A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 10


__ADS_3

melihat arasi tidak menurunkan senjatanya, wanita itu  pun berkata,  “mungkin kau sedikit kebingungan siapa aku, aku adalah pemilik dungeon ini, aku menteleport kau ke sini karna tindakanmu yang membanjiri lantai sebelas sampai lantai sembilan belas, dengan api hitammu, dan di sini adalah lantai ke sembilan ratus sembilan puluh sembilan, aku tertari dengan caramu membunuh para undead itu dan kenapa kau membunuhnya, itulah kenapa aku menteleportmu ke sini” , arasi yang mendengar perkataan wanita itu, langsung menurunkan senjatanya dan berkata “lucu, kukira dungeon hanya memiliki seratus lantai” kata arasi dengan wajah tanpa emosi, “memang dungeon biasa hanya memiliki seratus lantai, tapi dungeon ini berbeda dari dungeon lain, dungeon ini spesial”  jawab wanita bertudung hitam, “hem, sepertinya kau tidak berbohong di bagian itu” jawab arasi, wanita bertudung hitam itu pun kebingungan dengan jawaban arasi dan berkata “apa? “, arasi yang mendengar perkataan wanita itu hanya terdiam, seketika wanita itu menyadari sesuatu dan langsung melompat  mundur menjauhi narasi dan berteriak “bunuh dia, jangan biarkan dia hidup”, setelah perkataan wanita itu, para moster itu langsung ingin menyerang arasi, arasi yang melihat hal itu langsung melapisi kedua sabitnya dengan api hitam dan mulai membunuh moster – moster itu, satu persatu, wanita yang bertudung hitam itu yang melihat arasi membunuh moster – mosternya dengan mudah, tidak tinggal diam, dia langsung mensumon moster – moster baru dengan sihirnya, dia terus mensumon moster dan arasi terus membunuh  mereka, sampai wanita bertudung hitam itu kehabisan mp, setelah arasi membunuh moster yang terakhir, arasi ke arah ujung ruangan, untuk   menghampiri wanita itu, yang terduduk karna kehabisan mp, “bagai mana, bagai mana kau bisa tahu” kata wanita itu dengan wajah kelelahan, “cara yang sama, saat aku membunuh para undead itu” jawab arasi, “kau bisa membaca pikiran ?” tanya wanita itu, “ya, tapi bukan itu yang kugunakan, aku bisa tahu kapan orang berbohong” jawab arasi, setelah itu arasi mencekik leher wanita itu dan mengangkatnya, “ada kata – kata terakhir ?” tanya arasi, “kau adalah yang terbu-“ jawab wanita itu sebelum arasi menusuknya dengan sabitnya, setelah arasi membunuh wanita itu, sebuah gerbang besar muncul di depan arasi, arasi yang melihat gerbang itu langsung melepaskan cekikannya dan pergi meninggalkan mayat wanita itu, setelah arasi masuk ke dalam gerbang itu arasi menjumpai dirinya di dalam sebuah perpustakaan yang sangat besar dan di tengah perpustakaan itu terdapat sebuah kristal besar yang mengambang, “ruangan ini mengingatkanku kepada seseorang” pikir arasi,  setelah itu arasi langsung mengitari ruangan itu dan mengecek pintu yang ada di ujung perpustakaan, saat arasi membuka pintu itu, ternyat itu pintu menuju ruang harta, telihat banyak sekali koin emas dan permata di ruangan itu , setelah itu arasi memasukkan semua harta dan buku yang ada di perpustakaan itu ke dalam inventorynya, setelah selesai mengambil semua yang ada, arasi berjalan ke arah kristal besar yang ada di tengah perpustakaan, “sepertinya ini yang disebut dungeon core, welp, tinggal di hancurkan saja kan” pikir arasi, arasi langsung memukul kristal tersebut, setelah arasi memukulnya kristal itu hancur berkeping keping dan arasi terteleport kembali ke tempat pintu masuk gua, dan gua yang sebelumnya menjadi tempat masuk ke dungeon sekarang telah hilang tanpa tersisa, “guanya menghilang setelah aku menyelesaikan dungeonya, hmmm, sangat menarik, sepertinya dungeon tadi memiliki waktu yang berbeda dengan waktu yang ada di dunia ini, tapi kenapa itu tidak ada di deskripsi dungeon saat aku membacanya tadi, welp sepertinya aku akan menemukan jawabannya di dalam salah satu buku yang  kuambil tadi” pikir arasi, setelah itu arasi melanjutkan perjalanannya menuju desa manusia, sampai tiba di saat sekarang.


__ADS_2