tanya grimza\, “ya\, kau sudah boleh pergi” jawab tanaka\, setelah itu grimza pun pergi\, “*helaan napas* kenapa harus seperti ini” kata tanaka.


Setelah arasi meninggalkan the last, arasi langsung kembali ke kastelnya di the void, sesampainya arasi di kastelnya, arasi langsung membanting gerbang kastelnya, yang menyebabkan kepala pelayan di kastel itu kaget dan langsung menghampiri arasi, “ada apa tuan, apakah ada yang mengganggu perasaan Anda hari ini” tanya kepala pelayan dengan muka pucat, “aku hanya tidak di dalam suasana hati yang bagus hari ini, elena, aku akan mengurung diri di kamarku untuk sementara waktu, perintahkan pelayan yang lain untuk tidak mengganggu, ini perintah langsung dariku” jawab arasi, “baik tuan” jawab elena, arasi yang mendengar jawaban elena langsung pergi ke kamarnya tanpa sepatah kata pun, sesampainya arasi di kamarnya, arasi langsung duduk di atas ranjangnya dan mulai meneteskan air mata milinya, yang berwarna hitam kelam, “kenapa harus sekarang, kenapa, kenapa, kenapa semua harus terjadi seperti ini” pikir arasi, walaupun arasi bersikap sangat dingin saat kematian pilar pertama, jauh di lubuk hatinya, dia orang yang paling berduka atas kematian pilar pertama, arasi bersikap dingin agar dia terlihat sebagai mana mestinya seorang pilar keempat.


Setelah arasi lama menangis akhirnya arasi mendapatkan ide untuk menyelesaikan masalah ini, arasi pun menghapus air matannya, setelah itu arasi pun berdiri dari ranjangnya dan berteriak “eleana!” teriak arasi, seketika elena langsung muncul di hadapan arasi “ada yang bisa saya batu tuan?” tanya elena, “elena aku memiliki ide yang sangat bagus untuk menyelesaikan masalahku” jawab arasi “kalau boleh tahu masalah apa yang sedang Anda hadapi tuan ?” tanya elena, arasi pun menceritakan semuanya kepada elena, “jadi pilar pertama sudah tiada” kata elena, “yap benar sekali” jawab arasi, “dan Anda di tunjuk sebagai penerus pilar pertama, akan tetapi pilar kedua tidak setuju dengan keputusan pilar pertama” kata elena, “yap” jawab arasi, “dan oleh sebab itu Anda berencana pergi ke dunia fana untuk menenangkan situasi dan meninggalkan semua tanggung jawab Anda” kata elena, “ yap tepat sekali, bukankah itu ide yang sangat bagus ?” jawab arasi, “tuan, Anda menciptakan kami untuk membatasi Anda, kan, jadi, dengan segalah hormat, saya rasa itu bukan ide terbaik untuk di lakukan di situasi ini” jawab elena, “apa maksudmu, itu ide terbaik yang bisaku pikirkan di situasi ini, kau akan baik – baik saja, kau hanya akan melakukan pekerjaanku seperti biasa, hanya sedikit tambahan saja, jadi selamat tinggal” jawab arasi, “tunggu tuan” teriak elena, tapi sayang sekali, arasi sudah pergi, melihat arasi yang pergi begitu saja, elena pun berteriak, “fuck!”.


Setelah arasi pergi dari the void\, akhirnya arasi sampai ke sebuah hutan di dunia salah satu dunia di mt kelima\, “*menghirup napas* akhirnya sampai juga\, hemmm\, sebelum itu\, aku harus tahu di mana aku ini” kata arasi\, setelah itu arasi menggunakan kekuatannya untuk mengetahui dunia seperti apa yang dia masuki\, “jadi dunia ini adalah dunia sihir dan pedang\, dan layar di depanku ini adalah statusku\, hemmm\, menarik” pikir arasi\, setelah arasi puas mengecek statusnya\, setelah itu\, arasi pun mulai mencari kehidupan di sekitarnya dengan skill pelacak miliknya\, “ehhh\, kenapa banyak sekali titik merah di sekitarku” tanya arasi\, tanpa peringatan sama sekali\, tiba - tiba segerombolan monster yang tidak terhitung jumlahnya\, menyerang arasi secara bersamaan\, arasi yang melihat itu\, tidak tinggal diam saja\, arasi menarik kedua sabitnya dan mulai menebas satu persatu monster tersebut\, puluhan\, ribuan\, bahkan jutaan monster yang telah arasi bunuh\, akan tetapi monster – monster itu tetap berdatangan tanpa hentinya\, arasi yang mulai geram berteriak “cukup” seketika mata kanan arasi bersinar\, yang menyebabkan semua yang beradius tiga ratus meter darinya\, seketika mati dan hanya menyisakan tubuh tak berjiwa\, “*menghela napas* apa apaan itu tadi\, aku baru saja sampai di tempat ini dan aku sudah di sambut seperti ini” kata arasi\, arasi yang melihat bangkai monster – monster itu\, berkat\, “makhluk apa ini\, aku tidak ingat menciptakannya\, siapa yang membuatnya?”\, setelah itu arasi mengecek bangkai monster tersebut\, dan tak diduga bangkai moster yang dikalahkan oleh arasi bisa dijual dengan harga tinggi\, “hemm\, sepertinya aku tidak perlu kawatir lagi dengan finansialku” kata arasi\, setelah itu arasi langsung memasukkan semua bangkai moster yang ia bunuh\, ke dalam  inventorynya\, “ *nafas lega* akhirnya selesai juga\, sepertinya tujuanku berikutnya untuk menemukan kota” kata arasi\, arasi pun berjalan ke arah kota yang dia liat di skill mapnya\, setelah cukup jauh arasi berjalan\, tiba tiba sebuah anak panah melayang ke arahnya\, arasi yang melihat anak panah tersebut langsung menghindarinya\, setelah itu arasi melihat ke sekelilingnya untuk mencari sumber dari anak panah itu\, tiba – tiba satu anak panah lagi melayang dari belakang arasi\, arasi yang menyadarinya langsung berbalik dan menangkap anak panah tersebut\, “aku tidak tahu siapa kau\, tapi lebih baik kau keluar sekarang\, karna aku sudah mulai kesal” kata arasi\, sekali lagi\, anak panah datang dari sebelah kanan arasi\, arasi yang melihat arah anak panah itu di tembakkan pun langsung mengeluarkan sayapnya dan memutar tubuhnya untuk membuat kabut debu yang sangat tebal\, “di mana dia” pikir orang yang menembak arasi\, arasi yang mendengar suara dari pikiran orang itu\, tiba – tiba muncul di depan orang tersebut\, arasi pun mencekik orang tersebut dan membantingnya ketanah\, di lanjutkan dengan arasi yang menginjak dadah orang itu\, “siapa kau\, dan kenapa kau menyerangku” kata arasi\, setelah kabut debunya menghilang\, akhirnya arasi bisa melihat siapa orang yang menyerangnya\, arasi terkejut\, karna orang yang menyerangnya adalah seorang elf\, “elf\, emmh\, tidak dia bukan elf\, lebih ke arah dark elf” pikir arasi\, “kenapa dark elf sepertimu menyerangku ?” tanya arasi\, seketika dark elf tersebut mengambil pisau dari sakunya dan menusuk kaki arasi\, arasi yang melihat dark elf tersebut menusuk kakinya\, hanya diam\, tanpa reaksi apa – apa\, “ *menghela napas* \, itu tidak akan berhasil sama sekali\, setidaknya kau butuh senjata suci untuk menyakitiku\, setelah kupikir – pikir\, kenapa aku harus susah – sudah menghindari anak panah tadi\, owh aku tahu\, karna aku tidak suka jika bajuku robek “ kata arasi\, setelah itu arasi menyingkirkan kakinya dari dada dark elf tersebut\, dark elf yang melihat kesempatan langsung mendorong tubuhnya ke belakang dan langsung mengambil posisi bertarung\, arasi yang melihat dark elf itu mengambil posisi bertarung\, hanya diam dan mencabut pisau yang tertancap di kakinya\, dark elf yang melihat arasi mencabut pisau yang dia tancapkannya di kaki arasi\, dengan sangat mudahnya\, terkejut\, dan berteriak “kenapa manusia sepertimu bisa tetap hidup\, setelah terkena pisau beracunku” kata dark elf\, “manusia ?\, apa dia tidak melihat saat aku menggunakan sayapku tadi\, hmmm” pikir arasi\, “dengar\, aku baru saja sampai di hutan ini\, dan kau menyerangku tanpa alasan sedikit pun\, setidaknya beri aku alasan\, kenapa kau menyerangku?” tanya arasi\, “jangan berpura pura bodoh\, aku tahu\, satu satunya alasan manusia jauh – jauh datang ke hutan ini\, untuk menculik kaumku untuk di jadikan budak” jawab drak elf\, “ *menghela napas* dengar baik – baik\, aku sudah lama tidak keluar dari tempatku\, jadi aku tidak tahu apa pun yang terjadi di luar tempatku\, satu satunya alasan aku ada di sini karna aku melihat hutan ini saat aku mau mencari peradaban manusia\, dan aku berpikir\, akan sangat bagus untuk beristirahat di hutan seperti itu\, karna banyak sumber daya di sana\, udara yang sejuk\, dan pepohonan yang melindungiku dari panas terik sinar matahari\, aku tidak berpikir\, owh itu hutan yang sangat besar\, pasti ada banyak drak elf di sana untuk di jual\, ayo ke sana \, tidak\, aku tidak berpikir seperti itu\, bahkan aku tidak tahu bahwa ada drak elf tinggal di hutan ini!\, ok \, jadi sebelum kau menyerang orang tanpa alasan !\, lebih baik kau tahu dulu apa yang orang itu lakukan!\, ok\, *menghela napas* ” kata arasi dengan wajah emosi\, “jadi kau ingin bilang  ini semua hanya kesalahpahaman saja” jawab drak elf\, “ *menghela napas* ya! “ jawab arasi\, “aku sangat menyesal karna mengganggumu” jawab drak elf sambil menundukkan kepalanya\, “ ya terserah kau saja” jawab arasi\, setalah itu arasi langsung berjalan melewati drak elf tersebut\, “tunggu dulu” teriak drak elf\, “*menghela napas* apa! “ jawab arasi sambil berbalik\, “aku tahu ini aneh tapi\, maukah kau mampir ke desaku dulu” jawab drak elf\, “hah ?” jawab arasi\, “aku sungguh mintak maaf atas tindakanku sebelumnya\, tapi setidaknya biarakan aku menjamumu di rumahku\, sebagai tanda permintaan maaf” jawab drak elf\, “yaaaa\, tapi\, kurasa itu bukan ide yang bagus” \,jawab arasi\, “tolonglah\, setidaknya itu satu satunya cara untukku meminta maaf” jawab drak elf\, “*menghela napas* dengar\, kau menyerangku\, yang berarti dark elf membenci manusia\, dan artinya jika aku pergi ke desamu\, aku bisa di serbu” jawab arasi\, “apa kubunuh saja bocah ini\, agar tidak rumit” pikir arasi\, “itu tidak akan terjadi\, jadi tolonglah” jawab drak elf sambil bersujud\, “*menghela napas* di mana?” jawab arasi “eh ?” jawab drak elf sambil melihat muka arasi\, “aku bilang di mana” jawab arasi\, seketika drak elf itu berdiri sambil tersenyum dan berkata “lewat sini”\, arasi yang melihat drak elf tersebut langsung mengikutinya\, “aku akan menyesali ini” pikir arasi.


“berapa jauh lagi” tanya arasi, “sebentar lagi kita sampai” jawab drak elf, arasi terus mengikuti drak elf sampai drak elf tersebut berhenti berjalan, “ada apa ?” tanya arasi “aku hanya berpikir aku tidak pernah menanyakan namamu” jawab drak elf sambil berbalik, “kasar sekali (that rude)” jawab arasi, “owh, maaf di mana sopan santunku, namaku Emilyann, emilyann roper” jawab drak elf, “namaku arasi” jawab arasi, tiba tiba enam  anak panah mengarah ke arasi secara bersamaan, arasi yang melihat anak panah tersebut langsung menghindar, “ok cukup, kalian semua mati” jawab arasi sambil mengeluarkan kedua sabitnya, emilyann yang melihat arasi mengeluarkan senjatanya langsung berdiri di depan arasi dan berkata “tenang dulu arasi, kalian semua apa yang kalian lakukan! , arasi bukan musuh kita”, setelah itu enam drak elf muncul dari semak semak dengan busur yang mengarah ke arasi, “tuan putri, apa yang Anda lakukan, kenapa Anda melindungi manusia itu” kata sala satu drak elf yang menyerang arasi, arasi yang mendengar perkataan salah satu drak elf tersebut langsung mengeluarkan aura membunuhnya yang membuat keenam drak elf tersebut langsung merinding ketakutan, “arasi tenanglah ini hanya salah paham, dan untuk kalian semua, turunkan senjata kalian” kata emilyann,  “tapi tuan putri” jawab salah satu drak elf, “tidak ada tapi tapian, turunkan senjata kalian sekarang juga !, walaupun jika arasi adalah musuh, apa kalian sanggup melawan arasi, bahkan jika seluruh clan drak elf bekerja sama, aku pun tidak yakin mereka bisa mengalahkan arasi, dan kalian malah menyerangnya” kata emilyann, setelah mendengar perkataan emilyann para drak elf tersebut langsung menurunkan senjata mereka, emilyann yang berkata seperti itu bukan tanpa alasan, kembali ke tiga puluh menit selumnya, arasi dan emilyann yang sedang dalam perjalanan ke desa emilyann, di serang oleh moster yang sangat banyak, emilyann yang melihat langsung mundur dan tersungkur, “kenapa bayak sekali moster kelas legendary  di sini” pikir emilyann, saat monster monster itu ingin menyerang, seketika arasi langsung majuh dan mengalahkan salah satu moster itu dengan satu pukulan, tidak hanya sampai di sana monster monster yang lainnya satu persatu di bunuh oleh arasi, emilyann yang melihat arasi dengan mudahnya membunuh monster monster kelas legendary semakin merinding ketakutan, “ ha ha ha kau pasti bercanda kan, membunuh moster kelas legendary seperti membunuh serangga, sebenarnya moster macam apa yang baru saja kusinggung” pikir emilyann, seketika emilyann sadar bahwa jika arasi mau dia sudah lama mati, tapi arasi lebih memili untuk menjelaskan situasinya daripada membunuhnya, “hem ada apa ?” tanya arasi, “bukan apa apa” jawab emilyann dengan wajah terkejut melihat puluhan mayat moster kelas legendary berkaparan.


Pov arasi\, “*menghela napas* mereka lagi\, tidak\, ini sedikit lebih kecil dari terakhir kali” pikir aras\, seketika para moster itu langsung menyerang arasi\, “kita mulai lagi” pikir arasi\, arasi langsung menyerang moster moster itu dengan tangan kosong\, hanya perluh satu pukulan untuk menghancurkan kepala dari moster itu\, “astaga bukan ukurannya saja yang kecil\, mereka sangat sangat berbeda dari yang kulawan tadi” pikir arasi\, tanpa arasi sadari seluruh moster yang menyerangnya sudah mati\, “astaga ini terlalu mudah” pikir arasi\, dan arasi merasakan emilyann yang melihatnya dari belakang dengan tatapan aneh\, arasi pun bertanya “ada apa”\, emilyann pun menjawab “bukan apa apa”\, “hem itu aneh” pikir arasi\, setelah itu arasi memasukan semua mayat dari monster – monster itu ke inventorynya\, setelah arasi selesai membereskan mayat - mayat moster itu\, arasi pun menghampiri emilyann yang masih duduk dengan tatapan aneh\, “serius ada apa ?” tanya arasi\, “ tidak bukan apa apa kok” jawab emilyann\, “jadi kita akan melanjutkan perjalanan atau apa ?” tanya arasi\, “ya tentu saja\, lewat sini” jawab emilyann sabil berdiri dan menunjukkan jalan.

__ADS_1


Kembali ke situasi sebelumnya\, di mana emilyann sedang menenangkan para drak elf yang menyerang arasi\, para drak elf yang mendengar perkataan emilyan langsung menurunkan senjata mereka\, “arasi\, kau juga tenanglah” kata emilyann\, arasi yang melihat situasinya sudah terkontrol\, langsung menghilangkan aura membunuhnya dan mengembalikan sabitnya\, “arasi bisakah aku berbicara dengan mereka sebentar? “ tanya emilyann\, “ya\, tentu saja” jawab arasi\, emiliyann pun menghampiri para drak elf tersebut dan berkata “ ikuti aku\, ada yang mau kubicarakan dengan kalian”\, emilyann dan para drak elf pun pergi menjauh dari arasi\, setelah lama menunggu emilyann pun kembali dengan para dark elf tersebut\, yang anehnya muka dari drak elf tersebut menunjukkan rasa ketakutan\, “lewat sini arasi” kata emilyann\, arasi pun mengikuti emilyann\, “sebenarnya apa yang kau katakan kepada mereka\, muka mereka sangat pucat sekali” tanya arasi\, “bukan apa apa hanya hal kecil saja” jawab emilyann\, “emmm arasi\, aku baru sadar sejak kapan kau menggunakan cincin itu?” tanya emilyann sambil melihat cincin arasi\, “oh ini\, aku menggunakannya tetelah aku membunuh monster tadi” jawab arasi\, “apa kau memungutnya dari mayat moster ?” tanya emilyann\, “tidak aku sudah punya cincin ini sejak lama\, aku hanya mau menggunakan cincin ini saja” jawab arasi\, “jadi apa fungsi cincin itu? “ tanya emilyann\, “tidak ada fungsi khusus\, ini hanya aksesoris\, kenapa kau bertanya seperti itu” jawab arasi\, “bukan apa apa\, aku pikir cincin itu semacam item untuk menekan kekuatan” jawab emilyann\, arasi pun terkejut dengan jawaban emilyann\, “jadi itu memang penekan kekuatan” tanya emilyann\, “tidak\, tentu saja tidak\, apa yang kau bicarakan” jawab arasi dengan muka yang aneh\, “oooooh tentu saja” jawab emilyann\, “tunggu sebentar\, kau tidak percaya denganku?” tanya arasi\, “tidak\, aku percaya” jawab emilyann\, tanpa mereka sadari\, mereka sudah sampai di desa para drak elf\, “jadi ini desamu\, lebih seperti kota kalau aku lihat” kata arasi\, “kau terlalu memuji\, ayo kita masuk” jawab emilyann\, setelah arasi dan emillyann memasuki desa dark elf seketika muncul barier berwarna biru di sekitar arasi\, yang membuat arasi tidak bisa ke mana mana\, “ barier biru hah?” kata arasi\, “arasi\, kumohon tenangkan dirimu\, aku tidak tahu apa yang terjadi\, tapi aku pasti bisa menjelaskannya nanti” jawab emilyann dengan muka yang sangat panik\, “sepertinya kau yang seharusnya tenang” jawab arasi\, seketika ribuan pasukan datang dari segalah arah\, mengepung arasi\, “jangan bergerak dasar kau moster!” teriak elf yang memimpin pasukan tersebut\, arasi yang mendengar itu melihat kiri dan kanannya\, dan berkata “oh that was rude”\, “ayah tunggu\, arasi bukanlah musuh kita !” teriak emilyann\, “apa maksudmu\, lihatlah sekelilingmu emilyann\, kita membutuhkan ratusan penyihir\, hanya untuk membuat barier kecil itu\, kalau itu bukan moster\, terus apa itu hah? "\, setelah itu arasi tiba tiba memalingkan pandangannya ke belakang dengan mata kananya yang diselimuti api hitam\, emilyann yang melihat mata kanan arasi yang di selimuti api hitam\, langsung panik dan berteriak “Tunggu arasi\, mereka bukan musuhmu”\, setelah teriakan emilyann\, tiba tiba ribuan pedang dengan bilah hitam yang sangat panjang muncul dari bawah tanah\, di belakang tempat arasi berdiri\, “eh\, kenapa dia mengarakan serangannya ke arah ke belakang” pikir emilyann\, ternya arasi dari awal tidak berniat membunuh para dark elf\, melainkan sesuatu yang mengikuti dirinya selama ini\, sedikit demisedikit makhluk yang arasi serang mulai terlihat\, ternyata makhluk itu adalah moster yang sangat besar\, memiliki 3 kepala\, 4 tangan\, dan ratusan ular sebagai ekornya\, emilyann sangat ketakutan melihat wujud dari moster itu “sejak kapan monster itu mengikuti kami” pikir emilyann dengan muka yang sangat ketakutan\, tidak hanya emilyann yang ketakutan dengan moster itu tapi seluruh dark elf yang awalnya ingin membunuh arasi juga ikut ketakutan\, “aku memang merasa ada satu yang terlewat pada saat itu\, tapi apa apaan makhluk ini\, aku tidak ingat menciptakan benda seperti itu\, apa yang sebenarnya sedang terjadi” pikir arasi\, ternyata moster yang arasi serang itu belum mati\, dan mulai mengaum sabil mengeluarkan asap dari setiap tubuhnya yang tertusuk pedang arasi\, yang mengakibatkan seluru makhluk di sekitarnya tidak bisa berdiri karna ketakutan terhadap aura moster itu\, arasi yang tidak terpengaruh terhadap aura dari moster itu\, menghelakan nafasnya dan berkata “ D A M M A R A T”\, seketika moster itu hancur  berkeping keping dan hanya meninggalkan hujan darah yang berwarna hitam kelam\, para dark elf yang melihat kejadian tersebut hanya bisa terdiam sambil ketakutan\, emilyann yang melihat kesempatan untun membelah arasi langsung berkata “ayah lihat\, arasi bukanlah monster\, mungkin monster yang di deteksi oleh barier adalah monster yang di bunuh arasi” arasi yang melihat para dark elf hanya terdiam mendengar perkataan dari emiliyann langsung berkata “*menghela napas* emilyann mungkin lain kali saja kita makan di rumahmu\, aku masih ada urusan lain”\, emilyann yang mendengar perkataan arasi langsung menjawab\, “tunggu sebentar aras-“ tanpa di sadari arasi sudah menghilang dan hanya meninggalkan barier yang kosong.


Disisi lain “hemm, sepertinya decoyku sudah menghilang” pikir arasi yang asli setalah merasakan ingatan yang tiba tiba bertambah.


Kembali beberapa saat\, sebelum arasi bertemu emilyann\, “*helahan napas yang panjang* aku tidak menyangka perjalananku akan semembosankan in-“ pikir arasi sebelum dia merasakan sesuatu\, “sepertinya bakal ada kejadian yang merepotkan di depan sana\, hmmm”\, pikir arasi\, arasi pun teringat dengan salah satu skill yang dia dapatkan setelah membunuh moster yang menyerangnya dan langsung mengeceknya\, “emm kalau tidak salah namanya Kyogi” pikir arasi\, setelah arasi mengaktifkan skillnya\, tiba tiba muncul satu lagi arasi di depannya\, “jadi apa yang harusku lakukan” tanya Kyogi arasi\, “kau ikuti saja jalur yang harusnya kuikuti tadi” jawab arasi\, setelah itu mereka berpisah\, Kyogi arasi mengikuti jalur pertama\, sedangkan arasi yang asli membuat jalur yang baru.


Di jalur kedua arasi menemukan sebuah gua yang aneh, arasi pun penasaran dan mengecek keterangan gua itu dengan skillnya, ternya gua itu adalah sebuah dungeon, “emmm, sebut dungeon, dari keterangannya yang kubaca, dunngeon adalah sebut tempat yang memiliki beberapa lantai yang di setiap lantai memiliki moster berbeda bedan, semakin dalam lantainya semakin tingi pula tingkat kesulitan mosternya, dan di akhir lantai terdapat sebuah permata besar yang dinamakan dungeon core, yang bilah dihancurkan akan membuat dungeon terselesaikan, emmm, sepertinya sedikit menarik, welp, aku juga tidak ada kegiatan lain” pikir arasi, arasipun langsung masuk ke dungeon tersebut, dan mulai membantai setiap moster yang ada, di lantai satu sampai lantai tiga arasi melawan moster Humanoid kerdil berwarna hijau yang di sebut goblin, di lantai empat sampai tuju arasi melawan goblin dan moster yang mirip seperti goblin akan tetapi memiliki badan yang lebih besar dari goblin yang disebut orck, di lantai delapan dan sembilan arasi melawan goblin, orck, dan pariannya, yaitu, jenderal goblin, goblin wizard, goblin sumoner, goblin hog, hobgoblin, jendral orck, orckes, troll, warion orck, dan illusioner orck.


Setelah arasi membantai semua moster yang ada arasi pun langsung turun ke lantai sepuluh\, di lantai sepuluh arasi menemukan sebuah gerbang besar yang dihiasi cairan hijau dan ungu\, “gerbang ?\, emm\, kalau tidak salah di setiap sepuluh lantai ada yang namanya bos arena\, jadi ini gerbang bos arena”\, pikir arasi\, setelah itu arasi langsung membuka gerbang itu\, seketika raungan yang sangat keras terdengar dari dalam ruangan itu\, ternyata di dalam ruangan tersebut terdapat tiga bos moster\, raja goblin\, ratu goblin\, dan jester goblin\, arasi yang melihat ada tiga bos moster di dalam ruangan itu kebingungan\, “kenapa ada tiga bos moster\, bukannya setia bos area hanya memiliki satu bos moster ?” pikir arasi\, setelah itu raja goblin mensumon ratusan ksatria goblin\, di ikuti dengan jester goblin yang memainkan mandolinnya yang memberikan berserker effect ke para kesatria goblin\, arasi yang melihat hal tersebut\, tidak tinggal diam\, arasi langsung mengambil ancang – ancang untuk menyerang\, tanpa arasi sadari ratu goblin yang tadinya di sebelah raja goblin telah berteleport ke belakang arasi dan langsung ingin menyerang arasi\, arasi yang menyadari hal itu langsung berbalik dan menutup bagian depanya dengan kedua sayapnya untuk menangkis serangan yang ingin di lancarkan oleh ratu goblin\, arasi yang terkena serangan dari ratu goblin langsung terpental ke arah gerombolan ksatria goblin\, perlu di ingat\, tidak seperti Kyogi arasi\, walaupun arasi terlihat tidak menggunakan cincin sama sekali di jarinya\, arasi tetap menggunakan sepuluh cincin di setiap jarinya\, walaupun cincin tersebut tidak terlihat bukan berati itu tidak ada\, dan tidak seperti kyogi arasi\, cincin yang digunakan arasi\, memiliki effect ribuan kali lipat\, lebih kuat dari cincin yang digunakan kyogi arasi\, yang membuat arasi hampir tidak memiliki kemampuannya\, dan hanya menyisakan skill dan stats yang dia dapatkan dari dunia ini\, arasi yang menyadari dia terpental ke arah gerombolan kesatria goblin\, langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan api hitam\, walaupun api hitam yang arasi keluarkan dari skillnya tidak bisa di bandingkan dengan api hitam yang ada di kastilnya\, tapi itu sudah cukup untuk membumi hanguskan semua yang ada di dungeon itu\, setelah itu arasi langsung menggunakan skill impack miliknya yang membuat api hitam yang menutupi seluruh tubuhnya langsung menyebar ke seluruh arena\, yang membuat setiap moster yang ada terbakar tanpa tersisa\, setelah arasi selesai membakar habis semua moster yang ada\, tiba – tiba muncul sebuah pintu dan peti di ara berlawanan dari gerbang masuk arasi\, arasi yang melihat peti yang ada di depan pintu yang baru muncul\, langsung menghampiri peti tersebut\, tidak di sangka\, saat arasi ingin membuka peti tersebut\, peti itu menggigit tangan arasi\, ternyata peti itu adalah mimics\, arasi yang terkejut dengan refleksnya membanting peti tersebut yang menyebabkan peti itu hancur berkeping keping dan hanya menyisakan item di lantai\, arasi yang melihat bahwa peti tadi menjatuhkan item\, arasi pun langsung mengambil item tersebut\, ternyata item yang di jatuhkan oleh peti tadi adalah sebuah Treasure Bag\, “peti yang menyerangku tadi disebut mimics dan kantong kulit kecil ini disebu Treasure Bag\, menurut informasi dari skillku sesuai namanya Treasure Bag adalah sebuah kantong kulit sekali yang jika dibuka akan menghilang dan hanya menyisakan sebuah material atau item\, dan untuk mimics\, mimics adalah sebuah moster yang bisa menirukan sebuah objek dan paling sering ditemukan sedang menirukan peti dan pintu di dungeon\, dan untuk beberapa kasus  khusus\, mimics tidak menirukan sebuah peti akan tetapi menyatu dengan sebuah peti\, yang membuat benda yang ada di peti itu menjadi benda yang lebih berharga\, berarti aku sedang beruntung karna menemukan mimics jenis ini” pikir arasi\, setelah itu arasi langsung membuka Treasere bagnya\, seketika treasere bagnya menghilang dan menyisakan tumpukkan batangan metal berwarna ungu\,  arasi yang tidak tahu benda apa itu\, langsung menggunakan skillnya\, ternyata batangan metal itu adalah lean ingot\, “lean\, sepertinya aku pernah mendengar nama itu”  pikir arasi\, setalah itu arasi membaca descriptiondari lean ingot\, arasi terkejut ternyata lean ingot terbuat dari inti bintang lean\, dan arasi sangan kebingungan dengan penjelasan itu\, “kenapa inti dari bintang yang ada di salah satu dunia di mt kedua ada di sini di mt kelima\, apa di mt kelima juga pernah ada bintang bernama lean\,......*menghela napas* sudahlah tidak ada gunanya juga memikirkan itu” pikir arasi\, setelah itu arasi menyimpan tumpukan lean ingot itu ke penyimpannya\, dan langsung melanjutkan perjalanannya ke lantai sebelas\, di lantai ke sebelas arasi menemui banyak sekali undead yang bersujud di depannya\, arasi yang kebingungan bertanya kepada undead yang bersujud di depanya “kenapa kalian bersujud di depaku?” tanya arasi\, salah satu undead berdiri dan berkata “kami semua bersujud karna kami ingin meminta tolong kepada Anda untuk membebaskan kami” jawab undaed dengan terbata – bata \, “membebaskan kalian?\, membebaskan kalian dari apa ?” jawab arasi\, “kami semua di sini dulunya adalah kesatria dan penduduk dari desah ravas\, kami di kutuk dan di paksa oleh bos lantai ini untuk membunuh seluru orang yang masuk ke dungeon ini\, tapi kami tidak ingin melakukannya lagi\, kami ingin bebas dari penderitaan ini\, tolong penjelajah\, tolong selamatkan jiwa kami dari bos lantai ini\, agar jiwa kami bisa bersemayam dengan tenang “ jawab undaed yang berdiri di depan arasi\, arasi yang melihat undead tersebut\, langsung mengarahkan telapak tangannya ke depan kepala undead tersebut dan berkata “hell fire”\, seketika dari telapak tangan arasi muncul api hitam\, yang membanjiri lantai sebelas sampai lantai ke sembilan belas\, teriakan dari para undaed yang terbakar secara perlahan bergema di seluruh area dungeon\, “kenapa\, kenap kau melakukan hal kejam seperti ini\, wahai penjelajah?” tanya undaed yang ada di depan arasi\, arasi hanya diam\, dan dengan wajah tanpa emosinya arasi langsung menginjak kepala dari undaed tersebut samai hancur\, setelah itu arasi menggunakan salah satu skillnya untuk membuat sebuah singa sana batu\, arasi pun duduk di singga sana itu dan mendengarkan jeritan para undead yang tubuh dan jiwanya terbakar secara perlahan oleh api suci\, setelah beberapa jam seluruh tubuh dan jiwa mereka sudah terlahap oleh api suci\, dengan wajah tanpa emosi arasi berdiri dari singgasananya dan berjalan menuju bos arena di lantai ke dua puluh.


Setelah arasi berjalan cukup jauh akhirnya arasi tiba di kota tempat manusia tinggal\, saat arasi ingin berjalan masuk ke kota tersebut arasi di hentikan oleh penjaga gerbang\, “*menghela napas* kita mulai lagi” pikir arasi\, “sepertinya Anda seorang pengembara ya\, untuk bisa masuk ke kota ini kau perlu membayar tiga koin tembaga untuk membuat entry permit” kata penjaga gerbang \,  arasi langsung mengambil satu koin emas yang dia temukan di perpustakaan tadi\, dari inventorynya\, penjaga yang melihat arasi mengeluarkan koin emas dari ketiadaan langsung bertanya kepada arasi “kau memilikin skill inventory ya ?” tanya penjaga gerbang\, “ya\, apakah inventory skill adalah hal yang langkah di sini ?” jawab arasi\, “ya itu sedikit langkah\, hanya sedikit pedagang dan pengembara yang memilikinya” jawab penjaga gerbang\, setelah itu arasi memberikan koin emas itu ke penjaga itu\, “baiklah\, ikuti saya” kata penjaga gerbang\, setelah itu arasi mengikuti penjaga itu ke pos penjaga\, “tolong tunggu di sini sebentar” kata penjaga itu\, setelah itu penjaga itu langsung pergi ke sebuah pintu untuk mengambil sebuah bola kristal\, penjaga itu meletakan bola kristal itu di menaja yang ada di depan arasi\, “tolong letakan tangan Anda di sini “ kata penjaga itu\, “kristal apa ini ?” tanya arasi\, “oh ini kristal pengenal\, saat Anda meletakan tangan Anda ke atas kristal ini\, kristal secara otomatis akan membuat entry permit untuk Anda” jawab penjaga gerbang\, setelah itu arasi langsung meletakan tangannya di atas bola kristal itu\, setelah arasi meletakan tangannya di aras boleh kristal itu\, bola kristalnya bersinar puti dan dari bawah bola kristal itu keluar sebuah buku saku tipis\, “Anda sudah boleh mengangkat tangan Anda” kata penjaga gerbang\, setelah itu arasi mengangkat tangannya dari bola kristal itu\, setelah itu penjaga gerbang\, mengambil buku saku itu\, dan mengecek isinya\, dan terkejut\, “Anda adalah seorang bangsawan ya\, tuan arasi ?” tanya\, “bangsawan\, emmm\, kalau tidak salah bangsawan itu orang yang sangat penting di suatu negara\, ya bisa di bilang aku termasuk seorang bangsawan” pikir arasi\, “ya bisa dibilang begitu” jawab arasi\, setelah itu penjaga itu membukukan badannya dan berkata “tolong maafkan saya atas ketidaksopanan saya” kata penjaga itu\, “tidak apa – apa\, aku tidak terlalu peduli tentang itu” jawab arasi\, setelah itu penjaga itu mengambil cap\, dan mengecap entry permit arasi\, “ini tuan arasi\, entry permit dan uang kembaliannya” kata penjaga sambil memberikan arasi permit dan kantong kulit\, setelah arasi mengambil permit dan uang kembaliannya\, arasi langsung memasukkan uang dan permitnya ke inventorynya\, “semoga hari Anda menyenangkan” kata penjaga gerbang sambil membungkuk\, setelah itu arasi langsung meninggalkan pos penjaga\, setelah arasi meninggalkan pos penjaga\, arasi akhirnya tiba di kota rosatin\, salah satu kota besar di kerajaan ross\, arasi pun berjalan menyusuri kota tersebut sambil membuka jendela statusnya\, “sembilan puluh sembilan koin perak dan sembilan puluh tuju koin tembaga ya?\, sepertinya 1 koin emas bernilai 100  perak dan satu koin perak bernilai 100 koin tembaga ya” pikir arasi\, setelah itu arasi berhenti sejenak di salah satu kedai makanan yang ada dan duduk di salah satu kursi di sana\, “mau pesan apa tuan ?” tanya sang penjual\, arasi pun melihat menu yang ada\, “tolong dua sayap naga\, dan satu ale” kata arasi\, “baiklah akan saya siapkan\, silakan tunggu sebentar” jawab sang penjual\, arasi yang menunggu makanannya matang\, membuka peta dari kota itu\, dan melihat lihat apa saja yang ada di kota\, ketika arasi sedang melihat map kota\, sang penjual mengantarkan pesanan arasi\, “ini dia tuan\, satu ale\, dan dua sayap naga” kata penjual itu\, “ya” jawab arasi\, arasi yang melihat pesanannya sudah siap\, langsung memakan – makanannya\, “sepertinya Anda baru tiba di kota ini ya?” tanya penjual makanan\, “ya aku baru sampai di kota ini” jawab arasi\, “jika Anda mau\, saya sarankan menginap di penginapan fry\, di sana penginapannya cukup bagus” kata penjual itu\, “ penginapan fry?\, di mana lokasinya ? “ jawab arasi\, “dari sini Anda tinggal lurus saja sampai menemukan bangunan yang memiliki palang bersimbol pohon apel” jawab sang penjual\, “ ya\, terima kasi atas sarannya” jawab arasi\, “tuan sepertinya tidak terlalu banyak bicara ya” kata penjual itu\, arasi yang sedang memegang gelas ale\, terhenti\, dan menurunkan gelas alenya\, “oh maafkan saya\, jika saya menyinggung Anda\, saya hanya merasa bahwa Anda tidak seperti orang yang akan makan di kedai pinggir jalan seperti ini\, oiya nama saya katrin” jawab katrin\, “namaku arasi\, kenapa kau bilang aku tidak terlihat seperti orang yang akan makan di kedai seperti ini ?” tanya arasi\, “bukan apa – apa saya hanya berpikir Anda seperti seorang bangsawan” jawab katrin\, “ya isah dibilang aku seorang bangsawan” jawab arasi\, katrin yang terkejut lang\, “aku tahu yang kau pikirkan\, jadi tolong jangan lakukan\, aku tidak terlalu suka menarik perhatian” kata arasi\, “maaf kan saya tuan arasi\, saya tidak menyangka\, bahwa ada seorang bangsawan yang akan makan di kedai saya” kata katrin\, “kenapa ?\, apakah bangsawan di sini tidak pernah makan di kedai” tanya arasi\, “sebenarnya iya\, bangsawan di kota ini lebih suka makan di rumah mereka atau di restoran berkelas” kata katrin\, “oh” jawab arasi\, setelah itu arasi melanjutkan makannya\, setelah arasi selesai menghabisi makanannya arasi berdiri dan bertanya “berapa totalnya” kata arasi\, “untuk dua sayap naga\, harganya 6 koin tembaga sedangkan untuk satu gelas ale\, harganya 4 koin tembaga\, jadi totalnya 10 koin tembaga” kata katrin\, setelah itu arasi mengambil 10 koin tembaga dari inventorynya dan memberikan kepada katrin\, “terimah kasih tuan\, datang lagi ya tuan arasi” kata katrin\, setelah itu arasi pergi meninggalkan kedai tersebut\, setelah arasi meninggalkan kedai milik katrin\, arasi pergi ke penginapan fry\, setelah arasi berjalan cukup lama arasi pun sampai di bangunan yang ada palang berlogo pohon apel\, setelah itu arasi masuk ke bangunan itu\, arasi melihat banyak sekali orang sedang makan dan minum di penginapan itu\, setelah itu arasi langsung menuju meja resepsionis\, “selamat datang di penginapan fry\, ada yang bisa saya bantu ?” tanya resepsionis\, “aku pesan satu kamar untuk satu orang” jawab arasi\, “satu kamar untuk satu orang\, satu bulannya 2 koin perak\, apakah Anda mau membayar langsung atau mencicilnya ?” jawab resepsionis\, “aku bayar langsung” jawab arasi\, setelah itu arasi mengambil dua koin perak dari inventorynya dan memberikan itu ke resepsionis\, “terima kasi tuan” jawab resepsionis\, setelah itu sang resepsionis itu menoleh ke sampingnya dan berkata “lia tolong kau kesini! “ teriak resepsionis\, dari pintu di samping meja resepsionis muncul seorang gadis berambut merah pendek yang datang  dan berkata “iya ayah ada apa ?” kata lia\, “tolong kau antarkan tuan ini ke ruangannya” jawab resepsionis\, “baiklah ayah” setelah itu lia berkata “lewat sini tuan” kata lia\, setelah itu arasi dan lian menaiki tangga yang ada di samping kanan meja resepsionis.


“ini dia kamar Anda, dan ini kuncinya, jika Anda memerlukan bantuan, datang saja ke bawah” kata lia sambil memberikan kunci kamar kepada arasi, setelah lia memberikan kunci kamar ke arasi, lia langsung pergi ke bawah meninggalkan arasi, arasi pun langsung membuka pintu kamarnya dan masuk ke kamarnya, terlihat  ada satu kursi dan meja di dekat jendela, satu ranjang  di sebelah kanan kursi dan satu lemari di sisi kiri ruangan, setelah itu arasi menutup ruangannya dan menguncinya, setelah arasi mengunci ruangannya, arasi duduk di kursi di dekat jendela dan membuka inventorynya untuk memili buku yang ingin dia baca, “mari kita lihat apa yang kita punya di sini” pikir arasi sambil memili beberapa buku yang ingin dia baca, “ketetapan sihir, asal awal mula, anatomi seluruh tubuh makhluk hidup dan sistem mana, yap sepertinya itu sudah cukup hari ini”  pikir arasi sambil mengeluarkan setiap buku yang dia sebutkan, setelah itu arasi membaca satu persatu buku yang sudah dia keluarkan, tidak butuh waktu lama arasi sudah mengingat setiap isi buku – buku itu, “jadi ‘mana’ adalah sebuah energi, atau kuantitas yang bisa di ubah – ubah tergantung penggunaannya , ‘mana’ itu sendiri tidak terbentuk alami di dalam tubuh melainkan di ambil dari alam sekitar, menurut buku ini, tubuh makhluk hidup hanya menyimpan ‘mana’ yang sudah di ambil dari alam, dan saat ‘mana’ itu sudah ada di dalam tubuh makhluk hidup, ‘mana’ itu akan membuat sebuah jalur yang disebut saraf ‘mana’, jalur ini langsung tersambung ke inti mana yang berada di dalam makhluk hidup, inti ‘mana’ itu sendiri adalah sebuah tempat berkumpulnya ‘mana’ yang di serap, setiap makhluk hidup memiliki inti ‘mana’ yang  berbeda beda, dan setiap inti ‘mana’ itu sendiri pun memiliki kapasitas yang berbeda beda, walaupun memiliki kapasitas yang berbeda beda, inti ‘mana’ masih bisa dilatih agar kapasitas dari inti tersebut bisa bertambah, walaupun bisa dilatih, inti ‘mana’ tetap memiliki batas maksimal, saat inti ‘mana’ sudah mencapai batas maksimalnya, inti tersebut tidak bisa di perbesar lagi dan pada kasus langka bilah tetap di paksakan untuk di perbesar, inti ‘mana’ akan terbelah dua dan membuat inti baru yang saling terhubung, akan tetapi tingkat keberhasilan dari hal ini hanya 0,00000001%, dan dari yang di katakan buku ini hanya ada satu subjek yang berhasil dan sisanya mengalami kegagalan yang menyebabkan inti ‘mana’ dari subjek meledak yang membuat tubuh subjek ikut meledak, walaupun subjek ZZZ9999999 berhasil membuat inti kedua, subjek tidak hidup dalam jangka waktu yang lama, tubuh subjek yang berhasil membuat inti kedua, hancur seiring dengan berjalannya waktu, dan hanya memiliki jangka waktu hidup kurang lebih dua menit saja, setelah subjek berhasil membuat inti kedua” pikir arasi, “hmmm, tunggu sebentar, di buku itu tidak tertulis secara spesifik, dari mana ‘mana’ itu berasal, jika buku ini benar, bahwa ‘mana’ berasal dari alam sekitar maka dunia ini pasti memiliki inti ‘mananya’ sendiri, perbedaannya, inti ‘mana’ padah makhluk hidup dan inti mana yang di miliki dunia, inti ‘mana’ pada makhluk hidup berfungsi sebagai tempat penyimpanan ‘mana’, sedangkan inti ‘mana’ yang di miliki dunia ini, berfungsi sebagai tempat pembuatan ‘mana’,  jika, jika aku meniru inti ‘mana’ yang ada di dunia ini dan membuat dua inti ‘mana’, yang pertama untuk memproduksi ‘mana’, dan yang kedua untuk menyimpan ‘mana’, maka aku tidak perlu mengambil ‘mana’ dari inti ‘mana’ di dunia ini, dan membuat ‘mana’ milikku sendiri, yang membuat kapasitas ‘mana’ miliku menjadi  tidak terbatas, emh, tidak, jika aku membuat dua inti ‘mana’, maka inti ‘mana’ kedua yang sebagai tempat penyimpanan ‘mana’, lama kelamaan akan kelebihan ‘mana’ jika tidak digunakan, jika aku membuat satu inti ‘mana’ yang berfungsi sebagai tempat pembuatan ‘mana’ dan tempat penyimpanan ‘mana’ itu sendiri, maka saat inti ‘mana’ itu tidak terpakai, inti ‘mana’ tersebut tidak akan memproduksi ‘mana’ yang berlebih, karna pembuatan ‘mana’ akan berhenti jika inti itu penuh, sebenarnya metode ini juga bisa  digunakan untuk dua inti ‘mana’ yang terpisah, tapi proses berhentinya akan lebih lama dan memiliki kemungkinan malfungsi yang lebih besar, karna inti kedua perlu memberikan informasi ke inti pertama dulu dan informasi dari inti kedua perlu di sampaikan kepada bagian dari inti pertama yang membuat ‘mana’, barulah inti ‘mana’ pertama akan berhenti memproduksi ‘mana’, sedangkan dengan satu inti yang memiliki dua fungsi, maka inti ‘mana’ tidak perlu waktu lama untuk menyampaikan informasi ke bagian pembuatan ‘mana’, karena tempat pembuatan ‘mana’ dan penyimpanannya berada di tempat yang sama, yang membuat prosesnya semakin cepat dan efisien” pikir arasi, setelah itu arasi mencoba merasakan inti ‘mana’ miliknya menggunakan metode dari salah satu buku itu, setelah arasi berhasil merasakan inti ‘mana’ miliknya, arasi melepas satu cincin miliknya, untuk bisa  menggunakan kemampuannya, setela arasi menemukan di mana lokasi inti ‘mana’ dunia dan mengetahui bentuk pasti dan cara kerjanya, arasi mengubah volume ruangannya tanpa mengubah bentuk fisiknya, setelah arasi sudah merasa ruangannya cukup besar, arasi membuat inti ‘mana’ miliknya, yang tiga kali lebih besar dari inti ‘mana’ dunia, dengan menggunakan teorinya tadi, setelah arasi berhasil menciptakan inti ‘mana’ yang sesuai dengan keinginannya, arasi mengubah ukuran inti tersebut ke ukuran yang sesuai dengan inti ‘mana’ yang ada di tubuhnya, tanpa mengubah rasio dari inti mana tersebut, setelah itu arasi mengganti inti ‘mana’ miliknya dengan inti ‘mana’ yang baru dia buat, setelah arasi selesai mengganti inti ‘mana’ milinya, arasi menyimpan inti ‘mana’ lamanya ke dalam inventorynya, setelah arasi selesai, arasi langsung mengembalikan ukuran dari ruangannya seperti semula, setelah arasi selesai mengembalikan ruangan seperti semula, arasi langsung memakai cincin yang dia lepaskan tadi, “hem, itu lebih mudah dari pada yang kupikirkan, apa aku selesaikan saja semuanya”  pikir arasi, membaca satu persatu seluruh buku yang dia dapatkan dari perpustakaan tadi, tidak perlu waktu yang lama arasi akhirnya selesai mempelajari seluruh buku yang dia dapatkan dari perpustakaan, dan arasi sudah mengetahui siapa pemilik dungeon itu, kenapa dungeon itu berbeda dari dungeon yang lain, tidak hanya itu saja, arasi juga mempelajari skill – skill baru, sebagai contoh, fog control, dry life, awakening magic, soul break, teleport, wind step, lightning step, light step, ark, divine judgment, manipulation magic, explosion magic, inferno, absolute defense, body strengthening, body lightening, healing magic, area healing , full healer, all necromancer magic, tamer magic, slavery magic, creator magic, limit break, mp share, Priest Skills, MagicBlade Skills, Dancer Skills, Twin Slash, triple slash, unlimited slash, Shadowstep, Godspeed, Rampage, Sword Mastery, god sword, Hasso Happa, Zantei Settetsu, Bushido, Kairiki Ranshin, Lion Rage, Ultima Lion Rage, Internal Elixir, Ultima Qi Charge, Ninja Skills, Red Tear, Soul Hunter, Demon Claw, Eternal Nightmare, Minstrel Skills, Sanctuary, Brave Aura , Magic Barrier, Refine Equipment skill, master Blacksmith, God Blacksmith, legendary Refinement Equipment, legendary Customization Equipment, Master's Process Materials, Alchemy Skills, dan masih banyak lagi, yang tidak mungkin saya tulis satu persatu, setelah arasi selesai mempelajari seluruh buku yang ada, arasi mengembalikan buku tersebut ke inventory miliknya, setelah arasi selesai memasukkan seluruh buku yang dia keluarkan, arasi teringat dengan penjaga gerbang yang tiba – tiba menganggap arasi sebagai bangsawan, “ hmm, aku baru ingat, kenapa penjaga gerbang itu menganggap diriku sebagai bangsawan, apa ada sesuatu di permit, yang membuatnya berpikir aku adalah bangsawan” pikir arasi, setelah itu arasi langsung mengambil permit miliknya, dan membacanya, “kenapa nama yang tertera di permit ini ‘abyssalis arasi’, arasi memang namaku, tapi apa itu abyssalis, emmm, oh, aku baru ingat kalau sigil miliku itu ‘----------------’, dan jika di sebutkan dalam bahasa makhluk ciptaan, menjadi ‘abyssalis’, hmm, berarti bola kristal itu cukup hebat juga bisa mengartikan sigil milikku, walaupun sigil miliku di baca dengan bahasa yang tidak terucapkan, kalau tidak salah sigil itu bisa di artikan sebagai nama keluarga, mungkin dia salah mengartikan sigil milikku sebagai nama keluarga, itulah mengapa dia menganggapku sebagai bangsawan” pikir arasi, setelah itu arasi menyimpan kembali permit milinya, setelah arasi penyimpan kembali permit miliknya, tiba – tiba ada seseorang yang menggedor pintu kamarnya, “tuan, ini sudah jam makan siang, apa Anda mau makan di bawah atau saya bawakan ke atas” kata lia, “makan siang ?, aku tidak menyangka, aku butuh sepuluh menit untuk membaca seluruh buku itu” pikir arasi, “aku makan di bawah saja” jawab arasi, “meja Anda meja nomor 6 ya, tuan” kata lia, setelah itu lia kembali ke bawah, setelah lia kembali ke bawa, arasi pun pergi merapikan menajanya, dan pergi ke bawa, ke meja nomor enam.

__ADS_1


Setelah arasi duduk di meja nomor enam, lia langsung menghampiri arasi dan berkata “mau makan apa tuan ?” tanya lia, “untuk makan sesuai rekomendasimu, dan untuk minuman ale, kalau tidak ada ale, apa saja yang mengandung alkohol” jawab arasi, “untuk makanannya saya sarankan, sup jamur teriak, dan roti gandum hitam, dan untuk minumannya, kami tidak memiliki ale, tapi kami punya anggur puti, apakah itu cukup” kata lia, “ya itu sudah cukup” jawab arasi, setelah itu lia pergi untuk mengambil pesanan arasi, setelah beberapa saat, lia kembali membawa pesanan arasi, “ini pesanannya tuan, selamat menikmati” kata lia, setelah lia memberikan pesanan arasi, lia pergi meninggalkan arasi, setelah itu arasi langsung menyantap makanannya, setelah arasi selesai menyantap makanannya, lia pergi menghampiri arasi, “bagai mana makanannya tuan” tanya lia, “cukup enak” jawab arasi, “bilah ada yang dibutuhkan lagi, tinggal panggil saya ya” kata lia, setelah itu lia membereskan meja arasi dan hendak pergi, “tunggu sebentar” kata arasi, “iya tuan, apa ada yang bisa saya bantu lagi” jawab lia sambil berbalik ke arah arasi, “apa kau tahu di mana aku bisa menjual bangkai moster” kata arasi, “kalau bangkai moster Anda bisa menjualnya di guild petualang” jawab lia, “petualang ?” kata arasi, “ya, apakah Anda tidak tahu apa itu petualang ?” kata lia, “aku tahu apa itu petualang, tapi aku tidak yakin petualang yang kau maksud, sama dengan petualang yang kutahu” kata arasi, “oh, mungkin Anda berasal dari benua lain ya, di sini petualang itu orang yang membasmi moster atau melakukan hal – hal lain, sesuai misi yang diberikan oleh guild” kata lia, “sepertinya cukup menarik” pikir arasi, “owh, jadi diarah mana guild petualangnya ?” tanya arasi, “dari sini Anda tinggal pergi ke lurus sampai Anda menemukan menara pusat kota, dari sana Anda tinggal belok ke kanan, sampai Anda menemukan bangunan yang memiliki palang berlogo bunga mawar” jawab lia, saat lia sudah menyelesaikan kata – katanya, tiba tiba arasi merasakan sesuatu, dan langsung menoleh ke arah timur, lia yang kebingungan kenapa arasi tiba – tiba menoleh ke belakang, bertanya kepada arasi  “apa ada sesuatu yang salah, tuan ?” tanya lia, “apakah ada gereja di sekitar sini ?” tanya lia, “iya tuan, ada gereja tua, tidak jauh dari sini, memangnya ada apa ya tuan ?”kata lia, “tidak apa – apa, aku hanya mendengar sesuatu, dan juga terima kasi atas informasinya”  jawab arasi, setelah itu arasi langsung pergi dari penginapan itu.


Tidak di sangkah, ternyata arasi pergi ke gereja tua yang lia katakan tadi, terlihat gereja itu sudah sangat lama di tinggalkan, setelah itu arasi masuk ke gereja itu, setelah arasi masuk ke gereja itu, terlihat ada seorang wanita yang sedang duduk di lantai gereja, sambil berdoa di depan pantung yang sudah rusak, arasi pun langsung menghampiri wanita tersebut dan berdiri di samping kiri wanita itu, “kau berdoa kepada siapa ?” tanya arasi, wanita itu menjawab “aku berdoa kepada pilar keempat, sang penguasa kegelapan” jawab wanita itu tanpa meninggalkan posisi berdoanya, “aku kira hanya demon dan demonia yang berdoa kepadanya” kata arasi, “memang, tapi aku tepat berdoa kepadanya” kata wanita itu, setelah itu arasi memegang pundak wanita itu, saat arasi memegang pundak dari wanita itu arasi melihat kesengsaraan dari wanita itu, bahwa orang tua dari wanita itu mati di bunuh oleh sekelompok orang, saat dia masih kecil, wanita itu yang melihat orang tuanya di bunuh, langsung lari dari rumahnya, setelah itu dia menjadi gelandangan di kota ini, setelah beberapa hari dia tidak memiliki harapan, tiba – tiba dia melihat seorang yang dia kenal menghampirinya, sesaat harapannya kembali, sampai dia tahu bahwa orang itu hanya ingin memperbudaknya, setiap hari dia disiksa dan diperkosa oleh orang itu, di beri makanan yang tidak pantas, dipaksa untuk terus bekerja, siang dan malam tanpa henti , setiap hari hidupnya bagaikan di neraka, wanita itu selalu berpikir berpikir, “kenapa – kenapa aku harus menderita seperti ini, apa dosa yang kuperbuat sampai hidupku menjadi sesengsara ini” pikir wanita itu, setiap hari, dia selalu tersiksa, tidak satu detik pun dari hidupnya, dia tidak menderita.


“kau berdoa untuk apa, ‘vengeance, or retribution’ ?” kata arasi, wanita itu yang terkejut mendengar perkataan arasi langsung membuka matanya dan melihat wajah arasi, arasi yang melihat itu langsung menghela napasnya dan berkata “satu – satunya yang bisa kutawarkan kepadamu adalah ‘vengeance, retribution, and fall’, jadi yang mana yang kau inginkan” kata arasi, wanita itu yang mendengarkan perkataan dari arasi langsung sedikit tersenyum dan berkata “satu satunya yang kuinginkan adalah ‘mercy’, tuanku” jawab wanita itu, “berarti kau berdoa di sisi yang salah” jawab arasi, wanita itu hanya terdiam mendengar perkataan arasi, arasi yang melihat wanita itu hanya terdiam, langsung mengambil kantong berisi ribuan koin emas dari invetory miliknya dan meletakannya di pangkuan wanita itu dengan tangan kananya, “ubahlah namamu, tempat tinggalmu, dan asal usulmu, tapi jangan mengubah dirimu, carilah hidup yang baru, dan jangan pernah kembali ke kehidupan lamamu” kata arasi, wanita itu menangis mendengar perkataan arasi, setelah itu arasi langsung pergi meninggalkan gereja itu.


Setelah arasi meninggalkan gereja itu\, arasi pergi ke guild petualang untuk menjual bangkai moster yang dia dapatkan di hutan tadi\, setelah arasi berjalan cukup lama\, arasi akhirnya sampai di guild petualang\, saat arasi masuk ke guild petualang\, arasi langsung dilihati oleh para petualang di guild itu\, arasi yang melihat para petualang di sana melihatnya dengan tatapan sinis\, hanya berjalan menuju meja resepsionis\, “ada yang bisa saya bantu tuan ?” kata salah satu resepsionis guild\, “aku ingin mendaftar” kata arasi\, “oh\, Anda mau mendaftar ya\, tolong isi formulir ini” kata resepsionis guild\, setelah arasi mengisi formulir yang diberikan oleh resepsionis guild\, arasi langsung memberikannya kepada resepsionis guild itu\, “oh Anda sudah selesai ya\, kalau begitu silakan lewat sini tuan” kata resepsionis guild\, setelah itu\, resepsionis guild itu\, menuntun arasi ke ruang uji\, “silakan berdiri di depan cermin yang ada di sana tuan” kata resepsionis\, setelah arasi berdiri di depan cermin itu\, cermin itu tiba – tiba menjadi hitam kelam dan pecah berkeping keping\, resepsionis itu\, sangat terkejut melihat cermin itu berubah menjadi hitam dan pecah\, “apa hal itu tidak wajar” tanya arasi\, “ya hal itu tidak wajar\, fungsi cermin itu adalah mendeteksi jumlah ‘mana’ seseorang\, saat di sentuh\, mungkin cerminnya rusak” jawab resepsionis\, “menyentuhnya ?\, aku bahkan tidak menyentuhnya\, apa karna aku mengganti inti ‘mana’ milikku ?” pikir arasi\, “tolong tunggu di sini sebentar tuan\, saya mau melaporkan hal ini ke ketua guild” kata resepsionis\, setelah itu resepsionis guild pergi meninggalkan arasi\, setelah beberapa menit arasi menunggu di situ\, resepsionis itu akhirnya kembali\, “tuan bisa tolong ikuti saya ke ruang ketua guild” kata resepsionis\, “ruang ketua guild ?\, kenapa ?” kata arasi\, “ketua guild ingin bicara dengan Anda” kata resepsionis\, “oh” kata arasi\, “tolong lewat sini tuan” kata resepsionis\, setela itu resepsionis dan arasi\, pergi ke ruang ketua guild\, setelah mereka sampai ke depan ruang ketua guild\, resepsionis itu mengetuk pintu ruang ketua guild\, setelah itu terdengar suara yang berkata “masuk”\, setelah itu arasi dan resepsionis itu masuk ke ruang ketua guild\, terlihat seorang wanita elf\, yang duduk di tengah ruangan itu\, “silakan duduk tuan” kata elf tersebut\, setelah itu arasi duduk di kursi yang ada di depan meja elf itu\, “kau sudah boleh pergi\, marin” kata elf\, setelah itu resepsionis yang mengantar arasi\, pergi keluar ruangan ketua guild\, “Kami minta maaf atas ketidaknyamanannya” kata elf itu\, “ya\, jangan khawatir tentang itu” kata arasi\, “langsung saja ke intinya\, nama saya alfas\, saya adalah ketua guild di sini\, bisa Anda meletakan tangan Anda di atas bola kristal ini” kata alfas\, sambil mengeluarkan bola kristal yang mirip dengan bola kristal yang ada di pos penjaga\, setelah itu arasi meletakan tangannya di bola kristal itu\, setalah arasi meletakan tangannya di atas bola kristal itu\, bola kristal itu menjadi hitam dan pecah\, sama seperti cermin tadi\, alfas sangat terkejut melihat bola kristal itu pecah\, setelah itu alfat menatap arasi dengan tatapan serius\, dan berkata “bisa saya tahu kenapa makhluk seperti Anda\, ada di sini ?” kata alfat\, “apa ?” jawab arasi\, “cermin yang ada di bawah bisa mendeteksi mana seseorang sampai tingkat seorang ‘sage’ melihat bahwa cermin di bawah bisa pecah\, berarti Anda di atas tingkatan itu\, sedangkan kristal ini bisa mendeteksi mana seseorang\, sampai ke tingkat ark anggel\, melihat kristal ini pecah\, berarti ada dua kemungkinan\, kemungkinan pertama\, Anda adalah seorang dewa\, dan kemungkinan kedua\, Anda adalah raja iblis\, dan dari kedua kemungkinan itu\, tidak ada yang menjelaskan kenapa Anda di sini\, jadi\, bisakah Anda jelaskan siapa Anda ?\, dan mengapa Anda ada di sini ?” kata alfas\, “aku bukan dewa ataupun raja iblis\, namaku arasi\, aku karena aku sedang berduka\, karna salah satu saudaraku mati\, karna itu aku ingin mencari kesibukan lain\, salah satu kesibukannya adalah kesini untuk mendaftar menjadi petualang dan menjual bangkai moster yangku bunuh dalam perjalananku” jawab arasi\, alfas yang mendengar jawaban arasi\, menatap arasi dengan wajah yang sangat serius dan berkata “antingan yang saya gunakan di telinga kanan saya ini\, bisa mendeteksi kebohongan” kata alfas\, arasi yang mendengar perkataan alfas\, hanya diam dan tidak menunjukkan emosi sama sekali\, “*menghela napas* antingan saya tidak bisa mendeteksi kebohongan\, tapi kursi yang Anda duduki\, bisa mendeteksi kebohongan\, melihat kursi itu tidak bereaksi dan muka Anda tidak terlihat seperti orang yang sedang berbohong\, sementara saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak berbohong” kata alfas\, setelah itu alfas membuka laci mejanya\, dan mengambil sebuah kartu dan buku saku kecil\, setelah itu alfas memberikannya\, kepada arasi\, “ini adalah kartu petualang Anda\, Anda bisa masuk di kota mana  pun\, tanpa permit\, menggunakan kartu ini\, dan yang ini adalah buku pedoman guild\, seluruh informasi yang perlu Anda ketahui tentang guild petualang\, ada di buku kecil ini\, dan untuk masalah penjualan bangkai moster\, Anda bisa mengikuti saya” kata alfas\, setelah itu arasi mengambil kartu petualangnya dan buku pedomannya\, setelah itu arasi memasukkan kartu dan buku pedomannya  ke inventoriynya\, setelah itu alfas berdiri dari tempat duduknya dan menuntun arasi ke suatu tempat\, setelah itu arasi dibawa oleh alfas ke area luas di pinggir kota\, terlihat banyak sekali gudang yang sangat besar di sana\, “ini adalah tempat penyimpanan dan pengelolaan buruan petualang milik guild\, Anda bisa mengeluarkan semua buruan Anda di lapangan ini” kata alfas\, setelah itu arasi langsung mengeluarkan seluruh bangkai moster yang dia kumpulkan\, terlihat bangkai moster yang arasi keluarkan bari inventorynya\, membentuk tumpukan setinggi kira kira sepuluh meter\, alafa yang melihat arasi tidak berhenti mengeluarkan bangkai moster dari inventornya\, berkata “tunggu sebentar tuan !\, saya tahu Anda memiliki skill inventory\, karna Anda tidak membawa apa pun\, tapi masih berapa banyak lagi bangkai mosternya\, tuan” kata alfas\, arasi yang mendengar perkataan alfas berhenti mengeluarkan bangkai moster dari inventornya\, dan melihat tumpukan bangkai moster yang dia keluarkan\, “hmmm\, kira – kira lima belas tumpukan seperti ini” kata arasi\, “lii lii liii\, lima belas tumpukan lagi !\, *menghela napas panjang* untuk sementara kami hanya bisa membeli satu tumpukan ini saja\, untuk tumpukkan yang lain tolong Anda simpan dulu\, sampai pemberitahuan lebih lanjut dari guild\, dan untuk uangnya kira – kira Anda bisa mengambilnya tujuh hari dari sekarang” kata alfas\, “ok” jawab arasi\, “ngomong – ngomong di mana Anda mengalahkan moster – moster ini ?” tanya alfas\, “di hutan sebelah utara kota ini” jawab arasi\, “eh\, hutan sebelah utara ?” jawab alfas\, “yap” kata arasi\, alfas yang mendengar perkataan arasi langsung pingsan di tempat\, arasi yang melihat alfas pingsan langsung\, langsung mendekati alfas\, dan menggunakan skill bangun\, miliknya\, untuk membangunkan alfas yang pingsan\, “kau tidak apa – apa” kata arasi\, setelah alfas bangun\, “ya saya tidak apa – apa\, Anda bisa pergi sekarang” kata alfas yang baru saja siuman\, setelah itu arasi pun pergi kembali ke guild petualang\, “*menghela napas* hutan di sebalah utara\, berarti moster – moster ini dari hutan terlarang\, setidaknya moster – moster ini berada di tingkat S ke atas *menghela napas*” pikir alfas.


Setelah arasi kembali ke guild\, arasi langsung menghampiri meja resepsionis\, “aku mau mengambil misi” kata arasi\, “oh\, Anda petualang yang baru mendaftar tadi ya” kata resepsionis\, “ya\, jadi apa kau memiliki misi yang bisa kuambil ?” jawab arasi\, “untuk misi\, sebenarnya Anda bisa mengambilnya dari papan yang ada di sana\, tapi karna Anda pendaftar baru\, ini misi – misi yang saya sarankan” kata resepsionis sambil mengeluarkan empat poster misi\, “pembasmian goblin\, mengumpulkan tanaman obat\, pengintaian area baru dan mengumpulkan kulit harbes\, emmm\, sepertinya aku bisa menyelesaikan semuanya hari ini\, kecuali pengintaian area” pikir arasi\, “aku ambil semuanya kecuali pengintaian area” kata arasi\, “tunggu sebentar tuan\, jika Anda gagal dalam misi\, Anda akan dikenakan denda” kata resepsionis\, “jadi ?” kata arasi\, “*menghela napas* baiklah\, tapi saya tidak tanggung jawab\, jika Anda gagal dalam misi\, tolong berikan kartu petualang Anda” kata resepsionis\, setelah itu arasi memberikan kartu petualangnya\, setelah arasi memberikan kartu petualangnya\, setelah itu\, resepsionis itu\, meletakan kartu petualang arasi di atas ketiga poster misi yang ingin arasi ambil\, terlihat kolom misi yang ada di kartu petualang arasi\, terisi dengan tiga misi tersebut setelah itu resepsionis itu mengembalikan kartu petualang arasi “ini kartu petualang Anda\, Anda bisa lihat di kartu itu\, ketiga misi yang Anda pilih tadi sudah tertera di kartu itu\, beserta batas waktunya\, jika Anda ingin melihat keterangan misinya\, Anda tinggal menekan misi yang Anda ingin lihat keterangannya\, di kartu petualang Anda\, setelah Anda menyelesaikan misinya\, misinya akan tercoret dengan tinta hijau\, sedangkan jika Anda gagal dalam misi\, misinya akan tercoret degan tinta merah\, setelah Anda menyelesaikan semua misinya\, harap kembali ke sini\, untuk melapor” kata resepsionis\, “ya\, terima kasi atas informasinya” kata arasi\, setelah itu arasi pergi meninggalkan guild untuk menyelesaikan misi yang dia ambil\, di dalam perjalanan\, arasi melihat keterangan dari misi – misi yang dia ambil “untuk misi pencarian tanaman obat dan pembasmian goblin\, ada di hutan ratau di sebelah barat kota\, sedangkan pengumpulan kulit harbes ada di gunung karfas yang ada di timur kota\, sepertinya aku menyelesaikan misi yang ada di sebelah barat dulu\, setelah itu baru aku menyelesaikan misi yang ada di timur” pikir arasi\, setelah itu arasi pergi ke gerbang barat kota\, setelah arasi sampai di sana arasi di hentikan oleh penjaga gerbang “tolong permitnya” kata penjaga gerbang\, setelah itu arasi memberikan kartu petualangnya\, “oh ternyata kau seorang petualang ya\, dan namamu.... tolong maaf kan saya atas ketidaksopanan saya\, saya tidak tahu Anda seorang bangsawan” kata penjaga gerbang\, “tidak apa – apa\, bisa kau beri tahuku\, berapa jauh hutan ratau” kata arasi\, “oh Anda sedang menjalankan misi ya\, untuk hutan ratau Anda tinggal ikuti jalan ini\, sejauh 10km\, setelah itu Anda belok kanan di persimpangan\, setelah Anda belek kanan Anda tinggal ikuti saja jalannya” jawab penjaga gerbang\, “oh\, terima kasi atas informasinya” kata arasi\, setelah itu penjaga gerbang\, mengembalikan kartu petualang arasi\, saat arasi hendak pergi\, penjaga gerbang itu berkata “tunggu sebentar tuan arasi\, apakah Anda tidak peluh kereta kuda\, perjalanan Anda cukup jauh loh” kata penjaga gerbang\, “tidak apa – apa\, itu tidak sejauh itu\, sampai perluh kereta kuda” kata arasi\, “oh maaf kan saya\, Anda boleh pergi sekarang” jawab penjaga gerbang dengan wajah ketakutan\, setelah itu arasi langsung pergi ke hutan ratau\, setelah arasi berjalan cukup jauh akhirnya arasi sapai di persimpangan yang di katakan penjaga gerbang tadi\, “emh\, kalau tidak salah belok kanan\, tapi aku tidak melihat hutan sama sekali” pikir arasi\, setelah itu arasi menggunakan skill pendeteksinya untuk mengetahui berapa jauh lagi\, “90km lagi ya\, emm aku tidak bisah langsung menggunakan skill teleport jika aku belum pernah ke sana\, sepertinya aku cuman bisa menggunakan Godspeed dan light step” pikir arasi\, setelah itu arasi mengaktifkan skill Godspeed miliknya\, terlihat tubuh arasi ditutupi oleh aura hijau\, setelah itu arasi menggunakan skill light step nya\, tidak sampai satu detik\, arasi sudah sampai di tengah hutan ratau\, “eeeeh\, bukannya ini sama saja dengan teleport” pikir arasi\, “ya sudahlah\, yang penting aku sudah sampai” setelah itu arasi menggunakan skill pendeteksinya untuk mengetahui lokasi goblin\, setelah arasi menggunakan skill pendeteksinya\, terlihat ada banyak sekali goblin tidak jauh dari posisi arasi\, tapi ada satu tempat\, di mana banyak sekali goblin berkumpul\, “eh\, kenapa mereka ada di satu tempat seperti itu\, apa ada desah goblin di dekat sini” pikir arasi\, setelah itu arasi pegi ke tempat berkumpulnya para goblin itu menggunakan kedua skillnya tadi\, setelah arasi sampai di dekat tempat berkumpulnya para goblin itu\, terlihat ada sebuah desah yang sangat besar\, terlihat banyak sekali goblin di sana\, “hemm\, sepertinya ini yang di sebut desah goblin\, welp\, sepertinya ini hari yang sial untuk ras mereka” pikir arasi\, setelah itu arasi mengeluarkan dua sabitnya dan dengan kedua skillnya tadi\, arasi langsung melesat ke tengah – tengah desah itu\, setelah itu arasi\, menonaktifkan kedua skilnya tadi dan langsung menggunakan skill Shukuchi untuk mengunci aras seranganya ke seluruh goblin yang ada di sana\, setelah itu arasi langsung melesat ke goblin pertama dan langsung membunuhnya dengan satu tebasan\, setelah arasi membunuhnya arasi melesat ke goblin kedua\, ketiga\, keempat dan seterusnya\, kecepatan arasi semakan meningkat seiring goblin yang dia bunuh\, karena pasif skill Shukuchi\, semakin banyak serangan dan target yang terbunuh\, semakin tajam dan cepat senjata dan pergerakan penggunanya\, tidak perlu waktu yang lama\, desa yang awalnya di tinggali oleh banyak sekali goblin\, sekarang menjadi desah mati\, “hmm\, itu cepat\, welp\, sepertinya sudah semua\, hem kenapa masih ada titik di skill pendeteksiku”  pikir arasi\, setelah itu  arasi langsung menghampiri gubuk yang ada titik biru di skill pendeteksi arasi\, terlihat bahwa gubuk itu adalah gubuk paling besar di desah itu\, setelah itu arasi masuk ke gubuk itu\, dan mencari lokasi titik biru itu\, ternyata titik biru itu berasal dari kotak yang di tutupi oleh kain\, setelah itu arasi membuka kain itu\, ternyata di dalam kain itu adalah sebuah kandang yang berisi kucing berwarna puti\, dan memiliki mata hijau dan biru\, “seekor kucing ?\, kenapa ada kucing di desah goblin ?” pikir arasi\, setelah itu kucing itu bangun dan langsung mundur di sudut kandang itu “kenapa ada manusia di sini” kata kucing itu\, “tunggu\, kucing ini bisa bicara” pikir arasi\, setelah itu arasi menggunakan skill penilaiannya ke kucing itu\, setelah itu muncul status dari kucing itu “hemm\, seekor ‘bakeneko’ ha?\, kalau tidak salah\, bakeneko itu adalah moster yang berbentuk kucing yang biasanya di jadikan peliharaan oleh para penyihir\, karna kemampuannya untuk menggunakan sihir\, dan juga dia bisa berubah menjadi manusia\, karena itu para penyihir menjadikannya peliharaan\, karena dia bisa membantu dalam pertempuran dan pekerjaan rumah\, hemm apa aku gunakan skill tamer milikku ya” pikir arasi\, “jadi kenapa bakeneko sepertimu ada di desah goblin ?” tanya arasi\, “tunggu\, kau bisa mengerti perkataanku\, padalah aku menggunakan bahasa rasku” jawab kucing itu\, “yap\, aku bisa seluruh bahasa\, jadi\, bagai mana kau bisa ada di sini?” kata arasi\, “seperti yang kau lihat\, aku ini bakeneko\, tuanku di bunuh oleh para goblin di sini\, saat kami sedang menjalankan misi” kata kucing itu\, “jadi mau membuat kesepakatan” kata arasi\, “kesepakatan?” kata kucing itu\, “yap\, aku akan membebaskanmu dari sini\, sebagai gantinya\, kau akan menyerahkan jiwa milikmu kepadaku\, dan mengabdi kepadaku\, jadi\, apa keputusanmu” kata arasi\, setelah itu kucing itu terlihat mempertimbangkan kesepakatan yang arasi berikan\, “aku setuju” kata kucing itu\, setelah itu kucing puti itu tiba – tiba kesakitan setelah menyetujui kesepakatan yang arasi berikan\, terlihat sebuah simbol terukir di wajah dari kucing itu\, setelah simbol itu terukir secara sempurna\, kucing itu pun berhenti kesakitan\, setelah arasi melihat bahwa simbol dari sigil miliknya sudah ada di wajah kucing itu\, arasi langsung menghancurkan kandang kucing itu\, setelah itu mengarahkan telapak tangannya ke arah kucing itu dan berkata “mulai sekarang namamu adalah yuri\, dan kau akan melayaniku di kehidupanmu maupun kematianmu”  kata arasi\, setelah itu kucing itu membungkuk ke arah arasi dan berkata “aku yuri\, dengan tubuh dan jiwa ini\, saya akan melayani Anda di kehidupan maupun kematian” kata yuri\, setelah itu terlihat nama yuri muncul di status arasi sebagai hewan peliharaan\, setelah itu arasi dan yuri pun pergi keluar dari gubuk itu dan mengumpulkan bangkai goblin yang arasi bunuh\, setelah arasi dan yuri selesai memasukkan semua bangkai goblin itu\, ke inventory arasi\, yuri pun bertanya ke arasi\, “tuan\, kenapa makhluk seperti Anda bisa ada di sini” tanya yuri\, “apa maksudmu ?” kata arasi\, “kami para bakeneko\, saat kami menjalankan kontrak dengan seseorang\, kami bisa melihat isi hati orang itu\, tapi saat Anda menggunakan skill tamer Anda\, yang saya lihat hanya jurang gelap yang tak berujung\, itulah saya ragu bahwa Anda adalah seorang manusia\, dan perjanjian yang Anda buat sebelum Anda menggunakan skill tamer Anda\, itu perjanjian apa?”  tanya yuri\, “oh\, aku tidak tahu bakeneko bisa melakukan itu\, dan untuk perjanjian yang kau katakan\, seperti yang kukatakan tadi\, itu adalah kesepakatan\, agar saat kau mati\, jiwamu akan langsung di pindahkan ke kastelku” jawab arasi\, “kastel ?” tanya yuri\, “yap” jawab arasi\, “jadi aku tidak bisa lagi di kategorikan sebagai makhluk hidup ya ?” tanya yuri\, “yap” jawab arasi\, “oh” kata yuri\, “kenapa ?\, apa kau menyesal membuat kesepakatan denganku” tanya arasi\, “tidak\, saya tidak menyesal sama sekali\, saya malah merasa beruntung karna membuat kesepakatan dengan Anda” jawab yuri\, “welp\, aku masih ada misi lain\, jadi lebih baik kita mulai berjalan” kata arasi\, “misi\, apakah Anda adalah seorang petualang” kata yuri\, “yap” kata arasi\, setelah itu arasi langsung menggunakan skill pendeteksinya untuk mencari tanaman obat\, setelah arasi sudah menemukan lokasi – lokasi tanaman yang ingin dia ambil\, arasi berkata “yuri\, kau naik ke pundakku\, dan pegangan yang erat karna akua mau mulai berjalan” kata arasi\, setelah itu yuri pun naik ke pundak arasi\, setelah yuri sudah naik ke pundak arasi\, arasi pun menggunakan kedua skillnya untuk pergi ke lokasi pertama dari tanaman obat\, setelah sampai di lokasi tanaman obatnya\, yuri pun turun dari pundak arasi\, dan langsung muntah\, “*suara muntah* itu tadi apa tuan” tanya yuri\, “oh\, itu salah satu skill milikku” jawab arasi\, setelah itu arasi langsung ingin mengambil tanaman obat yang ada di depannya\, “tunggu sebentar tuan\, menurut saya\, lebih baik Anda menggunakan skill penilaian Anda dan skill penyimpanan Anda sekaligus\, ke arah tanaman itu” kata yuri\, arasi yang mendengar perkataan yuri\, mengurungkan niatnya mengambil tanaman obat itu\, dan berkata “kenapa ?” kata arasi\, “jika Anda menggunakan skill penilaian Anda dan skill penyimpanan Anda\, saat jendela penilaiannya muncul\, di pojok kiri bawah dari jendela itu\, nanti ada simbol tas\, ketika Anda menekan simbol itu\, tanamnya akan langsung masuk ke inventory Anda\, dengan keadaan yang lebih baik\, dari pada Anda memanennya secara manual” jawab yuri\, “kenapa kau tahu aku ada skill penyimpanan ?” kata arasi\, “oh\, itu\, karna aku melihat Anda memasukkan bangkai moster – moster tadi\, dengan hanya mengarakan tangan Anda ke arah bangkai moster itu” jawab yuri\, setelah itu arasi langsung mencoba teori yuri\, dan berhasil\, sesuai dengan perkataan yuri\, tanaman yang arasi panen dengan kedua skillnya\, memiliki seratus persen kelengkapan\, setelah itu arasi dan yuri\, mulai memanen semua tanaman obat yang dia dapatkan\, setelah selesai\, arasi dan yuri langsung berteleport ke kamar arasi di penginapan\, “apa kita di penginapan yang Anda tempati” tanya yuri\, “yap” kata arasi\, setelah itu arasi dan yuri keluar dari kamar itu untuk pergi ke gerbang timur\, saat arasi mau turun ke lantai satu penginapan arasi\, bertemu dengan lia\, “eh\, sejak kapan Anda kembali\, dan dari mana Anda memungut kucing itu” tanya lia\, “aku baru saja kembali\, dan kucing ini adalah seorang bakeneko\, namanya yuri” jawab arasi\, “yap\, namaku yuri\, salam kenal” kata yuri sambil menjulurkan tangannya\, “ehhh\, lucunya” kata lia sambil menjabat tangan yuri\, setelah itu lia akhirnya sadar bahwa dia terlalu dekat dengan arasi dan tiba – tiba menjauh\, dan berkata “saya mintak maaf tuan\, kalau saya terlalu dekat” kata lia dengan muka panik\, “tidak apa” kata arasi\, yuri yang melihat kejadian itu cuman duduk di pundak arasi dengan kebingungan\, “oiya\, kalau yuri adalah seorang bakeneko berati Anda adalah seorang penyihir\, ya?” tanya lia\, “tidak\, aku bukan penyihir\, aku memang bisa menggunakan sihir\, tapi aku lebih sering bertarung jarak dekat\, jadi aku bukan seorang penyihir” jawab arasi\, “owh\, emmm\, ngomong – ngomong\, kita belum berkenalan\, namaku lia” kata lia\, “namaku arasi” kata arasi\, “emmmm\, oiya\, ngomong -ngomong Anda mau ke mana\, padahal Anda baru saja kembali” tanya lia\, “aku mau ke gunung karfas\, karna masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan di sana” jawab arasi\, “oh kalau begitu\, semoga beruntung” kata lia\, “terima kasi?”  kata arasi\, setelah itu arasi dan yuri pergi meninggalkan penginapan untuk pergi ke gerbang timur\, sesampainya arasi di gerbang timur\, arasi di hentikan oleh penjaga gerbang di sana\, “premit” kata penjaga itu\, setelah itu arasi memberikan kartu petualang miliknya\, setelah penjaga memeriksa kartu petualang milik arasi\, penjaga itu memberikan kembali kartu petualang arasi dan berkata “oke\, Anda sudah bisa pergi sekarang” setelah itu arasi mengambil kartu petualangnya\, setelah itu arasi dan yuri pergi\, setelah pergi sekitar 2km dari gerbang kota arasi mengaktifkan skill pendeteksi miliknya\, yuri yang bingung kenapa arasi tiba – tiba berhenti\, bertanya kepada arasi “tuan\, kenapa kita berhenti di sini” tanya yuri\, “aku sedang mencari lokasi pasti dari gunung karfas\, sekaligus mencari lokasi pasti di mana moster yang perlu kuburu” jawab arasi\, “owh” kata yuri\, setelah arasi menemukan lokasi pasti gunung karfas dan lokasi pasti dari moster yang ingin dia buruh\, arasi langsung menggunakan kedua skill miliknya untuk pergi ke gunung itu\, setelah arasi dan yuri\, sampai ke gunung karfas\, arasi langsung menggunakan skill wind step\, untuk mendaki gunung itu\, setelah arasi sampai 10m dari tempat yang ingin dia tujuh\, arasi pun berhenti\, untuk mengintai buruannya\, terlihat sekawanan makhluk yang mirip bison\, tapi memiliki badan sebesar gajah\, dan memiliki tanduk yang berkilau\, ada di padang rumput\, yang berjarak 10m dari tempat arasi berpijak\, “eh\, jadi ini yang namanya harbes\, menurut misinya aku perlu mengulitinya\, sepertinya aku perlu menggunakan soul break” pikir arasi\, setelah itu arasi mengunci pandangannya ke kawanan harbes tersebut\, setelah itu\, arasi langsung menggunakan skillnya\, seketika seluruh kawanan harbes itu mati tanpa terluka sedikit pun\, yuri yang melihat kawanan moster itu tiba – tiba mati\, bertanya kepada arasi\, “tuan\, apakah Anda yang melakukannya” kata yuri\, “yap\, lebih baik kita cepat ke sana dan menguliti mereka” jawab arasi\, setelah itu arasi langsung pergi ke tempat bangkai kawan harbes itu berada\, setelah arasi dan yuri sudah sampai ke tempat kawanan harbes tersebut\, arasi pun menonaktifkan skill god steap miliknya\, setelah itu arasi langsung mengelirkan ‘Qi’ miliknya ke dua jarinya\, untuk membuat pisau bedah untuk menguliti kawanan moster itu\, yuri terkejut karna arasi bisa menggunakan ‘Qi’ “tunggu sebentar tuan\, kenapa Anda bisa menggunakan ‘Qi’ padahal Anda bisa menggunakan ‘mana’ ?” tanya yuri\, “apakah itu hal yang aneh ?” kata arasi\, “sebenarnya tidak juga\, tapi biasanya saat orang berlatih untuk menggunakan ‘Qi’\, ‘mana’ yang ada di tubuh mereka akan menipis seiring ‘Qi’ yang bertambah\, melihat Anda bisa memadakan ‘Qi’ seperti itu\, berarti jumlah ‘Qi’ di dalam tubuh Anda pasti sangat banyak\, seharusnya Anda tidak bisa lagi menggunakan mana\, karna mana Anda sudah termakan oleh ‘Qi’\, tapi Anda masih bisa menggunakan skill yang menggunakan banyak ‘mana’\, seperti teleport” kata yuri\, “mungkin karna aku mengganti inti mana milikku” kata arasi\, “apa!\, mengganti inti mana\, bagai mana?” kata yuri dengan wajah terkejut\, “ceritanya panjang” kata arasi\, setelah itu arasi menguliti seluruh kawanan harbes itu\, saat arasi selesai menguliti salah satu harbes tersebut\, yuri bertanya kepada arasi “tuan\, lebih baik Anda memisahkan daging\, tulang dan tanduknya\, sebelum Anda memasukkannya ke inventory” kata yuri\, “kenapa ?” kata arasi\, “jika Anda menjualnya sekali gus\, harga pasar akan menurun\, dan juga tulangnya cukup mahal kalau di jual terpisah\, karna tulang harbes biasanya digunakan untuk bahan pembuatan aksesoris\, jadi jika Anda memisahkannya\, harganya lebih tinggi” kata yuri\, “sebenarnya aku tidak membutuhkan uang lagi\, sepertinya aku akan mendapatkan bahan untuk menguji coba skill pengrajin milikku” pikir arasi\, setelah itu arasi memisahkan seluhur bagiannya dari kawanan harbes tersebut\, dan membakar seluruh jeroannya\, setelah arasi selesai memutilasi kawanan harbes tersebut\, arasi pun memasukkan semua daging\, tulang dan tanduk harpes tersebut ke dalam inventory miliknya\, “yuri\, apa goblin juga ada bagian yang bisa di pisahkan” kata arasi\, “kalau untuk jenis goblin biasa\, kesatria goblin\, dan goblin penunggang\, sebenarnya Anda cuman bisa menjual kukuh dan telinga kanannya\, tapi untuk jenis jenderal goblin ke atas\, Anda bisa menjual perlatan mereka ke pandai besi\, dan terkadang di dalam tubuh mereka ada mana kristal yang biasanya digunakan untuk membuat alat sihir” kata yuri\, arasi yang mendengar itu\, langsung mengeluarkan semua mayat goblin yang dia punya\, dan mulai membedahnya\, setelah selesai membedah seluruh goblin itu\, arasi mengambil beberapa kain goblin\, yuri sangat kebingungan melihat arasi mengambil kain goblin bekas di tumpukan mayat goblin itu\, “tuan arasi kenapa Anda mengumpulkan kain – kain goblin itu\, kain itu tidak bisa di jual” kata yuri\, “oh ini\, aku hanya mau mencoba sesuatu” jawab arasi\, setelah itu arasi meletakkan seluruh kain goblin yang dia kumpulkan\, ke satu tempat\, setelah itu arasi mengarakan telapak kanannya ke arah tumpukan kain goblin itu\, “kalu tidak salah\, tinggal memikirkan apa yang ingin kubuat” pikir arasi\, setelah itu seketika seluruh kain tersebut menjadi sejumlah karung kain dan beberapa kantong kain\, “kenapa Anda membuat karung dan kantung kain\, Anda kan sudah memiliki skill inventory\, dan lagi itu terlalu kotor untuk menyimpan barang” kata yuri\, setelah itu arasi mengaktifkan skill clean miliknya untuk membersihkan seluruh karung kain itu\, terlihat\, seluruh karung kain\, yang awalnya berwarna coklat\, karna kotor\, menjadi puti bersih\, “tunggu tuan\, apa yang Anda lakukan?\, bagai mana Anda membuat kain goblin yang terkenal tidak bisa di bersihkan\, menjadi sebersih ini” kata yuri\, “kau bilang itu terlalu kotor kan\, jadi aku membersihkannya” jawab arasi\, setelah itu arasi mengorganisir seluruh jarahnya tadi ke karung dan kantong kain yang dia buat tadi\, setelah arasi mengorganisir seluruh hasil jarahnya\, arasi pun memasukkan seluruh karung dan kantong kain yang itu kembali ke inventornya\, “oh jadi Anda membuat kantong dan karung kain itu\, untuk mengorganisir jarahan milik Anda\, agar Anda mudah menjualnya” kata yuri\, “yap” kata arasi\, setelah arasi menyelesaikan semua misinya\, arasi dan yuri pun kembali ke kamar arasi di penginapan\, menggunakan skill teleport milik arasi\, setelah itu arasi dan yuri langsung pergi mau pergi ke guild petualang\, saat arasi membuka pintu kamarnya\, terlihat lia yang sedang mengganti lilin di depan setiap kamar\, lia yang melihat arasi keluar dari kamarnya\, langsung menghampiri arasi dan bertanya\, “tuan arasi\, sejak kapan Anda kembali\, dan lagi apa Anda sudah mau pergi lagi?” tanya lia\, “yap\, oiya\, kau sedang apa?” tanya arasi\, “oh\, aku sedang mengganti lilin di setiap pintu kamar\, karna sebentar lagi mau malam\, oiya Anda tidak menjawab pertanyaan saya tadi\, sejak kapan Anda kembali?” kata lia\, “aku baru saja kembali” kata arasi\, “bukannya itu jawaban yang sama saat saya bertemu Anda tadi” kata lia\, “benarkah ?” kata arasi\, “*menghela napas* baiklah kalau begitu tuan arasi\, sayang mau lanjut mengganti lilin” kata lia\, setelah itu lia langsung pergi untuk mengganti lilin di setiap pintu kamar\, yang lilinya belum diganti\, setelah itu arasi dan yuri pun pergi ke guild petualang\, sesampainya mereka di guild petualang\, arasi pun menghampiri\, meja resepsionis\, terlihat resepsionis yang menyambut arasi bukanlah resepsionis yang menguji arasi\, “ada apa tuan\, apa ada yang bisa saya bantu” kata resepsionis itu\, “aku mau melaporkan misi” kata arasi sambil mengeluarkan dua buah karung kulit besar\, satu karung kulit yang panjang dan satu kantong kulit\, yang diletakkan arasi di atas meja resepsionis “boleh saya melihat kartu petualang Anda” kata resepsionis itu\, setelah itu arasi langsung memberikan kartu petualangnya\, setelah arasi resepsionis itu mengecek setiap karung dan kantong kain yang ada di meja resepsionis\, setelah itu\, resepsionis pergi ke pintu di belakang meja resepsionis\, setelah beberapa menit\, akhirnya resepsionis itu kembali\, sambil membawa satu kantong kulit ukuran sedang\, “ini adalah kartu guild Anda\, dan ini uang dari material dan hadiah penyelesaian misi Anda” kata resepsionis itu sambil memberi kartu guild dan kantong yang dia bawak tadi\, setelah itu arasi langsung mengambil kantong itu dan memasukkannya ke inventorynnya\, saat arasi ingin memasukkan kembali kartu petualangnya\, arasi menyadari\, huruf besar yang ada di kartu petualang arasi berubah\, yang awalnya hurufnya adalah ‘E’\, sekarang menjadi ‘B’\, “hmmm\, kenapa hurufnya berubah\, oiya aku belum membaca buku pedoman guild\, karna aku terlalu sibuk\, mungkin ada penjelasan tentang huruf yang berubah ini\, dibuku pedoman guild” pikir arasi\, setelah itu arasi memasukkan kembali kartu petualangnya\, ke dalam inventory miliknya\, setelah itu arasi dan yuki pegi meninggalkan guild tersebut\, saat di perjalanan pulang ke penginapan yuri bertanya kepada arasi yang sedang membaca buku pedoman guild\, “Anda membaca apa tuan?” tanya yuri\, “oh\, aku sedang mencari tahu kenapa huruf yang ada di kartu guild milikku\, berubah” kata arasi\, “huruf ?” kata yuri\, “yap\, huruf yang paling besar di kartu guild mikku tadi berubah\, yang awalnya ‘E’\, menjadi ‘B’\, kau tahu sesuatu tentang itu yuri?” kata arasi\, “owh\, huruf itu adalah tingkatan rank\, tuan” kata yuri\, “rank?” kata arasi\, “yap\, rank\, tingkatan rank itu mulai dari ‘E’ sampai ‘A’ secara reguler\, dan untuk beberapa kasus\, seperti sage dan pahlawan\, mereka biasanya di tingkat ‘S’\, tunggu sebentar\, sudah berapa lama Anda menjadi petualang ?” kata yuri\, “baru tadi siang” kata arasi\, “tunggu sebentar\, Anda baru tadi siang bergabung dengan guild petualang dan Anda dinaikkan ke rank ‘B’\, jadi tentang rank ‘E’ tadi\, itu bukan bercanda” pikir yuri\, “yap” kata arasi\, “*menghela napas* setidaknya aku sudah mulai terbiasa dengan hal – hal seperti ini” kata yuki\, karena arasi suda tahu bahwa itu rank\, arasi pun menutup bukunya dan melanjutkan perjalanannya kembali ke penginapan.


Setelah arasi dan yuki sampai di penginapan, arasi dan yuki pun pergi menghampiri meja resepsionis, “oh Anda sudah kembali ya, Anda yang bisa saya bantu tuan?” tanya ayah lia, “aku mau mengganti kamarku untuk dua orang” kata arasi, “oh, maaf tuan, seluruh kamar untuk dua orang sedang penuh, dan kalau boleh tahu, kenapa Anda mau mengganti kamar Anda untuk dua orang” kata ayah lia, “oh, itu karna aku sekarang tinggal dengan yuri” kata arasi, “eh yuri?” kata ayah lia, “itu aku, salam kenal tuan resepsionis” kata yuri, “wow, kucing itu bisa bicara, apa dia seorang bakeneko, tuan?” kata ayah lia, “yap, itulah mengapa aku mau mengganti kamarku” kata arasi, “kalau begitu, bagai mana Anda menambah jumlah porsi makan saja tuan, Anda hanya perlu membayar 1 koin perak” kata ayah lia, “hmm, itu ide yang bagus” kata arasi, setelah itu arasi mengambil 1 koin perak dari inventory miliknya, dan memberikannya kepada ayah lia, “baiklah tuan, nanti saya beri tahu lia, untuk selalu menyediakan dua porsi untuk Anda, oiya, untuk makan malam Anda tidak perlu ke bawah, karna nanti lia akan mengantarkannya ke kamar Anda” kata ayah lia, “oh, terima kasi atas informasinya” kata arasi, “semoga malam Anda menyenangkan” kata ayah lia, “ya, terima kasi” kata arasi, setelah itu arasi dan yuri pun, pergi ke kamar arasi.


Sesampainya mereka di kamar, yuri pun turun dari pundak arasi, “jadi apa yang akan kita lakukan tuan” kata yuri, “tidur” kata arasi sambil berjalan ke arah tempat tidur, “eh, padahal ini belum malam” kata yuri, “aku merasa ada hal yang tidak kusuka, akan terjadi, itulah kenapa aku mau istirahat” jawab arasi sambil berbaring di tempat tidur, “oh, baiklah kalau begitu” kata yuri sambil melompat ke atas tempat tidur, setelah itu arasi pun tidur bersama dengan yuri, setelah mereka tertidur sekitar dua jam, arasipun terbangun karna, ada surah yang berisik, setelah itu arasi bangun dari tempat tidurnya dan pergi meninggalkan yuri yang masih tertidur, saat arasi ada di dekat tangga terdengar suara orang yang sedang berteriak, “sekali lagi saya akan menegaskan, kami ke sini hanya ingin membawa abyssalis arasi, jadi lebih baik kau beri tahu kami di mana dia” kata surah itu, “aku di sini” kata arasi yang ada di belakang suara itu, terlihat ternya suara itu berasal dari para kesatria yang sedang mencari arasi, mendengar perkataan arasi, kesatria yang awalnya menghadap ke meja resepsionis, langsung berbalik ke arah arasi, “apa kau yang namanya arasi” kata kesatria yang ada di depan meja resepsionis, “ya itu aku, dan siapa kau” kata arasi, “nama saya adalah rafael. Saya adalah wakil ketua kesatria suci, kami di sini untuk membawamu ke kantor kesatria suci, atas tuntutan kasus pencurian material, jadi lebih baik kau ikut dengan kami, tanpa perlawanan” kata rafael, “tentu jasa, kenapa tidak” kata arasi, setelah itu arasi dibawa pergi oleh rombongan kesatria itu, ke kereta kuda mereka yang di parkirkan di depan pintu penginapan yang terbuka, lia yang melihat arasi ining di bawak oleh kesatria itu, langsung lari ke arah mereka dan berkata “tunggu sebentar, bukannya ini aneh, kenapa kesatria suci yang mengurusi, masalah seperti ini, bukannya badan keamanan setempat yang mengurusi masalah ini” kata lia, “lia harusnya kau tidak berkata seperti ini” bisik ayah lia  sambil menarik lia, “kami hanya menjalankan perintah dari ketua kesatria suci, jadi lebih baik jangan melakukan tindakan yang tidak diperlukan, kalau tidak ingin ada darah yang tumpah” kata rafael, setelah itu, para kesatria itu pergi dengan membawa arasi, ke markas kesatria suci.

__ADS_1


Di sisi lain\, alfas yang sedang berjalan pulang dari gudang penyimpanan guild\, karna sudah malam\, mendengar dua wanita sedang bergosip “kau dengar ada seseorang yang ditangkap oleh kesatria suci” kata wanita pertama\, “iya\, aku tidak tahu kenapa orang itu di tangkap\, tapi dia cukup tampan\, dan pakainya sangat rapi\, mungkin dia bangsawan yang di kabur” jawab wanita kedua\, “tampan?\, bangsawan?\, jangan – jangan\, naaa\, itu tidak mungkin” pikir alfas\, “iya\, kalau tidak salah namanya ara\, aras\, apalah gitu\, emm aku tidak ingat” kata wanita pertama\, “aras?\, tidak\, masih banyak orang yang namanya berawalan dengan aras\, mungkin araspi\, atau arasta\, atau mungkin araspatan\, tidak mungkin itu arasi\, iya itu tidak mungkin” pikir alfas\, “bukan aras\, tapi arasi” jawab wanita kedua\, seketika alfas terhenti\, “oh iya benar\, namanya arasi\, abyssalis arasi kan” kata wanita pertama\, alfas yang mendengar nama arasi di sebut\, tanpa pikir panjang langsung berlari dengan kecepatan penuh\, ke arah markas kesatria suci\, sesampainya alfas di markas kesatria suci\, alfas langsung mendobrak seluruh pintu\, sampai ke ruangan interogasi\, di mana tempat arasi di tahan\, terlihat arasi yang sedang di pegang kerah oleh seorang kesatria suci wanita\, alfas yang melihat itu langsung meremas lengan dari kesatria suci itu dan berkata “woy freya\, kenapa ketua kesatria suci sepertimu menginterogasi salah satu petualangku\, apakah kesatria suci sangat menganggur\, sampai – sampai ketua kesatria suci sepertimu\, menginterogasi anggota guildku\, ha?” teriak alfas\, mendengar perkataan dari alfas\, freya pun langsung melepaskan arasi\, dan menepis tangan alfas menggunakan tangan kirinya\, setelah itu freya langsung memegang kerah baju alfas\, alfas yang melihat kerah bajunya di cengkeram\, langsung membalas memegang kerah baju freya\, “kau sendiri kenapa di sini alfas\, kenapa ketua dari guild petualang repot – repot datang kesini hanya karna satu petualang” kata freya\, setelah itu\, seorang kesatria datang dari pintu yang di dobrak oleh alfas\, dengan tergesa – gesa\, “*napas yang terengah – engah* ketua ada penyusup yang ma” kata kesatria itu\, sebelum terhenti\, karna terkejut melihat alfas dan freya yang sedang saling memegang kerah baju\, “cepat keluar\, aku yang mengatasi ini” kata freya sambil menatap alfas\, “ada apa\, kau takut mainanmu rusak\, karna melawanku” kata alfas\, setelah itu mereka berdua langsung mengeluarkan aura membunuh mereka\, kesatria yang merasakan aura membunuh dari alfas dan freya\, langsung dengan perlahan mundur dan menutup pintu ruang interogasi\, “apakah aku sudah boleh pergi?” kata arasi\, alfas yang mendengar perkataan arasi\, langsung menepis tangan freya\, dan langsung menghampiri arasi “tentu saja Anda boleh pergi sekarang\, serahkan saja masalah ini kepada saya tuan arasi” kata alfas\, freya mendengar perkataan alfas\, langsung memegang bahu alfas dan berkata “kau kira kau siapa\, ha?” kata freya\, setelah itu alfas langsung menepis tangan freya dan berkata “kau sendiri siapa ha?\, atas dasar apa kesatria suci menangkap tuan arasi” kata alfas\, sambil menatap freya\, “dia digugat atas kasus pencurian material” kata freya\, “pencurian material\, jika kau mau bilang\, material yang di jual tuan arasi ke guild petualang adalah hasil curian\, kau salah besar” kata alfa\, “kalau begitu kenapa dia tidak melawan kami saja para kesatria suci\, kalau dia memang mengalahkan seluruh moster itu\, seharusnya kau tidak perlu khawatir\, kecuali kau juga terlibat” kata freya\, “baiklah\, kalau kalian hanya ingin bukti\, aku tidak masalah melawan kalian semua” kata arasi\, setelah itu arasi\, alfas dan seluruh pasukan dari kesatria suci kota rosatin\, pergi ke koloseum kota\, sesampainya ke koloseum kota\, arasi langsung di berikan pedang kayu oleh staf koloseum\, setelah itu\, arasi pun memasuki arena pertarungan melalui gerbang selatan dari koloseum\, terlihat\, alfas dan freya\, yang duduk di kurisi penonton\, di koloseum itu\, setelah itu gerbang sebelah barat terbuka\, dari gerbang itu\, keluar seorang kesatria suci dengan armor lengkap\, memegang pedang kayu yang sama seperti milik arasi\, setelah itu kesatria suci itu pun memasuki arena pertarungan\, setelah bel berbunyi\, tanda pertarungan dimulai\, kesatria suci itu langsung melesat ke arah arasi\, untuk menebas arasi\, arasi yang melihat arah tebasan dari kesatria itu\, langsung mengayunkan pedangnya ke arah pedang kesatria itu\, yang membuat kesatria itu terpental keluar arena\, freya sangat terkejut melihat salah satu pesukkannya di kalahkan dengan satu ayunan dari pedang arasi\, setelah itu satu persatu dari pasukan kesatria suci\, bertarung melawan arasi\, tapi tidak satu pun dari mereka yang berhasil menahan ayunan pedang arasi\, setelah seluruh pasukan kesatria suci di kalahkan\, dari gerbang barat terlihat wakil ketua kesatria suci kota rosatin\, memasuki arena pertarungan\, “jangan sombong dulu\, hanya karna kau mengalahkan bawahanku\, akan kuberi perlihatkan kepadamu kekuatan dari kesatria suci yang sebenarnya” kata wakil ketua kesatria suci\, setelah bel berbunyi\, kesatria suci itu pun langsung menghunuskan pedangnya ke langit\, yang membuat langit malam yang dipenuhi bintang\, tertutupi dengan awan petir\, setelah itu kesatria itu menebaskan pedangnya ke arah arasi dan berteriak “judgment” seketika dari atas langit muncul petir yang sangat besar yang menyambar ke arah arasi\, “tunggu sebentar\, apa – apaan itu tadi\, kenapa pasukanmu menggunakan” kata teriak alfas\, “apa maksudmu\, kapan aku bilang ini duel pedang” kata freya\, di sisi lain arasi yang terkena skill dari wakil ketua kesatria suci\, hanya berdiri di tempatnya\, tanpa terluka sedikit pun\, wakil ketua kesatria suci itu pun\, yang melihat serangannya tidak berdampak sama sekali\, langsung berteriak “apa – apaan kau in” teriak kesatria suci sebelum dia pingsan\, bersamaan dengan pedang kayu arasi yang tiba – tiba hancur\, “hahaha\, kau sudah liat kan bahkan wakil ketua pasukan sucimu itu tidak bisa menggores arasi sama sekali” kata alfas dengan sombongnya\, setelah itu freya berdiri dari tempat duduknya dan pergi\, “woy tunggu sebentar mau ke mana kau” kata alfas\, setelah itu tim medis datang untuk membawa tubuh wakil ketua kesatria suci\, setelah tim medis membawa tubuh wakil ketua kesatria suci\, dari gerbang barat terlihat\, freya yang mengenakan armor lengkap yang berwarna keemasan yang terbuat dari Orichalcum murni\, sambil membawa pedang sucinya dan helm dari armor miliknya\, “apakah ****** itu tidak puas sampai dia sendiri yang harus menghadapi tuan arasi” pikir alfas\, setelah freya memasuki arena\, freya pun berkata\, “lebih baik Anda mengambil senjata baru” kata freya\, “tidak apa – apa\, aku tidak terlalu membutuhkan senjata” kata arasi\, “sebelumnya aku mohon maaf atas ketidaksopananku\, karna meremkanmu\, tapi aku tidak akan mengalah hanya karna kau tidak menggunakan senjata\, aku lionheart freya akan menghancurkan kesombonganmu itu” kata freya sambil mengenakan helmnya\, setelah itu freya mengambil posisi bertarungnya\, setelah bel berbunyi\, freya langsung mengaktifkan seluruh skill buff dan pasifnya\, tidak hanya itu\, freya sampai mengaktifkan senjata sucinya\, yang membuat pedang miliknya memancarkan cahaya puti\, setelah itu freya langsung melesat dengan sangat cepat ke arah arasi\, dan melancarkan serangannya\, arasi yang melihat freya yang ingin menyerangnya tidak tinggal diam\, arasi pun mengaktifkan Dancer Skill miliknya “advanced dance skills\, invincible fool\, aden” kata arasi\, freya yang ingin menebas arasi langsung di hindari oleh arasi dengan Dancer skill miliknya\, freya yang melihat serangannya di hindari oleh arasi\, langsung mengaktifkan skill berpedangnya “god sword\, flower bloom” kata freya\, dengan skill miliknya\, freya langsung melancarkan ribuan tebasan ke arah arasi dengan sangat cepat\, tapi sayangnya tidak ada satu pun serangan dari freya yang mengenai arasi\, freya yang mulai geram\, karena seluruh serangannya di hindari oleh arasi\, langsung berteriak\, “apakah kau hanya bisa menghindar saja\, di mana kesombonganmu tadi” teriak freya\, arasi yang mendengar perkataan freya langsung mengambil momen saat skill milik freya akan habis\, dan mengganti posisi bertahannya\, ke posisi menyerang dan langsung melancarkan satu pukulan depan\, freya yang terkena efek samping dari skill flower bloom\, membuat tubuhnya menjadi berat\, yang membuat freya tidak bisa menghindari serangan arasi\, dan akhirnya terkena serangan arasi\, yang membuat armor milik freya lasung hancur berkeping – keping\, di saat bersamaan efek samping dari skill flower bloom telah memudar\, yang membuat freya langsung menjaga jarak dari arasi\, setelah freya menjaga jarak dari arasi\, freya langsung membuat tuju tiruan dari dirinya menggunakan salah satu kemampuan dari pedang sucinya\, setelah itu\, ketujuh tiruan dari freya langsung melesat ke arah arasi\, arasi yang melihatnya\, langsung membunuh satu persatu tiruan itu\, saat arasi membunuh tiruan yang terakhir\, terlihat freya yang asli sudah ada di depan arasi\, dengan pedang sucinya yang di lapisi oleh cahaya keemasan\, dan langsung ingin menebas arasi\, arasi yang melihat itu langsung ingin menghindar\, tapi sayangnya arasi di tahan oleh empat tiruan freya yang tiba – tiba muncul di belakang arasi\, karna arasi tidak bisa menghindari serangan freya\, pedang freya pun langsung mengenai wajah arasi\, saat pedang itu mengenai wajah arasi\, tiba – tiba pedang itu langsung hancur berkeping – keping\, freya yang melihat pedang miliknya hancur\, langsung kehilangan fokusnya\, yang membuat\, kendalinya terhadap tiruannya berkurang\, arasi yang melihat kesempatan itu\, langsung membunuh keempat tiruan itu\, setelah arasi membunuh keempat tiruan freya\, arasi pun langsung melancarkan tendangan ke arah freya\, yang membuat freya terpental dan akhirnya menabrak dinding koloseum\, yang membuat freya muntah darah\, karena terkena serangan langsung\, dari arasi\, para tim medis yang melihat freya sekarat\, langsung menghampiri freya untuk mengobatinya\, arasi yang masih berdiri di atas arena\, menyadari bahwa ada goresan sangat kecil di pipinya “hmmm\, *memegang pipi* dia bisa menggoresku\, itu menarik\, walaupun dia tidak bisah membuatku berdarah\, tapi dia tetap bisa menggores kulitku” pikir arasi\, setelah itu arasi langsung menggunakan skill light step untuk menghampiri freya yang terluka\, tim medis yang melihat arasi tiba – tiba ada di depan freya\, sangat terkejut\, “tunggu sebentar tuan\, pertandingannya sudah selesai” kata salah satu petugas medis\, “aku tahu” kata arasi\, alfas yang melihat arasi yang menghampiri freya yang terluka langsung\, turun dari kursi penonton\, dan berlarih ke arah arasi\, “*napas yang terengah – engah* tunggu sebentar tuan arasi\, walaupun perbuatannya membuat Anda kesal\, tapi dia tetap ketua kesatria suci” kata alfas\, arasi yang mendengar perkataan alfas cuman diam\, dan mengarahkan telapak tangannya ke arah freya\, “aku tidak bisa melihatnya” pikir alfas sambil memalingkan pandangannya\, “ ‘full healer’\, ‘recoperi’” kata arasi\, setelah itu seluruh tubuh freya bersinar\, dan setelah sinar itu redup terlihat perlengkapan milik freya menjadi seperti baru\, “eh\, eh\, eeeeh!\, tunngu sebentar tuan arasi\, itu tadi skill apa” kata alfas\, “apa yang maksudmu\, itu hanay skill ‘recoperi’ dan skill ‘full healer’\, apa kau tidak pernah melihatnya”  kata arasi\, “tuan\, nama tuan\, arasi kan\, apakah Anda ter” kata salah satu tim medis\, sebelum terhenti karna tatapan alfas\, setelah itu\, tim medis pun pergi\, disisi lain freya pun bangun\, “eh di mana aku\, arasi\, owh\, sepertinya aku kalah yah” kata freya yang baru bangun\, “*menghela napas* sepertinya aku yang terlalu sombong *berdiri* sekali lagi saya mintak maaf karna meremehkan Anda” kata freya\, “pedangmu\, dari mana kau mendapatkannya” kata arasi\, “pedangku?\, owh\, aku mendapatkannya dari ayahku\, kenapa?” kata freya\, “kau hampir membuatku berdarah\, itu menarik\, kau tahu siapa yang membuatnya?” kata arasi\, “mohon maaf\, tapi saya tidak tahu siapa yang membuat pedang ini\, pedang ini sudah di turunkan dari generasi ke generasi\, di keluargaku” kata freya\, “hmmm\, welp\, karna masalah di sini sudah selesai\, apakah aku sudah boleh pulang” kata arasi\, “owh\, ya\, Anda sudah boleh pulang\, sekali lagi saya mintak maaf\, karna sudah menyita waktu Anda” kata freya\, setelah itu arasi pun pulang ke penginapannya\, di perjalanan pulang arasi melihat kedai milik katrin\, yang masih buka\, arasi pun memutuskan untuk mampir ke kedai milik katrin\, “oh tuan arasi\, saya mendengar rumor\, bawah Anda di bawa oleh kesatria suci” kata katrin\, “ya\, ada sedikit masalah tadi\, oi ya\, apa kau masih punya ale” kata arasi\, “ya tentu saja\, *menuangkan gelas ale\, dan memberikannya ke arasi* ini tuan\, satu gelas ale” kata katrin\, “ya\, terima kasi” kata arasi sambil memberikan 4 koin tembaga ke katrin\, “oh\, Anda tidak perlu membayar untuk alenya\, kedai saya juga sudah mau tutup\, jadi Anda tidak perluh membayar” kata katrin sambil menolak\, bayaran arasi\, “aku tidak menerima kebaikan apapun” kata arasi\, “oh maaf kan saya tuan arasi\, ini bukan kebaikan\, anggap saja ini investasi jangka panjang\, agar Anda makan di sini” kata katrin\, “terima kasi” kata arasi\, “ngomong – ngomong\, Anda mendapatkan goresan itu dari mana” kata katrin\, arasi yang mendengar perkataan katrin pun\, melihati katrin\, “eeee\, apa ada yang salah?” tanya katrin\, “kau ‘demon’?\, tidak\, kau setengah ‘demon’\, apa aku benar” kata arasi\, katrin terkejut mendengar perkataan arasi\, “ya\, saya memang setengah ‘demon’\, ibu saya adalah seorang ‘demon’\, sedangkan ayah saya hanyalah manusia” kata katrin sambil\, sedikt tersenyum\, “owh\, welp\, ya aku mendapatkan goresan ini dari freya” kata arasi\, “freya *menggebrak meja* maksud Anda\, ketua pasukan kesatria suci\, lionheart freya” kata katrin\, dengan wajah yang sangat terkejut\, “yap” kata arasi\, arasi pun menyadari bahwa minumannya sudah habis\, “hmm\, sepertinya aku sudah selesai\, terima kasi untuk minumannya” kata arasi\, “owh\, ya\, semoga malam Anda menyenangkan” jawab katrin\, setelah itu arasi pun pergi\, “sepertinya ini waktunya menutup kedai” pikir katrin\, setelah itu katrin mengambil cangkir arasi\, saat katrin mengambil cangkir tersebut\, terlihat ada empat koin tembaga di bawah cangkir itu\, “tidak menerima kebaikan apapun\, ya” pikir katrin sambil tersenyum.


Di sisi lain, arasi yang sudah sampai di penginapannya, melihat lia, yuri dan ayahnya lia, yang sedang menunggu kepulangan arasi, “tuan, saya dengar Anda di tangkap oleh kesatria suci, apakah Anda tidak apa – apa” kata yuri sambil berlari ke arah arasi dengan tangisan, “ya, aku tidak apa – apa, tidak perlu kawatir” kata arasi, di sisi lain, lia dan ayahnya hanya berdiri terdiam melihat arasi dengan tatapan bersalah, “maaf karna, gangguannya” kata arasi, “oh, tidak apa – apa tuan, justru kami yang perlu meminta maaf, karna tidak bisa menjaga privasi dari tamu kami” kata ayah lia, “tidak perlu dipikirkan, yuri ayo kembali ke kamar” kata arasi, setelah itu arasi pun pergi ke kamarnya, setelah arasi sampai di kamarnya, arasi pun mengunci kamarnya, dan kembali berbaring di kasurnya, di ikuti yuri yang juga ikut berbaring di kasur, “tuan apa Anda benar – benar tidak apa – apa, saya tahu Anda kuat, tapi” kata yuri, arasi yang mendengar perkataan yuri pun, langsung mengelus kepala yuri dan berkata “sudah kubilang, kau tidak perlu kawatir” kata arasi, setelah itu arasi dan yuki pun tidur.


__ADS_2