
Pov arasi\, “*menghela napas* mereka lagi\, tidak\, ini sedikit lebih kecil dari terakhir kali” pikir aras\, seketika para moster itu langsung menyerang arasi\, “kita mulai lagi” pikir arasi\, arasi langsung menyerang moster moster itu dengan tangan kosong\, hanya perluh satu pukulan untuk menghancurkan kepala dari moster itu\, “astaga bukan ukurannya saja yang kecil\, mereka sangat sangat berbeda dari yang kulawan tadi” pikir arasi\, tanpa arasi sadari seluruh moster yang menyerangnya sudah mati\, “astaga ini terlalu mudah” pikir arasi\, dan arasi merasakan emilyann yang melihatnya dari belakang dengan tatapan aneh\, arasi pun bertanya “ada apa”\, emilyann pun menjawab “bukan apa apa”\, “hem itu aneh” pikir arasi\, setelah itu arasi memasukan semua mayat dari monster – monster itu ke inventorynya\, setelah arasi selesai membereskan mayat - mayat moster itu\, arasi pun menghampiri emilyann yang masih duduk dengan tatapan aneh\, “serius ada apa ?” tanya arasi\, “ tidak bukan apa apa kok” jawab emilyann\, “jadi kita akan melanjutkan perjalanan atau apa ?” tanya arasi\, “ya tentu saja\, lewat sini” jawab emilyann sabil berdiri dan menunjukkan jalan.
__ADS_1
Kembali ke situasi sebelumnya, di mana emilyann sedang menenangkan para drak elf yang menyerang arasi, para drak elf yang mendengar perkataan emilyan langsung menurunkan senjata mereka, “arasi, kau juga tenanglah” kata emilyann, arasi yang melihat situasinya sudah terkontrol, langsung menghilangkan aura membunuhnya dan mengembalikan sabitnya, “arasi bisakah aku berbicara dengan mereka sebentar? “ tanya emilyann, “ya, tentu saja” jawab arasi, emiliyann pun menghampiri para drak elf tersebut dan berkata “ ikuti aku, ada yang mau kubicarakan dengan kalian”, emilyann dan para drak elf pun pergi menjauh dari arasi, setelah lama menunggu emilyann pun kembali dengan para dark elf tersebut, yang anehnya muka dari drak elf tersebut menunjukkan rasa ketakutan, “lewat sini arasi” kata emilyann, arasi pun mengikuti emilyann, “sebenarnya apa yang kau katakan kepada mereka, muka mereka sangat pucat sekali” tanya arasi, “bukan apa apa hanya hal kecil saja” jawab emilyann, “emmm arasi, aku baru sadar sejak kapan kau menggunakan cincin itu?” tanya emilyann sambil melihat cincin arasi, “oh ini, aku menggunakannya tetelah aku membunuh monster tadi” jawab arasi, “apa kau memungutnya dari mayat moster ?” tanya emilyann, “tidak aku sudah punya cincin ini sejak lama, aku hanya mau menggunakan cincin ini saja” jawab arasi, “jadi apa fungsi cincin itu? “ tanya emilyann, “tidak ada fungsi khusus, ini hanya aksesoris, kenapa kau bertanya seperti itu” jawab arasi, “bukan apa apa, aku pikir cincin itu semacam item untuk menekan kekuatan” jawab emilyann, arasi pun terkejut dengan jawaban emilyann, “jadi itu memang penekan kekuatan” tanya emilyann, “tidak, tentu saja tidak, apa yang kau bicarakan” jawab arasi dengan muka yang aneh, “oooooh tentu saja” jawab emilyann, “tunggu sebentar, kau tidak percaya denganku?” tanya arasi, “tidak, aku percaya” jawab emilyann
__ADS_1
maaf baru bisa update sekarang\, ada beberapa masalah pribadi yang harus saya selesaikan\, makanya saya telat banget upload novel versi bahasa inggris ini\, sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya\, oh iya saya juga stuck\, jadi mungkin butuh waktu lama untuk mengakhiri novel ini\, jadi saya harap kalian semua bisa bersabar\, dan jangan lupa tinggalkan kesan dan pesan untuk saya di kolom komentar\, agar saya bisa tahu di mana kesalahan saya\, serta a referensi untuk bab berikutnya\, ternyata untuk versi bahasa inidonesia\, memiliki lebih sedikit kata dari bahasa inggris\, jadi saya harus menambahkan sedikit pesan lagi *menghela napas* welp\, jadi untuk bahasa indonesia\, saya sudah menguploadnya duluan\, dikarnakan itu yang duluan selesai\, welp itu tidak sepenuhnya selesai\, tapi itu yang paling banyak selesai
__ADS_1