A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 07


__ADS_3

tanpa mereka sadari\, mereka sudah sampai di desa para drak elf\, “jadi ini desamu\, lebih seperti kota kalau aku lihat” kata arasi\, “kau terlalu memuji\, ayo kita masuk” jawab emilyann\, setelah arasi dan emillyann memasuki desa dark elf seketika muncul barier berwarna biru di sekitar arasi\, yang membuat arasi tidak bisa ke mana mana\, “ barier biru hah?” kata arasi\, “arasi\, kumohon tenangkan dirimu\, aku tidak tahu apa yang terjadi\, tapi aku pasti bisa menjelaskannya nanti” jawab emilyann dengan muka yang sangat panik\, “sepertinya kau yang seharusnya tenang” jawab arasi\, seketika ribuan pasukan datang dari segalah arah\, mengepung arasi\, “jangan bergerak dasar kau moster!” teriak elf yang memimpin pasukan tersebut\, arasi yang mendengar itu melihat kiri dan kanannya\, dan berkata “oh that was rude”\, “ayah tunggu\, arasi bukanlah musuh kita !” teriak emilyann\, “apa maksudmu\, lihatlah sekelilingmu emilyann\, kita membutuhkan ratusan penyihir\, hanya untuk membuat barier kecil itu\, kalau itu bukan moster\, terus apa itu hah? "\, setelah itu arasi tiba tiba memalingkan pandangannya ke belakang dengan mata kananya yang diselimuti api hitam\, emilyann yang melihat mata kanan arasi yang di selimuti api hitam\, langsung panik dan berteriak “Tunggu arasi\, mereka bukan musuhmu”\, setelah teriakan emilyann\, tiba tiba ribuan pedang dengan bilah hitam yang sangat panjang muncul dari bawah tanah\, di belakang tempat arasi berdiri\, “eh\, kenapa dia mengarakan serangannya ke arah ke belakang” pikir emilyann\, ternya arasi dari awal tidak berniat membunuh para dark elf\, melainkan sesuatu yang mengikuti dirinya selama ini\, sedikit demisedikit makhluk yang arasi serang mulai terlihat\, ternyata makhluk itu adalah moster yang sangat besar\, memiliki 3 kepala\, 4 tangan\, dan ratusan ular sebagai ekornya\, emilyann sangat ketakutan melihat wujud dari moster itu “sejak kapan monster itu mengikuti kami” pikir emilyann dengan muka yang sangat ketakutan\, tidak hanya emilyann yang ketakutan dengan moster itu tapi seluruh dark elf yang awalnya ingin membunuh arasi juga ikut ketakutan\, “aku memang merasa ada satu yang terlewat pada saat itu\, tapi apa apaan makhluk ini\, aku tidak ingat menciptakan benda seperti itu\, apa yang sebenarnya sedang terjadi” pikir arasi\, ternyata moster yang arasi serang itu belum mati\, dan mulai mengaum sabil mengeluarkan asap dari setiap tubuhnya yang tertusuk pedang arasi\, yang mengakibatkan seluru makhluk di sekitarnya tidak bisa berdiri karna ketakutan terhadap aura moster itu\, arasi yang tidak terpengaruh terhadap aura dari moster itu\, menghelakan nafasnya dan berkata “ D A M M A R A T”\, seketika moster itu hancur  berkeping keping dan hanya meninggalkan hujan darah yang berwarna hitam kelam\, para dark elf yang melihat kejadian tersebut hanya bisa terdiam sambil ketakutan\, emilyann yang melihat kesempatan untun membelah arasi langsung berkata “ayah lihat\, arasi bukanlah monster\, mungkin monster yang di deteksi oleh barier adalah monster yang di bunuh arasi” arasi yang melihat para dark elf hanya terdiam mendengar perkataan dari emiliyann langsung berkata “*menghela napas* emilyann mungkin lain kali saja kita makan di rumahmu\, aku masih ada urusan lain”\, emilyann yang mendengar perkataan arasi langsung menjawab\, “tunggu sebentar aras-“ tanpa di sadari arasi sudah menghilang dan hanya meninggalkan barier yang kosong.

__ADS_1


Disisi lain “hemm, sepertinya decoyku sudah menghilang” pikir arasi yang asli setalah merasakan ingatan yang tiba tiba bertambah.

__ADS_1


Kembali beberapa saat\, sebelum arasi bertemu emilyann\, “*helahan napas yang panjang* aku tidak menyangka perjalananku akan semembosankan in-“ pikir arasi sebelum dia merasakan sesuatu\, “sepertinya bakal ada kejadian yang merepotkan di depan sana\, hmmm”\, pikir arasi\, arasi pun teringat dengan salah satu skill yang dia dapatkan setelah membunuh moster yang menyerangnya dan langsung mengeceknya\, “emm kalau tidak salah namanya Kyogi” pikir arasi\, setelah arasi mengaktifkan skillnya\, tiba tiba muncul satu lagi arasi di depannya\, “jadi apa yang harusku lakukan” tanya Kyogi arasi\, “kau ikuti saja jalur yang harusnya kuikuti tadi” jawab arasi\, setelah itu mereka berpisah\, Kyogi arasi mengikuti jalur pertama\, sedangkan arasi yang asli membuat jalur yang baru.

__ADS_1


__ADS_2