A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 23


__ADS_3

setelah itu freya berdiri dari tempat duduknya dan pergi\, “woy tunggu sebentar mau ke mana kau” kata alfas\, setelah itu tim medis datang untuk membawa tubuh wakil ketua kesatria suci\, setelah tim medis membawa tubuh wakil ketua kesatria suci\, dari gerbang barat terlihat\, freya yang mengenakan armor lengkap yang berwarna keemasan yang terbuat dari Orichalcum murni\, sambil membawa pedang sucinya dan helm dari armor miliknya\, “apakah ****** itu tidak puas sampai dia sendiri yang harus menghadapi tuan arasi” pikir alfas\, setelah freya memasuki arena\, freya pun berkata\, “lebih baik Anda mengambil senjata baru” kata freya\, “tidak apa – apa\, aku tidak terlalu membutuhkan senjata” kata arasi\, “sebelumnya aku mohon maaf atas ketidaksopananku\, karna meremkanmu\, tapi aku tidak akan mengalah hanya karna kau tidak menggunakan senjata\, aku lionheart freya akan menghancurkan kesombonganmu itu” kata freya sambil mengenakan helmnya\, setelah itu freya mengambil posisi bertarungnya\, setelah bel berbunyi\, freya langsung mengaktifkan seluruh skill buff dan pasifnya\, tidak hanya itu\, freya sampai mengaktifkan senjata sucinya\, yang membuat pedang miliknya memancarkan cahaya puti\, setelah itu freya langsung melesat dengan sangat cepat ke arah arasi\, dan melancarkan serangannya\, arasi yang melihat freya yang ingin menyerangnya tidak tinggal diam\, arasi pun mengaktifkan Dancer Skill miliknya “advanced dance skills\, invincible fool\, aden” kata arasi\, freya yang ingin menebas arasi langsung di hindari oleh arasi dengan Dancer skill miliknya\, freya yang melihat serangannya di hindari oleh arasi\, langsung mengaktifkan skill berpedangnya “god sword\, flower bloom” kata freya\, dengan skill miliknya\, freya langsung melancarkan ribuan tebasan ke arah arasi dengan sangat cepat\, tapi sayangnya tidak ada satu pun serangan dari freya yang mengenai arasi\, freya yang mulai geram\, karena seluruh serangannya di hindari oleh arasi\, langsung berteriak\, “apakah kau hanya bisa menghindar saja\, di mana kesombonganmu tadi” teriak freya\, arasi yang mendengar perkataan freya langsung mengambil momen saat skill milik freya akan habis\, dan mengganti posisi bertahannya\, ke posisi menyerang dan langsung melancarkan satu pukulan depan\, freya yang terkena efek samping dari skill flower bloom\, membuat tubuhnya menjadi berat\, yang membuat freya tidak bisa menghindari serangan arasi\, dan akhirnya terkena serangan arasi\, yang membuat armor milik freya lasung hancur berkeping – keping\, di saat bersamaan efek samping dari skill flower bloom telah memudar\, yang membuat freya langsung menjaga jarak dari arasi\, setelah freya menjaga jarak dari arasi\, freya langsung membuat tuju tiruan dari dirinya menggunakan salah satu kemampuan dari pedang sucinya\, setelah itu\, ketujuh tiruan dari freya langsung melesat ke arah arasi\, arasi yang melihatnya\, langsung membunuh satu persatu tiruan itu\, saat arasi membunuh tiruan yang terakhir\, terlihat freya yang asli sudah ada di depan arasi\, dengan pedang sucinya yang di lapisi oleh cahaya keemasan\, dan langsung ingin menebas arasi\, arasi yang melihat itu langsung ingin menghindar\, tapi sayangnya arasi di tahan oleh empat tiruan freya yang tiba – tiba muncul di belakang arasi\, karna arasi tidak bisa menghindari serangan freya\, pedang freya pun langsung mengenai wajah arasi\, saat pedang itu mengenai wajah arasi\, tiba – tiba pedang itu langsung hancur berkeping – keping\, freya yang melihat pedang miliknya hancur\, langsung kehilangan fokusnya\, yang membuat\, kendalinya terhadap tiruannya berkurang\, arasi yang melihat kesempatan itu\, langsung membunuh keempat tiruan itu\, setelah arasi membunuh keempat tiruan freya\, arasi pun langsung melancarkan tendangan ke arah freya\, yang membuat freya terpental dan akhirnya menabrak dinding koloseum\, yang membuat freya muntah darah\, karena terkena serangan langsung\, dari arasi\, para tim medis yang melihat freya sekarat\, langsung menghampiri freya untuk mengobatinya\, arasi yang masih berdiri di atas arena\, menyadari bahwa ada goresan sangat kecil di pipinya “hmmm\, *memegang pipi* dia bisa menggoresku\, itu menarik\, walaupun dia tidak bisah membuatku berdarah\, tapi dia tetap bisa menggores kulitku” pikir arasi\, setelah itu arasi langsung menggunakan skill light step untuk menghampiri freya yang terluka\, tim medis yang melihat arasi tiba – tiba ada di depan freya\, sangat terkejut\, “tunggu sebentar tuan\, pertandingannya sudah selesai” kata salah satu petugas medis


__ADS_2