
alfas yang melihat itu langsung meremas lengan dari kesatria suci itu dan berkata “woy freya\, kenapa ketua kesatria suci sepertimu menginterogasi salah satu petualangku\, apakah kesatria suci sangat menganggur\, sampai – sampai ketua kesatria suci sepertimu\, menginterogasi anggota guildku\, ha?” teriak alfas\, mendengar perkataan dari alfas\, freya pun langsung melepaskan arasi\, dan menepis tangan alfas menggunakan tangan kirinya\, setelah itu freya langsung memegang kerah baju alfas\, alfas yang melihat kerah bajunya di cengkeram\, langsung membalas memegang kerah baju freya\, “kau sendiri kenapa di sini alfas\, kenapa ketua dari guild petualang repot – repot datang kesini hanya karna satu petualang” kata freya\, setelah itu\, seorang kesatria datang dari pintu yang di dobrak oleh alfas\, dengan tergesa – gesa\, “*napas yang terengah – engah* ketua ada penyusup yang ma” kata kesatria itu\, sebelum terhenti\, karna terkejut melihat alfas dan freya yang sedang saling memegang kerah baju\, “cepat keluar\, aku yang mengatasi ini” kata freya sambil menatap alfas\, “ada apa\, kau takut mainanmu rusak\, karna melawanku” kata alfas\, setelah itu mereka berdua langsung mengeluarkan aura membunuh mereka\, kesatria yang merasakan aura membunuh dari alfas dan freya\, langsung dengan perlahan mundur dan menutup pintu ruang interogasi\, “apakah aku sudah boleh pergi?” kata arasi\, alfas yang mendengar perkataan arasi\, langsung menepis tangan freya\, dan langsung menghampiri arasi “tentu saja Anda boleh pergi sekarang\, serahkan saja masalah ini kepada saya tuan arasi” kata alfas\, freya mendengar perkataan alfas\, langsung memegang bahu alfas dan berkata “kau kira kau siapa\, ha?” kata freya\, setelah itu alfas langsung menepis tangan freya dan berkata “kau sendiri siapa ha?\, atas dasar apa kesatria suci menangkap tuan arasi” kata alfas\, sambil menatap freya\, “dia digugat atas kasus pencurian material” kata freya\, “pencurian material\, jika kau mau bilang\, material yang di jual tuan arasi ke guild petualang adalah hasil curian\, kau salah besar” kata alfa\, “kalau begitu kenapa dia tidak melawan kami saja para kesatria suci\, kalau dia memang mengalahkan seluruh moster itu\, seharusnya kau tidak perlu khawatir\, kecuali kau juga terlibat” kata freya\, “baiklah\, kalau kalian hanya ingin bukti\, aku tidak masalah melawan kalian semua” kata arasi\, setelah itu arasi\, alfas dan seluruh pasukan dari kesatria suci kota rosatin\, pergi ke koloseum kota\, sesampainya ke koloseum kota\, arasi langsung di berikan pedang kayu oleh staf koloseum\, setelah itu\, arasi pun memasuki arena pertarungan melalui gerbang selatan dari koloseum\, terlihat\, alfas dan freya\, yang duduk di kurisi penonton\, di koloseum itu\, setelah itu gerbang sebelah barat terbuka\, dari gerbang itu\, keluar seorang kesatria suci dengan armor lengkap\, memegang pedang kayu yang sama seperti milik arasi\, setelah itu kesatria suci itu pun memasuki arena pertarungan\, setelah bel berbunyi\, tanda pertarungan dimulai\, kesatria suci itu langsung melesat ke arah arasi\, untuk menebas arasi\, arasi yang melihat arah tebasan dari kesatria itu\, langsung mengayunkan pedangnya ke arah pedang kesatria itu\, yang membuat kesatria itu terpental keluar arena\, freya sangat terkejut melihat salah satu pesukkannya di kalahkan dengan satu ayunan dari pedang arasi\, setelah itu satu persatu dari pasukan kesatria suci\, bertarung melawan arasi\, tapi tidak satu pun dari mereka yang berhasil menahan ayunan pedang arasi\, setelah seluruh pasukan kesatria suci di kalahkan\, dari gerbang barat terlihat wakil ketua kesatria suci kota rosatin\, memasuki arena pertarungan\, “jangan sombong dulu\, hanya karna kau mengalahkan bawahanku\, akan kuberi perlihatkan kepadamu kekuatan dari kesatria suci yang sebenarnya” kata wakil ketua kesatria suci\, setelah bel berbunyi\, kesatria suci itu pun langsung menghunuskan pedangnya ke langit\, yang membuat langit malam yang dipenuhi bintang\, tertutupi dengan awan petir\, setelah itu kesatria itu menebaskan pedangnya ke arah arasi dan berteriak “judgment” seketika dari atas langit muncul petir yang sangat besar yang menyambar ke arah arasi\, “tunggu sebentar\, apa – apaan itu tadi\, kenapa pasukanmu menggunakan sihir tingkat tinggi” teriak alfas\, “apa maksudmu\, kapan aku bilang ini duel pedang” kata freya\, di sisi lain arasi yang terkena skill dari wakil ketua kesatria suci\, hanya berdiri di tempatnya\, tanpa terluka sedikit pun\, wakil ketua kesatria suci itu pun\, yang melihat serangannya tidak berdampak sama sekali\, langsung berteriak “apa – apaan kau in” teriak kesatria suci sebelum dia pingsan\, bersamaan dengan pedang kayu arasi yang tiba – tiba hancur\, “hahaha\, kau sudah liat kan bahkan wakil ketua pasukan sucimu itu tidak bisa menggores arasi sama sekali” kata alfas dengan sombongnya